[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-494306-113":53,"doc-detail-494306-id":126},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":119,"head_meta":121,"extra_data":123,"updated_unix":125},113,"id","student-perceptions-non-english-about-toefl-policy-as-a-graduation-requirement","PERSEPSI MAHASISWA (NON – ENGLISH) TENTANG KEBIJAKAN TOEFL SEBAGAI SYARAT KELULUSAN","","Penelitian ini mengkaji persepsi mahasiswa terhadap kebijakan TOEFL sebagai syarat kelulusan di ITEKES Cendekia Utama Kudus, sekaligus menelaah tantangan dan kesulitan saat implementasi. Standar menetapkan TOEFL minimal 450 untuk kelulusan. Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 pada mahasiswa semester akhir. Hasil menunjukkan persepsi sangat positif, peningkatan kesadaran pentingnya bahasa Inggris, serta motivasi lulus tepat waktu, meski sebagian menilai skor dan persiapan terlalu berat. Kesulitan dominan meliputi alokasi waktu, kurang persiapan, dan penguasaan grammar yang masih rendah.",{"@graph":63,"@context":118},[64,81,101],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":43,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/ujian/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/student-perceptions-non-english-about-toefl-policy-as-a-graduation-requirement/494306/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":95,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":96,"interactionStatistic":97},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/student-perceptions-non-english-about-toefl-policy-as-a-graduation-requirement/494306.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Olivia Brown","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-01",true,{"@type":98,"interactionType":99,"userInteractionCount":4},"InteractionCounter",{"@type":100},"ViewAction",{"@type":102,"mainEntity":103},"FAQPage",[104,110,114],{"name":105,"@type":106,"acceptedAnswer":107},"Apa tujuan penelitian tentang kebijakan TOEFL sebagai syarat kelulusan?","Question",{"text":108,"@type":109},"Menentukan persepsi mahasiswa terhadap kebijakan TOEFL sebagai syarat kelulusan, serta mengobservasi tantangan dan kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam pelaksanaannya.","Answer",{"name":111,"@type":106,"acceptedAnswer":112},"Berapa skor TOEFL minimal yang ditetapkan sebagai syarat kelulusan?",{"text":113,"@type":109},"Kebijakan menetapkan skor TOEFL minimal 450.",{"name":115,"@type":106,"acceptedAnswer":116},"Apa kesulitan utama yang paling banyak dihadapi mahasiswa dalam TOEFL?",{"text":117,"@type":109},"Kesulitan utama meliputi alokasi waktu, kurang persiapan, dan kurang menguasai tata bahasa Inggris (grammar).","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":120,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":122,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":124,"site_id":56},494306,1790891037,{"code":4,"msg":5,"data":127},{"doc_id":124,"user_id":128,"nickname":89,"user_avatar":129,"doc_module":4,"category_id":42,"category_name":43,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":130,"file_id":131,"file_url":132,"file_type":133,"file_size":134,"view_count":4,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":135,"language":136,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":61,"update_tm":125,"read_time":140},16904993612988,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","PERSEPSI MAHASISWA (NON – ENGLISH) TENTANG KEBIJAKAN TOEFL SEBAGAI SYARAT  \nKELULUSAN  \nArina Hafadhotul Husna  \nProgram Studi Ilmu Keperawatan, [arinahafadhotulhusna@gmail.com](arinahafadhotulhusna@gmail.com), ITEKES Cendekai Utama Kudus  \nABSTRACT  \nTo realize the vision, mission, and goals of the institution, The Institute Technology & Health Cendekia Utama Kudus compiles and formulates standards that regulate excellent graduate competency. One additional performance indicator in the graduate competency of education standard states that students are required to have a minimum Test of English as Foreign Language (TOEFL) score of 450. TOEFL is a standardized test of English as a foreign language used to test a student's ability in mastering English. This study aims to determine student perceptions of the TOEFL policy as a graduation requirement, as well as observe the challenges & difficulties faced by the students in the implementation. This research is a descriptive quantitative study. Respondents were final semester students of departments at ITEKES Cendekia Utama Kudus. A questionnaire with a Likert scale of 1-5 was used as an instrument in this study. The results of this study indicate that students' perceptions of this policy are very positive. Students become more aware of the importance of English and have high motivation to graduate on time. Positive perceptions are also shown in the English course because it helps them to pass the TOEFL, and increases students’ motivation in learning English. Some students also consider the TOEFL score set is very high, the time required for preparation is very short, the test fee is expensive, and the policy set is too difficult, but the majority of students have a neutral response and can implement this policy well. The difficulties and challenges that most students face in the TOEFL are time allocation, lack of preparation, and lack of mastery of English grammar. Therefore, the institution must prepare and provide good facilities so that students can meet and exceed the specified passing grade maximally. Intensive TOEFL courses should be given to reduce the difficulties faced by students.  \nKeywords; Perception, TOEFL, Graduation Requirement  \nABSTRAK  \nDalam rangka mewujudkan visi, misi, dan tujuan Institusi, Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus menyusun dan merumuskan standar yang mengatur tentang kompetensi lulusan yang unggul. Salah satu indikator kinerja tambahan dalam standar pendidikan kompetensi lulusan menyatakan bahwa mahasiswa wajib memiliki skor Test of English as Foreign Language (TOEFL) minimal 450. TOEFL merupakan tes standar bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang digunakan untuk menguji kemampuan seseorang dalampenguasaan bahas Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswaterhadap kebijakan TOEFL sebagai syarat kelulusan, serta mengobservasi tantangan & kesulitan yang dihadapi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Responden yang digunakan adalah mahasiswa semester akhir pada program studi di ITEKES Cendekia Utama Kudus. Kuestioner dengan skala likert 1 – 5 digunakan sebagai instrument dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  \npersepsi mahasiswa terhadap kebijakan ini sangat positif. Mahasiswa menjadi lebih sadar tentang pentingnya bahasa Inggris, memiliki motivasi yang tinggi untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu. Persepsi positif juga ditunjukkan pada mata kuliah bahasa Inggriskarena mata kuliah ini sangat membantu mereka untuk lulus TOEFL. Motivasi mahasiswadalam belajar bahasa Inggris semakin meningkat. Beberapa mahasiswa juga menganggap skor TOEFL yang ditetapkan sangat tinggi, waktu yang dibutuhkan untuk persiapan TOEFL sangat singkat, biaya tes mahal, kebijakan yang ditetapkan terlalu sulit, namun mayoritas mahasiswa memiliki respon netral dan mampu melaksanakan kebijakan ini dengan baik.  \nKesulitan dan tantangan yang paling banyak dihadapi ma","cbCaiuI3qYEWYiEt","https://ap.wps.com/l/cbCaiuI3qYEWYiEt","pdf",932605,11,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Standar penjaminan mutu dan indikator kompetensi lulusan\n## Kebijakan TOEFL sebagai syarat kelulusan\n## TOEFL sebagai tes standar bahasa Inggris\n# Latar belakang dan tujuan penelitian\n## Tujuan penelitian\n## Rumusan kebutuhan peningkatan kemampuan English","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang kebijakan TOEFL sebagai syarat kelulusan?\",\"answer\":\"Menentukan persepsi mahasiswa terhadap kebijakan TOEFL sebagai syarat kelulusan, serta mengobservasi tantangan dan kesulitan yang dihadapi mahasiswa dalam pelaksanaannya.\"},{\"question\":\"Berapa skor TOEFL minimal yang ditetapkan sebagai syarat kelulusan?\",\"answer\":\"Kebijakan menetapkan skor TOEFL minimal 450.\"},{\"question\":\"Apa kesulitan utama yang paling banyak dihadapi mahasiswa dalam TOEFL?\",\"answer\":\"Kesulitan utama meliputi alokasi waktu, kurang persiapan, dan kurang menguasai tata bahasa Inggris (grammar).\"}]","PERSEPSI MAHASISWA (NON – ENGLISH) TENTANG KEBIJAKAN TOEFL SEBAGAI SYARAT KELULUSAN | PDF",17]