[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-130988-113":53,"doc-detail-130988-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","strengthen-counselor-presence-require-regular-psychological-screening-in-schools","Perkukuh Kehadiran Kaunselor - Wajibkan Saringan Psikologi Berkala di Sekolah","","Isu jenayah dan kematian pelajar di sekitar kawasan sekolah dipandang sebagai cermin kerusakan sistem pendidikan dan kegagalan kontrol disiplin. Sekolah idealnya berfungsi membentuk karakter: hormat, kasih sayang, beradab, empati, serta memahami batas sosial, bukan hanya mengejar nilai akademik. Dokumen menegaskan perlunya strategi khusus: membatasi normalisasi kejahatan di sekolah, memperbaiki pengawasan, memperkukuh kehadiran konselor, mewajibkan saringan psikologi berkala, memperketat aturan disiplin, dan membuka kanal aduan aman melalui kolaborasi KPM, kementerian terkait, dan penegak hukum.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":27,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/strengthen-counselor-presence-require-regular-psychological-screening-in-schools/130988/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/strengthen-counselor-presence-require-regular-psychological-screening-in-schools/130988.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Finn","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-20","2026-08-13",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",5,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Mengapa kejahatan di sekolah dianggap sebagai masalah sistem, bukan isu terpencil?","Question",{"text":110,"@type":111},"Karena tindak berat seperti pembunuhan dan pemerkosaan terjadi dalam kawasan sekolah, menunjukkan kelemahan kontrol disiplin dan sistem persekolahan yang perlu ditinjau ulang.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Apa peran utama sekolah menurut dokumen ini?",{"text":115,"@type":111},"Sekolah bukan hanya tempat meraih nilai dan ijazah, tetapi pusat pembentukan sahsiah: pelajar belajar menghormati, berkasih sayang, beradab, berempati, dan memahami batas sosial.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Langkah apa yang diwajibkan untuk memperkuat pencegahan di sekolah?",{"text":119,"@type":111},"Dokumen menekankan pengetatan aturan disiplin, pembukaan saluran aduan aman, memperkukuh kehadiran kaunselor, serta mewajibkan saringan psikologi berkala.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},130988,1786660043,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":26,"category_name":27,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":71,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":74},34359740700684,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1f400023980c374ae676?_k=1777273430885731487","Perkukuh kehadirankaunselor,wajibkansaringan psikologiberkala di sekolah①  \nBH 1510/15Mふ  \nBelum pun reda kes calon Sijil Pelajaran Malaysia(SPM)didakwa kerana merogol pelajar perempuan sama sekolahdi Melaka baru-baru ini,serta kes buli kerap dilaporkanberlaku satu negara,semalam kita dikejutkan pula dengankes kematian pelajar perempuan berusia 16 tahun disebuahsekolah dekat Bandar Utama,Petaling Jaya.  \nInsiden terbaharu ini menambah satu lagi titik hitamdalam sistem pendidikan negara.Ini menimbulkan per-soalan,sejauh mana sekolah mampu menjaditempat palingselamat untuk anak-anak dan seluruh warga pendidiknya.  \nHari ini kita mungkin dikejutkan dengan kes pelajarmencederakan pelajar sehingga menyebabkan kematian.Namun pernahkah kita terfikir kes seumpama itu bolehmenimpaguru atau warga sekolah lain.Tidak mustahil keslebih tragik mungkin boleh terjadi.  \nApayang membimbangkan,kes seumpama ini bukan lagiisu terpencil.Kes jenayah membabitkan pelajar semakinkerap dilaporkan di media.Maka,ia menuntut penilaiansemula menyeluruh terhadap dasar disiplin,kesejahteraanmental,pengawasan sekolah dan peranan ibu bapa.  \nPersoalan berlegar dalam benak rakyat Malaysia hari iniadakah kita hanya menunggu tingkah laku melampaupelajar ini berlaku lagi baru hendak mengambil tindakandrastik.Bagi masyarakat,apabila jenayah berat sepertibunuh dan rogol boleh berlaku dalam kawasan sekolah,inibukan lagi isu kegagalan kawalan disiplin,tetapi cerminankerosakan sistem persekolahan.  \nSekolah bukan sekadar institusi untuk pelajar mem-peroleh gred dan sijil akademik.Ia sepatutnya menjadipusat pembentukan sahsiah,tempat pelajar belajar soalhormat,kasih sayang,beradab,empati dan tahu sempadansosial.  \nMungkin ada pihak melemparkan tohmahan 'kecacatan'yang berlaku ini kerana kelemahan sistem pendidikanterlalu fokus kepada pencapaian akademik hingga me-ngabaikan pendidikan kemanusiaan bagi melahirkan generasi memiliki Karamah Insaniah.  \n②  \nJika isu disiplin menjadi puncanya,perlu ada strategikhusus untuk menanganinya.Yang penting,kita perlumenyekat sepenuhnya sebarang bentuk menormalisasikanjenayah di sekolah.Setiap satu kejadian berlaku perludijadikan titik mula untuk mencari jalan mencegahnyadaripada berulang pada masa depan.  \nPelbagai faktor mempengaruhi disiplin,sikap dan ting-kah laku pelajar generasi digital hari ini.Ada yang me-ngaitkannya dengan lemahnya kawalan disiplin disekolah,kecacatan cara hidup di rumah,sikap buruk ibu bapa,pengaruh negatif keluarga atau orang sekeliling bahkanada yang menyalahkan fenomena penggunaan telefon pin-tar melampau kalangan pelajar remaja hari ini.  \nWalau apa pun persepsinya,Kementerian Pendidikan(KPM)bersama Kementerian Pembangunan Wanita,Ke-luarga dan Masyarakat serta agensi penguat kuasa,perlududuk semeja dan merangka pelan lebih sistematik.KPMperlu mendapat sokongan daripada segenap aspek.  \nIni termasuk memperkukuh kehadiran kaunselor;me-wajibkan saringan psikologi berkala,memperketatkan un-dang-undang disiplin sekolah serta membuka saluran adu-an selamat bagi pelajar.Keselamatan disekolah bukan satupilihanlagi,sebaliknya satu kewajipan perludipenuhiKPMdan kerajaan.","cbCaioz67xK4D5jg","https://ap.wps.com/l/cbCaioz67xK4D5jg","pdf",273929,"Indonesian","# Perkukuh Kehadiran Kaunselor\n## Sekolah sebagai tempat paling selamat dan pembentukan sahsiah\n## Evaluasi disiplin, kesejahteraan mental, dan pengawasan\n## Kolaborasi KPM dan agensi serta langkah wajib saringan psikologi","[{\"question\":\"Mengapa kejahatan di sekolah dianggap sebagai masalah sistem, bukan isu terpencil?\",\"answer\":\"Karena tindak berat seperti pembunuhan dan pemerkosaan terjadi dalam kawasan sekolah, menunjukkan kelemahan kontrol disiplin dan sistem persekolahan yang perlu ditinjau ulang.\"},{\"question\":\"Apa peran utama sekolah menurut dokumen ini?\",\"answer\":\"Sekolah bukan hanya tempat meraih nilai dan ijazah, tetapi pusat pembentukan sahsiah: pelajar belajar menghormati, berkasih sayang, beradab, berempati, dan memahami batas sosial.\"},{\"question\":\"Langkah apa yang diwajibkan untuk memperkuat pencegahan di sekolah?\",\"answer\":\"Dokumen menekankan pengetatan aturan disiplin, pembukaan saluran aduan aman, memperkukuh kehadiran kaunselor, serta mewajibkan saringan psikologi berkala.\"}]","Perkukuh Kehadiran Kaunselor - Wajibkan Saringan Psikologi Berkala di Sekolah | PDF"]