[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-139850-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-139850-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","speech-perception-in-abc-five-basics-game-video-using-the-cohort-model","PERSEPSI UJARAN DALAM VIDEO PERMAINAN ABC LIMA DASAR - MENGGUNAKAN MODEL COHORT","","Persepsi ujaran merupakan proses menafsirkan dan memahami ujaran yang disampaikan penutur melalui rangkaian bunyi, kata, maupun kalimat. Artikel ini membahas persepsi ujaran dalam kajian psikolinguistik dengan memanfaatkan permainan tradisional ABC Lima Dasar. Permainan dipilih karena unik dan dapat membantu anak mengasah kecerdasan bahasa serta konsentrasi. Penulisan bertujuan menguraikan persepsi ujaran yang terjadi melalui permainan ABC Lima Dasar menggunakan model Cohort.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/speech-perception-in-abc-five-basics-game-video-using-the-cohort-model/139850/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/speech-perception-in-abc-five-basics-game-video-using-the-cohort-model/139850.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Quinn Holloway","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-24",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",7,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa yang dimaksud dengan persepsi ujaran dalam konteks artikel ini?","Question",{"text":63,"@type":64},"Persepsi ujaran adalah proses penafsiran sebuah ujaran yang mencakup pendengaran, penafsiran, dan pemahaman terhadap ujaran yang disampaikan penutur.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Mengapa permainan tradisional ABC Lima Dasar dipilih sebagai bahan kajian?",{"text":68,"@type":64},"Permainan ABC Lima Dasar dinilai unik, populer, mudah dimainkan, tidak membutuhkan alat khusus selain jari untuk perhitungan, serta dapat meningkatkan kecerdasan bahasa dan konsentrasi anak.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Bagaimana model Cohort digunakan untuk menganalisis persepsi ujaran?",{"text":72,"@type":64},"Model Cohort memandang pendengar memetakan kata-kata baru dengan kosakata yang sudah ada dalam kamus mental. Ujaran dapat dipecah menjadi segmen, dan segmen yang didengar membantu menyingkirkan kemungkinan kata yang tidak sesuai polanya.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},139850,1787563480,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":55,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":141},2336474466712,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd","PERSEPSI UJARAN DALAM VIDEO PERMAINANABC LIMA DASAR  \nMENGGUNAKAN MODEL COHORT  \nTitis PutriPamungkas  \nUniversitas Negeri Malang [titisputri3026@gmail.com](titisputri3026@gmail.com)  \nAbstract: Speech perception is the process of interpreting an utterance.  \nPerception of speech includes hearing, interpretation, and understanding of the utterances conveyed by speakers. In this article, we will discuss the perception of speech in a psycholinguistic context through traditional games.  \nThe chosen traditional game is called ABC Five Basics, the writer chose this game because this game is unique. Can sharpen children's intelligence in remembering and mastering words. The purpose of writing this article is to describe the perception of speech through the ABC Five Basics game using the Cohort model.  \nKeywords: speech perception, psycholinguistics, ABC games, Cohort models Submissions : August, 5th, 2022  \nRevisions : September, 19th, 2022  \n Publications : October, 30th, 2022   \nPENDAHULUAN  \nDalam melakukan komunikasi terjadi penyampaian makna oleh penutur kepadapendengar melalui ujaran. Ujaran adalah tuturan langsung yang berasal dari penutur atausosok yang berbicara. Ujaran dapat berupa kata, kalimat, maupun gagasan. Sebelummenjadi ujaran, terdapat proses pengujaran. Proses pengujaran adalah perwujudan prosesartikulasi dan terkonsep di dalam otak manusia (Arifuddin & Irham, 2022; Fadilah, 2022) . Permainan yang dipilih bernama ABC Lima Dasar, alasan penulis memilih pemainan inikarena permainan ini unik. PermainanABC Lima Dasar adalah permainan Tradisional yang sangat populer di era 1990-an (Febryana, 2019) . Merupakan permainan edukasi yang menyenangkan dan mudah dimainkan. Permainan ini tidak membutuhkan alat atau bendakhusus untuk memainkannya, hanya bermodal jari sebagai perhitungannya. Melalui bermain ABC Lima Dasar yang menyenangkan dan menantang ini, dapat meningkatkan kecerdasan bahasa anak serta meningkatkan konsentrasi. Permainan ini bisa jugadimainkan oleh orang tua dan anak sebagai sarana edukasi dan membangun kedekatanemosional.  \nTujuan penulisan artikel ini untuk menguraikan mengenai permainan tradisional ABC Lima Dasar menggunakan model Cohort. Model Cohort diusulkan pada tahun 1980-an oleh MarslenWilson, Model Cohort adalah representasi untuk pengambilan leksikal. Aitchison (1987) menyatakan bahwa leksikon individu adalah kamus mental seseorang. Rata-rata individu memiliki leksikon sekitar 45.000 sampai 60.000 kata Premis dari Model Cohort adalah bahwa pendengar memetakan kata-kata baru dengan kosakata yang sudahada dalam kamus mentalnya (Arifuddin & Irham, 2022) . Setiap bagian dari tuturan dapat dipecah menjadi beberapa segmen. Semakin banyak segmen yang didengar, ia bisamenghilangkan kata-kata dari kamus mereka yang tidak berpola sama.  \nLANDASAN TEORI  \nProses pengujaran adalah sebuah perwujudan dari proses artikulasi dan kemudian terkonsep dalam otak manusia secara sempurna. Selanjutnya hal tersebut diwujudkandalam bentuk bunyi yang akan dimengerti oleh interlokutor tertentu (Darjowidjojo, 2005:49) . Persepsi ujaran adalah proses penafsiran sebuah ujaran. Persepsi ujaranmeliputi pendengaran, penafsiran, dan pemahaman terhadap ujaran yang disampaikanoleh penutur. Persepsi ujaran adalah peristiwa ketika telinga menangkap sebuah bunyi yang dapat berupa bunyi lepas, kata, atau kalimat (Su’udi, 2011:19) . Kalau orang tidak dapat mendengar bunyi dengan jelas, tentu saja orang tidak menangkap maknanya, lebihlebih kalu bunyi itu berupa kalimat dan orang itu belum menguasai bahasa yang digunakandalam kalimat tersebut.  \nMETODE PENELITIAN  \nPada penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan salah satu dari jenis penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan kejadian atau fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berlangsung dengan menyuguhkan apay","cbCaiv3Rv5ALrBVx","https://ap.wps.com/l/cbCaiv3Rv5ALrBVx","pdf",817628,"Indonesian","# Pendahuluan\n# Landasan Teori\n# Metode Penelitian\n# Hasil Penelitian","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan persepsi ujaran dalam konteks artikel ini?\",\"answer\":\"Persepsi ujaran adalah proses penafsiran sebuah ujaran yang mencakup pendengaran, penafsiran, dan pemahaman terhadap ujaran yang disampaikan penutur.\"},{\"question\":\"Mengapa permainan tradisional ABC Lima Dasar dipilih sebagai bahan kajian?\",\"answer\":\"Permainan ABC Lima Dasar dinilai unik, populer, mudah dimainkan, tidak membutuhkan alat khusus selain jari untuk perhitungan, serta dapat meningkatkan kecerdasan bahasa dan konsentrasi anak.\"},{\"question\":\"Bagaimana model Cohort digunakan untuk menganalisis persepsi ujaran?\",\"answer\":\"Model Cohort memandang pendengar memetakan kata-kata baru dengan kosakata yang sudah ada dalam kamus mental. Ujaran dapat dipecah menjadi segmen, dan segmen yang didengar membantu menyingkirkan kemungkinan kata yang tidak sesuai polanya.\"}]","PERSEPSI UJARAN DALAM VIDEO PERMAINAN ABC LIMA DASAR - MENGGUNAKAN MODEL COHORT | PDF",11]