[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39938-id":3,"doc-seo-39938-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39938,1099514068035,"Ezra","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",49,"Sastra","Suara dari Balik Kabut","Antologi puisi “Suara dari Balik Kabut” menyimak suara perempuan-perempuan yang terlupakan oleh sejarah. Kumpulan puisi ini menegaskan upaya mencatat kembali nama-nama seperti Roehana Koedoes, Rahmah El Junusiah, dan Siti Walidah melalui perspektif feminisme. Puisi-puisinya bergerak dari refleksi tentang kebenaran yang disembunyikan, kenangan menunggu pertemuan, hingga gambaran getir tentang perang, mulai dari kata-kata yang tumpah hingga pengaruh tontonan yang mengajarkan pertengkaran berulang.","See discussions, stats, and author profiles for this publication at: [https://www. researchgate. net/publication/323995007](https://www. researchgate. net/publication/323995007)  \nSuara dari Balik Kabut (antologi Puisi)  \nBook · March 2013  \nCITATIONS READS  \n0 36,478  \nSome of the authors of this publication are also working on these related projects:  \n Ekofeminisme View project  \nAll content following this page was uploaded by Wiyatmi Wiyatmi Wiyatmi on 25 March 2018.  \nThe user has requested enhancement of the downloaded file.  \nSuara dari Balik Kabut  \nWiyatmi  \nKanwa Publisher, 2013  \nSUARA DARI BALIK KABUT  \nmencoba menyimak suara dari balik kabut dari mereka yang dilupakan  \nnamanya tak tercatat dalam kitab sejarahmeskipun telah mereka korbankan masa muda dan kemewahan yang dianugerahkan alam kepadanya  \nmencoba menyimak namanya:  \nRoehana Koedoes, Rahmah El Junusiah, Siti Walidah, R.A. Sutartinah, Hamidah, Widyawati, Teweraut,  \nPutri, dan nama-nama yang terbawa angin, sejarah telah melupakannya  \nkerna tinta yang menulisnya berbau palosentrisme  \nmencoba menyimak suaranya  \nmencoba mencatat namanya  \nkerna sejarah harus mencatat kembali  \ndengan tinta feminisme seperti telah diajarkan oleh-Nya melalui Kitab Suci  \nyang sering disembunyikan kebenarannya.  \nYogyakarta, 24 November 2012  \nRoehana Koedoes  \n( [http://melayuonline.com/ind/personage/dig/336/](http://melayuonline.com/ind/personage/dig/336/)  \nsiti-roehana-koedoes) .  \nJEMARI GERIMIS MENGETUK JENDELA  \nmenunggu subuh  \nmasih kudengar jemari gerimis mengetuk jendela dan genting iramanya ritmis meninabobokkananak-anak agar mereka  \nlebih banyak menabung energi  \nbuat bermain dan belajar besok siang.  \njemari gerimis mengetuk jendela aku pun menunggu  \nsaat yang tepat karena'Kita akan bersua.  \nYogyakarta, 21 Januari 2012  \nPADA DAHAN HATIMU  \nBuat: Pujihartopada dahan hatimu  \nkusandarkan hari-hariku  \nketika rintik hujan makin menderas menggigilkan jendela hati  \nyang kian ringkih diterpa angin yang enggan bersahabat.  \nPada dahan hatimu  \nkusandarkan malam-malamku  \nmalam-malam yang merindu kunang-kunangyang menawarkan cahaya dan cinta  \npadajalan panjang yang membentang di depan. jalan menuju padang penuh misteri  \nyang harus kutaklukkan.  \nYogyakarta, 29 Februari 2012  \nPERANG  \nperang akan kembali pecah batu kata-kata tumpahdi layar kaca  \nmenjadi tontonan balita sampai kakek nenek kita tak dapat lagi mengajari anak-anak SD bahwa bangsa kita adalah bangsa yang santun yang menyelesaikan masalah dengan musyawarah kerna bintang layar kaca telah mengajari  \ncara bertengkar yang ramai cara perperang yang kejam saling tuduh saling fitnah  \nperang akan kembali pecah  \njangan salahkan anak-anak sekolah tawuran di jalanankerna mereka telah belajar dari para bintang layar kaca  \nbertengkar dan saling pukul di ruang terhomat gedung-gedung dewan perwakilan rakyat.  \nYogyakarta, 28 Maret 2012","cbCaiu3aN910S4UZ","https://ap.wps.com/l/cbCaiu3aN910S4UZ","pdf",1428131,4,1,62,"Indonesian","id",113,"# Suara dari Balik Kabut\n## Puisi-puisi tentang suara perempuan yang terlupakan\n## Puisi “Jemari Gerimis Mengetuk Jendela”\n## Puisi “Pada Dahan Hatimu”\n## Puisi “Perang”","[{\"question\":\"Apa tema utama antologi “Suara dari Balik Kabut”?\",\"answer\":\"Antologi ini berfokus pada upaya menyimak dan mencatat kembali suara perempuan yang terlupakan oleh sejarah, dengan dorongan feminisme dan pencarian kebenaran.\"},{\"question\":\"Nama siapa saja yang disebut sebagai bagian dari yang dilupakan sejarah?\",\"answer\":\"Teks menyebut Roehana Koedoes, Rahmah El Junusiah, Siti Walidah, R.A. Sutartinah, Hamidah, Widyawati, Teweraut, Putri, serta nama-nama lain yang terbawa angin.\"},{\"question\":\"Bagaimana puisi “Perang” menggambarkan asal mula konflik?\",\"answer\":\"Puisi “Perang” menyoroti perang yang akan kembali pecah melalui pengaruh kata-kata di layar kaca, yang mengajarkan cara bertengkar, fitnah, hingga menormalisasi tawuran.\"}]",1783088249,95,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"sound-from-behind-the-mist","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/sound-from-behind-the-mist/39938/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-15","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa tema utama antologi “Suara dari Balik Kabut”?","Question",{"text":75,"@type":76},"Antologi ini berfokus pada upaya menyimak dan mencatat kembali suara perempuan yang terlupakan oleh sejarah, dengan dorongan feminisme dan pencarian kebenaran.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Nama siapa saja yang disebut sebagai bagian dari yang dilupakan sejarah?",{"text":80,"@type":76},"Teks menyebut Roehana Koedoes, Rahmah El Junusiah, Siti Walidah, R.A. Sutartinah, Hamidah, Widyawati, Teweraut, Putri, serta nama-nama lain yang terbawa angin.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana puisi “Perang” menggambarkan asal mula konflik?",{"text":84,"@type":76},"Puisi “Perang” menyoroti perang yang akan kembali pecah melalui pengaruh kata-kata di layar kaca, yang mengajarkan cara bertengkar, fitnah, hingga menormalisasi tawuran.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,118,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":96,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":119},"literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]