[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40146-id":3,"doc-seo-40146-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40146,687197100911,"Himbo","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/a000239b6f1da00475?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1782698725881665579",55,"Agama & Spiritualitas","Fungsi Sosiologis Agama Studi Profan Dan Sakral Menurut Emile Durkheim","Fungsi sosiologis agama dibahas melalui konsep profan dan sakral menurut Émile Durkheim, dengan penekanan bahwa agama tidak berdiri terlepas dari struktur sosial. Perbedaan “yang sakral” sebagai inti religius tidak hanya bergantung pada unsur adikodrati, melainkan pada konsep sakral yang memiliki fungsi sosial. Agama dipahami sebagai produk komunitas yang membentuk nilai, identitas, moralitas, kontrol sosial, dan memberi arti hidup. Uraian juga menempatkan Durkheim sebagai tokoh penting sosiologi agama.","FUNGSI SOSIOLOGIS AGAMA  \n( STUDI PROFAN DAN SAKRAL MENURUT EMILE DURKHEIM)  \nOleh : Kamiruddin  \nAbstract  \nEmile Durkheim, an intellectual that could not be released from social contec cultural that covered him. His emphasis in sain and social reform, then he it was considered occupied the important position in the development of sociology. The framework of his theory, more gave priority to the important meaning communitystructure, the interaction and the institution social-in understood thinking and the behaviour of humankind. He want to saw almost all the main change in humankind that is the problem of the law, morality, the profession, the family and the identity, science, art but also the religion, by using the social point of view. Durkheim, claimed without the existence of the community that give birth and formed all that, there was not any that will emerge in the life. As a sociology thinker, he carried out the analysis of relations between virile and the social structure. The Durkheim view about the religion was focussed on his claim that the religion was \"something that very much was moral\". The source of the religion was the community personally that will consider something that was sacral or profane. Durkheim found the characteristics was most basic from each religious belief not was located in \"supernatural\" elements, but was located in the concept about \"that was sacred\" [sacred], where both of them that is supernatural and that was sacred, had the basic difference, and has social function.  \nKata Kunci : Fungsi, Sosiologi, Sakral  \nPendahuluan  \nPada konteks kehidupan beragama sehari-hari, terkadang sulit untuk membedakan antara sesuatu yang murni agama dan hasil pemikiran atau interpretasi dari agama. Sesuatu yang murni agama, berarti berasal dari Tuhan, absolut dan mengandung nilai sakralitas. Hasil pemikiran agama, berarti berasal dari selain Tuhan (manusia), bersifat temporal, berubah, dan tidak sakral. Pada aspek realisasi, kadang mengalami kesulitanmembedakan keduanya karena terjadi tumpang-tindih dan terjadi pencampuradukan makna antara agama dengan pemikiran agama, baik sangaja atau tidak. Perkembanganselanjutnya, hasil pemikiran agama kadang-kadang telah berubah menjadi agama itu sendiri, sehingga ia disakralkan dan dianggap berdosa bagi yang berusaha merubahnya.  \nApakah agama adalah kebudayaan atau agama bagian dari kebudayaan ataukahdalam setiap kebudayaan, agama adalah bagian yang paling berharga dari seluruh kehidupan sosial. Untuk itu, perlu mencermati konsep Emile Durkheim tentang agama, sebab pandangan agama baginya tidak lepas dari argumentasinya tentang agama sebagaijuga bagian dari fakta sosial. Selain itu, Emile Durkheim, telah melakukan riset dan refleksi tentang agama selama lebih kurang sepuluh tahun dan telah menghasilkan pemikiran genius dalam bidang sosiologi agama, sehingga ia menempati posisi penting dan dipandang sebagai tokoh penting “dalam perkembangan sosiologi sebagai suatudisiplin akademik”. 1  \nEmile Durkheim (1858-1917- ditulis Durkheim), seorang ilmuan yang terkenal sebagai sosiolog agama dan banyak disebut-sebut sebagai salah satu dari dua orang pendiri utama sosiologi modern. Berbicara tentang agama dengan pendekatan sosiologis, tampaknya Durkheim, tidak dapat dilepaskan dari konteks ini. Durkheim paling terkenal dan bahkan merupakan figur utama dalam sejarah sosiologi modern dan juga palingberpengaruh terhadap pemikiran-pemikiran antropologi.  \nPosisi berdirinya setara dengan Max Weber 2 dan Sigmund Freud3 dalam pemikiran sosiologi dan antropologi abad ke 20. Sosok Durkheim, dianggap sebagai ”ilmuan pertama”memperkenalkan konsep ”fungsi sosial” dari ”agama”. Ide-idenya oleh para ahli sosiologi modern telah digunakan untuk mendefinisikan fungsi-fungsi sosial agama, yaitu: fungsi solidaritas sosial, memberi arti hidup, kontrol sosial, perubahan sosial dan dukungan psikologi.  \nDurkheim, dipandang sebagai pewaris teori positivisme Comte4 yang meluangkanwaktu, tenaga dan pem","cbCaidRkKuMS3H1v","https://ap.wps.com/l/cbCaidRkKuMS3H1v","pdf",179875,7,1,17,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Konsep agama: murni agama vs pemikiran manusia\n## Durkheim dan posisi dalam sosiologi modern\n## Agama sebagai fakta sosial dan kerangka teori\n## Fungsi sosial agama menurut gagasan Durkheim","[{\"question\":\"Bagaimana Durkheim membedakan yang sakral dan yang profan dalam agama?\",\"answer\":\"Durkheim menekankan bahwa inti religius terletak pada konsep “yang sakral”, bukan pada unsur supernatural semata. Sakral dan supernatural memiliki perbedaan dasar sekaligus sama-sama berkaitan dengan fungsi sosial.\"},{\"question\":\"Mengapa sulit membedakan sesuatu yang murni agama dengan hasil pemikiran agama?\",\"answer\":\"Karena terjadi tumpang-tindih dan pencampuradukan makna antara agama dengan pemikiran agama. Dalam perkembangannya, hasil pemikiran dapat berubah menjadi agama itu sendiri sehingga disakralkan.\"},{\"question\":\"Fungsi sosial apa yang dikaitkan dengan agama menurut para ahli yang menggunakan gagasan Durkheim?\",\"answer\":\"Gagasan “fungsi sosial” agama digunakan untuk menjelaskan fungsi solidaritas sosial, memberi arti hidup, kontrol sosial, perubahan sosial, serta dukungan psikologi.\"}]",1783303791,26,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"sociological-functions-of-religion-profane-and-sacred-according-to-emile-durkheim","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/sociological-functions-of-religion-profane-and-sacred-according-to-emile-durkheim/40146/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Bagaimana Durkheim membedakan yang sakral dan yang profan dalam agama?","Question",{"text":76,"@type":77},"Durkheim menekankan bahwa inti religius terletak pada konsep “yang sakral”, bukan pada unsur supernatural semata. Sakral dan supernatural memiliki perbedaan dasar sekaligus sama-sama berkaitan dengan fungsi sosial.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Mengapa sulit membedakan sesuatu yang murni agama dengan hasil pemikiran agama?",{"text":81,"@type":77},"Karena terjadi tumpang-tindih dan pencampuradukan makna antara agama dengan pemikiran agama. Dalam perkembangannya, hasil pemikiran dapat berubah menjadi agama itu sendiri sehingga disakralkan.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Fungsi sosial apa yang dikaitkan dengan agama menurut para ahli yang menggunakan gagasan Durkheim?",{"text":85,"@type":77},"Gagasan “fungsi sosial” agama digunakan untuk menjelaskan fungsi solidaritas sosial, memberi arti hidup, kontrol sosial, perubahan sosial, serta dukungan psikologi.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]