[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-227780-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-227780-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","social-media-and-the-development-of-democracy-in-indonesia-a-bibliometric-exploration","Media Sosial dan Perkembangan Demokrasi di Indonesia - Sebuah Eksplorasi Bibliometrika","","Media sosial mengubah peran masyarakat dari konsumen informasi pasif menjadi produsen dan penyebar informasi aktif, sehingga berdampak pada dinamika politik dan perkembangan demokrasi. Artikel ini menyajikan studi bibliometrika untuk memetakan riset tentang perkembangan demokrasi pada masyarakat yang menggunakan media sosial secara intensif. Objek kajian berupa metadata artikel terindeks Scopus yang memuat istilah “social media”, “democracy”, “democratization”, dan “Indonesia”. Metode VOSviewer memetakan tema dan co-authorship, sedangkan LitNetwork mengidentifikasi klaster berbasis kemiripan kata kunci, menunjukkan partisipasi publik meningkat namun dapat juga memunculkan kebencian, disinformasi, dan politik identitas.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/social-media-and-the-development-of-democracy-in-indonesia-a-bibliometric-exploration/227780/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/social-media-and-the-development-of-democracy-in-indonesia-a-bibliometric-exploration/227780.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Stanley","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-28","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":33},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Bagaimana media sosial mengubah peran masyarakat dalam politik?","Question",{"text":62,"@type":63},"Media sosial membuat warga menjadi pelaku politik aktif karena mereka dapat menjadi produsen dan penyebar informasi, menyatakan persetujuan atau keberatan terhadap kebijakan pemerintah, serta menyampaikan pandangan politik kepada publik.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Studi bibliometrika ini menggunakan data dan istilah apa?",{"text":67,"@type":63},"Objek kajian berupa metadata artikel terindeks Scopus yang memuat istilah “social media”, “democracy”, “democratization”, dan “Indonesia”.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Apa temuan utama terkait dampak media sosial terhadap demokratisasi di Indonesia?",{"text":71,"@type":63},"Media sosial meningkatkan partisipasi publik dalam kegiatan politik, tetapi partisipasi tersebut dapat berupa manifestasi negatif seperti penyebaran kebencian, disinformasi, dan politik identitas; penyebaran luas media sosial tidak otomatis mendorong demokratisasi karena elite juga dapat melakukan inovasi otoritarian.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},227780,1789014962,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":33,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},2336477405376,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","MEDIA SOSIAL DAN PERKEMBANGAN DEMOKRASI DI INDONESIA: SEBUAH  \nEKSPLORASI BIBLIOMETRIKA  \nSOCIAL MEDIA AND THE DEVELOPMENT OF DEMOCRACY IN INDONESIA: A  \nBIBLIOMETRIC EXPLORATION  \nIndah Nurfitriani1, Ikbal Maulana2, Ramdhan Muhaimin3  \n1,3Universitas Al-Azhar Indonesia, Jakarta, Indonesia  \n2Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Jakarta,  \nIndonesia  \nEmail: [indahnfc@gmail.com](indahnfc@gmail.com)  \nABSTRACT  \nSocial media changes society from passive information consumers to active producers and disseminators of information. This alters political dynamics and influences the development of democracy, as each member of society can freely express their opinions and be directly involved in public discourse. This article presents a bibliometric study to map research on the development of democracy within societies that have intensively used social media. The data subject to this study comprises metadata from articles indexed by Scopus containing the terms\"social media\", \"democracy\", \"democratization\", and \"Indonesia\". The VOSviewer application is used to map themes and co-authorship relationships between authors' countries of origin, and the LitNetwork application is used to identify clusters of articles based on similarities in the keywords used. This research indicates that social media enhances public participation in political activities; however, this participation can take the form of negative manifestations, such as spreading hatred, disinformation, and identity politics. The widespread distribution of social media does not automatically promote democratization, as elites can also implement authoritarian innovations that limit citizen participation and the emergence of alternative forces with new rules. The maturation of democracy in Indonesia is also determined by the quality and accuracy of information disseminated massively through social media.  \nKeywords: social media, politics, democracy, freedom of speech, hate speech, disinformation, identity politics  \nABSTRAK  \nMedia sosial mengubah peran masyarakat dari konsumen informasi yang pasif menjadi produsen dan penyebar informasi yang aktif. Hal ini mengubah dinamika politik dan memengaruhi perkembangan demokrasi, karena tiap anggota masyarakat bisa leluasamengekspresikan pendapatnya dan terlibat langsung dalam diskursus publik. Artikel inimemaparkan kajian bibliometrika untuk memetakan riset-riset mengenai perkembangan demokrasi di tengah masyarakat yang telah menggunakan media sosial dengan intensif. Data yang menjadi objek kajian ini adalah metadata dari artikel-artikel yang terindeks Scopus yang mengandung kata-kata “social media”, “democracy”, “democratization”, dan “Indonesia”.  \n1  \nDOI: 10.55981.2024.14021  \nAplikasi VOSviewer digunakan untuk memetakan tema maupun hubungan kepengarangan (co-authorship) antar-negara asal penulis, serta aplikasi LitNetwork untuk mengidentifikasiklaster-klaster dari artikel berdasarkan kemiripan kata kunci yang digunakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial meningkatkan partisipasi publik dalam kegiatan politik, namun partisipasi ini dapat berwujud dalam bentuk yang negatif, sepertipenyebaran kebencian, disinformasi, dan politik identitas. Penyebaran media sosial secara luastidak serta-merta mendorong demokratisasi, karena kalangan elite juga dapat melakukaninovasi-inovasi otoritarian yang sebenarnya membatasi partisipasi warga dan munculnya kekuatan alternatif dengan aturan-aturan yang baru. Peningkatan kematangan demokrasi di Indonesia juga ditentukan oleh kualitas dan keakuratan informasi yang disebar secara masif melalui media sosial.  \nKata kunci: media sosial, politik, demokrasi, kebebasan berpendapat, ujaran kebencian, disinformasi, politik identitas  \nPENDAHULUAN  \nPeran warga dalam politik bisa dibaca dari posisi mereka dalam ekosistem media. Di era media konvensional, era media cetak dan elektronik yang bersifat satu arah, warga hanya menjadi sasaran propaganda politisi","cbCairD4mD8rard6","https://ap.wps.com/l/cbCairD4mD8rard6","pdf",740714,21,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Peran warga dalam ekosistem media\n## Transformasi warga menjadi pelaku politik aktif\n## Munculnya pesohor mikro, influencer, dan buzzer\n## Pengaruh media sosial dalam pemilihan umum\n## Peran milenial dan Gen Z dalam akses serta distribusi informasi","[{\"question\":\"Bagaimana media sosial mengubah peran masyarakat dalam politik?\",\"answer\":\"Media sosial membuat warga menjadi pelaku politik aktif karena mereka dapat menjadi produsen dan penyebar informasi, menyatakan persetujuan atau keberatan terhadap kebijakan pemerintah, serta menyampaikan pandangan politik kepada publik.\"},{\"question\":\"Studi bibliometrika ini menggunakan data dan istilah apa?\",\"answer\":\"Objek kajian berupa metadata artikel terindeks Scopus yang memuat istilah “social media”, “democracy”, “democratization”, dan “Indonesia”.\"},{\"question\":\"Apa temuan utama terkait dampak media sosial terhadap demokratisasi di Indonesia?\",\"answer\":\"Media sosial meningkatkan partisipasi publik dalam kegiatan politik, tetapi partisipasi tersebut dapat berupa manifestasi negatif seperti penyebaran kebencian, disinformasi, dan politik identitas; penyebaran luas media sosial tidak otomatis mendorong demokratisasi karena elite juga dapat melakukan inovasi otoritarian.\"}]","Media Sosial dan Perkembangan Demokrasi di Indonesia - Sebuah Eksplorasi Bibliometrika | PDF",32]