[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-63284-id":3,"doc-seo-63284-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},63284,1649267921044,"Ava Thompson","https://us-avatar.wpscdn.com/avatar/1800007509477c92dfb?_k=1782875107921204101",55,"Agama & Spiritualitas","Kesungguhan Mencari Ilmu - Nasihat Ustadz","Materi ini menyampaikan nasihat tentang pentingnya kesungguhan dalam mencari ilmu melalui teladan para ulama. Kisah Imam al-Syafi‘i, Imam Abū Ḥanīfah, Imam Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī, dan ‘Aṭā’ bin Abī Rabāḥ menegaskan bahwa keterbatasan, seperti miskin, lambat memahami, atau kekurangan fisik, tidak menghalangi pencapaian ilmu. Dokumen juga menegaskan kewajiban menuntut ilmu berdasarkan dalil, menempatkannya sebagai ibadah, dan menjelaskan keutamaan belajar dibanding amalan lain serta keutamaan pahala dan doa ampunan.","KESUNGGUHAN MENCARI ILMU\nKESUNGGUHAN MENCARI ILMU\nIMAM AL-SYAFI‘I\nLahir pada 150 H (767 M), di Gaza, Palestina.\nAyahnya wafat ketika beliau masih bayi, ibunya membesarkan beliau dalam kondisi miskin.\nWalaupun serba kekurangan tapi beliau belajar dengan penuh kesungguhan. Bahkan, beliau menulis pelajaran di tulang dan kulit karena tidak mampu membeli kertas.\nImam al-Syafi‘i menghafal al-Qur’an sejak usia 7 tahun dan berhasil menghafal kitab al-Muwaṭṭa’ karya Imam Malik sebelum belajar di hadapan Imam Malik.\nBeliau menjadi mufti termuda di Masjidil Haram pada usia 15 tahun; pakar fikih, hadis, bahasa Arab, dan sastra; serta meninggalkan karya-karya besar seperti Al-Risalah dan Al-Umm yang menjadi fondasi mazhab Syafi'i.\nReferensi:\nManaqib al-Syafi'i karya Al-Baihaqi, Al-Bidayah wa al-Nihaya karya Ibn Katsir, Siyar A'lam al-Nubala' karya  Al-Dzahabi.\nImam Abū Ḥanīfah lahir di Kūfah (Irak) pada tahun 80 H / 699 M.\nBeliau tumbuh dalam keluarga yang kaya karena ayahnya seorang pedagang kain sukses di Kufah.\nSuatu hari, ia berpapasan dengan al-Sya‘bī, seorang ulama besar Kufah. Al-Sya‘bī menegurnya: “Wahai pemuda, aku lihat engkau sering bolak-balik ke pasar. Jangan engkau habiskan hidupmu di pasar. Belajarlah ilmu!”\nUcapan itu membekas. Sejak saat itu Abū Ḥanīfah beralih ke halaqah ilmu.\nIMAM ABŪ ḤANĪFAH\nImam Abū Ḥanīfah terkenal dengan kesungguhan luar biasa dalam belajar, sampai akhirnya menjadi salah satu imam mujtahid terbesar dalam sejarah Islam.\nBeliau juga sering menginfakkan hartanya untuk fuqahā’ dan murid-muridnya, agar mereka bisa fokus belajar. Bahkan, ada murid-murid yang seluruh biaya hidupnya ditanggung oleh beliau.\nIMAM ABŪ ḤANĪFAH\nReferensi:\nSiyar A'lam al-Nubala' karya Al-Dzahabi, Manaqib al-Imam Abi Hanifah karya Al-Dzahabi, Tarikh Baghdad karya Al-Khatib al-Baghdadi.\nLahir di Kairo tahun 773 H. Ketika kecil, gurunya pernah mengatakan bahwa Ibn Ḥajar agak lambat dalam menguasai pelajaran dibandingkan teman-temannya.\nWalaupun lambat, beliau tidak pernah menyerah. Ibn Ḥajar terkenal rajin mencatat, mengulang-ulang pelajaran, dan tekun menghadiri majelis ilmu. Ia sering menghafal dengan berulang-ulang sampai benar-benar melekat di ingatan.\nIMĀM IBN ḤAJAR AL-‘ASQALĀNĪ\nBerkat kesungguhan itu, Ibn Ḥajar tumbuh menjadi ulama besar dalam hadis dan fiqh.\nBeliau diberi gelar Amīr al-Mu’minīn fī al-Ḥadīth, sebuah gelar kehormatan tertinggi bagi ahli hadis.\nKaryanya yang paling terkenal adalah Fatḥ al-Bārī, syarah Shahih al-Bukhari yang hingga kini jadi rujukan utama ulama seluruh dunia.\nIMĀM IBN ḤAJAR AL-‘ASQALĀNĪ\nReferensi:\nAl-Jawāhir wa al-Durar karya Al-Sakhawi, Tabaqat al-Huffaz karya Al-Suyuthi, Al-Daw al-Lami karya Al-Sakhawi.\n‘AṬĀ’ BIN ABĪ RABĀḤ\nBeliau adalah seorang pemuda berkulit hitam, miskin, cacat fisik (pincang), dan buta sebelah matanya, juga bekas budak dari Yaman.\nTetapi sejak muda, ‘Aṭā’ tekun menuntut ilmu. Ia duduk di halaqah-halaqah ilmu para sahabat Nabi seperti Ibnu ‘Abbās, Abu Hurairah, Abdullah bin ‘Umar, dan sahabat-sahabat lainnya.\nIa bukan hanya mendengar dan mencatat, tapi juga menghafal dan memahami, hingga diakui sebagai ahli hadits dan tafsir di Mekkah.\n‘Aṭā’ bin Abī Rabāḥ akhirnya menjadi mufti dan imam Masjidil Haram selama lebih dari 20 tahun, sebuah kedudukan yang amat tinggi di kalangan umat Islam saat itu.\nReferensi:\nAl-Ṭabaqāt al-Kubrā karya Ibn Sa'd, Siyar A'lam al-Nubala karya Al-Dzahabi, Tahdhib al-Tahdhib karya Ibn Hajar al-Asqalani, Hilyat al-Awliya karya Abu Nuaym al-Isfahani.\nTIDAK ADA ALASAN BAGI KITA UNTUK TIDAK BELAJAR\nMISKIN >> BELAJAR\nKAYA >> BELAJAR\nLAMBAT FAHAM >> BELAJAR\nCACAT FISIK >> BELAJAR\nMENGAPA HARUS SUNGGUH-SUNGGUH DALAM MENCARI ILMU?\nMENCARI ILMU ADALAH KEWAJIBAN\nطَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ\n\"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)\n“Setiap perbuatan yang wajib kamu kerjakan, maka menuntut ilmu tentang perbuatan itu adalah fardhu bagi kamu. Dan selama suatu perbuatan tidak wajib kamu kerjakan, maka menuntut ilmu tentangnya ","cbCairvvH14smPkk","https://ap.wps.com/l/cbCairvvH14smPkk","pptx",4366880,4,1,28,"Indonesian","id",113,"# Kisah Keteladanan Ulama\n## Imam al-Syafi‘i\n## Imam Abū Ḥanīfah\n## Imam Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī\n## ‘Aṭā’ bin Abī Rabāḥ\n# Perintah dan Kewajiban Menuntut Ilmu\n## Menuntut ilmu adalah kewajiban\n## Menuntut ilmu sebagai ibadah\n## Perintah pertama: اقْرَأْ (Bacalah)\n# Keutamaan dan Dalil tentang Ilmu","[{\"question\":\"Mengapa menuntut ilmu dianggap wajib dalam materi ini?\",\"answer\":\"Materi menyatakan bahwa menuntut ilmu adalah fardhu atas setiap Muslim dan terkait dengan perintah menjalankan amal yang wajib. Karena itu, mempelajari ilmu yang dibutuhkan untuk melaksanakan kewajiban juga menjadi kewajiban.\"},{\"question\":\"Apa pelajaran dari kisah Imam al-Syafi‘i tentang kesungguhan belajar?\",\"answer\":\"Materi menekankan bahwa beliau belajar dengan penuh kesungguhan meski hidup serba kekurangan, sampai menulis pelajaran dengan tulang dan kulit. Ia juga menghafal al-Qur’an sejak usia 7 tahun dan berhasil menguasai kitab penting sebelum belajar langsung kepada gurunya.\"},{\"question\":\"Keutamaan apa yang disebutkan untuk orang yang belajar atau mengajar kebaikan?\",\"answer\":\"Materi menyebutkan bahwa berangkat ke masjid untuk belajar atau mengajarkan kebaikan memberi pahala besar, bahkan seperti pahala haji yang sempurna. Juga disebutkan bahwa orang berilmu dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, termasuk ikan di dalam air.\"}]",1783977204,43,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"sincere-pursuit-of-knowledge-advice-from-ustadz","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/sincere-pursuit-of-knowledge-advice-from-ustadz/63284/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.presentationml.presentation","2026-07-23","2026-07-13",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa menuntut ilmu dianggap wajib dalam materi ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Materi menyatakan bahwa menuntut ilmu adalah fardhu atas setiap Muslim dan terkait dengan perintah menjalankan amal yang wajib. Karena itu, mempelajari ilmu yang dibutuhkan untuk melaksanakan kewajiban juga menjadi kewajiban.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa pelajaran dari kisah Imam al-Syafi‘i tentang kesungguhan belajar?",{"text":80,"@type":76},"Materi menekankan bahwa beliau belajar dengan penuh kesungguhan meski hidup serba kekurangan, sampai menulis pelajaran dengan tulang dan kulit. Ia juga menghafal al-Qur’an sejak usia 7 tahun dan berhasil menguasai kitab penting sebelum belajar langsung kepada gurunya.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Keutamaan apa yang disebutkan untuk orang yang belajar atau mengajar kebaikan?",{"text":84,"@type":76},"Materi menyebutkan bahwa berangkat ke masjid untuk belajar atau mengajarkan kebaikan memberi pahala besar, bahkan seperti pahala haji yang sempurna. Juga disebutkan bahwa orang berilmu dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, termasuk ikan di dalam air.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,96,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":94,"slug":95},60,"religion-spirituality",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":98,"show_sort_weight":94,"slug":99},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":94,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":94,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":94,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":94,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":94,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":94,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":94,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":94,"slug":131},57,"Umum","general"]