[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-41935-id":3,"doc-seo-41935-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},41935,687197207057,"Sage","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",48,"Cerita & Novel","Sidik Nugroho - Surga di Warung Kopi","Surga di Warung Kopi menghimpun kisah bernuansa kenangan, surat, dan pertemuan yang dirangkai dari suasana di warung kopi. Narasi dimulai dari prolog “Dari Gereja”, lalu bergerak melalui beberapa “pertemuan” dengan potongan peristiwa seperti insiden layang-layang, perpisahan, hingga perkelahian di gerbong kereta kodok. Penutup menghadirkan “Menara Doa” serta kisah kelahiran cerita, sementara surat untuk Clara menegaskan bahwa tak ada cinta yang kedaluwarsa dan rindu tetap terarah.","[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nHidup cuma mampir ngopi.  \nSIDIK NUGROHO  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nPassion for Knowledge  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nSurga diWarung Kopi  \noleh Sidik Nugroho  \nISBN 10: 602-249-480-x ISBN 12: 978-602-249-480-5  \nPenyunting: Denis Agung  \nDesign cover dan tata letak: Helen Lie Copyright ©2014, PT. BIP Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Bhuana Sastra (Imprint dari PT. BIP)  \nJl. Kerajinan no. 3–7  \nJakarta 11140  \nHak cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang mengutip atau memperbanyaksebagian atau seluruh buku initanpa izin tertulis dari Penerbit.  \n\n| Kutipan Pasal 72:\u003Cbr>Sanksi Pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta (UU No. 19 Tahun 2002) |  |  |\n| --- | --- | --- |\n| 1. Barangsiapa dengansengaja dan tanpa hak melakukan perbuatansebagaimana\u003Cbr> |  |  |\n|  | dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/ataudenda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/ataudenda paling banyak Rp[5.000.000.000](5.000.000.000),00 (lima miliar rupiah) .\u003Cbr>2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu Ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) . |  |\n\n© Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Diterbitkan oleh PT. BIP Jakarta, 2014  \nSIDIK NUGROHO  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nPersembahan  \nUntuk Iwan Prabowo Hadiyono,  \nPaman yang sudah berada di surga. Paman yang mengajari saya bermain gitar.  \nWalaupun telah tiada, ada seseorang yang terushidup di benak kita karena kenangan indah yang ditinggalkannya.  \nWalaupun masih hidup, ada seseorang yang telah mati di benak kita karena luka yang ditorehkannya.  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nSurat untuk Clara  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nProlog: Dari Gereja  \n1. Pertemuan Pertama ... 1  \nMenggoda Kerbau  \nIkan Cupang dan Sepeda  \nInsiden Layang-Layang  \n2. Pertemuan Kedua ... 25  \nHujan dan Restoran Amsterdam Kenangan di Pantai  \nPerpisahan  \n3. Pertemuan Ketiga ... 41  \nPerkelahian di Gerbong Kereta Kodok, Kuntilanak, dan Anak Manusia Rumah Asuh  \n4. Seorang Utusan ... 69  \n5. Pertemuan Terakhir ... 75  \nMenara Doa  \nOm Sam dan Ayah  \nSuatu Malam di Simpang Lima Hujan di Pagi Kelabu  \n6. Warung KopiTerakhir ... 109 Kulampirkan Rindu dalam Suratku Rumah Kecil di Kaki Bukit Barisan Kenangan  \nEpilog: Lahirnya Cerita Ini ... 133 Catatan Penulis  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \n[http://facebook.com/indonesiapustaka](http://facebook.com/indonesiapustaka)  \nSurat untuk Clara  \nPandaan, 4 Maret 2013  \nClara,  \nTAK ada cinta yang kedaluwarsa. Tak ada rindu yang paripurna. Setidaknya untukmu. Sepertijarum magnet di dalam kompas yang selalu mengarah ke utara, begitu pula jiwaku—hanya satu arah yang kutuju: kamu.  \nSeperti yang sudah kujanjikan sebelumnyapadamu, aku akan menuliskan sebuah kisah untukmu setelah melewati peristiwa mengerikan yang kualamiitu.  \nBintang bintang berpijar lemah di langit, Bulanseparuh tertutup awan, suara suara manusia dan kebisingan lainnya pun sirna. Tinggallah aku berte man kopi dan kesunyian, merangkai lagi semua kenangan dan mimpiku.  \nMaafkan aku, Clara, aku meninggalkanmu, Ibu, dan Stefanus tanpapemberitahuan sebelumnya. Aku sengaja melakukannya agar kalian tidak menundaniatku untuk menuliskan semua ini. Kurasa, inilahwaktu yang ","cbCaivKW7RL2qs9U","https://ap.wps.com/l/cbCaivKW7RL2qs9U","pdf",1762235,2,1,162,"Indonesian","id",113,"# Prolog: Dari Gereja\n## Dari Gereja\n# Pertemuan Pertama\n## Menggoda Kerbau\n## Ikan Cupang dan Sepeda\n## Insiden Layang-Layang\n# Pertemuan Kedua\n## Hujan dan Restoran Amsterdam Kenangan di Pantai\n## Perpisahan\n# Pertemuan Ketiga\n## Perkelahian di Gerbong Kereta Kodok, Kuntilanak, dan Anak Manusia\n## Rumah Asuh\n# Seorang Utusan\n# Pertemuan Terakhir\n## Menara Doa\n## Om Sam dan Ayah\n## Suatu Malam di Simpang Lima Hujan di Pagi Kelabu\n# Warung Kopi Terakhir\n## Kulampirkan Rindu dalam Suratku\n## Rumah Kecil di Kaki Bukit Barisan\n## Kenangan\n# Epilog: Lahirnya Cerita Ini\n## Catatan Penulis","[{\"question\":\"Apa tema utama yang ditegaskan dalam Surat untuk Clara?\",\"answer\":\"Surat untuk Clara menekankan bahwa tidak ada cinta yang kedaluwarsa dan tidak ada rindu yang paripurna, setidaknya bagi Clara. Arah hati digambarkan selalu tertuju pada Clara, bahkan ketika penulis telah berpindah dan menulis dari tempat lain.\"},{\"question\":\"Bagaimana struktur cerita dibangun dalam buku ini?\",\"answer\":\"Cerita disusun melalui beberapa bagian besar berupa prolog, lalu rangkaian “Pertemuan” yang masing-masing memuat peristiwa atau adegan. Setelah itu ada bagian “Seorang Utusan”, “Pertemuan Terakhir”, “Warung Kopi Terakhir”, serta epilog dan catatan penulis.\"},{\"question\":\"Peristiwa seperti apa yang muncul pada bagian Pertemuan Pertama hingga Pertemuan Kedua?\",\"answer\":\"Pada Pertemuan Pertama muncul peristiwa seperti Menggoda Kerbau, Ikan Cupang dan Sepeda, serta Insiden Layang-Layang. Pertemuan Kedua memuat suasana Hujan dan Restoran Amsterdam, kenangan di pantai, serta tema perpisahan.\"}]",1783338721,249,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"sidik-nugroho-surga-di-warung-kopi","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/cerita-novel/",3,{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/sidik-nugroho-surga-di-warung-kopi/41935/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-11","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa tema utama yang ditegaskan dalam Surat untuk Clara?","Question",{"text":75,"@type":76},"Surat untuk Clara menekankan bahwa tidak ada cinta yang kedaluwarsa dan tidak ada rindu yang paripurna, setidaknya bagi Clara. Arah hati digambarkan selalu tertuju pada Clara, bahkan ketika penulis telah berpindah dan menulis dari tempat lain.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana struktur cerita dibangun dalam buku ini?",{"text":80,"@type":76},"Cerita disusun melalui beberapa bagian besar berupa prolog, lalu rangkaian “Pertemuan” yang masing-masing memuat peristiwa atau adegan. Setelah itu ada bagian “Seorang Utusan”, “Pertemuan Terakhir”, “Warung Kopi Terakhir”, serta epilog dan catatan penulis.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Peristiwa seperti apa yang muncul pada bagian Pertemuan Pertama hingga Pertemuan Kedua?",{"text":84,"@type":76},"Pada Pertemuan Pertama muncul peristiwa seperti Menggoda Kerbau, Ikan Cupang dan Sepeda, serta Insiden Layang-Layang. Pertemuan Kedua memuat suasana Hujan dan Restoran Amsterdam, kenangan di pantai, serta tema perpisahan.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,100,104,108,112,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":99},"story-novel",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":96,"slug":103},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":96,"slug":107},51,"Komik","comic",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":96,"slug":111},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":96,"slug":115},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]