[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-42496-id":3,"doc-seo-42496-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":89},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},42496,13056703020460,"Valentina","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/be000253dac470eee5d?_k=1778207105932848923",55,"Agama & Spiritualitas","Tameng Penepis Pengaruh Hasad & Ain","Naskah ini menjelaskan bahwa keburukan hasad (iri dengki) dan ‘ain (pandangan yang memberi pengaruh buruk) dapat ditolak melalui berbagai faktor perlindungan. Uraian dimulai dari kemurnian tauhid: mengalihkan perhatian dari faktor-faktor penepis kepada Pemilik faktor agar hati kembali kepada Allah dengan cinta, takut, inabah, tawakal, dan fokus beribadah. Selanjutnya dijabarkan langkah praktis seperti beristiadzah, menjaga zikir dan wirid, meyakini pemeliharaan Allah, bersabar terhadap musuh tanpa meladeni, serta bertawakal dan mengosongkan hati dari pikiran pendengki, disertai dalil Al-Qur’an dan hadits.","Faktor Kesepuluh: gabungan dari semuanya, yang padanya poros faktor-faktor yang ada, yaitu memurnikan tauhid dan mengalihkan dari memikirkan faktor-faktor penepis menjadimemikirkan pemilik faktor, yang Maha Mulia lagi Maha Bijaksana. Perlu diketahui bahwa alat ini seperti gerakanangin, tergantung pada penggerak, pembuat dan yang mengadakannya. Tidak bermanfaat dan bermudarat kecuali  \ndengan izin pemiliknya. Dialah semata yang mengendalikannya, bukan yang lain. Allah berfirman 􀀬:  \n} ﱁ ﱂ ﱃ ﱄ ﱅ ﱆ ﱇ  \nﱈ ﱉﱊ ﱋ ﱌ ﱍ ﱎ ﱏ ﱐ {  \n“Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka takada yang dapat menolak kurnia-Nya...”(QS. Yunus: 107)  \nDan Nabi bersabda kepada Abdullah Ibn Abbas 􀁗 ,  \n( وَ اعْ لَمْأَنَّالأمة لَوْاجْ تَمَعَتْ عَ َأَنْيَ نْفَ عُ وكَبِشَ ْءٍ لَمْيَ نْفَ عُ وكَ ِإلاَّ بِشَ ْءٍ قَدْكَ تَبَهُاللَّ ُلَكَوَ لَوْاجْ تَمَعُ وا عَ َأَنْيَضُ ُّوكَبِشَ ْءٍ لَمْيَضُ ُّوكَ ِإلاَّ بِشَ ْءٍ قَدْكَ تَبَهُ اللَّ ُعَ لَيْكَ . )  \n\"Dan ketahuilah, seandainya umat berkumpul untuk memberimu suatu manfaat, mereka tidak akan bisa kecuali sekadar yang telah Allah tentukan untukmu. Dan jika berkumpul untuk memberimu suatu mudarat, tidak akanmemudaratkanmu kecuali sekadar yang telah Allah tentukanatasmu.”( [HR.at-Tirmidzi](HR.at-Tirmidzi) no.2516. dan berkata, “Hadis hasan sahih”)  \nJika hamba memurnikan tauhid, keluar dari hatinya ketakutankepada selain Allah. Musuhnya lebih ringan baginya dibanding ketakutannya kepada Allah 􀀬 . Bahkan hanya semata takut kepada Allah, memberinya keamanan. Keluardari hatinya ingatan dan yang mengganggu pikirannya, sehingga menjadi murni kecintaan, takut, inabah (kembali) , tawakal dan kesibukkannya hanya untuk Allah. Menganggap menggunakan pikirannya mengurusi musuhnya, risausehingga tersibukkan, merupakan minus pada tauhid. Justruseandainya fokus memurnikan tauhidnya, dia bisa banyak  \nmelakukan pekerjaan, Allah-lah yang bertanggung jawab menjaga dan membelanya.  \nSebagaimana keimanannya, seperti itu pula pembelaan Allah kepadanya. Jika imannya sempurna, pembelaan Allah kepadanya lebih sempurna. Jika sesekali ternodai, Allah pun membelanya sesekali. Sebagaimana perkataan sebagian salaf:  \n“Siapa yang memasrahkan diri kepada Allah secara total , Allah menerimanya secara keseluruhan. Siapa yang berpaling dari Allah secara total, Allah berpaling darinya secara keseluruhan. Siapa yang sesekali kembali dansesekali berpaling, Allah pun demikian.”  \nTauhid merupakan benteng Allah yang teragung; siapamemasukinya, ia termasuk yang dapat keamanan.  \nSebagian salaf berkata , “Siapa yang takut kepada Allah, segala sesuatu takut kepadanya. Siapa yang tidak takutkepada Allah, dijadikan ia takut kepada segala sesuatu.”  \nSepuluh faktor ini, mencegah keburukan pendengki, âin dan penyihir. Tidak ada yang lebih bermanfaat baginya dari pada  \nbertawajuh kepada Allah, menghadap kepadaNya, bertawakal dan yakin kepadaNya, tidak takut kecuali hanyakepada Allah.  \nBahkan ia hanya takut kepada Allah semata, hanya berharapkepadaNya dan tidak kepada yang lain. Tidak menggantungkan hati pada selain Allah. Tidak memohon dan berharap kepada selainNya.  \nManakala menggantungkan diri kepada sesuatu selain Allah, sesuatu itu akan menguasainya. Siapa mengharap selain Allah, ia akan terhinakan dan tidak mendapatkan kebaikan. Ini adalah sunatullah pada makhlukNya.  \n{... ﲿ ﳀ ﳁ ﳂ ﳃ ...}  \n“...kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan padahukum Allah itu...”  \n(QS:Fatir:43 , al-Ahzab:62 , al-Fath:23)  \nWallahu ta’ala a’lam. Salawatullah dan salam atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya.  \nDisadur dari kitab Badâ i’ al-Fawâid II/245  \nAlih bahasa: Syafar Abu Difa  \nTameng Penepis Pengaruh Hasad & ‘Ain 1  \nاﻷﺳﺒﺎب اﳌﻌﻴﻨﺔ ﻋﲆ اﻟﻮﻗﺎﻳﺔ ﻣﻦ ﴍ اﳊﺎﺳﺪ واﻟﻌﺎﺋﻦ  \nSegala puji bagi Allah, selawat dan salam atas nabi terakhir.  \nKetahuilah, -semoga Allah merahmatimu- bahwa keburukan pendengki pada yang di dengki dapat ditolak dengan ","cbCait0lsaqVKZYr","https://ap.wps.com/l/cbCait0lsaqVKZYr","pdf",3571236,4,1,2,"Indonesian","id",113,"# Faktor-faktor penolak hasad dan ‘ain\n## Kemurnian tauhid sebagai poros perlindungan\n## Beristiadzah, zikir, dan wirid syar’i\n## Menjaga Allah agar Allah menjaga\n## Sabar terhadap musuh\n## Bertawakal kepada Allah\n## Mengosongkan hati dari pikiran pendengki","[{\"question\":\"Bagaimana kemurnian tauhid berperan menolak pengaruh hasad dan ‘ain?\",\"answer\":\"Kemurnian tauhid mengalihkan pikiran dari “faktor-faktor penepis” kepada Pemilik faktor, yaitu Allah. Saat tauhid dimurnikan, ketakutan kepada selain Allah berkurang hingga yang tersisa hanya takut kepada Allah, sehingga hati menjadi aman.\"},{\"question\":\"Apa langkah pertama untuk menolak keburukan hasad menurut naskah ini?\",\"answer\":\"Langkah pertama adalah beristiadzah kepada Allah dari keburukan hasad serta menjaga zikir dan wirid syar’i yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits, termasuk zikir pagi petang dan zikir saat tidur.\"},{\"question\":\"Mengapa sabar dan tawakal ditekankan saat menghadapi musuh atau pendengki?\",\"answer\":\"Naskah menyebut sabar dan tawakal sebagai bentuk pertolongan yang kuat. Sabar menahan diri dari membalas atau mengeluh, sedangkan tawakal membuat Allah mencukupkan kebutuhan dan mencegah gangguan serta kezaliman dari makhluk.\"}]",1783353209,3,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":84,"head_meta":86,"extra_data":88,"updated_unix":28},"shield-against-the-effects-of-envy-hasad-and-the-evil-eye-ain","",{"@graph":36,"@context":83},[37,51,66],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,47,49],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":22},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":48,"name":12,"@type":43,"position":29},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",{"item":50,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/shield-against-the-effects-of-envy-hasad-and-the-evil-eye-ain/42496/",{"url":50,"name":13,"@type":52,"author":53,"headline":13,"publisher":55,"fileFormat":58,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":59,"datePublished":60,"encodingFormat":58,"isAccessibleForFree":61,"interactionStatistic":62},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":54},"Person",{"url":41,"name":56,"@type":57},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-15","2026-07-06",true,{"@type":63,"interactionType":64,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":65},"ViewAction",{"@type":67,"mainEntity":68},"FAQPage",[69,75,79],{"name":70,"@type":71,"acceptedAnswer":72},"Bagaimana kemurnian tauhid berperan menolak pengaruh hasad dan ‘ain?","Question",{"text":73,"@type":74},"Kemurnian tauhid mengalihkan pikiran dari “faktor-faktor penepis” kepada Pemilik faktor, yaitu Allah. Saat tauhid dimurnikan, ketakutan kepada selain Allah berkurang hingga yang tersisa hanya takut kepada Allah, sehingga hati menjadi aman.","Answer",{"name":76,"@type":71,"acceptedAnswer":77},"Apa langkah pertama untuk menolak keburukan hasad menurut naskah ini?",{"text":78,"@type":74},"Langkah pertama adalah beristiadzah kepada Allah dari keburukan hasad serta menjaga zikir dan wirid syar’i yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits, termasuk zikir pagi petang dan zikir saat tidur.",{"name":80,"@type":71,"acceptedAnswer":81},"Mengapa sabar dan tawakal ditekankan saat menghadapi musuh atau pendengki?",{"text":82,"@type":74},"Naskah menyebut sabar dan tawakal sebagai bentuk pertolongan yang kuat. Sabar menahan diri dari membalas atau mengeluh, sedangkan tawakal membuat Allah mencukupkan kebutuhan dan mencegah gangguan serta kezaliman dari makhluk.","https://schema.org",{"og:url":50,"og:type":85,"og:title":13,"og:site_name":56,"og:description":14},"article",{"robots":87,"canonical":50},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":90},[91,94,98,102,106,110,114,118,122,126],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":92,"slug":93},60,"religion-spirituality",{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":92,"slug":97},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":92,"slug":101},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":92,"slug":105},51,"Komik","comic",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":92,"slug":109},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":92,"slug":113},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":92,"slug":117},49,"Sastra","literature",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":120,"show_sort_weight":92,"slug":121},52,"Teknologi","technology",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":124,"show_sort_weight":92,"slug":125},50,"Ujian","exam",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":128,"show_sort_weight":92,"slug":129},57,"Umum","general"]