[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-340279-113":53,"doc-detail-340279-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","serafina-helga-pramidita-daily-companionship-anthology","SERAFINA HELGA PRAMIDITA - Antologi Keseharian Peneman Sepi","","Antologi keseharian yang merangkum harapan pada keheningan, penenang bagi jiwa yang bergejolak, dan ruang istirahat bagi “petarung” yang lelah. Melalui rangkaian bagian bertajuk SERAFINA HELGA PRAMIDITA, MARCELLO ESTE CAMARRO, dan NYARIS SELUSTRUM, kisah bergerak dari ajakan mencintai diri sendiri, dinamika cinta yang terukur, hingga momen pertemuan serta penantian. Narasi mempertemukan Cello, Helga, dan Cello menandai kalimat-kalimat sebagai penguat, hingga drama berantai dan panggilan yang memaksa bangun.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":35,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/serafina-helga-pramidita-daily-companionship-anthology/340279/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/serafina-helga-pramidita-daily-companionship-anthology/340279.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Sage","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-04","2026-09-22",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tema utama yang diusung dalam antologi ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Tema utamanya berpusat pada harapan pada keheningan, penenang jiwa, serta proses belajar mencintai diri sendiri dan menghadapi keraguan dalam hubungan.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Siapa tokoh yang paling menonjol dalam bagian-bagian cerita?",{"text":114,"@type":110},"Tokoh yang paling menonjol adalah Helga dan Cello, dengan narasi yang juga menyinggung hubungan serta dinamika yang mereka jalani dari waktu ke waktu.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Apa peran kalimat-kalimat dalam “NYARIS SELUSTRUM” bagi Cello?",{"text":118,"@type":110},"Cello menandai kalimat dalam buku yang berulang kali dibaca agar tertanam, lalu kalimat tersebut terasa seperti panduan dan penguat saat ia berada di toko buku dan menjalani hari-harinya.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},340279,1790618059,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":34,"category_name":35,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},687197207057,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Sebuah antologi keseharian peneman sepi yang diharap dapatmenjadi suara dalam hening,penenang jiwa yang berkecamuk,dan ruang istirahat bagi petarung yang lelah.  \nBahagia,  \nBahagia selalu.  \n# SERAFINA HELGA PRAMIDITA\n\nSeperti ia yang jatuh cinta padamu,orang yang tepatakan mengajakmu jatuh cinta pada dirimu sendiri.Perihalberlomba-lomba dalam mencintai,dibuatnya kamu yangbersaing dengannya.Membantu membuang rasa rendah diridan menjadi pengingat hidup akan nilai yang kau miliki.  \nAkan diceritakan di sini tentang Helga yang sudah bertemudengan ‘ia'-nya.  \nDan semoga kalian segera.  \n# MARCELLO ESTE CAMARRO\n\nPersis seperti kalimat penutupnya,menurut Cello,wanita itu—Helga,setiap inci dalam dirinya menggambarkankeindahan.Cantik luar dalam,pikiran dan perasaan,bahkanenergi yang dibawa kala ia berpijak.  \nBahkan ia dibuat jatuh cinta pada kekurangannya.  \nHei.  \nl.  \n# NYARIS SELUSTRUM\n\n\"Tidak semua yang pergi itu hilang.Ada yang pergiuntuk diganti,ada yang pergi untuk mengobati,ada yangpergi untuk kembali.Tidak melulu soal hilang.”  \nAkan datang masanya dua orang yang menjadikan satusama lain nama terkuat dalam doanya bertemu.Jika tidak cepat,berbahagialah.Yang terbaik datang setelah berpikir matang-matang,bukan sekadar bersantap'asal datang.  \nCello menandai kalimat dalam buku yang sudah berkali-kalidibacanya untuk kesekian kali agar tertanam.Nyaris selustrumia jadikan buku itu bacaan utamanya,sampai-sampai kalimat didalamnya otomatis terputar dalam kepala tiap kakinya berpijakdi toko buku dan mulai menghirup aroma buku baru yang tiadatanding.  \nLaki-lakiber-hoodiehitam dengankuplukyang dipasangkanke kepala mendekat ke arah kasir membawa dua buku dengansampul yang berbeda dari biasanya.  \n\"Ini aja,Kak?\"tanya sang Kasir,memasukkan buku tersebutke dalam tas kertas untuk kemudian dijinjing.  \nCello mengangguk.“Iya,itu aja,Mbak.”  \n“Totalnya jadi 259 ribu rupiah.”  \nCello mengeluarkan kartu dari dompetnya dan menopangsatu tangannya di atas meja kasir sambil menunggu kartunyadikembalikan.  \nPetugas kasir mencairkan suasana dengan pertanyaan basa-basi yang cukup unik selagi mengisi kekosongan dalam prosespembayaran.\"Tumben beli buku penulis lain,Kak?Biasanyabuku Hael G.A terus,\"ucapnya sambil tertawa.Petugas kasirtoko buku pun sudah sangat familiar dengan wajah Cello yangtiap datang selalu membelibuku daripenulis yang sama.Bahkanseringkali,membeli dengan judulyang sama pula.Ditimbunnyabuku-buku karya Hael G.A itu sampai banyak.  \nCello terkekeh karena ada yang menyadari.Ia hanyamengangguk dengan senyuman miring dan satu lengan yangmenopang pada meja di depannya.“Tau aja,Mbak.”  \n\"Udah punya berapa buku Hael G.A,Kak?\"tanya MbakKasir,jahil,karena saking seringnya pria itu membeli bukukarya Hael.Petugas kasir berani mengajaknya bercanda karenatahu Cello selalu menjawabnya dengan senang hati.Dan patutdiakui,Cello memang seseorang dengan kepribadian luar biasajika menyangkut sosialisasi.  \n\"Udah punya apa,Mbak,sorry?\"Cello mengulang per-tanyaan petugas kasir karena kurang terdengar-atau sekadarmemperjelas karena takut salah dengar.  \n“Kakaknya udah punya berapa buku Hael G.A?”  \n“Oh,saya?”Cello mengembalikan senyum jahil petugaskasir dan mengambil kartu yang dikembalikan bersama taskertas berisi dua buku yang baru dibeli.\"Saya udah punyapenulisnya kalau sekarang.”Setelahnya,ia pergi begitu sajatanpa penjelasan lebih lanjut.  \nPetugas kasir yang awalnya tersenyum,perlahan memudarkarena bingung dan menaikkan kedua alisnya sambil menatappunggung pria yang baru saja pergi dengan kalimat ambigu itu.  \nMaksudnya?batin petugas kasir yang berusaha meng-hiraukan karena harus melayani pelanggan lain yang hendakmembayar setelah Cello.Dianggapnya laki-laki itu hanyamelontarkan guyonan penggemar yang halu.Sebab,ada banyakmaksud dari kalimatnya barusan.Dan petugas kasir itu engganbotak hanya untuk memikirkan kalimat ambigu orang asingyang baru saja membeli buku.  \nCello,memang menyimpan dan memiliki banyak bukukarya Hael G.A untuk melepas rasa rindunya","cbCaipVZ2OOco9Xg","https://ap.wps.com/l/cbCaipVZ2OOco9Xg","pdf",66030981,248,"Indonesian","# SERAFINA HELGA PRAMIDITA\n## MARCELLO ESTE CAMARRO\n## NYARIS SELUSTRUM","[{\"question\":\"Apa tema utama yang diusung dalam antologi ini?\",\"answer\":\"Tema utamanya berpusat pada harapan pada keheningan, penenang jiwa, serta proses belajar mencintai diri sendiri dan menghadapi keraguan dalam hubungan.\"},{\"question\":\"Siapa tokoh yang paling menonjol dalam bagian-bagian cerita?\",\"answer\":\"Tokoh yang paling menonjol adalah Helga dan Cello, dengan narasi yang juga menyinggung hubungan serta dinamika yang mereka jalani dari waktu ke waktu.\"},{\"question\":\"Apa peran kalimat-kalimat dalam “NYARIS SELUSTRUM” bagi Cello?\",\"answer\":\"Cello menandai kalimat dalam buku yang berulang kali dibaca agar tertanam, lalu kalimat tersebut terasa seperti panduan dan penguat saat ia berada di toko buku dan menjalani hari-harinya.\"}]","SERAFINA HELGA PRAMIDITA - Antologi Keseharian Peneman Sepi | PDF",1790035482,382]