[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40789-id":3,"doc-seo-40789-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40789,2336464648746,"Skyler","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",49,"Sastra","Sekolah itu Candu","Buku “Sekolah itu Candu” menelaah kritik terhadap sistem pendidikan, kurikulum yang sarat ideologi, serta pengaruh kebijakan yang berulang ketika terjadi pergantian menteri. Teks menyoroti dampak birokrasi dan risiko kebocoran anggaran, termasuk perdebatan apakah tambahan dana benar-benar mencapai tujuan mencerdaskan bangsa. Di samping kritik terhadap komodifikasi pendidikan dan praktik KKN, buku ini mendorong refleksi mendalam tentang makna sekolah bagi masyarakat dan kemungkinan pendidikan alternatif.","RoemTOPATIMASANG  \nRoemTOPATIMASANG  \nPerpustakaan Nasional lndonesa, KATALOG DALAM TERBITAN (KOT)  \nTOPATIMASANG, Roem;  \nSekolah itu Candu/ Yogyakarta, INSISTPress, 2010  \ni-xx + 178 halaman; 13 x 19 cm; gambar-gambar ISBN 979-3457-85-6  \n1. Kritik Sekolah 2. Filsafat Pendidikan 3. Pendidikan Altematif  \nII. Judul  \n© INSISTPress  \nCetakan ketiga Juli 2010  \nCetakan kedua Desember 2009  \nCetakan pertama Juli 2007  \npertama kali diterbitkan oleh Pustaka Pelajar tahun 1998  \nKompugrafi: Rumah Besi  \nSampul: Eddy Susanto  \nllustrasi: Ignatius Ade Gunawan  \nDiterbitkan dan dicetak oleh:  \nINSISTPress  \nJI. GandokTambakan No.85 RT04 RW20, Sinduharjo Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581  \nTelp/Faks: +62 274 883452  \nEmail: [press@insist.or.id](press@insist.or.id)  \n[Website: www.insist.or.id](Website: www.insist.or.id)  \ndari penerbit  \nBuku ini pertama kaliterbit pada tahun 1998, oleh penerbit Pustaka Pelajar, Jogyakarta.  \nSelama beberapatahun, buku ini menjadi salah satu 'buku terlaris' (bestseller), sehingga Pustaka Pelajar mencetak-ulangnyabeberapa kali sampaicetakan kedelapan. Setelah permbicaraan khusus dengan penulisnya dan dengan Pustaka Pelajar, akhirnya disepakati bahwa untuk cetakan-cetakan berikutnya, hak penerbitan buku ini dialihkan ke INSISTPress.  \nUntuk itu, kami melakukan beberapa sentuhan  \nbaru, mulai dari perubahansampulsampai tataletak dan kompugrafi. Penulisnya jugamenambahkan tiga tulisan baru. Dua dari tulisanbaru tersebut ('Sekolah Anak-anak Laut' dan'Jalan Sekolah') dikembangkan dari 'esei visual'(rekaman foto dan suara) oleh penulistentang dua sekolah di pelosok terpencil. Sebagai bonus, kami menyisipkan satu cakram digital berisikedua esei visual tersebut yang dapatanda jalankan langsung (autorun) pada komputer anda.  \nSelamat membaca & menonton, INSISTPress  \npe11gantar  \nBACAAN MAKAR SAAT PENGAP  \n\"Jangan sampai putus sekolah..., kalau putus sekolah bisa berabe,\" demikian ujar Mandradalam pariwara televisi 'Ayo Sekolah' yang disponsori oleh UNICEF.  \nDemikian pentingnya sekolah, sehingga Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia segeramengucurkan utang baru untuk menjamin anak anak Indonesia tetap di bangku sekolah di tengah masa krisis beruntun saat ini. Untuk menjaminagar dana tersebut dapat sampai padatujuannya, maka jalur birokrasi pun dipangkas. Sudah sejak beberapa tahun, anggaran belanja negara untuk sektor pendidikan merupakan primadona. Tetapi, jangan tanya soal kebocorannya. Simak saja laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setiap tahunnya yang menunjukkan bahwa Departemen Pendidikan Nasional masih tetap merupakan salah satu lembaga pemerintah yang paling korup, banyak salah-urus, dan sangat ruwet.  \nNamun yang lebih penting adalah pertanyaan: apakah tujuan untuk mencerdaskan bangsa dapat diraih lewat proses yang dipacu-  \nlaju (accelerated) dengan tambahan dana besar tersebut? Pertanyaan kunci adalah apakah usahaini merupakan usaha yang layak (benefit of risk)? Apakah program ini akan mampu menghindari bangsa kita dari keterpurukan yanglebih jauh, khususnya ketika pasar bebas mulaiditerapkan?  \nProf Dr. Wardiman Djojodiningrat (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Pembangunan VI) menolak tudingan bahwa pendidikan tidak mampu menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja, ketika beliau meluncurkan program link and match-nya. Sebenarnya, inisudah merupakan suatu pengakuan diam-diambahwa sistem pendidikan kita selama ini memang tidak mampu melahirkan tenaga siap-pakai. Belum lagi kalau kita simak muatan kurikulumitu sendiri, yang sangat ideologis dan saratdengan nilai-nilai yang harus dikunyah oleh para siswa didik, walaupun kenyataan sehari-hari bertolak belakang dengan nilai-nilai yang harusdihafalkan bak mantra suci dan sakti itu.  \nSistem kurikulum dan sistem manajemen sekolah juga tidak kalah serunya, karena hampir setiap kali pergantian menteri, kebijakan mengalami bongkar-pasang. Bukankah bisnis 'buku pelajaran sekolah' ('buku INPRES') merupakan bisnis yang sangat menguntungkan? Seragam  \ns","cbCaiaqtj7kAE1C7","https://ap.wps.com/l/cbCaiaqtj7kAE1C7","pdf",4424241,4,1,187,"Indonesian","id",113,"# Kritik Sekolah\n## Filsafat Pendidikan\n## Pendidikan Alternatif\n# Catatan Edisi dan Publikasi\n## Perubahan dari Pustaka Pelajar ke INSISTPress\n## Tulisan Baru dan Esei Visual","[{\"question\":\"Apa fokus utama buku “Sekolah itu Candu”?\",\"answer\":\"Buku memusatkan perhatian pada kritik terhadap sekolah dan sistem pendidikan, termasuk filsafat pendidikan serta gagasan pendidikan alternatif.\"},{\"question\":\"Bagaimana buku menilai hubungan pendidikan dan kebutuhan pasar tenaga kerja?\",\"answer\":\"Buku mengemukakan bahwa ada ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja, serta menyoroti pengakuan implisit bahwa sistem pendidikan belum mampu menghasilkan lulusan siap pakai.\"},{\"question\":\"Masalah apa yang disorot terkait pengelolaan pendidikan dan anggaran?\",\"answer\":\"Buku menyoroti birokrasi yang ruwet, potensi kebocoran/penyalahgunaan anggaran, dan praktik yang berbau KKN dalam proyek-proyek pendidikan.\"}]",1783315108,288,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"sekolah-itu-candu","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/sekolah-itu-candu/40789/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa fokus utama buku “Sekolah itu Candu”?","Question",{"text":75,"@type":76},"Buku memusatkan perhatian pada kritik terhadap sekolah dan sistem pendidikan, termasuk filsafat pendidikan serta gagasan pendidikan alternatif.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana buku menilai hubungan pendidikan dan kebutuhan pasar tenaga kerja?",{"text":80,"@type":76},"Buku mengemukakan bahwa ada ketidaksesuaian antara pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja, serta menyoroti pengakuan implisit bahwa sistem pendidikan belum mampu menghasilkan lulusan siap pakai.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Masalah apa yang disorot terkait pengelolaan pendidikan dan anggaran?",{"text":84,"@type":76},"Buku menyoroti birokrasi yang ruwet, potensi kebocoran/penyalahgunaan anggaran, dan praktik yang berbau KKN dalam proyek-proyek pendidikan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,118,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":96,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":119},"literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]