[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39493-id":3,"doc-seo-39493-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39493,549758146520,"Patrick","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/80002397d8c0411e94?_k=1775819394049821470",49,"Sastra","Sapardi Djoko Damono Namaku Sita","Naskah berbahasa Indonesia yang memuat bagian-bagian pembuka dan percakapan dalam karya sastra berjudul “Namaku Sita” karya Sapardi Djoko Damono. Teks diawali dengan penegasan identitas dan makna nama Sita, diikuti monolog Dalang yang mengundang lelembut dan menyebut kaitan antara dunia nyata serta dunia maya. Bagian selanjutnya mengisahkan asal-usul Sita: Prabu Janaka menemukan Sita tergolek di galur saat upacara kesuburan, kemudian Raja dan Permaisuri menerima dan memelihara Sita sebagai anugerah.","namaku Sita  \n# Sapardi Djoko Damono\n\nNamaku Sita  \n## Sanksi Pelanggaran Pasal 113Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014tentang Hak Cipta\n\n1.Setiap orang yang dengan tanpa hak melakukan pelanggaran hak ekono-mi sebagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat(1)huruf i untuk peng-gunaan secara komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama1(satu)tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00(seratus juta rupiah).  \n2.Setiap orang yang dengan tanpa hak dan atau tanpa izin pencipta ataupemegang hak cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi pencipta se-bagaimana dimaksud dalam pasal 9 ayat(1)huruf c,huruf d,huruf f,danatau huruf h,untuk penggunaan secara komersial dipidana dengan pi-dana penjara paling lama 3(tiga)tahun dan atau pidana denda palingbanyak Rp 500.000.000,00(lima ratus juta rupiah).  \n3.Setiap orang yang dengan tanpa hak dan atau tanpa izin pencipta atau pe-megang hak melakukan pelanggaran hak ekonomi pencipta sebagaimanadimaksud dalam pasal9 ayat(1)huruf a,huruf b,huruf e,dan atau huruf  \ng,untuk penggunaan secara komersial dipidana dengan pidana penjarapaling lama 4(empat)tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp  \n1.000.000.000.00(satu miliar rupiah).  \n4.Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat(3)yang dilakukan dalam bentuk pembajakan,dipidana dengan pidana pen-jara paling lama 10(sepuluh)tahun dan atau pidana denda paling banyakRp 4.000.000.000.00 (empat miliar rupiah).  \nNamaku Sita  \nSAPARDI DJOKo DAMONO  \nPenerbit PT Gramedia Pustaka Utama,Jakarta  \nNamaku SitaSAPARDI DJOKO DAMONO  \nGM 617202.012  \nPenerbit PT Gramedia Pustaka UtamaKompas Gramedia Building Blok 1 It.5JI.Palmerah Barat No.29-37Jakarta 10270Anggota IKAPI  \nTerbit pertama kali pada 2012 oleh Editum  \nPenyelia naskah  \nMirna Yulistianti  \nDesain sampul  \nStaven Andersen  \nProof reader  \nSasa  \nSetting  \nFitri Yuniar  \nCetakan pertama Maret 2017  \nHak cipta dilindungi oleh Undang-undangDilarang memperbanyak sebagianatau seluruh buku ini tanpa izin tertulis dari Penerbit  \nISBN 978-602-03-3952-8  \nDicetak oleh Percetakan PT Gramedia,Jakarta  \nIsi di luar tanggung jawab Percetakan  \nDALANG  \n:  \nWahai,segala lelembutyang hilir-mudikdi dunia atasdunia bawah  \ndan dunia yang ada di antaranya,wahai,segala lelembut  \nyang menjaga kehidupan manusia,yang beredar dan beranak-pinakdi pepohonan dan pelatarandi sudut-sudut ruangan,  \nyang duduk di tengah-tengah penonton,wahai,para lelembut  \nyang menggoyang-goyang blencongagar bayang-bayang di kelirbergetar dan hidup  \nmenghubungkan dua duniayang di sini dan di sana,wahai,para lelembut  \nyang perkasa meski tak kasat matayang maya dan yang nyatayang abadi dan yang sementarajangan ganggu kamiyang menyelenggarakan  \nkisah yang indah tak tertandingiyang kekal-abadi  \nyang dengan atau tanpa alasan apa punsudah semestinya diteladani-wahai,lelembut di alam nyata  \ndan di alam maya,  \nwahai,lelembut nenek-moyang kamidan yang bersaudara dengan kamijangan ganggu ujud kamiyang bergerak ke sana kemaridi kelir yang putih ini,wahai,para lelembut,jangan ganggu siapa punyang bermain malam ini-jangan belak-belokkan lakonjangan sasar-sasarkan segalayang sudah dirancangyang kami laksanakan ini.  \nSITA  \n:  \nNamaku Sita,galur artinya:celah panjang di sawahyang sedang dibajak-perempuan maknanya.Namaku Sita,galur artinya,lahir dari celah tanah basah.  \nDALANG  \n:  \nHai,ummat manusia  \naku hentakkan Aji Dalang Loreng:sulukku antariksajanturanku kencana  \nantawecanaku permatasabetanku banteng terlukagendingku cakrawala asalnya-hai,ummat manusiabesar keciltua mudalaki perempuan  \npandang aku penuh takjubdengarkan aku semalam muputdemi kehendak segala yang di bumidemi kehendak segala yang di angkasaatas kehendak yang tidak terabaatas kehendak yang tidak terbaca.  \nSITA  \n:  \nHatta maka pada hari ituada seorang raja  \nPrabu Janaka namanya  \nmenemukanku tergolek di galur.Ketika itu sang Pendeta-Rajasedang membajak sawah  \ndalam upacara kesuburan tanahdan kesuburan negeri  \ndan kesuburan sang permaisuri.Ia ","cbCaibE3MSNmwn36","https://ap.wps.com/l/cbCaibE3MSNmwn36","pdf",6862408,4,1,71,"Indonesian","id",113,"# Namaku Sita\n## Sanksi Pelanggaran Hak Cipta\n## Peran Dalang dan Sita\n## Asal-Usul Sita","[{\"question\":\"Apa makna nama “Sita” menurut bagian teks?\",\"answer\":\"Sita dijelaskan sebagai galur yang berarti celah panjang di sawah yang sedang dibajak, sekaligus sebagai perempuan yang lahir dari celah tanah basah.\"},{\"question\":\"Siapa yang berbicara dalam bagian dialog “DALANG” dan “SITA”?\",\"answer\":\"“DALANG” berperan sebagai narator/pemimpin kisah yang memanggil dan menghubungkan dunia, sedangkan “SITA” adalah tokoh yang menyampaikan identitas dan asal-usulnya.\"},{\"question\":\"Bagaimana awal kisah Sita bermula dalam teks?\",\"answer\":\"Pada hari itu, Prabu Janaka menemukan Sita tergolek di galur saat Pendeta-Raja sedang membajak sawah dalam upacara kesuburan, lalu Sita diterima sebagai kiriman dari Negeri Para Dewata.\"}]",1783083495,109,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"sapardi-djoko-damono-namaku-sita","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/sapardi-djoko-damono-namaku-sita/39493/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-15","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa makna nama “Sita” menurut bagian teks?","Question",{"text":75,"@type":76},"Sita dijelaskan sebagai galur yang berarti celah panjang di sawah yang sedang dibajak, sekaligus sebagai perempuan yang lahir dari celah tanah basah.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Siapa yang berbicara dalam bagian dialog “DALANG” dan “SITA”?",{"text":80,"@type":76},"“DALANG” berperan sebagai narator/pemimpin kisah yang memanggil dan menghubungkan dunia, sedangkan “SITA” adalah tokoh yang menyampaikan identitas dan asal-usulnya.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana awal kisah Sita bermula dalam teks?",{"text":84,"@type":76},"Pada hari itu, Prabu Janaka menemukan Sita tergolek di galur saat Pendeta-Raja sedang membajak sawah dalam upacara kesuburan, lalu Sita diterima sebagai kiriman dari Negeri Para Dewata.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,118,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":96,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":119},"literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]