[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-55633-id":3,"doc-seo-55633-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},55633,1374391974468,"Eden","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",56,"Gaya Hidup","Sang Insinyur: Khaleda Shahriar Kabir, Monawara Begum, dan Shirin Sultana Chumki","Kisah inspiratif tentang Khaleda Shahriar Kabir, Monawara Begum, dan Shirin Sultana Chumki, yang merasakan penolakan karena perempuan dianggap tidak cocok belajar teknik. Mereka menolak menyerah, mengikuti ujian masuk, dan akhirnya menjadi mahasiswi pertama di Jurusan Teknik Sipil EPUET pada tahun 1964. Di kelas, mereka menghadapi ejekan maupun perlakuan hormat, namun tetap tekun. Setelah lulus, Khaleda bekerja pada pembangunan bendungan, Monawara menjadi insinyur kimia, dan Shirin berkarier di Amerika Serikat, sambil membuktikan kesetaraan kemampuan belajar.","Sang Insinyur: Khaleda Shahriar Kabir, Monawara Begum, dan Shirin Sultana  \nChumki  \nHerStory Foundation  \nHumayra Kabir  \nPernahkah seseorang  \nmelarangmu melakukan sesuatu tanpa alasanyang jelas? Bagaimana perasaanmu saat itu terjadi? Kamu jadi merasa kecil dan tidakberdaya, bukan? Itulah yang dirasakan oleh para Perempuan Super, Khaleda Shahriar Kabir, Monawara Begum, dan Shirin Sultana Chumki, ketika mereka tidak diperbolehkan mempelajari bidang teknik hanya karenamereka perempuan. Namun, mereka tidak  \nmau menyerah begitu saja! Bersama-sama, mereka bertekad untuk membuktikan kalauperempuan bisa mempelajari apa pun yang mereka inginkan. Ketiganya lalu menjadimahasiswi teknik sipil pertama di Pakistan Timur, yang sekarang bernama Bangladesh.  \nApa kamu tahu apa saja yang dikerjakan  \noleh insinyur teknik sipil? Insinyur teknik sipil adalah orang-orang yang mendirikan bangunan-bangunan besar untuk kota, seperti jembatan atau jalan raya. Khaleda, Monawara, dan Shirin bercita-cita untuk menuntut ilmu di  \nEast Pakistan University of Engineering and Technology  \n(Universitas Teknik dan Teknologi Pakistan  \nTimur, disingkat EPUET), tetapi ada satu masalah: belum pernah ada perempuan yang diterima di Jurusan Teknik Sipil di universitas tersebut. Wakil Rektor EPUET meyakinikalau bidang itu tidak cocok untuk digeluti perempuan. Ia menyarankan perempuanuntuk belajar arsitektur saja—bidang yang dianggap lebih feminin. Di sana, mereka bisabelajar menggambar dan merancang rumahrumah cantik. Namun, tiga sekawan ini tidak setuju dengan pendapat itu.  \nMereka ingin membuktikan kalau perempuanjuga bisa menjadi insinyur andal seperti lakilaki. Mereka pun mengikuti ujian masuk universitas. Meski mendapat bisikan dan kata-kata yang tidak menyenangkan dari sana-sini, ketiganya lulus dengan nilai tinggi! Wakil Rektor tidak bisa lagi melarang merekauntuk belajar. Begitulah ceritanya bagaimanapada tahun 19 64 , Khaleda, Monawara, dan Shirin berhasil menjadi mahasiswi pertama di  \nJurusan Teknik Sipil.  \nPada hari pertama perkuliahan, Khaleda, Monawara, dan Shirin membuat kaget para mahasiswa lain ketika mereka memasukikelas. Beberapa mahasiswa mengejek mereka, beberapa bersikap terlalu baik padamereka, dan yang lainnya memperlakukan mereka dengan penuh hormat. Ketiga perempuan itu merupakan mahasiswi yang tekun. Mereka mendengarkan dengan baik, menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang  \nbagus, juga belajar bagaimana menggunakanmesin. Mereka membuktikan bahwa universitas adalah tempat belajar bagi semua orang baik perempuan maupun laki-laki, dantidak ada bidang yang hanya boleh dipelajari laki-laki saja atau perempuan saja.  \nSetelah lulus, Khaleda bekerja di dewan pemerintahan yang mengurus perairan dan membangun bendungan. Monawara menjadi insinyur kimia, sementara Shirin bekerja sebagai insinyur di Amerika Serikat. Akan tetapi, pencapaian terbesar mereka adalah hari ketika mereka berhasil mengubah jalan pikiran Wakil Rektor. Tiga sekawan itu tidak mau menerima penolakan. Seperti para Perempuan Super lainnya, mereka membuka","cbCailXhHA3QEDqG","https://ap.wps.com/l/cbCailXhHA3QEDqG","pdf",1068366,6,1,16,"Indonesian","id",113,"# Sang Insinyur\n## Penolakan dan tekad\n## Ujian masuk dan kelulusan\n## Hari pertama perkuliahan\n## Perjalanan setelah lulus","[{\"question\":\"Mengapa Khaleda, Monawara, dan Shirin dilarang belajar teknik sipil?\",\"answer\":\"Mereka tidak diperbolehkan mempelajari bidang teknik hanya karena mereka perempuan, sehingga dianggap tidak cocok untuk jurusan tersebut.\"},{\"question\":\"Apa strategi yang dilakukan ketiganya untuk membuktikan kemampuan mereka?\",\"answer\":\"Mereka tidak menyerah, mengikuti ujian masuk universitas, dan berusaha menunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi insinyur yang andal.\"},{\"question\":\"Apa kontribusi mereka setelah lulus dari Teknik Sipil?\",\"answer\":\"Khaleda bekerja di dewan pemerintahan untuk perairan dan pembangunan bendungan, Monawara menjadi insinyur kimia, dan Shirin bekerja sebagai insinyur di Amerika Serikat.\"}]","Sang Insinyur: Khaleda Shahriar Kabir, Monawara Begum, dan Shirin Sultana Chumki | PDF",1783682147,25,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"sang-insinyur-khaleda-shahriar-kabir-monawara-begum-and-shirin-sultana-chumki","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/gaya-hidup/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/sang-insinyur-khaleda-shahriar-kabir-monawara-begum-and-shirin-sultana-chumki/55633/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-16","2026-07-10",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Mengapa Khaleda, Monawara, dan Shirin dilarang belajar teknik sipil?","Question",{"text":77,"@type":78},"Mereka tidak diperbolehkan mempelajari bidang teknik hanya karena mereka perempuan, sehingga dianggap tidak cocok untuk jurusan tersebut.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Apa strategi yang dilakukan ketiganya untuk membuktikan kemampuan mereka?",{"text":82,"@type":78},"Mereka tidak menyerah, mengikuti ujian masuk universitas, dan berusaha menunjukkan bahwa perempuan juga bisa menjadi insinyur yang andal.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa kontribusi mereka setelah lulus dari Teknik Sipil?",{"text":86,"@type":78},"Khaleda bekerja di dewan pemerintahan untuk perairan dan pembangunan bendungan, Monawara menjadi insinyur kimia, dan Shirin bekerja sebagai insinyur di Amerika Serikat.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,106,110,114,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":105},"lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":108,"show_sort_weight":98,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":112,"show_sort_weight":98,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":116,"show_sort_weight":98,"slug":117},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]