[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-57859-id":3,"doc-seo-57859-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":96},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":20,"is_downloadable":20,"audit_status":20,"page_count":21,"language":22,"language_code":23,"site_id":24,"html_lang":23,"table_of_contents":25,"faqs":26,"seo_title":27,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},57859,2336464648746,"Skyler","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",53,"Layanan Kesehatan","Sang Ilmuwan: Dr. Firdausi Qadri","Kisah inspiratif tentang Dr. Firdausi Qadri, seorang ahli imunologi yang bekerja melawan bakteri agar tidak menyebar. Teks menjelaskan ketertarikan sejak kecil pada sains, pengalaman melihat dampak penyakit dan Perang Kemerdekaan, hingga perjalanan pendidikan ke Inggris. Di icddr,b, ia menyelidiki kolera melalui mikroskop seperti detektif, dengan tujuan menghentikan persebaran dan menciptakan vaksin/obat kolera yang murah, mudah digunakan, dan mudah dibawa. Penemuannya serta berbagai penghargaan internasional menegaskan dampak besar bagi jutaan orang.","Sang Ilmuwan: Dr. Firdausi Qadri HerStory Foundation  \nসািয়কা এস েচৗধুরী, Saiq’a S. Chowdhury  \nTahukah kalian, kita dapat menjadi detektif penyakit? Kita dapat menyelidiki virus jahat melalui mikroskop dan mencaripetunjuk untuk menghentikannya. Ilmu yang mempelajari cara tubuh kita melawan penyakit dinamakan imunologi. Perempuan Super Dr. Firdausi Qadri adalah seorang ahli imunologi yang bekerja  \nmelawan bakteri agar tidak menyebar.  \n2  \nSaat kecil, Dr. Firdausi ingin menekuni bidang sains, dan dia sungguh melakukannya. Akan tetapi, di masa kuliah, dia menyaksikan betapa ngerinya Perang Kemerdekaan dan betapa cepat penyakit menyebar melalui air. Di saat itu, tak banyak yang dapat dialakukan, kecuali belajar lebih tekun sambil membuat bendera dari kain bekas untuk negeri baru, Bangladesh. Namun, tak lama setelahnya, dia melakukan hal-hal hebat demi  \nnegaranya.  \nDr. Firdausi senang melihat sel-sel yang bergerak-gerak di mikroskop. Dia ingintahu lebih banyak tentang sel-sel itu. Diamendapatkan beasiswa ke Inggris. Di sanadia bekerja di sebuah laboratorium yangamat modern, melakukan percobaan, dan menemukan hal-hal baru. Begitu selesai sekolah, Dr. Firdausi tidak membuang waktu. Dia langsung berkemas dan pulang kembali ke negaranya karena ada tugas  \nberat menanti. Dr. Firdausi mulai bekerja di Pusat Internasional untuk Penyakit dan Penelitian Diare, atau International Centre for Diarrhoeal Disease and Research, Bangladesh (icddr,b) . Di situ, dia menyelidiki kolera, sebuah penyakit ganas yang hidup di air dan memakan korban ribuan orang setiap tahun.  \nBak seorang detektif, Dr. Firdausi memburu bakteri, memperhatikan gerak-geriknya, dan juga perilakunya. Tujuannya tidakhanya untuk menyembuhkan, tapijugamenghentikan persebarannya! Dia ingin menciptakan sebuah vaksin yang murah, mudah digunakan, dan mudah dibawabawa. Setelah bertahun-tahun mencoba, Dr. Firdausi menemukan apa yang dia cari, yaitu obat murah yang dapat ditelan untuk  \nmencegah kolera . Penemuan hebat ini berguna bagijutaan orang!  \nDr. Firdausi Qadri telah menerima banyak penghargaan penting di tingkat internasional, termasuk sebuah hadiah senilai setengahjuta euro untuk penelitian, yang lalu diaberikan pada laboratoriumnya. Dia adalah perempuan pertama dan warga pertama Bangladesh yang menerima penghargaanitu. Dr. Firdausi berpesan kepada anakanak perempuan yang bercita-cita menjadi ilmuwan bahwa mereka pasti dapat","cbCaiewM9ihm2RvL","https://ap.wps.com/l/cbCaiewM9ihm2RvL","pdf",607499,1,13,"Indonesian","id",113,"# Perkenalan: penyakit dan imunologi\n## Dr. Firdausi sebagai ahli imunologi\n# Perjalanan hidup dan motivasi\n# Penelitian di icddr,b dan kolera\n## Pendekatan seperti detektif\n## Tujuan: obat/vaksin yang praktis\n# Penghargaan dan pesan untuk anak perempuan","[{\"question\":\"Apa bidang keahlian Dr. Firdausi Qadri dan apa yang ia kerjakan?\",\"answer\":\"Dr. Firdausi Qadri adalah ahli imunologi. Ia bekerja melawan bakteri agar tidak menyebar dan berfokus pada pengendalian penyakit, khususnya kolera.\"},{\"question\":\"Mengapa Dr. Firdausi tertarik pada sains sejak kecil dan bagaimana pengalamannya saat kuliah memengaruhi pilihannya?\",\"answer\":\"Saat kecil ia ingin menekuni sains dan benar-benar melakukannya. Di masa kuliah, ia menyaksikan betapa mengerikannya Perang Kemerdekaan dan cepatnya penyakit menyebar lewat air, sehingga ia memilih belajar lebih tekun.\"},{\"question\":\"Apa yang dilakukan Dr. Firdausi di icddr,b dalam meneliti kolera?\",\"answer\":\"Ia menyelidiki kolera, penyakit ganas yang hidup di air, dengan mengamati bakteri seperti detektif. Tujuannya bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga menghentikan persebaran.\"},{\"question\":\"Hasil apa yang ia temukan dan penghargaan apa yang ia terima?\",\"answer\":\"Setelah bertahun-tahun mencoba, ia menemukan obat murah yang dapat ditelan untuk mencegah kolera. Ia juga menerima banyak penghargaan penting internasional, termasuk hadiah senilai setengah juta euro dan menjadi perempuan pertama serta warga pertama Bangladesh yang menerimanya.\"}]","Sang Ilmuwan: Dr. Firdausi Qadri | PDF",1783919002,20,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":24,"language":23,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":91,"head_meta":93,"extra_data":95,"updated_unix":28},"sang-ilmuwan-dr-firdausi-qadri","",{"@graph":36,"@context":90},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/sang-ilmuwan-dr-firdausi-qadri/57859/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":23,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-18","2026-07-13",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82,86],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa bidang keahlian Dr. Firdausi Qadri dan apa yang ia kerjakan?","Question",{"text":76,"@type":77},"Dr. Firdausi Qadri adalah ahli imunologi. Ia bekerja melawan bakteri agar tidak menyebar dan berfokus pada pengendalian penyakit, khususnya kolera.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Mengapa Dr. Firdausi tertarik pada sains sejak kecil dan bagaimana pengalamannya saat kuliah memengaruhi pilihannya?",{"text":81,"@type":77},"Saat kecil ia ingin menekuni sains dan benar-benar melakukannya. Di masa kuliah, ia menyaksikan betapa mengerikannya Perang Kemerdekaan dan cepatnya penyakit menyebar lewat air, sehingga ia memilih belajar lebih tekun.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa yang dilakukan Dr. Firdausi di icddr,b dalam meneliti kolera?",{"text":85,"@type":77},"Ia menyelidiki kolera, penyakit ganas yang hidup di air, dengan mengamati bakteri seperti detektif. Tujuannya bukan hanya menyembuhkan, tetapi juga menghentikan persebaran.",{"name":87,"@type":74,"acceptedAnswer":88},"Hasil apa yang ia temukan dan penghargaan apa yang ia terima?",{"text":89,"@type":77},"Setelah bertahun-tahun mencoba, ia menemukan obat murah yang dapat ditelan untuk mencegah kolera. Ia juga menerima banyak penghargaan penting internasional, termasuk hadiah senilai setengah juta euro dan menjadi perempuan pertama serta warga pertama Bangladesh yang menerimanya.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":92,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":94,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":24},{"code":4,"msg":5,"data":97},[98,103,107,111,115,117,121,125,129,133,137],{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":101,"slug":102},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":101,"slug":106},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":101,"slug":110},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":101,"slug":114},51,"Komik","comic",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":101,"slug":116},"healthcare",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":101,"slug":120},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":101,"slug":124},49,"Sastra","literature",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":101,"slug":128},52,"Teknologi","technology",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":101,"slug":132},50,"Ujian","exam",{"id":134,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":135,"show_sort_weight":101,"slug":136},57,"Umum","general",{"id":138,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":139,"show_sort_weight":4,"slug":140},181,"Formulir","formulir"]