[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39948-id":3,"doc-seo-39948-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39948,1099514068035,"Ezra","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c",55,"Agama & Spiritualitas","Samvara dan Nirjara Sadhana Rahasia Penghapusan Karma Buruk","Naskah ini membahas asal-mula garis nasib dan hubungan antara kebahagiaan maupun penderitaan manusia dengan konsep takdir dan karma. Uraian menekankan bahwa banyak pandangan keliru menyatakan hidup sepenuhnya ditentukan Tuhan atau karma masa lalu yang tak dapat diubah. Dokumen mengajak menelusuri pertanyaan inti tentang siapa yang menentukan nasib serta menyoroti ketidakadilan yang terasa dari perbedaan rezeki, kesehatan, keluarga, musibah, dan kondisi fisik, lalu mengarahkan pembaca pada kemungkinan perubahan nasib melalui pemahaman penyebabnya.","|  |  |  |\n| --- | --- | --- |\n|  | SAMVARA DAN NIRJARA |  |\n|  | SADHANA RAHASIA PENGHAPUSAN KARMA BURUK\u003Cbr> |  |\n\nDitulis Oleh :  \nI Nyoman Kurniawan  \nRumah Dharma – Hindu Indonesia  \nSAMVARA DAN NIRJARA  \nSADHANA RAHASIA PENGHAPUSAN KARMA BURUK  \nDitulis oleh : I Nyoman Kurniawan  \nSenin, 07 Juli 2014  \nRumah Dharma-Hindu Indonesia  \nBAGIAN PERTAMA  \nASAL-MULA GARIS NASIB  \n1  \nTIDAK ADA TAKDIR TUHAN  \nSetiap manusia dan setiap mahluk pastilah menginginkan pengalamanbahagia dalam hidupnya. Tidak ada satupun yang menginginkan pengalamansengsara. Adakah manusia yang tidak ingin bahagia ? Kalaupun seandainya ada, sudah pasti sangat sulit ditemukan.  \nTapi dalam kenyataannya tidak semua dari kita bisa menemukan pengalaman bahagia di dalam perjalanan hidup. Tidak terhitung banyaknya orang yang mengalami banyak hambatan, berbagai macam rintangan, kegagalan usaha, kegagalan perkawinan, penderitaan penyakit, dsb-nya. Ketika nasibnya baik maka manusia akan bersenang hati dan bergembira, akan tetapi ketika nasibnya burukmaka manusia akan bersedih, murung dan wajahnya kusut.  \nMengamati alur perjalanan kehidupan manusia di dunia sungguhlah sangat bermacam-macam, ada yang naik, ada juga yang jatuh dan ada juga yang datardatar saja. Seluruh kehidupan ini benar-benar diatur oleh garis nasib. Segalaperolehan dan kehilangan, harta dan kedudukan, kebahagiaan dan kesedihan, pertemuan dan perpisahan, semuanya tidak lepas dari garis nasib. Berbagaimacam pengalaman dalam kehidupan, semuanya dikendalikan oleh garis nasib.  \nTentu saja banyak sekali orang yang mencoba untuk merubah nasibnya, agar dapat menemukan kebahagiaan, karena semua mahluk ingin bahagia, tidakada mahluk yang ingin menderita. Tapi kebanyakan dari mereka tidak mengerti caranya sehingga akhirnya hasilnya sia-sia belaka.  \nGaris nasib pasti bisa dirubah. Tapi untuk tahu caranya, terlebih dahulu diawal kita harus memahami secara benar apa yang menyebabkan timbulnya nasib yang baik dan buruk, serta siapa yang mengatur semua itu.  \nAda beberapa pandangan dimana sesungguhnya pandangan inisesungguhnya adalah salah :  \n1. Kehidupan kita manusia di dunia ini sudah ditentukan oleh takdir Tuhan. Lalu apa gunanya kita terus menerus melakukan kebaikan ? Hidup ini hanya sekali jadi harus dinikmati.  \n2. Kehidupan kita manusia di dunia ini sudah ditentukan oleh karma kehidupan kita sebelumnya. Ini tidak bisa dirubah, Lalu apa gunanya kita terus menerus melakukan kebaikan ?  \nPertanyaan paling mendasar dari semua drama kehidupan adalah, siapakahsebenarnya yang menentukan garis nasib kita ? Apakah benar ini semua sudahditakdirkan Tuhan ? Benarkah Tuhan telah menetapkan nasib manusia ada yang kaya dan miskin, ada yang mulia dan hina, ada yang berlimpah makanan dan ada yang mati kelaparan ?  \nAda sebagian pendapat yang mengatakan bahwa begitu seorang bayidilahirkan, saat itu juga telah ditentukan takdirnya. Bahagia tidaknya perjalanan hidupnya kemudian sepenuhnya tergantung dari pemberian takdir Tuhan. Padahal rentang antara kaya dan miskin itu ternyata sangat besar, rentang antara yang sehat dan sakit ternyata sangat besar, rentang antara yang bertubuh cacat dan sehat ternyata sangat besar. Bahkan kita melihat di beberapa belahan bumi ada orang-orang yang mati kelaparan menderita dengan sangat mengerikan. Jadi bukankah pemberian takdir Tuhan itu sangat tidak adil ?  \nTentu saja bagi orang yang hidupnya melarat akan mempertanyakan,“mengapa orang lain gampang sekali memperoleh rejeki dan mudah mencapaisukses, sedangkan saya selalu banyak halangan dan terlunta-lunta ?”  \nOrang yang perkawinannya hancur akan mempertanyakan, “mengapa orang lain rumah tangganya bisa begitu harmonis, sedangkan saya disia-siakanoleh pasangan ?  \nOrang yang mengalami musibah bencana alam [seperti tsunami, gunung meletus, angin topan, dsb-nya] atau mengalami kecelakaan transportasi akan  \nmempertanyakan,“mengapa orang lain selamat, sedangkan saya mempunyainasib yang begitu buruk ?  \nOrang yang sakit-sakitan akan mempert","cbCaivmC5Vr4NmwD","https://ap.wps.com/l/cbCaivmC5Vr4NmwD","pdf",997239,5,1,117,"Indonesian","id",113,"# Bagian Pertama: Asal-Mula Garis Nasib\n## Tidak Ada Takdir Tuhan","[{\"question\":\"Mengapa manusia sering merasa hidupnya tidak sesuai harapan meski semua ingin bahagia?\",\"answer\":\"Naskah menjelaskan bahwa tidak semua orang mengalami kebahagiaan; sebagian menghadapi rintangan, kegagalan, penderitaan penyakit, dan kesedihan. Perbedaan pengalaman ini dipandang terkait garis nasib yang mengatur perolehan dan kehilangan, kebahagiaan dan kesedihan.\"},{\"question\":\"Apa dua pandangan yang dianggap salah dalam dokumen terkait penentuan nasib?\",\"answer\":\"Dokumen menolak pandangan bahwa kehidupan sepenuhnya ditentukan takdir Tuhan sehingga kebaikan tidak perlu dilakukan, serta menolak pandangan bahwa kehidupan ditentukan karma sebelumnya dan tidak dapat diubah. Penolakan ini mengarahkan pada kebutuhan memahami penyebab nasib baik dan buruk.\"},{\"question\":\"Pertanyaan mendasar apa yang diajukan dokumen tentang garis nasib manusia?\",\"answer\":\"Dokumen menanyakan siapa yang sebenarnya menentukan garis nasib: apakah semuanya ditakdirkan Tuhan, dan apakah Tuhan menetapkan manusia kaya atau miskin, mulia atau hina, serta berakhir berlimpah atau mati kelaparan dengan cara yang adil.\"}]",1783088345,180,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"samvara-and-nirjara-the-secret-sadhana-for-removing-bad-karma","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/samvara-and-nirjara-the-secret-sadhana-for-removing-bad-karma/39948/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-15","2026-07-03",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Mengapa manusia sering merasa hidupnya tidak sesuai harapan meski semua ingin bahagia?","Question",{"text":76,"@type":77},"Naskah menjelaskan bahwa tidak semua orang mengalami kebahagiaan; sebagian menghadapi rintangan, kegagalan, penderitaan penyakit, dan kesedihan. Perbedaan pengalaman ini dipandang terkait garis nasib yang mengatur perolehan dan kehilangan, kebahagiaan dan kesedihan.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Apa dua pandangan yang dianggap salah dalam dokumen terkait penentuan nasib?",{"text":81,"@type":77},"Dokumen menolak pandangan bahwa kehidupan sepenuhnya ditentukan takdir Tuhan sehingga kebaikan tidak perlu dilakukan, serta menolak pandangan bahwa kehidupan ditentukan karma sebelumnya dan tidak dapat diubah. Penolakan ini mengarahkan pada kebutuhan memahami penyebab nasib baik dan buruk.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Pertanyaan mendasar apa yang diajukan dokumen tentang garis nasib manusia?",{"text":85,"@type":77},"Dokumen menanyakan siapa yang sebenarnya menentukan garis nasib: apakah semuanya ditakdirkan Tuhan, dan apakah Tuhan menetapkan manusia kaya atau miskin, mulia atau hina, serta berakhir berlimpah atau mati kelaparan dengan cara yang adil.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]