[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-228948-113":53,"doc-detail-228948-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","ruptl-indonesia-2025-2034-prioritize-fossil-energy-delay-renewables","RUPTL Indonesia 2025-2034 - Dahulukan energi fosil, tunda energi terbarukan","","Laporan RUPTL Indonesia 2025–2034 menilai arah perencanaan jaringan listrik 10 tahun ke depan yang masih kuat pada pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas, sekaligus menurunkan target energi terbarukan pada 2030. Dokumen menyoroti rendahnya investasi terbarukan, peningkatan produksi energi fosil yang tetap signifikan, serta penundaan penerapan energi terbarukan setelah 2030. Rekomendasi menekankan kebutuhan reorientasi perencanaan energi, kerangka penghapusan batu bara yang lebih tegas, dan percepatan penerapan energi terbarukan di luar Jawa-Bali.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/ruptl-indonesia-2025-2034-prioritize-fossil-energy-delay-renewables/228948/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/ruptl-indonesia-2025-2034-prioritize-fossil-energy-delay-renewables/228948.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Oliver","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-09","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa temuan utama terkait arah perencanaan jaringan listrik Indonesia dalam RUPTL 2025-2034?","Question",{"text":109,"@type":110},"RUPTL 2025-2034 memperkuat langkah menuju pembangkit listrik fosil dengan rencana kapasitas batu bara dan gas yang besar, sementara target energi terbarukan pada 2030 diturunkan dibanding RUPTL sebelumnya.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana perbandingan investasi energi terbarukan dan kesenjangannya menurut laporan?",{"text":114,"@type":110},"Investasi energi terbarukan disebut masih sangat rendah pada paruh pertama 2024, jauh di bawah dana yang awalnya diarahkan ke sektor mineral dan batubara, sehingga menciptakan kesenjangan pendanaan untuk transisi yang sejalan dengan iklim.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Mengapa laporan menilai penundaan energi terbarukan hingga setelah 2030 menjadi perhatian?",{"text":118,"@type":110},"Penundaan tersebut bertentangan dengan komitmen awal JETP untuk mencapai puncak emisi sebelum 2030 dan tidak sepenuhnya selaras dengan skenario 1,5 derajat, karena lebih dari dua pertiga proyeksi energi bersih dijadwalkan terjadi setelah 2030.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},228948,1789031373,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},8796095461610,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","RUPTL Indonesia 2025-2034: Dahu lukan Energi Fosil, Tunda Energi Terbarukan  \n11 September 2025  \nPenulis  \nKatherine Hasan, Analis Nadine Zahiruddin, Peneliti  \nContributor  \nAbdul Baits Swastika, Peneliti  \nEditor  \nHannah Ekberg, Communications Specialist  \nPerancang  \nWendi Wu  \nFoto sampul  \nMenarajaringan listrik di Suka bumi, Jawa Barat, Indonesia ole h Ayom Roh mansyah di Unsplash  \nSaya  \nTentang CREA  \nCentre for Research on Energy and Clean Air (CREA) ada lah seb uah organisasi penelitian independen yang berfo kus pada pengungkapan tren, penyebab, dan dampak kesehatan, serta solusi terhadap pol usi udara. CREA menggunakan data ilmia h, penelitian, dan buktiuntuk mendu kung upaya pemerintah, perusahaan, dan organisasi kampanye di seluruh dunia dalam upaya mereka menuju energi bersih dan udara bersih, dengan keyakinan bahwa penelitian dan komunikasi yang efektif ada lah kunci dari suksesnya suatu kebijakan, keputusan investasi, dan upaya advokasi. CREA didirikan di Helsinki dan memiliki staf di beberapa negara di Asia dan Eropa  \nPenafian  \nCREA bersifat independen secara polit ik. Penunj ukan yang digunakan dan penyajian materi pada analis yang terkandung dalam laporan ini t ida k mewakili pernyataan pendapat apapun mengenai status hu kum suatu negara, wilayah, kota atau wilayah atau otoritasnya, atau mengenai batas-batasnya.  \nPandangan dan opin i yang diungkapkan da lam publikasi ini ada lah milik penulis dan tidak mencerminkan kebija kan atau posisi resmi, atau mewakili pandangan atau opi ni CREA, anggotanya dan/atau pemberi dana. CREA tidak bertanggung jawab dan tidak berkewajiban atas kesalahan atau kela laian dalam konten publikasi ini.  \nii  \nRUPTL Indonesia 2025-2034: Dahulukan energi fosil, tundaenergi terbarukan  \nTemuan utama  \n● Meskipun terdapat komitmen nasional yang tinggi, perencanaan jaringan listrik Indonesia untuk 10 tahun kedepan memperkuat langkah besar bangsa menuju pembangkit listrik tenaga fosil dengan kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara dan gas sebesar 16,6 GW yang sedang direncanakan. Rencana terbaru menurunkan target kapasitas energi terbarukan Indonesia pada tahun 2030 dari 20,9 GW yang dicanangkan da lam RUPTL 2021-2030 menjadi 18,6 GW dalam RUPTL 2025-2034, dengan 1,6 GW telah terpasang per April 2025 dan penamba han barusebesar 17,0 GW da lam enam tahun ke depan. Keputusan in i melemahkan ambisi Indonesia karena mengaba ikan hambatan-hambatan utama yang bel um terselesaikan — hambatan finansial dan regulasi yang sama yang menyebabkan ke kurangan signifikan dalam implementasi RUPTL 2021-2030.  \n● Investasi energi terbarukan masih sangat rendah, yak ni sebesar USD 565 juta padaparuh pertama tahun 2024, kurang dari seperempat dari USD 2,4 miliar yang awal nya diarahkan kepada sektor mineral dan batubara – seb uah kesenjangan pendanaan yang mencengangkan untuk transisi yang segaris dengan iklim.  \n● Meskipun RUPTL 2025-2034 memproyeksikan peningkatan prod uksi energi bersihempat ka li lipat pada tahun 2034, dari 44 TWh menjadi 172 TWh, peningkatan pembangkit listrik berbahan ba kar fosil sebesar 40% direncanakan pada periode yang sama, dari 295 TWh menjadi 407 TWh. Target in i jauh di bawah target yang selaras dengan iklim untuk pembangkit listrik on-grid dalam Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan (JETP) Indonesia, yang memproyeksikan peningkatan energi terbarukan le bih dari sembilan kali lipat pada tahun 2034, dan penurunan listrik berbasis fosil sebesar 16% .  \naku aku aku  \n● RUPTL 2025-2034 menunda penerapan energi terbarukan yang signifikan hingga setelah tahun 2030, bertentangan dengan komitmen awal JETP untuk mencapai puncak emisi sebe lum tahun 2030, dan ja lur s kenario 1,5 derajat. Lebih dari dua pertiga proyeksi prod uksi energi bersih dijadwalkan terealisasi setelah tahun 2030.  \n● Terle bih, RUPTL 2025-2034 mencakup le bih banyak proyek panas bumi, hidro, angin, dan bioenergi dari JETP CI PP dibandingkan dengan RUPTL 2021-2030, tetapilebih sedikit untuk tenaga surya","cbCaisWjHsENZku8","https://ap.wps.com/l/cbCaisWjHsENZku8","pdf",2756041,41,"Indonesian","# Temuan utama\n## Fokus perencanaan listrik pada fosil dan penurunan target terbarukan\n## Kesenjangan investasi energi terbarukan\n## Proyeksi produksi listrik: fosil tetap meningkat, target iklim tidak terpenuhi\n## Penundaan proyek terbarukan hingga setelah 2030\n## Perbandingan portofolio proyek dengan JETP\n## Hambatan implementasi dan peran PLN\n## Arah kebijakan: kerangka penghapusan batu bara dan percepatan terbarukan\n## Rencana surya 100 GW Presiden Prabowo dan kebutuhan pembaruan RUPTL","[{\"question\":\"Apa temuan utama terkait arah perencanaan jaringan listrik Indonesia dalam RUPTL 2025-2034?\",\"answer\":\"RUPTL 2025-2034 memperkuat langkah menuju pembangkit listrik fosil dengan rencana kapasitas batu bara dan gas yang besar, sementara target energi terbarukan pada 2030 diturunkan dibanding RUPTL sebelumnya.\"},{\"question\":\"Bagaimana perbandingan investasi energi terbarukan dan kesenjangannya menurut laporan?\",\"answer\":\"Investasi energi terbarukan disebut masih sangat rendah pada paruh pertama 2024, jauh di bawah dana yang awalnya diarahkan ke sektor mineral dan batubara, sehingga menciptakan kesenjangan pendanaan untuk transisi yang sejalan dengan iklim.\"},{\"question\":\"Mengapa laporan menilai penundaan energi terbarukan hingga setelah 2030 menjadi perhatian?\",\"answer\":\"Penundaan tersebut bertentangan dengan komitmen awal JETP untuk mencapai puncak emisi sebelum 2030 dan tidak sepenuhnya selaras dengan skenario 1,5 derajat, karena lebih dari dua pertiga proyeksi energi bersih dijadwalkan terjadi setelah 2030.\"}]","RUPTL Indonesia 2025-2034 - Dahulukan energi fosil, tunda energi terbarukan | PDF",63]