[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39434-id":3,"doc-seo-39434-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},39434,1099513958762,"Logic","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1000023916a998db790?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1784791008015729253",54,"Penelitian & Laporan","Hukum Mengamalkan Hadits Dhaif dalam Fadhail A’mal","Penelitian mengkaji kontroversi penerapan hadits dhaif dalam fadhail a’mal di kalangan masyarakat. Muncul golongan yang mengaku ahli sunnah namun menilai hadits secara sepihak, senang mendhoifkan, membid’ahkan, bahkan mengkafirkan, serta menyatakan hadits dhaif harus ditolak dan hanya hadits shohih/hasan yang boleh diamalkan. Kajian ini memakai pendekatan teoritis dan praktis untuk merumuskan hukum mengamalkan hadits dhaif. Kesimpulannya, hadits dhaif dapat diamalkan bila tingkat kedhaifannya tidak syadid, bukan maudlu, serta tidak diyakini kebenarannya secara pasti.","Hukum Mengamalkan Hadits Dhaif dalam Fadhail A’mal: Studi Teoritis dan  \nPraktis  \nMohammad Maulana Nur Kholis  \nIlmu Qur’an dan Tafsir, Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim  \n[Maulanaazhari84@gmail.com](Maulanaazhari84@gmail.com)  \nAbstract  \nIn the present era a new class emerges claiming to be a Sunnah expert but does not understand the Sunnah, only learn from the book, not sitting in front of the teachers, does not have sanad scholarship that muttasil to the Prophet, his hobby is judging that the hadith is weak, likes to renew the practice, even disbelieve fellow, punish sohih and dhoifa hadith according to its own lust. This group assumes that dhoif hadith should be rejected and should not be practiced; shohihand hasan hadiths are allowed to be practiced. This assumption is very contrary to the views of muhadisin and fuqoha ' . Therefore, this study is examined to find detailed and accurate information related to the law of practicing hadith daifin fadhoil a'mal, even in Islamic law with theoretical and practical approach. From this study, the authors conclude with conviction that the hadith can be practiced with the condition of the unadulterated hadith (very weak), let alone maudlu (false), the hadith dhaif is included in one of Islamic principles and when practicing the hadith does not believe the truth. This is the agreement of muhadisin and fuqoha '. Thus, the assumption of people who say that the hadith dhoif should not be practiced is a false assumption.  \nKeywords: practicing, hadith dhaif, fadhoil a’mal.  \nAbstrak  \nDi era sekarang muncul golongan baru yang mengaku ahli sunnah tetapi tidak paham sunnah, hanya belajar dari buku, tidak duduk dihadapan para guru, tidak memiliki sanad keilmuan yang muttasil kepada Rasulullah, hobinya mendhoifkan hadist, suka membid’ahkan amalan, bahkan mengkafirkan sesama, suka menghukumi sohih dan dhoif suatu hadist sesuai dengan hawanafsunya sendiri. Golongan ini beranggapan bahwa hadist dhoif harus ditolak dan tidak boleh diamalkan, hadist shohih dan hasan saja yang boleh diamalkan. Tentunya anggapan ini sangat bertentangan dengan pandangan para muhadisin dan fuqoha ’ Maka dari itu, penelitian ini dikajiuntuk mencari informasi yang detail dan akurat berkaitan dengan hukum mengamalkan hadistdhaif dalam fadhoil a’mal, bahkan dalam syariat islam dengan pendekatan teoritis dan praktis. Dari penelitian ini, penulis mengambil kesimpulan dengan yakin bahwa hadist dhaif dapat diamalkan dengan syarat tingkat kedhaifan hadist tidak syadid (sangat lemah) apalagi maudlu (palsu), hadist dhaif tersebut masuk dalam salah satu kaidah islam dan ketika mengamalkan hadist tersebut tidak meyakini kebenarannya. Ini adalah kesepakatan para muhadisin dan fuqoha’. Sehingga anggapan orang yang mengatakan bahwa hadist dhoif tidak boleh diamalkan adalahanggapan yang salah.  \nKeywords: mengamalkan, hadist dhaif, fadhoil a’mal.  \n1. PENDAHULUAN  \nMasyarakat muslim dewasa ini banyak terkendala dengan keterbatasan mereka dalam memahami posisi hukum dalam mengamalkan sesuatu perbuatan. Tulisan ini hendak memudahkan dalam menakar kekuatan hukum yang mendasari sebuah perbuatan, khususnya pada hadits dhoif.  \nHadist Nabi memiliki kedudukan dan peran yang sangat penting dalam syariat islam. Maka sejak munculnya hadist di masa sahabat, eksistensi hadist mendapat banyak kritikan, ejekan, dan isu-isu yang terus berdatangan dari masa ke masa sampaisekarang. Di awal munculnya hadist di masa sahabat misalnya, orang-orang mulaimeragukan hadist nabi. Diceritakan sekelompok orang mengkritik Abdullah bin Amr bin Ash ra. yang telah menulis semua ucapan Rasulullah seraya berkata: ‚Rasulullah itu manusia biasa yang terkadang berbicara dalam kondisi marah dan ridlo‛!. Abdullah bin Amr bin Ash ra. mengadu kepada Rasulullah tentang hal tersebut, akhirnya Beliaubersabda: ‚Tulislah dari Saya! Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya tidak ada yang keluar dari mulutku kecuali kebenaran‛1.  \nDi masa Imam S","cbCailBjHSR5Wh3t","https://ap.wps.com/l/cbCailBjHSR5Wh3t","pdf",762137,3,1,15,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Latar belakang perdebatan hadits dan sunnah\n## Isu kontemporer: mengingkari hadits dhaif\n## Tujuan penelitian dan ruang lingkup hukum","[{\"question\":\"Mengapa muncul pandangan yang menolak mengamalkan hadits dhaif dalam fadhail a’mal?\",\"answer\":\"Pandangan tersebut lahir dari kelompok yang mengaku ahli sunnah namun tidak memahami sunnah secara mendalam, hanya belajar dari buku, serta cenderung mendhoifkan hadits dan menilai amalan secara sepihak.\"},{\"question\":\"Apa dasar utama penelitian untuk membahas hukum mengamalkan hadits dhaif?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan memperoleh informasi detail dan akurat tentang hukum mengamalkan hadits dhaif dalam fadhail a’mal, dengan pendekatan teoritis dan praktis dalam kerangka syariat Islam.\"},{\"question\":\"Kapan hadits dhaif boleh diamalkan menurut kesimpulan penelitian?\",\"answer\":\"Hadits dhaif dapat diamalkan dengan syarat tingkat kedhaifannya tidak syadid (sangat lemah), bukan maudlu (palsu), dan saat mengamalkan tidak meyakini kebenarannya secara pasti.\"}]",1783082749,23,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":28},"ruling-on-practicing-weak-hadith-in-fadhail-amal","",{"@graph":36,"@context":85},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,50],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",{"item":51,"name":13,"@type":43,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/ruling-on-practicing-weak-hadith-in-fadhail-amal/39434/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-23","2026-07-03",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Mengapa muncul pandangan yang menolak mengamalkan hadits dhaif dalam fadhail a’mal?","Question",{"text":75,"@type":76},"Pandangan tersebut lahir dari kelompok yang mengaku ahli sunnah namun tidak memahami sunnah secara mendalam, hanya belajar dari buku, serta cenderung mendhoifkan hadits dan menilai amalan secara sepihak.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apa dasar utama penelitian untuk membahas hukum mengamalkan hadits dhaif?",{"text":80,"@type":76},"Penelitian bertujuan memperoleh informasi detail dan akurat tentang hukum mengamalkan hadits dhaif dalam fadhail a’mal, dengan pendekatan teoritis dan praktis dalam kerangka syariat Islam.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Kapan hadits dhaif boleh diamalkan menurut kesimpulan penelitian?",{"text":84,"@type":76},"Hadits dhaif dapat diamalkan dengan syarat tingkat kedhaifannya tidak syadid (sangat lemah), bukan maudlu (palsu), dan saat mengamalkan tidak meyakini kebenarannya secara pasti.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":115},"research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]