[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-41292-id":3,"doc-seo-41292-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},41292,4398048950312,"Violet","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002538284de19e3c?_k=1778320343897328908",55,"Agama & Spiritualitas","Hukum Puasa 6 Hari di Bulan Syawal","Uraian fikih tentang hukum puasa enam hari di bulan Syawal, landasan dalil dari hadis dan penjelasan para ulama. Puasa Syawal dinyatakan sebagai sunnah yang berpahala setara puasa setahun bila menyertai Ramadhan. Dijelaskan tata pelaksanaan: boleh tidak berurutan dan dapat dikerjakan setelah Id selama Syawal, serta tidak boleh dikerjakan sebelum menyempurnakan qada Ramadhan jika masih tertinggal. Pembahasan juga menyinggung pertimbangan hukum bagi orang yang memiliki kewajiban qada.","Hukum Puasa 6 Hari di Bulan Syawal  \n􀀕 􀀌􀀍􀀎􀀏 􀀐􀀑 􀀅􀀆􀀒􀀓 􀀔􀀃􀀄 􀀅􀀆􀀇􀀈 􀀉􀀊􀀋 􀀂  \n[ Indonesia – Indonesian – 􀀖􀀇􀀗􀀘􀀙􀀗􀀚 ]  \n􀀡􀀢􀀎􀀣􀀍 􀀤􀀇􀀥 􀀐􀀦 􀀧􀀑􀀓 􀀨􀀇􀀩􀀪􀀣 􀀔􀀫􀀪􀀛􀀬􀀍 􀀭􀀓􀀮􀀫􀀪􀀣 􀀔􀀯􀀑􀀆􀀰􀀍 􀀱􀀘􀀆􀀃􀀲 : 􀀞􀀆􀀃􀀟 􀀐􀀑 􀀔􀀛􀀜􀀃􀀝􀀑  \n(Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita  \nMuslimah, Amin bin Yahya Al-Wazan)  \n[Terjemah : Tim www.salafy.or.id](Terjemah : Tim www.salafy.or.id)  \n[Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad](Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad)  \n2009-1430  \n􀀕 􀀌􀀍􀀎􀀏 􀀐􀀑 􀀅􀀆􀀒􀀓 􀀔􀀃􀀄 􀀅􀀆􀀇􀀈 􀀉􀀊􀀋 􀀂  \n􀀶 􀀔􀀇􀀛􀀇􀀗􀀘􀀙􀀗􀀴􀀍 􀀔􀀵􀀪􀀣􀀆􀀦 􀀳  \n􀀡􀀢􀀎􀀣 􀀍 􀀤􀀇􀀥 􀀐􀀦 􀀧􀀑􀀓 􀀨􀀇􀀩􀀪􀀣 􀀔􀀫􀀪􀀛􀀬􀀍 􀀭􀀓􀀮􀀫􀀪􀀣 􀀔􀀯􀀑􀀆􀀰􀀍 􀀱􀀘􀀆􀀃􀀲 : 􀀞􀀆􀀃􀀟 􀀐􀀑 􀀔􀀛􀀜􀀃􀀝􀀑  \n( [www.salafy.or.id](www.salafy.or.id) 􀀾 􀀺􀀻􀀪􀀛􀀣􀀍 􀀼􀀽􀀎􀀑 􀀹􀀒􀀮􀀲 :􀀔􀀷􀀮􀀸  \n􀁂􀀆􀀒􀀢 􀀎􀀦􀀓 􀀎􀀃􀀗􀀆􀀒􀁀􀀆􀁁 􀀎􀀊􀀒􀀚 :􀀔􀀯􀀿􀀍􀀮􀀑  \n2009 – 1430  \nHukum Puasa 6 Hari Dibulan Syawal  \nDalil tentang Puasa Syawal  \n􀀂􀀟 􀀅􀀡􀀉 􀀋􀀢􀀣􀀝􀀔􀀊 􀀓􀀅􀀞􀀟􀀒 􀀠􀀅􀀐 􀀂􀀟 \" : 􀀄􀀅􀀆 􀀇􀀈􀀉􀀊 􀀋􀀌􀀈􀀃 􀀍􀀎 􀀏􀀈􀀐 􀀍􀀎 􀀄􀀑􀀉􀀒 􀀓􀀔 􀀋􀀕􀀃 􀀍􀀎 􀀖􀀗􀀒 􀀘􀀑􀀙􀀔 􀀖􀀚􀀔 􀀂􀀃.(􀀋􀀬􀀅􀀟 􀀂􀀚􀀎􀀊 􀀖􀀭􀀅􀀮􀀕􀀧􀀎􀀊 􀀯􀀰􀀟􀀱􀀧􀀎􀀊 􀀲􀀊􀀎􀀲 􀀑􀀚􀀔􀀊 􀀇􀀈􀀮􀀟 􀀳􀀎􀀊􀀒) \" 􀀤􀀥􀀦􀀧􀀎 􀀠􀀅􀀌􀀨􀀩 􀀓􀀅􀀩 􀀄􀀎􀀑􀀪  \nDari Abu Ayyub radhiyallahu anhu:  \n\"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Siapa yang berpuasa Ramadhan dan melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulahpuasa seumur hidup'.\" [Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433, AtTirmidzi 1164]  \nHukum Puasa Syawal  \nHukumnya adalah sunnah: \"Ini adalah hadits shahih yang menunjukkan bahwa berpuasa 6 hari pada Syawal adalah sunnah. Asy-Syafi'i, Ahmad dan banyak ulama terkemuka mengikutinya. Tidaklah benar untuk menolak hadits ini dengan alasan-alasan yang dikemukakan beberapa ulama dalam memakruhkan puasa ini, seperti; khawatir orang yang tidak tahu menganggap ini bagian dari Ramadhan, atau khawatir manusia akan menganggap ini wajib, atau karena dia tidak mendengar bahwa ulama salaf biasa berpuasa dalam Syawal, karenasemua ini adalah perkiraan-perkiraan, yang tidak bisa digunakan untuk menolak Sunnah yang shahih. Jika sesuatu telah diketahui, maka menjadi buktibagi yang tidak mengetahui. \"  \n[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah lil Buhuuts wal Ifta', 10/389]  \nHal-hal yang berkaitan dengannya adalah:  \n1. Tidak harus dilaksanakan berurutan.  \n\"Hari-hari ini (berpuasa syawal-) tidak harus dilakukan langsung setelah ramadhan. Boleh melakukannya satu hari atau lebih setelah 'Id, dan mereka boleh menjalankannya secara berurutan atau terpisah selama bulan Syawal, apapun yang lebih mudah bagi seseorang. ... dan ini (hukumnya-) tidaklah wajib, melainkan sunnah. \"  \n[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah lil Buhuuts wal Ifta', 10/391]  \nImam An-Nawawi rahimahullah berkata:  \n\"Shahabat-shahabat kami berkata: adalah mustahab untuk berpuasa 6 hari Syawal. Dari hadits ini mereka berkata: Sunnah mustahabah melakukannya secara berurutan pada awal-awal Syawal, tapi jika seseorang memisahkannyaatau menunda pelaksanaannya hingga akhir Syawal, ini juga diperbolehkan,  \nkarena dia masih berada pada makna umum dari hadits tersebut. Kami tidak berbeda pendapat mengenai masalah ini dan inilah juga pendapat Ahmad dan Abu Dawud. \" [Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab]  \nBagaimanapun juga bersegera adalah lebih baik: Berkata Musa: 'Itulah merekatelah menyusul aku. Dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Rabbi, supaya Engkauridho kepadaku. [QS Thoha: 84]  \n2. Tidak boleh dilakukanjika masih tertinggal dalam Ramadhan  \n\"Jika seseorang tertinggal beberapa hari dalam Ramadhan, dia harus berpuasa terlebih dahulu, lalu baru boleh melanjutkannya dengan 6 hari puasa Syawal, karena dia tidak bisa melanjutkan puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal, kecuali dia telah menyempurnakan Ramadhan-nya terlebih dahulu. \"  \n[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa'imah lil Buhuuts wal Ifta', 10/392]  \nTanya : Bagaimana kedudukan orang yang berpuasa enam hari di bulansyawal padahal punya qadla(mengganti) Ramadhan ?  \nJawab : Dasar puasa enam hari syawal adalah hadits berikut  \n\"Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu mengikutinya dengan enam hari Syawal maka ia laksana mengerjakan puasa satu tahun. \"  \nJika seseorang punya kewajiban qadla puasa lalu berpuasa enam hari padahal ia punya kewajiban qadla enam hari maka puasa syawalnya tak berpahala ke","cbCail37hcKaK56Z","https://ap.wps.com/l/cbCail37hcKaK56Z","pdf",201112,4,1,6,"Indonesian","id",113,"# Dalil tentang Puasa Syawal\n## Hukum Puasa Syawal (Sunnah)\n## Hal-hal yang berkaitan dengannya\n# Puasa Syawal jika ada kewajiban qada\n## Hukum orang yang punya qadla Ramadhan\n## Hukum mengqadha puasa enam hari Syawal","[{\"question\":\"Apa dalil tentang puasa 6 hari di bulan Syawal setelah Ramadhan?\",\"answer\":\"Dari hadis Abu Ayyub, Rasulullah bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan lalu melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal memperoleh pahala seperti puasa seumur hidup.\"},{\"question\":\"Apakah puasa 6 hari Syawal wajib dan harus dilakukan berurutan?\",\"answer\":\"Hukumnya sunnah, bukan wajib. Pelaksanaannya tidak harus berurutan; boleh dipisah atau dijalankan beberapa hari selama bulan Syawal sesuai kemudahan.\"},{\"question\":\"Bagaimana jika seseorang masih punya qada puasa Ramadhan, bolehkah langsung puasa Syawal 6 hari?\",\"answer\":\"Tidak, seseorang harus berpuasa qada Ramadhan terlebih dahulu. Puasa Syawal 6 hari baru dapat dilakukan setelah Ramadhan disempurnakan, karena puasa Syawal tidak berpahala sebagai Syawal jika masih ada kewajiban qada Ramadhan.\"},{\"question\":\"Jika seseorang tidak dapat berpuasa Syawal karena nifas, apakah puasa 6 hari Syawal harus diqadha?\",\"answer\":\"Puasa 6 hari Syawal adalah sunnah dan dianjurkan berdasarkan dalil. Penjelasan menyebutkan bahwa tidak disyariatkan untuk mengqadha Syawal setelah habis masa yang relevan, serta bersegera lebih utama selama memungkinkan.\"}]",1783321789,9,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":90,"head_meta":92,"extra_data":94,"updated_unix":28},"ruling-on-fasting-6-days-in-the-month-of-shawwal","",{"@graph":36,"@context":89},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/ruling-on-fasting-6-days-in-the-month-of-shawwal/41292/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-15","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81,85],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa dalil tentang puasa 6 hari di bulan Syawal setelah Ramadhan?","Question",{"text":75,"@type":76},"Dari hadis Abu Ayyub, Rasulullah bersabda bahwa siapa yang berpuasa Ramadhan lalu melanjutkannya dengan 6 hari pada Syawal memperoleh pahala seperti puasa seumur hidup.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Apakah puasa 6 hari Syawal wajib dan harus dilakukan berurutan?",{"text":80,"@type":76},"Hukumnya sunnah, bukan wajib. Pelaksanaannya tidak harus berurutan; boleh dipisah atau dijalankan beberapa hari selama bulan Syawal sesuai kemudahan.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Bagaimana jika seseorang masih punya qada puasa Ramadhan, bolehkah langsung puasa Syawal 6 hari?",{"text":84,"@type":76},"Tidak, seseorang harus berpuasa qada Ramadhan terlebih dahulu. Puasa Syawal 6 hari baru dapat dilakukan setelah Ramadhan disempurnakan, karena puasa Syawal tidak berpahala sebagai Syawal jika masih ada kewajiban qada Ramadhan.",{"name":86,"@type":73,"acceptedAnswer":87},"Jika seseorang tidak dapat berpuasa Syawal karena nifas, apakah puasa 6 hari Syawal harus diqadha?",{"text":88,"@type":76},"Puasa 6 hari Syawal adalah sunnah dan dianjurkan berdasarkan dalil. Penjelasan menyebutkan bahwa tidak disyariatkan untuk mengqadha Syawal setelah habis masa yang relevan, serta bersegera lebih utama selama memungkinkan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":91,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":93,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":96},[97,100,104,108,112,116,120,124,128,132],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":99},60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":118,"show_sort_weight":98,"slug":119},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":98,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":98,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":98,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":134,"show_sort_weight":98,"slug":135},57,"Umum","general"]