[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-447835-113":53,"doc-detail-447835-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","routine-disasters-behind-narrow-alleys-fires-rife-in-settlements","Bencana Rutin di Balik Gang Sempit - Kebakaran Marak di Permukiman","","Dokumen ini menyajikan analisis komparatif antara sistem kapitalisme dan sistem Islam dalam mengelola tata kota, status lahan, dan peran negara. Analisis ini menyoroti bagaimana sistem kapitalisme cenderung memandang lahan sebagai komoditas spekulatif yang memicu pembangunan tidak terencana, sementara sistem Islam menekankan peran negara sebagai pengurus yang menjamin kebutuhan dasar dan mencegah bahaya sejak dini. Melalui pendekatan filosofis dan praktis, dokumen ini berargumen bahwa penataan kota harus berorientasi pada kemaslahatan umat untuk mencegah penumpukan kekayaan dan memastikan keselamatan warga, termasuk dalam menghadapi risiko kebakaran di permukiman padat. Narasi ini diperkuat dengan landasan nilai religius yang menekankan distribusi harta dan tanggung jawab pemimpin dalam melindungi rakyat sebelum bencana terjadi. Secara keseluruhan, dokumen ini memberikan kritik terhadap pendekatan reaktif dalam tata kelola kota dan menawarkan visi alternatif yang lebih preventif dan berkeadilan sosial bagi masyarakat perkotaan.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/routine-disasters-behind-narrow-alleys-fires-rife-in-settlements/447835/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/routine-disasters-behind-narrow-alleys-fires-rife-in-settlements/447835.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"\tCallum ","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.presentationml.presentation","2026-10-05","2026-09-29",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":71},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa perbedaan utama dalam memandang status lahan antara sistem kapitalisme dan sistem Islam?","Question",{"text":109,"@type":110},"Dalam sistem kapitalisme, lahan dipandang sebagai komoditas komersial spekulatif dengan harga pasar, sedangkan dalam sistem Islam, lahan adalah kebutuhan dasar yang ketersediaannya dijamin langsung oleh negara.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana peran negara dalam menghadapi bencana menurut perspektif yang disajikan?",{"text":114,"@type":110},"Dalam sistem kapitalisme, negara cenderung bersifat reaktif atau hanya hadir pasca-bencana. Sebaliknya, dalam sistem Islam, negara berperan sebagai pengurus (raa'in) yang wajib melakukan tindakan preventif untuk mencegah kemudaratan sejak awal.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Mengapa penumpukan kekayaan menjadi perhatian dalam tata kota?",{"text":118,"@type":110},"Penumpukan kekayaan di tangan segelintir orang menyebabkan pembangunan yang tidak merata dan konsentrasi modal yang mengabaikan keselamatan umat, sehingga perlu didistribusikan agar harta tidak hanya beredar di antara orang kaya saja.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},447835,1791161014,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":60,"file_id":131,"file_url":132,"file_type":133,"file_size":134,"view_count":71,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":135,"language":136,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":61,"update_tm":140,"read_time":141},137451211410,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2000bb0a9246f588df?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1786362646172706240","cbCaihbpF69p1oYO","https://ap.wps.com/l/cbCaihbpF69p1oYO","pptx",26633639,15,"Indonesian","# Perbandingan Sistem Kehidupan\n## Analisis Status Lahan dan Peran Negara\n## Paradigma Tata Kota dan Pencegahan Bencana\n# Visi Sistem Islam dalam Pengelolaan Kota\n## Prinsip Distribusi Kekayaan\n## Peran Negara dalam Mitigasi Bencana","[{\"question\":\"Apa perbedaan utama dalam memandang status lahan antara sistem kapitalisme dan sistem Islam?\",\"answer\":\"Dalam sistem kapitalisme, lahan dipandang sebagai komoditas komersial spekulatif dengan harga pasar, sedangkan dalam sistem Islam, lahan adalah kebutuhan dasar yang ketersediaannya dijamin langsung oleh negara.\"},{\"question\":\"Bagaimana peran negara dalam menghadapi bencana menurut perspektif yang disajikan?\",\"answer\":\"Dalam sistem kapitalisme, negara cenderung bersifat reaktif atau hanya hadir pasca-bencana. Sebaliknya, dalam sistem Islam, negara berperan sebagai pengurus (raa'in) yang wajib melakukan tindakan preventif untuk mencegah kemudaratan sejak awal.\"},{\"question\":\"Mengapa penumpukan kekayaan menjadi perhatian dalam tata kota?\",\"answer\":\"Penumpukan kekayaan di tangan segelintir orang menyebabkan pembangunan yang tidak merata dan konsentrasi modal yang mengabaikan keselamatan umat, sehingga perlu didistribusikan agar harta tidak hanya beredar di antara orang kaya saja.\"}]","Bencana Rutin di Balik Gang Sempit - Kebakaran Marak di Permukiman | PPTX",1790723440,23]