[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-46059-id":3,"doc-seo-46059-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":95},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},46059,1099514067438,"River Wang","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002539ee87300030?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1780474512215547542",54,"Penelitian & Laporan","Peran Self Control Terhadap Perilaku Agresi Orang Tua kepada Anak","Penelitian ini mengkaji peran self control terhadap perilaku agresi orang tua kepada anak. Anak yang sering dipaksa mengikuti keinginan orang tua berisiko memunculkan agresi, baik fisik maupun verbal, sehingga diperlukan self control untuk meminimalkan perilaku tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi warga Kota Makassar yang telah menikah dan memiliki anak. Sampel ditetapkan melalui tabel Krejcie dan Morgan, menghasilkan 384 responden. Pengumpulan data memakai kuesioner skala Likert dan pengujian hipotesis menggunakan regresi sederhana. Hasil menunjukkan signifikansi 0,000 \u003C 0,05 dengan koefisien regresi -0,435 dan R Square 0,049 (4,9%), yang berarti self control berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku agresi orang tua; peningkatan self control menurunkan agresi, dan sebaliknya.","PERAN SELF CONTROL TERHADAP PERILAKU AGRESI  \nORANG TUA KEPADA ANAK  \nAswar 1 , Faizal Ramadan Syah Pusadan ²  \nFakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur  \nE-mail: Aswar.phobia@gmail.com dan faizal.pusadan@gmail.com  \nAbstrak  \nAnak seringkali dipaksa mengikuti keinginan orang tuanya, tak jarang berujung pada perilaku agresi, sehingga dibutuhkan self control untuk meminimalisir perilaku agresi. Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif, Populasi penelitian yaitu seluruh warga kota Makassar yang telah menikah dan memiliki anak. Penentuan sampel dengantabel krejcie dan Morgan jumlah sampel sebanyak 384 responden. Metode pengumpulan data melalui kuesioner dengan skala model Likert, serta uji hipotesis dengan analisis regresi sederhana. Diperoleh hasil nilai signifikansi 0,000\u003C0,05 . Dengan nilai koefisien regresisebesar – 0,435 dan nilai R Squaresebesar 0,049 atau sama dengan 4,9 % . Sehingga hasil penelitian ini menyatakan bahwaterdapatpengaruh negatif signifikan self control terhadapperilaku agresi orang tua kepada anak di Kota Makassar. Artinya jikaself control meningkat, maka perilaku agresi orang tua kepadaanak akan menurun, begitu juga sebaliknya.  \nKata Kunci: Self Control, Agresi, Orang tua  \nTHE ROLE OF SELF CONTROL AGAINST AGGRESSIVE  \nBEHAVIOR OF PARENTS TO CHILDREN  \nChildren are often forced to follow the wishes of their parents, which often leads to aggressive behavior, so that self-control is needed to minimize aggression. This research uses a quantitative approach. The population of this research is all citizens of Makassar who are married and have children. Determination of the sample with the krejcie and Morgan tables, the total sample was 384 respondents. Methods of data collection through a questionnaire with a Likert scale model, and hypothesis testing with simple regression analysis. The results obtained were a significance value of 0.000 \u003C0.05 . With a regression coefficient value of- 0.435 and an r square value of 0.049 or equal to 4.9% . So that the results of this study state that there is a significant negative effect of self control on the aggression behavior of parents towards children in Makassar City. This means that if self-control increases, the aggression behavior of parents towards children will decrease, and vice versa.  \nKeywords: Self Control, Aggression, Parents  \nPendahuluan  \nSetiap struktur yang terdapat pada keluarga memiliki fungsi, tugas dan tanggung jawab masing-masing. Orang tua bertanggung jawab terhadap seluruh anggota keluarga, dalam pembagian tugasnya ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang berbeda-beda. Namun bekerjasama dalam membentuk anak berkarakter dan memiliki nilai-nilai. Menurut Hurlock  \n(Wulaningsih, 2015) orang tua memiliki peran yang signifikan untuk membentuk nilai padaanak, agar sesuai dengan norma dan nilai-nilai pada masyarakat.  \nKeberhasilan anak merupakan cerminan keberhasilan orang tua. Ironisnya beberapa orang tua memiliki rasa kepemilikan dan keinginan yang besar untuk mewujudkankeinginannya. Seringkali anak dipaksa untuk mengikuti keinginan orang tuanya, yang tidak jarang berujung pada aksi agresi/kekerasan pada anak baik fisik maupun verbal. Seperti yang diungkapkan oleh Schneiders (Aryati, 2017) bahwa perilaku agresi pada orang tua sering kaliterjadi, karena adanya keinginan untuk berperilaku Otoriter, Superior, Egosentris, keinginanuntuk mendominasi. Hal inilah yang sering kali terjadi sehingga kadang orang tua mengabaikantanpa melihat kebutuhan dan keinginan anaknya.  \nBerdasarkan data dari dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar pada tahun 2018 terdapat 758 kasus kekerasan pada anak, dan pada periode bulan Januari–Mei tahun 2019 terdapat 75 kasus kekerasan pada anak, Data ini merupakan data yang diperoleh dari hasil laporan masyarakat, namun ditengah masyarakat masih banyak kasus yang terjadi, namun tidak terlaporkanBentuk kekerasan yang terjadi adalah pelecehan seksual, kekerasan fisik, dan non fisik dalam istilah p","cbCaipRstHsq7OJx","https://ap.wps.com/l/cbCaipRstHsq7OJx","pdf",140325,4,1,11,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Latar belakang keluarga dan peran orang tua\n## Data kekerasan pada anak\n## Definisi dan bentuk agresi\n## Teori agresi dan hubungan dengan self control","[{\"question\":\"Apa tujuan utama penelitian tentang self control dan agresi orang tua kepada anak?\",\"answer\":\"Menilai bagaimana self control berperan dalam meminimalkan perilaku agresi orang tua kepada anak, termasuk agresi fisik maupun verbal.\"},{\"question\":\"Bagaimana desain penelitian dan jumlah sampelnya?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah warga Kota Makassar yang sudah menikah dan memiliki anak, dengan sampel 384 responden berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan.\"},{\"question\":\"Apa hasil uji hipotesis mengenai pengaruh self control terhadap perilaku agresi orang tua?\",\"answer\":\"Nilai signifikansi 0,000 \\u003c 0,05 menunjukkan pengaruh negatif signifikan. Koefisien regresi sebesar -0,435 dan R Square sebesar 0,049 (4,9%).\"},{\"question\":\"Bagaimana interpretasi hasil koefisien regresi yang bernilai negatif?\",\"answer\":\"Ketika self control meningkat, perilaku agresi orang tua kepada anak menurun; demikian pula sebaliknya.\"}]",1783470170,17,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":90,"head_meta":92,"extra_data":94,"updated_unix":28},"role-of-self-control-against-parents-aggressive-behavior-toward-children","",{"@graph":36,"@context":89},[37,53,68],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/role-of-self-control-against-parents-aggressive-behavior-toward-children/46059/",{"url":52,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":41,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-08",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81,85],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa tujuan utama penelitian tentang self control dan agresi orang tua kepada anak?","Question",{"text":75,"@type":76},"Menilai bagaimana self control berperan dalam meminimalkan perilaku agresi orang tua kepada anak, termasuk agresi fisik maupun verbal.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana desain penelitian dan jumlah sampelnya?",{"text":80,"@type":76},"Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi adalah warga Kota Makassar yang sudah menikah dan memiliki anak, dengan sampel 384 responden berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa hasil uji hipotesis mengenai pengaruh self control terhadap perilaku agresi orang tua?",{"text":84,"@type":76},"Nilai signifikansi 0,000 \u003C 0,05 menunjukkan pengaruh negatif signifikan. Koefisien regresi sebesar -0,435 dan R Square sebesar 0,049 (4,9%).",{"name":86,"@type":73,"acceptedAnswer":87},"Bagaimana interpretasi hasil koefisien regresi yang bernilai negatif?",{"text":88,"@type":76},"Ketika self control meningkat, perilaku agresi orang tua kepada anak menurun; demikian pula sebaliknya.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":91,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":93,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":96},[97,102,106,110,114,118,120,124,128,132],{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":100,"slug":101},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":104,"show_sort_weight":100,"slug":105},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":108,"show_sort_weight":100,"slug":109},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":112,"show_sort_weight":100,"slug":113},51,"Komik","comic",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":116,"show_sort_weight":100,"slug":117},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":100,"slug":119},"research-report",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":122,"show_sort_weight":100,"slug":123},49,"Sastra","literature",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":126,"show_sort_weight":100,"slug":127},52,"Teknologi","technology",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":100,"slug":131},50,"Ujian","exam",{"id":133,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":134,"show_sort_weight":100,"slug":135},57,"Umum","general"]