[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-46041-id":3,"doc-seo-46041-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},46041,1099514067415,"Rowan","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002539d78ffe74a7?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779092875211072502",54,"Penelitian & Laporan","Peranan Kiai dan Pesantren Cipari Garut Menghadapi DI/TII (1948-1962)","Tulisan ini mengungkap peranan Pesantren Cipari di Garut, Jawa Barat, dalam pergolakan sosial periode 1948–1962. Sejak awal perkembangannya, pesantren berhubungan erat dengan perjuangan kebangsaan. K.H. Yusuf Tauziri dan beberapa kiai memimpin gerakan Sarekat Islam di Garut pada 1920–1930-an. Ketika gerakan DI/TII muncul pada 1948, ujian kesetiaan terhadap Republik memicu ketegangan; pihak pesantren secara tegas mendukung pemerintah. Naskah bersumber dari kesaksian lisan dan sumber tertulis lain, untuk memahami perjuangan kebangsaan pascakemerdekaan.","PERANAN KIAI DAN PESANTREN CIPARI GARUT MENGHADAPI DI/TII (1948-1962)  \nOleh Iim Imadudin  \nBalai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Bandung Jln. Cinambo No. 136 Ujungberung Bandung  \nEmail: [iim.imadudin@yahoo.com](iim.imadudin@yahoo.com)  \nNaskah diterima: 22 Desember 2009 Naskah disetujui: 12 Februari 2010  \nAbstrak  \nTulisan ini bertujuan mengungkap peranan salah satu pesantren bersejarah di Garut Jawa Barat, yaitu Pesantren Cipari. Pesantren ini sejak awal perkembangannyamemang lekat dengan perjuangan kebangsaan. K.H. Yusuf Tauziri dan beberapa kiailainnya memimpin gerakan Sarekat Islam di Garut tahun 1920 hingga 1930-an. Ujian kesetiaan terhadap Republik terjadi ketika gerakan DI/TII di tahun 1948 melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Pihak pesantren dengan tegas mendukung pemerintah, sebagaimana terepresentasikan dalam sikap pemimpinnya, K.H. Yusuf Tauziri. Maka, konflik antara pihak pesantren dan pasukan DI/TII tidak terhindarkan. Tulisan inisebagian besar berasal dari kesaksian lisan tokoh-tokoh Pesantren Cipari dan sumbertertulis lainnya. Memahami kiprah Pesantren Cipari berarti pula memahami perjuangan kebangsaan secara keseluruhan, khususnya pada masa konflik sosial setelah kemerdekaan.  \nKata kunci: pesantren, Cipari, DI/TII.  \nAbstract  \nThis article aims to reveal the role of one of the historicalpesantren in Garut West Java, that is Pesantren Cipari. This Pesantren since beginning of its the development is closely related to the struggle of nationalism. K.H. Yusuf Tauziri and some other kiai leads movement Sarekat Islam in Garut in 1920 until 1930s. Examination of fidelity to the Republic occurred when movement DI/TII in 1948 to fight against the government. Pesantren Cipari firmly supports the government, as in the attitude of the leaders, K.H. Yusuf Tauziri. Thus, the conflict between Pesantren Cipariand forces DI/TII inevitable. This paper is largely derived from oral testimony of Pesantren Cipari leaders and other written sources. Understanding the role of Pesantren Cipari also means understanding the nationalist struggle as a whole, especially during social conflicts after independence.  \nKeywords: pesantren, Cipari, DI/TII.  \nA. PENDAHULUAN  \nDalam sejarah perjuangan nasional, pesantren memainkan perananyang penting. Identitas pesantren yang  \ndikenal sebagai lembaga pendidikantradisional ternyata menghasilkantokoh yang turut berperan pada awal  \nkemerdekaan. Beberapa di antaranya terlibat dalam usaha merumuskankonstitusi negara. Selain itu, para ulama dan santri tampil ke garis depan melawan penjajahan. Spirit jihad membela agama dan tanah air menjadidasar perjuangannya. Demikian pula, setelah kemerdekaan, para ulama dan santri di pesantren-pesantren yang tersebar di penjuru tanah air, terlibatdalam upaya mempertahankan kemerdekaan dan integrasi bangsa. Salah satu pesantren yang terlibat dalam kancah pergolakan sosial adalah Pesantren Cipari di Kabupaten Garut.  \nMasalah pokok dari penelitian ini adalah ”Bagaimana peranan kiai dan Pesantren Cipari dalam pergolakan sosial?”Tujuan penelitian ini adalahuntuk memperoleh deskripsi tentangeksistensi Pesantren Cipari dan peranannya dalam kurun waktu 1948- 1962 secara kronologis. Dari segi akademik, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah kepustakaan mengenai sejarah pesantren.  \nZamakhsari Dhofier dalam Tradisi Pesantren (1985) menguraikan konsep kiai sebagai elemen yang palingesensial dari suatu pesantren. Menurutasal usulnya, perkataan kiai dalam bahasa Jawa dipakai untuk tiga jenis gelar yang saling berbeda: yaitu pertama sebagai gelar kehormatan bagibarang-barang yang dianggap keramat, umpamanya ”Kyai Garuda Kencana”dipakai untuk sebutan kereta emas yang berada di keraton Yogyakarta; keduasebagai gelar kehormatan untuk orangorang tua pada umumnya; ketiga gelaryang diberikan oleh masyarakat kepada ahli agama Islam yang memiliki ataumenjadi pimpinan pesantren dan mengajar kitab-kitab klasik kepada  \npara santrinya. Selain gelar ki","cbCaiuykcjjwAYXp","https://ap.wps.com/l/cbCaiuykcjjwAYXp","pdf",336547,5,1,18,"Indonesian","id",113,"# A. PENDAHULUAN\n## Latar belakang dan masalah penelitian\n## Tujuan penelitian\n## Konsep kiai dalam tradisi pesantren\n## Kerangka teori peran kiai sebagai perantara budaya","[{\"question\":\"Apa fokus utama penelitian tentang Pesantren Cipari?\",\"answer\":\"Penelitian menelusuri peranan kiai dan Pesantren Cipari dalam pergolakan sosial, khususnya pada kurun 1948–1962 secara kronologis.\"},{\"question\":\"Bagaimana posisi Pesantren Cipari saat gerakan DI/TII pada 1948?\",\"answer\":\"Pesantren Cipari mendukung pemerintah secara tegas, tercermin dari sikap kepemimpinan K.H. Yusuf Tauziri, sehingga konflik dengan pasukan DI/TII tidak terhindarkan.\"},{\"question\":\"Apa dasar sumber yang digunakan untuk menyusun tulisan ini?\",\"answer\":\"Tulisan ini terutama bersumber dari kesaksian lisan tokoh-tokoh Pesantren Cipari serta sumber tertulis lainnya.\"}]",1783470070,28,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"role-of-kiai-and-pesantren-cipari-in-garut-facing-ditii-1948-1962","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/role-of-kiai-and-pesantren-cipari-in-garut-facing-ditii-1948-1962/46041/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-20","2026-07-08",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa fokus utama penelitian tentang Pesantren Cipari?","Question",{"text":76,"@type":77},"Penelitian menelusuri peranan kiai dan Pesantren Cipari dalam pergolakan sosial, khususnya pada kurun 1948–1962 secara kronologis.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana posisi Pesantren Cipari saat gerakan DI/TII pada 1948?",{"text":81,"@type":77},"Pesantren Cipari mendukung pemerintah secara tegas, tercermin dari sikap kepemimpinan K.H. Yusuf Tauziri, sehingga konflik dengan pasukan DI/TII tidak terhindarkan.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apa dasar sumber yang digunakan untuk menyusun tulisan ini?",{"text":85,"@type":77},"Tulisan ini terutama bersumber dari kesaksian lisan tokoh-tokoh Pesantren Cipari serta sumber tertulis lainnya.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,115,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":113,"show_sort_weight":97,"slug":114},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":116},"research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":97,"slug":132},57,"Umum","general"]