[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-48468-id":3,"doc-seo-48468-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":97},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},48468,2336464648322,"Aria","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2200025388227c56fec?_k=1778556882303663488",51,"Komik","Naik Delman","Cerita \"Naik Delman\" mengisahkan tentang petualangan Neneng dan Didi saat naik delman. Dimulai dengan kedatangan delman Teh Kokom, Neneng ingin duduk di depan namun terhalang oleh Didi yang asyik melihat sesuatu. Didi memberitahu Neneng bahwa ada helikopter dan rombongan tentara, namun Neneng kesulitan melihatnya karena terhalang. Merasa kesal dan tidak mau kalah, Neneng berlari dan berhasil duduk di depan. Ternyata, helikopter dan tentara itu hanya imajinasi Didi. Akhirnya, Neneng mendengar suara ramai dan menyadari bahwa itu adalah kuda renggong, menambahkan elemen kejutan dan kegembiraan pada akhir cerita. Cerita ini menekankan tentang semangat pantang menyerah Neneng dan bagaimana pengalaman sederhana bisa menjadi petualangan yang menarik, serta sedikit sentuhan humor tentang persepsi. Cerita ini cocok untuk anak-anak sebagai bacaan ringan yang menghibur dan memberikan pelajaran moral sederhana tentang keberanian dan pengamatan.","Naik Delman  \nAmmy Kudo Dzakiyya Athifah Faza  \nHore!  \nDelman Teh Kokom sudah datang.  \nNeneng ingin duduk di depan.  \nSayangnya, sudah ada Didi di sana .  \nDidi sedang melihat apa, ya?  \nDidi bilang ada helikopter.  \nAh, Neneng tidak bisa melihatnya.  \nNeneng sulit bergerak.  \nDidi melihat apa lagi?  \nKatanya, ada rombongan tentara .  \nAh, mereka tidak bisa melihat Neneng.  \nNeneng jadi kesal.  \nKali ini, Neneng tidak boleh kalah.  \nLari!Lari!  \nBerhasil!  \nNeneng bisa duduk di depan.  \nTernyata, tidak ada helikopter.  \nNamun, Neneng mendengar suara ramai.  \nWah, itu kuda renggong!","cbCaiiRFVz7MMPqW","https://ap.wps.com/l/cbCaiiRFVz7MMPqW","pdf",1233554,9,1,20,"Indonesian","id",113,"# Naik Delman","[{\"question\":\"Siapa saja tokoh utama dalam cerita \\\"Naik Delman\\\"?\",\"answer\":\"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Neneng dan Didi, yang sedang naik delman bersama Teh Kokom.\"},{\"question\":\"Apa yang Didi lihat sehingga menarik perhatiannya di awal cerita?\",\"answer\":\"Didi awalnya melihat helikopter dan rombongan tentara, namun hal ini ternyata hanya ada dalam imajinasinya.\"},{\"question\":\"Bagaimana Neneng akhirnya bisa duduk di depan delman?\",\"answer\":\"Neneng berlari dan berhasil mendahului Didi untuk mendapatkan tempat duduk di depan delman.\"},{\"question\":\"Apa yang membuat Neneng kesal di awal cerita?\",\"answer\":\"Neneng kesal karena dia kesulitan melihat apa yang Didi lihat, yaitu helikopter dan rombongan tentara, dan posisinya terhalang.\"}]","Naik Delman | PDF",1783569437,31,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":92,"head_meta":94,"extra_data":96,"updated_unix":29},"ride-the-carriage","",{"@graph":37,"@context":91},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/komik/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/ride-the-carriage/48468/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-07-09",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83,87],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Siapa saja tokoh utama dalam cerita \"Naik Delman\"?","Question",{"text":77,"@type":78},"Tokoh utama dalam cerita ini adalah Neneng dan Didi, yang sedang naik delman bersama Teh Kokom.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Apa yang Didi lihat sehingga menarik perhatiannya di awal cerita?",{"text":82,"@type":78},"Didi awalnya melihat helikopter dan rombongan tentara, namun hal ini ternyata hanya ada dalam imajinasinya.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Bagaimana Neneng akhirnya bisa duduk di depan delman?",{"text":86,"@type":78},"Neneng berlari dan berhasil mendahului Didi untuk mendapatkan tempat duduk di depan delman.",{"name":88,"@type":75,"acceptedAnswer":89},"Apa yang membuat Neneng kesal di awal cerita?",{"text":90,"@type":78},"Neneng kesal karena dia kesulitan melihat apa yang Didi lihat, yaitu helikopter dan rombongan tentara, dan posisinya terhalang.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":93,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":95,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":98},[99,104,108,112,114,118,122,126,130,134,138],{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":101,"show_sort_weight":102,"slug":103},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":102,"slug":107},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":102,"slug":111},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":102,"slug":113},"comic",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":116,"show_sort_weight":102,"slug":117},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":102,"slug":121},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":102,"slug":125},49,"Sastra","literature",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":102,"slug":129},52,"Teknologi","technology",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":102,"slug":133},50,"Ujian","exam",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":102,"slug":137},57,"Umum","general",{"id":139,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":140,"show_sort_weight":4,"slug":141},181,"Formulir","formulir"]