[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-339319-113":53,"doc-detail-339319-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","revealing-the-confusion-of-the-jahmiyyah-in-grounding-their-heretical-speech-volume-five","Mengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka - Jilid Kelima","","Seri QantaraLit membahas argumentasi dan sanggahan seputar pemikiran Jahmiyyah terkait “bid’ah-bid’ah kalam” mereka, khususnya isu jihah (arah), fauqiyyah (ketinggian), ma‘iyyah (kebersamaan), serta perbedaan antara Sang Pencipta dan alam. Uraian memuat pemaparan dalil dari pihak penetap jihah melalui pembagian ragam perbedaan (hakikat, waktu, tempat) dan penarikan konsekuensi bahwa perbedaan harus berupa perbedaan tempat. Ibnu Taimiyah kemudian menilai kelayakan premis dan menyebut adanya kekeliruan konstruksi jawaban pihak lawan, termasuk bentuk penguatan retoris, serta merinci alur silogisme yang dipakai.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":10,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/revealing-the-confusion-of-the-jahmiyyah-in-grounding-their-heretical-speech-volume-five/339319/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/revealing-the-confusion-of-the-jahmiyyah-in-grounding-their-heretical-speech-volume-five/339319.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Emma Wilson","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-05","2026-09-21",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa inti argumentasi penetap jihah terkait perbedaan Sang Pencipta dan alam?","Question",{"text":109,"@type":110},"Mereka membagi kemungkinan perbedaan antara dua wujud menjadi perbedaan hakikat, waktu, atau tempat, lalu menyimpulkan bahwa perbedaan Sang Pencipta dengan alam mengharuskan perbedaan tempat sehingga Sang Pencipta berada pada suatu arah (jihah).","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana Ibnu Taimiyah menilai jawaban yang digunakan pihak lawan?",{"text":114,"@type":110},"Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa jawaban tersebut pada hakikatnya menegaskan dan menguatkan hujah pihak lawan, bukan benar-benar menjawabnya, serta membahas premis-premis yang dipakai dalam bangunan dalil.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana alur silogisme dalam pembahasan perbedaan Sang Pencipta dan alam disusun?",{"text":118,"@type":110},"Pembahasan memuat dua tahap silogisme: pertama menyimpulkan bahwa Sang Pencipta berlainan dari alam sehingga berlainan hakikat, waktu, atau tempat; kedua menunjukkan bahwa perbedaan yang bukan sekadar hakikat dan waktu pastilah berupa perbedaan tempat, sehingga mengarah pada kesimpulan tentang perbedaan tempat.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},339319,1790191088,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":8,"category_name":10,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":141,"read_time":142},3848291630094,"https://eur-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","QantaraLit Seri Ke-631  \nMengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka 05  \nبيان تلبيس الجهمية في تأسيس بدعهم الكلامية  \nJilid Kelima: Arah (jihah) , Tempat dan lokasi, Kebersamaan (ma‘iyyah) , Ketinggian (fauqiyyah) , Perbedaan/terpisah dari makhluk, Jasad, Sisi, Dua tangan, Cahaya  \nPenulis: Ibnu Taimiyah (wafat tahun 728 H) Ditahqiq oleh: Dr. Sulaiman Al-Ghufais Tata Letak: Muhamad Abid Hadlori, S.Ag. ,Lc.  \nTerjemahan berbantuan AI  \nSelesai diterjemahkan:  \n08 Rabi’ul Akhir 1448 H – 19 September 2026 Ponpes Ibnu Abbas As-Salafy Sragen, Jawa Tengah, Indonesia  \nWakaf untuk Kaum Muslimin  \n(bebas sebar, cetak & gandakan, bukan untuk tujuan komersial)  \nSPESIFIKASI NASKAH:  \n• Ukuran Buku : (B5 / 18,2 × 25,7 cm) PENGATURAN TEKS:  \n• Font Teks : (Souvenir Lt BT)  \n• Ukuran Font : (16 pt)  \n• Spasi Baris : (1,15)  \n• Perataan Teks : Rata kiri-kanan (Justify)  \n• Indent Paragraf : 1,27 cm  \nPENGATURAN HALAMAN:  \n• Margin Atas : 2,54 cm  \n• Margin Bawah : 2,54 cm  \n• Margin Kanan : 1,9 cm  \n• Margin Kiri : 1,9 cm  \nLAYOUT:  \n• Desain Sampul : Chat GPTDesain Isi : Microsoft 365  \nPasal  \nAbu Abdillah Ar-Razi dalam kitabnya Nihayat al-'Uqultelah menyebutkan bagi para penetap jihah (arah) beberapa hujah lain. Maka di sini kami sebutkan pula apa yang beliausebutkan dari kedua belah pihak dalam dua kitab tersebut. Beliau berkata:  \nPara penetap jihah berhujah dengan empat perkara. Pertama, kita mengetahui secara pasti (dharuri) bahwa setiap dua wujud yang berdiri sendiri pasti saling berlainan (mutabayin) . Dan kita mengetahui secara pasti bahwa perlainan antara dua hal tidak lepas dari salah satu di antara tiga bentuk: perlainan pada hakikat, perlainan pada waktu, atau perlainan pada tempat. Jika hal itu telah tetap, maka kami katakan: perlainan antara Sang Pencipta Yang Maha Tinggi dengan alam tidak mungkin hanya berupa perlainanhakikat atau perlainan waktu saja atau keduanya sekaligus, sebab jauhar (substansi) berlainan dengan aradh (sifat/aksiden) yang menempatinya dari segi hakikat dan waktu; demikian pula dua aradh yang menempati satu tempat yang sama, keduanya juga berlainan secara hakikat dan waktu. Padahal kita mengetahui secara pasti bahwa antara Sang Pencipta dan alam terdapat perlainan yang tidakterdapat antara jauhar dengan apa yang menempatinya, dantidak pula antara dua aradh yang menempati satu tempat. Maka pasti ada tambahan perlainan di luar dua bentuk itu,  \ndan tidak ada bentuk ketiga yang dapat dipahami kecuali perlainan tempat. Maka wajiblah perlainan antara Sang Pencipta Yang Maha Tinggi dengan alam itu berupaperlainan tempat, dan itu mengharuskan bahwa Sang Pencipta berada pada suatu arah (jihah) .  \nKemudian beliau berkata: Jawaban atas apa yang mereka pegang tadi, pertama, bahwa tempat (mahall) berlainan dengan yang menempati (hall) dari segi hakikat dan waktu, tetapi salah satunya menempati yang lain dan yang lain menjadi tempat baginya, dan keduanya juga samasama berserikat dalam hal kebaruan (huduts), kemungkinan (imkan), dan kebutuhan kepada pemberi pengaruh (mu'atstsir) . Adapun Sang Pencipta Yang Maha Tinggi, sebagaimana Dia berbeda dengan alam dari segi hakikat dan waktu, maka Dia bukan yang menempati alam dan bukan pula tempat bagi alam, serta tidak ada keserikatan antarakeduanya dalam kebaruan, kemungkinan, dan kebutuhan. Maka jika demikian, perbedaan antara Sang Pencipta dan alam lebih sempurna daripada perbedaan antara yang menempati dan tempat. Jika kalian mengklaim adanya perlainan antara keduanya dari selain bentuk-bentuk inisehingga kalian mengatakan bahwa perlainan itu pastiberupa perlainan tempat, maka itulah letak perselisihannya.  \nAku (Ibnu Taimiyah) katakan: hujah ini yang beliausebutkan berasal dari sebagian pendapat Ibnu al-Haitsam. Pembahasan atas hal ini ada beberapa segi.  \nSegi pertama, apa yang beliau sebutkan sebagaijawaban ini sebenarnya adalah penegasan atas hujah pihak lawan dan penguatan baginya, bukan jawaban atasnya. Halsemacam ini sering di","cbCaik4Uftq49l8k","https://ap.wps.com/l/cbCaik4Uftq49l8k","pdf",6357719,570,"Indonesian","# Mengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka\n## Jilid Kelima: Arah (jihah)\n## Tempat dan lokasi\n## Kebersamaan (ma‘iyyah)\n## Ketinggian (fauqiyyah)\n## Perbedaan/terpisah dari makhluk\n## Jasad, sisi, dua tangan, cahaya\n## Hujah penetap jihah dan pembagian bentuk perbedaan\n## Jawaban atas hujah pihak lawan: tempat dan yang menempati serta kebaruan","[{\"question\":\"Apa inti argumentasi penetap jihah terkait perbedaan Sang Pencipta dan alam?\",\"answer\":\"Mereka membagi kemungkinan perbedaan antara dua wujud menjadi perbedaan hakikat, waktu, atau tempat, lalu menyimpulkan bahwa perbedaan Sang Pencipta dengan alam mengharuskan perbedaan tempat sehingga Sang Pencipta berada pada suatu arah (jihah).\"},{\"question\":\"Bagaimana Ibnu Taimiyah menilai jawaban yang digunakan pihak lawan?\",\"answer\":\"Ibnu Taimiyah menyatakan bahwa jawaban tersebut pada hakikatnya menegaskan dan menguatkan hujah pihak lawan, bukan benar-benar menjawabnya, serta membahas premis-premis yang dipakai dalam bangunan dalil.\"},{\"question\":\"Bagaimana alur silogisme dalam pembahasan perbedaan Sang Pencipta dan alam disusun?\",\"answer\":\"Pembahasan memuat dua tahap silogisme: pertama menyimpulkan bahwa Sang Pencipta berlainan dari alam sehingga berlainan hakikat, waktu, atau tempat; kedua menunjukkan bahwa perbedaan yang bukan sekadar hakikat dan waktu pastilah berupa perbedaan tempat, sehingga mengarah pada kesimpulan tentang perbedaan tempat.\"}]","Mengungkap Kerancuan Kaum Jahmiyah dalam Mendasarkan Bid’ah-Bid’ah Kalam Mereka - Jilid Kelima | PDF",1790029506,878]