[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-137184-113":53,"doc-detail-137184-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","resistensi-sang-liyan-womens-performance-in-k-pop-mv-on-youtube-thesis","Resistensi Sang Liyan - Performa Perempuan dalam K-Pop MV di YouTube - Tesis","","Penelitian ini mengkaji performa perempuan Timur dalam video musik K-Pop yang dikonsumsi melalui YouTube, dengan perempuan ditempatkan sebagai komoditas utama produk K-Pop. Studi menyoroti ideologi resistensi “sang Liyan”, yakni penandaan inferioritas perempuan terhadap Barat. Pendekatan menggabungkan teori komunikasi poststrukturalis tentang performa dan analisis semiotika Roland Barthes, menggunakan dua unit analisis: “The Boys” versi Girls’ Generation dan “Pandora” versi Kara. Hasil menunjukkan resistensi melalui mimikri terpolakan dalam passing, melalui relasi gender, mitologi, dan kecantikan, serta refleksi kebijakan budaya di Indonesia.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/resistensi-sang-liyan-womens-performance-in-k-pop-mv-on-youtube-thesis/137184/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/resistensi-sang-liyan-womens-performance-in-k-pop-mv-on-youtube-thesis/137184.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Seraphina","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-22",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",6,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa fokus utama penelitian ini?","Question",{"text":110,"@type":111},"Penelitian ini berfokus pada performa perempuan Timur dalam K-Pop MV di YouTube dan bagaimana performa tersebut menghadirkan ideologi resistensi “sang Liyan”.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Teori dan metode apa yang digunakan untuk menganalisis data?",{"text":115,"@type":111},"Penelitian menggunakan teori komunikasi poststrukturalis tentang performa serta teknik analisis semiotika Roland Barthes untuk membongkar ideologi “sang Liyan”.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Unit analisis apa yang digunakan dalam penelitian?",{"text":119,"@type":111},"Unit analisisnya adalah video musik Girls’ Generation versi “The Boys” dan Kara versi “Pandora”.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},137184,1787401213,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},962075114101,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/e000253a75eb197efd?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1780044092746381165","RESISTENSI SANG LIYAN:  \nPERFORMA PEREMPUAN DALAM K-POP MV DI YOUTUBE  \nTesis  \nDisusun untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan Pendidikan Strata 2  \nKebijakan Media Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro  \nRUTH MEI ULINA MALAUNIM : 14030111400007  \nMAGISTER ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS DIPONEGORO  \nSEMARANG  \nSURAT PERNYATAAN KEASLIAN  \nSaya yang bertanda tangan di bawah ini:  \nNama  \nNomor Induk Mahasiswa Tempat/Tanggal Lahir Program Studi  \nKonsentrasi  \n: Ruth Mei Ulina Malau  \n: 14030111400007  \n: Pematangsiantar/30 Mei 1988  \n: Magister Ilmu Komunikasi  \n: Kebijakan Media  \nDengan ini menyatakan bahwa Tesis yang saya susun dengan judul:  \nResistensi Sang Liyan:  \nPerforma Perempuan dalam K-Pop MV di YouTube  \nAdalah benar-benar hasil karya saya sendiri, dan bukan merupakan plagiat dantesis atau karya ilmiah orang lain. Apabila di kemudian hari pernyataan saya tidakbenar, maka saya bersedia menerima sanksi akademis yang berlaku (dicabut predikat dan gelar magisternya) .  \nDemikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, untuk dapat dipergunakanbilamana diperlukan.  \nSemarang, 15 Juli 2013  \nPembuat Pernyataan,  \nRuth Mei Ulina Malau  \nHALAMAN PENGESAHAN TESIS  \nRESISTENSI SANG LIYAN:  \nPERFORMA PEREMPUAN DALAM K-POP MV DI YOUTUBE  \nDISUSUN OLEH:  \nRUTH MEI ULINA MALAU  \nNIM : 14030111400007  \nTelah disetujui di depan Tim Penguji  \nSemarang, Juli 2013  \nPembimbing  \nDr. Sunarto  \nNIP. 19660727 199203 1 001  \nHALAMAN PENGESAHAN TESIS  \nNAMA : RUTH MEI ULINA MALAU  \nNIM : 14030111400007  \nPROGRAM STUDI : KEBIJAKAN MEDIA  \nJUDUL TESIS : RESISTENSI SANG LIYAN: PERFORMA  \nPEREMPUAN DALAM K-POP MV DI YOUTUBE  \nPembimbing Tesis  \nDr. Sunarto  \nNIP. 19660727 199203 1 001  \nKetua Program Studi  \nDr. Sunarto  \nNIP. 19660727 199203 1 001  \nHALAMAN PENGESAHAN TESIS  \nNAMA : RUTH MEI ULINA MALAU  \nNIM : 14030111400007  \nPROGRAM STUDI : KEBIJAKAN MEDIA  \nJUDUL TESIS : RESISTENSI SANG LIYAN: PERFORMA  \nPEREMPUAN DALAM K-POP MV DI YOUTUBE  \nTelah dipertahankan dalam sidang ujian tesis Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, pada:  \nHari  \nTanggal Pukul Dan dinyatakan  \n: Senin  \n: 15 Juli 2013  \n: 13.00 WIB  \n: LULUS  \nPANITIA PENGUJI TESIS  \nPembimbing Ketua Sidang Sekretaris Sidang  \nReader  \n: Dr. Sunarto  \n: Dr. Turnomo Rahardjo: Triyono Lukmantoro, S.Sos, M.Si: Suzie Handajani, Phd  \n( )  \n( )  \n( )  \n( )  \n“When my soul was embittered, when I was pricked in heart, I was stupid and ignorant, I was like a beast toward thee. Nevertheless I am continually with thee; thou dost hold my right hand.”  \n(Psalm 73:21-23, 1952 version)  \n● ● ●  \nto my family,  \nand to all young people suffering from a sense of inferiority.  \n● ● ●  \nRESISTENSI SANG LIYAN:  \nPERFORMA PEREMPUAN DALAM K-POP MV DI YOUTUBE  \nAbstrak  \nPenelitian ini merupakan sebuah kajian performa, yang memperlihatkan persoalan ideologis berupa resistensi perempuan Timur yang disebut-sebut sebagai sang Liyan—sebuah istilah yang ditujukan untuk menandai inferioritas perempuanterhadap Barat. Persoalan ini muncul karena tingginya tingkat konsumsi terhadap video musik K-Pop melalui YouTube, dengan perempuan sebagai jualan utamadalam produk K-Pop. Penelitian ini kemudian mempertanyakan bagaimana performa perempuan dalam K-Pop MV di YouTube menghadirkan ideologi resistensi sang Liyan?.  \nPenelitian ini merupakan manifestasi kajian budaya feminis yang mencoba mengkritisi relasi kesenjangan yang dialami oleh perempuan Timur. Dengan menggunakan teori komunikasi poststrukturalis mengenai performa sebagaipendekatan teoritis utama serta teknik analisis semiotika Roland Barthes, penelitian ini ditujukan untuk membongkar dan menguraikan ideologi resistensisang Liyan dalam dua unit analisis yaitu: video musik Girls’ Generation versi“The Boys” dan Kara versi “Pandora”.  \nHasil penelitian memperlihatkan adanya kecenderungan resistensiperempuan melalui mimikri yang terpola dalam “passing”. Perempuanmemanfaatkan tiga instrumen yaitu, relasi gender, mitologi, dan kecanti","cbCaijVcfoCr5n9t","https://ap.wps.com/l/cbCaijVcfoCr5n9t","pdf",8571825,307,"Indonesian","# Abstrak\n# Keywords\n# Kata Pengantar\n# Surat Pernyataan Keaslian\n# Halaman Pengesahan Tesis\n## Identitas dan Persetujuan Pembimbing/Penguji\n## Waktu Sidang dan Hasil Ujian","[{\"question\":\"Apa fokus utama penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian ini berfokus pada performa perempuan Timur dalam K-Pop MV di YouTube dan bagaimana performa tersebut menghadirkan ideologi resistensi “sang Liyan”.\"},{\"question\":\"Teori dan metode apa yang digunakan untuk menganalisis data?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan teori komunikasi poststrukturalis tentang performa serta teknik analisis semiotika Roland Barthes untuk membongkar ideologi “sang Liyan”.\"},{\"question\":\"Unit analisis apa yang digunakan dalam penelitian?\",\"answer\":\"Unit analisisnya adalah video musik Girls’ Generation versi “The Boys” dan Kara versi “Pandora”.\"}]","Resistensi Sang Liyan - Performa Perempuan dalam K-Pop MV di YouTube - Tesis | PDF",473]