[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-448963-113":53,"doc-detail-448963-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","repeated-forest-fires-layered-burdens-for-women-and-future-generations","Karhutla Berulang - Beban Berlapis Bagi Perempuan dan Generasi Inilah","","Analisis mendalam mengenai dampak krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan. Dokumen ini menyoroti bagaimana beban domestik, krisis kesehatan, dan pukulan ekonomi berpadu dalam siklus yang meminggirkan perempuan di tengah bencana asap. Dengan menggunakan metafora gunung es, laporan ini mengidentifikasi bahwa penyebab sistemik dari kerusakan ekologis ini adalah paradigma kapitalisme destruktif yang memprioritaskan eksploitasi komoditas di atas kelestarian lingkungan dan hak publik. Sebagai solusi, dokumen ini menawarkan perspektif Islam sebagai alternatif paradigma tata kelola ekologis, yang memandang alam sebagai amanah yang harus dijaga serta menempatkan tanggung jawab negara sebagai pengurus dan pelindung masyarakat, terutama kelompok rentan. Pendekatan ini menekankan bahwa perlindungan terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial adalah kewajiban mutlak yang tidak boleh diprivatisasi demi keuntungan segelintir pihak, guna memastikan keberlanjutan bagi generasi mendatang dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/repeated-forest-fires-layered-burdens-for-women-and-future-generations/448963/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/repeated-forest-fires-layered-burdens-for-women-and-future-generations/448963.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Stanford","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.presentationml.presentation","2026-10-02","2026-09-30",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":71},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa saja beban berlapis yang dihadapi perempuan akibat krisis asap?","Question",{"text":109,"@type":110},"Perempuan menghadapi beban ganda berupa gangguan kesehatan diri dan janin, kewajiban memastikan rumah kedap asap, kesulitan mendapatkan air bersih, hingga beban ekonomi akibat kehilangan penghasilan serta membengkaknya biaya pengobatan dan perlengkapan pelindung.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Mengapa paradigma kapitalisme dianggap sebagai akar masalah krisis karhutla?",{"text":114,"@type":110},"Paradigma kapitalisme memandang hutan sebagai komoditas ekonomi untuk dieksploitasi demi profit maksimal, yang menyebabkan privatisasi lahan oleh korporasi dan pengabaian terhadap tanggung jawab sosial serta pelindungan bagi kelompok rentan.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana perspektif Islam menawarkan solusi terhadap tata kelola ekologis?",{"text":118,"@type":110},"Dalam Islam, alam dipandang sebagai amanah dari Allah yang dilarang untuk dirusak. Negara berperan sebagai pengurus (raa'in) dan pelindung (junnah) yang wajib mengelola harta umum demi kemaslahatan rakyat serta menjamin perlindungan sosial dan kesehatan bagi kelompok rentan.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},448963,1790945085,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":60,"file_id":131,"file_url":132,"file_type":133,"file_size":134,"view_count":71,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":135,"language":136,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":61,"update_tm":140,"read_time":141},2336477552062,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_994ba38a5ba835b3df7d355c54d3ed8d","cbCaithEjJdUe81U","https://ap.wps.com/l/cbCaithEjJdUe81U","pptx",13488450,13,"Indonesian","# Beban Berlapis Perempuan di Tengah Kepulan Asap\n## Analisis Akar Masalah: Kedalaman Krisis Karhutla\n## Matriks Paradigma: Merombak Tata Kelola Ekologis","[{\"question\":\"Apa saja beban berlapis yang dihadapi perempuan akibat krisis asap?\",\"answer\":\"Perempuan menghadapi beban ganda berupa gangguan kesehatan diri dan janin, kewajiban memastikan rumah kedap asap, kesulitan mendapatkan air bersih, hingga beban ekonomi akibat kehilangan penghasilan serta membengkaknya biaya pengobatan dan perlengkapan pelindung.\"},{\"question\":\"Mengapa paradigma kapitalisme dianggap sebagai akar masalah krisis karhutla?\",\"answer\":\"Paradigma kapitalisme memandang hutan sebagai komoditas ekonomi untuk dieksploitasi demi profit maksimal, yang menyebabkan privatisasi lahan oleh korporasi dan pengabaian terhadap tanggung jawab sosial serta pelindungan bagi kelompok rentan.\"},{\"question\":\"Bagaimana perspektif Islam menawarkan solusi terhadap tata kelola ekologis?\",\"answer\":\"Dalam Islam, alam dipandang sebagai amanah dari Allah yang dilarang untuk dirusak. Negara berperan sebagai pengurus (raa'in) dan pelindung (junnah) yang wajib mengelola harta umum demi kemaslahatan rakyat serta menjamin perlindungan sosial dan kesehatan bagi kelompok rentan.\"}]","Karhutla Berulang - Beban Berlapis Bagi Perempuan dan Generasi Inilah | PPTX",1790729097,20]