[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-231442-113":53,"doc-detail-231442-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","reorientation-of-islamic-education-dynamics-descriptive-qualitative-analytical-study","Reorientasi Dinamika Pendidikan Islam - Studi Deskriptif Analisis Kualitatif","","Reorientasi dinamika pendidikan Islam membahas persoalan laten pada pelaksanaan pendidikan yang tidak seimbang antara head, heart, dan hand, sehingga profesionalitas teknis maupun manajerial belum tercapai. Lulusan yang beragam dan memiliki keluasan ilmu serta akhlak luhur sering tidak disertai kemampuan atau skill memadai, memicu masalah pengangguran. Penelitian deskriptif analisis dengan kajian pustaka dan metode kualitatif diarahkan pada orientasi teologis, teoretis, praktis, dan moralistis untuk mewujudkan kemaslahatan.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/reorientation-of-islamic-education-dynamics-descriptive-qualitative-analytical-study/231442/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/reorientation-of-islamic-education-dynamics-descriptive-qualitative-analytical-study/231442.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Violet","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-05","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Mengapa reorientasi dinamika pendidikan Islam menjadi kebutuhan mendesak?","Question",{"text":109,"@type":110},"Karena pendidikan yang diimplementasikan belum memberi kontribusi nyata pada peningkatan mutu karakter, sehingga muncul kritik dan spekulasi penyelesaian yang tidak menyentuh akar persoalan.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Apa dampak cultural lag terhadap pendidikan Islam di Indonesia?",{"text":114,"@type":110},"Perubahan sosial akibat penetrasi teknologi informasi berlangsung cepat, sedangkan laju pendidikan dan kurikulum bergerak lambat, sehingga terjadi ketertinggalan dan ketidaksesuaian.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana penelitian ini memandang penyelesaian dinamika pendidikan Islam pada tataran yang berbeda?",{"text":118,"@type":110},"Penyelesaian dapat diorientasikan pada tataran teologis (iman), teoretis (ilmu), praktis (amal), dan moralistis (akhlak) agar terbentuk keunggulan ciri khas lembaga pendidikan Islam.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},231442,1789064798,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":136,"language":137,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":61,"update_tm":126,"read_time":141},4398048950312,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/400002538284de19e3c?_k=1778320343897328908","REORIENTASI DINAMIKA PENDIDIKAN ISLAM  \nAkhsin Ridho  \nIAIN Jember  \n[psi.iain.jember@gmail.com](psi.iain.jember@gmail.com)  \nABSTRAK  \nKonteks pemangku atau pelaksana pendidikan pada persoalan split personality merupakan masalah laten dalam dunia pendidikan, tidak ada keseimbangan antara head, heart, dan hand menjadikan pelaku pendidikan kurang profesional dalam melaksanakannya baik secara teknis maupun manajerial. Lulusan sekolah yang beragam dan kompleksada yang berilmu luas dan berakhlak luhur, tapi tidak memilikikemampuan atau skill yang memadai, akibatnya terjadi banyak pengangguran. Reorientasi dinamika pendidikan Islam mempunyai hikmah-hikmah tersendiri dalam merealisir kemaslahatan umat manusiabaik dengan cara mendatangkan manfaat maupun menampik mafsadat. Pertanyaannya bagaimana reorientasi dinamika pendidikan Islam yang bersifat fleksibel-dinamis, dapat menampung berbagai perkembanganterkini, mengantarkan pada kemaslahatan alam semesta yang menjadi tujuan Islam rahmat li al- ‘âlamîn?. Tujuannya adalah merepresentasikan dimensi Ilahi yang bersifat absolut-permanen, dimensi Insani yang bersifat relatif-temporer. Penelitian ini bersifat deskriftif analisis dengan menggunakan kajian pustaka sebagai basis utama sumber datanya dan menggunakan metode kualitatif. Penyelesaian dinamika yang didasarkan pada insider dan outsider dengan titik fokus tersebut dapat diorientasikan pada tataran teologis (iman), teoretis (ilmu), praktis (amal) dan moralistis (akhlak) sehigga mampu menciptakan keunggulan (ciri khas) yang didapat dari sisi kelemahannya masing-masing tersebut untuk dikembangkan menjadi ciri khasnya lembaga pendidikan Islam tersebutsehingga mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya  \nKata Kunci: Reorientasi, Dinamika, Pendidikan  \n38  \n􀂙 Volume. 2 No. 1. Tahun 2018  \n􀂙 Manajemen Pendidikan Islam dan Studi Sosial  \nISSN On-line : 2580-9385  \nISSN Cetak : 2581-0197  \n􀂾 Journal Cakrawala IAINU Kebumen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI)  \nA. Pendahuluan  \nValiditas dunia pendidikan sekarang sedang menjadi tandatanya besar, karena pendidikan yang diimplementasikan sekarang belum memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu karakter bagi lulusannya, terlebih muncul berbagai kritik tajam yang ditujukan kepadanya, sehingga muncul berbagai spekulasi penyelesaian yang justrutidak mampu menyelesaikan akar persoalannya. Hal ini dilihat dengansemakin banyaknya prilaku lulusan pendidikan -oknum- yang mencoreng dunia pendidikan, rentetan kritik tersebut tak akan pernah berhenti mengusik dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam di Indonesia.  \nBanyak faktor yang menyebabkan terjadinya gravitasi terhadappendidikan Islam di Indonesia seperti cultural lag.38 Penetrasi teknologi informasi menyebabkan perubahan sosial yang cukup cepat bahkan tidak terkendali, sedangkan laju pendidikan melaju dengan kecepatan yang super lambat dengan seabreg kurikulum yanag tidak pernah jelas-selaluberubah-baik kebijakan dan kontennya.  \nPertama dalam sejarah, dunia sekolah diisi empat generasi sekaligus. Generasi kertas-pensil, generasi komputer, generasi internet dan generasi smartphone hal itu menyebabkan kesenjangan antar generasi.39 Problem dunia pendidikan seperti fasilitas teknologi lembagapendididkan yang dimiliki belum merata, jaringan internet yang jauh dari kata merata, belum lagi persoalan listrik. Misalnya sebuah lembaga baru  \n38 Cultural lag pertama kali diintroduksi oleh William. F. Obgurn dalam studi perubahan sosial. Ogburn menyatakan bahwa kebudayaan material (material culture) berubah terlebih dahulu, karena banyaknya penemuan (discoveries) dan produk penemuan (invention); sedangkan kebudayaan non-material meresponnya. Mengingat kebudayaan material selalu berubah lebih cepat dibandingkan kebudayaan non-material, akhirnya tercipta ‘jurang pemisah’(gap0 antarakedua jenis kebudayaan. Inilah yang disebut cultural lag atau ketertinggalan budaya. Dari sini cultural lag dimaknai sebgai ‘bagian tertentu kebudayaan beru","cbCaij5SX7snsYKR","https://ap.wps.com/l/cbCaij5SX7snsYKR","pdf",164359,28,"Indonesian","# A. Pendahuluan\n## Validitas dunia pendidikan dan kritik publik\n## Faktor cultural lag dan penetrasi teknologi informasi\n## Kesenjangan generasi di sekolah\n## Dampak peralihan peran guru senior-junior dan informasi digital\n## Media serta metode pembelajaran yang semakin kompleks","[{\"question\":\"Mengapa reorientasi dinamika pendidikan Islam menjadi kebutuhan mendesak?\",\"answer\":\"Karena pendidikan yang diimplementasikan belum memberi kontribusi nyata pada peningkatan mutu karakter, sehingga muncul kritik dan spekulasi penyelesaian yang tidak menyentuh akar persoalan.\"},{\"question\":\"Apa dampak cultural lag terhadap pendidikan Islam di Indonesia?\",\"answer\":\"Perubahan sosial akibat penetrasi teknologi informasi berlangsung cepat, sedangkan laju pendidikan dan kurikulum bergerak lambat, sehingga terjadi ketertinggalan dan ketidaksesuaian.\"},{\"question\":\"Bagaimana penelitian ini memandang penyelesaian dinamika pendidikan Islam pada tataran yang berbeda?\",\"answer\":\"Penyelesaian dapat diorientasikan pada tataran teologis (iman), teoretis (ilmu), praktis (amal), dan moralistis (akhlak) agar terbentuk keunggulan ciri khas lembaga pendidikan Islam.\"}]","Reorientasi Dinamika Pendidikan Islam - Studi Deskriptif Analisis Kualitatif | PDF",43]