[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-45824-id":3,"doc-seo-45824-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},45824,8796095461564,"Liam","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",54,"Penelitian & Laporan","Hubungan antara Harapan dan Harga Diri Terhadap Kebahagiaan pada Orang yang Mengalami Toxic Relationship dengan Kesehatan Psikologis","Toxic relationship memicu konflik batin yang dapat bermuara pada amarah, depresi, atau kecemasan sehingga menghambat individu menjalani kehidupan produktif dan sehat. Penelitian kuantitatif korelasional ini bertujuan mengetahui hubungan harapan dan harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship serta keterkaitannya dengan kesehatan psikologis. Data dikumpulkan dari 49 subjek menggunakan skala Self Esteem Inventory (12 aitem) dan Oxford Happiness Questionnaire. Hasil menunjukkan harga diri dan harapan memengaruhi kebahagiaan.","Jurnal Psikologi Integratif Prodi Psikologi UIN Sunan Kalijaga  \nVol. 8, Nomor 1, 2020 Halaman 103-115  \nHubungan antara Harapan dan Harga Diri Terhadap Kebahagiaan pada Orang yang Mengalami Toxic Relationship dengan Kesehatan Psikologis  \nVery Julianto1, RaraA. Cahayani2, Shinta Sukmawati3, Eka Saputra RestuAji4  \nProdi Psikologi, UIN Sunan Kalijaga; Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta,  \nTelp. +62-274-512474  \ne-mail: [very_psi07@yahoo.com](very_psi07@yahoo.com)  \nAbstract. Toxic relationships can cause inner conflict within oneself. This inner conflict can lead to anger, depression, or anxiety. This makes it difficult for those who are involved in it to live a productive and healthy life. This study aims to determine the relationship between expectations and self-esteem on happiness in people who have a toxic relationship with psychological health. The method in this research is correlational quantitative with scale data collection tools, especially the attitude scale in the form of a Likert. The subjects in this study were 49 people.  \nCollecting data used in this research is by distributing instrument questionnaires, Self Esteem Inventory scale which contains twelve items. Meanwhile, to measure happiness the scale used is the Oxford Happiness Questionnaire. The results showed that self-esteem and expectations influence a person's level of happiness.  \nThis means that someone's happiness will be high if he has high self-esteem and expectations. However, when experiencing a toxic relationship, self-esteem and expectations will decrease which makes the level of happiness felt low.  \nKeywords: Self-Esteem, Hope, Happiness, Toxic Relationship  \nAbstrak. Toxic relationship dapat menyebabkan terjadinya konflik batin dalamdiri. Konflik batin ini akan mengarah pada amarah, depresi, atau kecemasan. Hal ini menyebabkan mereka yang terlibat di dalamnya kesulitan untuk hidup produktif dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dan harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship dengan kesehatan psikologis. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatifkorelasional dengan alat pengumpul data skala khususnya skala sikap yang berbentuk likert. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 49 orang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yakni dengan menyebarkan kuesionerinstrumen, skala Self Esteem Inventory yang berisikan dua belas aitem. Sedangkanuntuk mengukur kebahagiaan skala yang digunkan yakni Oxford Happiness Questionnare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan harapan memiliki pengaruh terhadap tingkat kebahagiaan seseorang. Artinya kebahagiaanseseorang akan tinggi apabila ia memiliki harga diri dan harapan yang tinggi.  \nNamun saat mengalami toxic relationship harga diri dan harapan akan menurun yang membuat tingkat kebahagiaan yang dirasakan rendah.  \nKata Kunci. Harga Diri, Harapan, Kebahagiaan, Toxic Relationship  \nSetiap orang ingin merasakan kebahagiaan. Kebahagiaan merupakan salah satu jenis emosi positif yang dapat dialami oleh setiap individu, baik laki-lakimapun perempuan. Menurut Aristoteles (William, 2006) untuk mencapaikebahagiaan banyak usaha yang diakukan  \nmencapainya (Patnani & Si, 2012) . Kebahagiaan merupakan kepuasaan ataskebutuhan dasar dalam hidupnya (Grimaldy, 2017) . Selain itu, peristiwaperistiwa yang di persepsikan olehindividu secara positif dan menyenangkanakan menghasilkan kebahagiaan (Puspita  \nJurnal Psikologi Integratif Prodi Psikologi UIN Sunan Kalijaga  \nVol. 8, Nomor 1, 2020 Halaman 103-115  \nDewi, 2016) . Salah satu momen darikebahagiaan yaitu adanya orang yang dianggap spesial, laki-laki dan perempuan menjalin hubungan atau disebut jugadengan relationship. Memiliki pasangandalam masa dewasa awal merupakan suatu hal untuk dimulainya proses relationship dengan berkomitmen dalam pernikahan, membentuk keluarga dan tanggungjawabatas kehidupannya beserta keluarga (Sekarlina, 2013) .  \nBeberapa orang menganggap  \nbahwa ada ","cbCaihyiv71hXDUb","https://ap.wps.com/l/cbCaihyiv71hXDUb","pdf",176727,7,1,13,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Kebahagiaan dan relasi dalam hubungan\n## Toxic relationship dan dampaknya terhadap konflik batin\n# Tinjauan Teori\n## Harga diri dan kebahagiaan\n## Harapan, afek positif, dan distress\n# Metode Penelitian\n## Desain korelasional kuantitatif\n## Subjek dan instrumen penelitian\n# Hasil dan Pembahasan\n## Pengaruh harga diri dan harapan terhadap kebahagiaan\n# Kesimpulan","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara harapan dan harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship dengan kesehatan psikologis.\"},{\"question\":\"Metode dan instrumen apa yang digunakan dalam penelitian?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data skala Likert. Harga diri diukur dengan Self Esteem Inventory (12 aitem) dan kebahagiaan diukur dengan Oxford Happiness Questionnaire.\"},{\"question\":\"Bagaimana hubungan harapan dan harga diri dengan kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship?\",\"answer\":\"Kebahagiaan cenderung tinggi saat harga diri dan harapan tinggi. Sebaliknya, saat mengalami toxic relationship, harga diri dan harapan menurun sehingga tingkat kebahagiaan yang dirasakan menjadi rendah.\"}]","Hubungan antara Harapan dan Harga Diri Terhadap Kebahagiaan pada Orang yang Mengalami Toxic Relationship dengan Kesehatan Psikologis | PDF",1783466838,20,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"relationship-between-hope-and-self-esteem-on-happiness-among-people-experiencing-toxic-relationships-with-psychological-health","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/relationship-between-hope-and-self-esteem-on-happiness-among-people-experiencing-toxic-relationships-with-psychological-health/45824/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-07-07",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa tujuan penelitian ini?","Question",{"text":77,"@type":78},"Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara harapan dan harga diri terhadap kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship dengan kesehatan psikologis.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Metode dan instrumen apa yang digunakan dalam penelitian?",{"text":82,"@type":78},"Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data skala Likert. Harga diri diukur dengan Self Esteem Inventory (12 aitem) dan kebahagiaan diukur dengan Oxford Happiness Questionnaire.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Bagaimana hubungan harapan dan harga diri dengan kebahagiaan pada orang yang mengalami toxic relationship?",{"text":86,"@type":78},"Kebahagiaan cenderung tinggi saat harga diri dan harapan tinggi. Sebaliknya, saat mengalami toxic relationship, harga diri dan harapan menurun sehingga tingkat kebahagiaan yang dirasakan menjadi rendah.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]