[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-135300-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":76,"doc-detail-135300-id":123},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":69,"head_meta":71,"extra_data":73,"updated_unix":75},113,"id","reimagining-the-wayang-hero-gatotkaca-in-the-digital-comic-garudayana","Penggambaran Ulang Pahlawan Pewayangan Gatotkaca dalam Komik Digital Garudayana","","Komik digital Garudayana menghadirkan tokoh-tokoh dalam dunia pewayangan Jawa, termasuk Gatotkaca, melalui penyajian visual yang membentuk makna. Penelitian ini bertujuan membandingkan penggambaran ulang pahlawan dalam pewayangan dengan representasinya pada komik digital. Penelitian menggunakan teori pesan dan paradigma konstruktivis dengan metode semiotika Charles Sanders Pierce melalui relasi tanda segitiga makna. Hasil menunjukkan kesesuaian yang cukup tinggi pada atribut pahlawan seperti busana, aspek kekuatan, serta ekspresi.",{"@graph":14,"@context":68},[15,34,51],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/","Sastra",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/reimagining-the-wayang-hero-gatotkaca-in-the-digital-comic-garudayana/135300/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"author":36,"headline":10,"publisher":39,"fileFormat":42,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":43,"datePublished":44,"encodingFormat":42,"isAccessibleForFree":45,"interactionStatistic":46},"DigitalDocument",{"name":37,"@type":38},"Theodore","Person",{"url":19,"name":40,"@type":41},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-11","2026-08-21",true,{"@type":47,"interactionType":48,"userInteractionCount":50},"InteractionCounter",{"@type":49},"ViewAction",6,{"@type":52,"mainEntity":53},"FAQPage",[54,60,64],{"name":55,"@type":56,"acceptedAnswer":57},"Apa tujuan penelitian tentang Gatotkaca dalam komik digital Garudayana?","Question",{"text":58,"@type":59},"Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana penggambaran ulang pahlawan dalam pewayangan dibandingkan dengan penggambaran di komik digital Garudayana.","Answer",{"name":61,"@type":56,"acceptedAnswer":62},"Teori dan metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?",{"text":63,"@type":59},"Penelitian memakai teori pesan serta paradigma konstruktivis dengan metode semiotika Charles Sanders Pierce untuk membaca relasi tanda pada komik digital.",{"name":65,"@type":56,"acceptedAnswer":66},"Apa kesimpulan utama terkait penggambaran Gatotkaca?",{"text":67,"@type":59},"Penggambaran karakter Gatotkaca dalam komik digital dinilai sudah cukup sama dengan representasinya dalam dunia pewayangan, terutama pada pakaian, aspek kekuatan, dan ekspresi.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":70,"og:title":10,"og:site_name":40,"og:description":12},"article",{"robots":72,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":74,"site_id":7},135300,1787309063,{"code":4,"msg":77,"data":78},"success",[79,84,88,92,96,100,104,107,111,115,119],{"id":80,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":81,"show_sort_weight":82,"slug":83},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":82,"slug":87},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":82,"slug":91},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":82,"slug":95},51,"Komik","comic",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":82,"slug":99},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":82,"slug":103},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":82,"slug":106},49,"literature",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":82,"slug":110},52,"Teknologi","technology",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":82,"slug":114},50,"Ujian","exam",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":82,"slug":118},57,"Umum","general",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":4,"slug":122},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":77,"data":124},{"doc_id":74,"user_id":125,"nickname":37,"user_avatar":126,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":127,"file_id":128,"file_url":129,"file_type":130,"file_size":131,"view_count":50,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":132,"language":133,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":134,"faqs":135,"seo_title":136,"seo_description":12,"update_tm":75,"read_time":137},7971461740886,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_3d24733baf745e90a7e4bdd5f77d97b2","Penggambaran Ulang Pahlawan Pewayangan Gatotkaca dalam Komik Digital @Garudayana  \nYehezkiel Tarnama Hasudungan Siahaan 1, Dewi Sad Tanti2*  \n1,2Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas MercuBuana2Jakarta, Indonesia  \nABSTRACT  \nGarudayana digital comics are comics that tell about characters in the Javanese wayang world, such as Gatotkaca. This study aims to find out how the depiction of heroes in wayang with those in digital comics. The theory used in this research is message theory. The paradigm in this research is constructivist with the semiotic method of Charles Sanders Pierce. Pierce's triangular theory of meaning explains the relationship between the signs in the digital comic so that it can be seen how the meaning and depiction are produced in the digital comic. The results of this study indicate that the depiction of the hero character Gatotkaca in wayang in this digital comic is quite the same as that in wayang. Things such as the clothes used to the things of strength and expression depicted in this digital comic have almost represented the character of Gatotkaca in the wayang world.  \nKeywords: meaning; heroes;gatotkaca; digital comic  \nABSTRAK  \nKomik digital Garudayana adalah komik yang menceritakantentang tokoh karakter dalam duniapewayangan Jawa Gatotkaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggambaran ulang pahlawan dalam pewayangan dengan yang ada pada komik digital. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pesan. Paradigma pada penelitian ini adalah konstruktivis dengan metode semiotika Charles Sanders Pierce. Teori segitiga makna pierce menjelaskan tentang bagaimana relasi antara tanda yang ada pada komik digital tersebutsehingga bisa diketahui bagaimana makna dan penggambaran yang dihasilkan pada komik digital tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggambaran ulang karakter pahlawan Gatotkaca dalam pewayangan di komik digital ini sudah cukup sama denganyang ada pada pewayangan. Hal-hal seperti pakaian yang digunakan hingga kepada hal-hal kekuatan danekspresi yang digambarkan di dalam komik digital ini sudah hampir merepresentasikan karakter Gatotkaca yang ada dalam dunia pewayangan.  \nKata-kata Kunci: makna; pahlawan ; gatotkaca; komik digital  \nPendahuluan  \nAulia Adam melalui ulasannya yang berjudul “Selamat Tinggal Generasi Milemial, Selamat Datang GenerasiZ‟‟ mengulas Komik digital tidak hanya menjadi wadah para illustratordalam mencurahkan design dan kemampuan mereka dalam membentuk suatu cerita. Komik digital menjadi suatu hiburan yang menarik khususnya untuk generasi jaman sekarang ataubisadibilang dengan sebutan generasi Z. Generasi Z adalah generasi yang lahir di era internet,  \n*[CONTACT](CONTACT: dewi.tanti@mercubuana.ac.id)[:](CONTACT: dewi.tanti@mercubuana.ac.id)[ dewi.tanti@mercubuana.ac.id](CONTACT: dewi.tanti@mercubuana.ac.id)  \nDiterbitkan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram, Indonesia  \n101  \ndi kutip dari [Tirto.id](Tirto.id), internet sendiri hadir di Indonesia pada 1990. Baru pada 1994, Indonet hadir sebagai Penyelenggara Jasa Internet komersial perdana di negeri ini ([Adam/tirto.id/2020](Adam/tirto.id/2020)).  \nKomik digital adalah salah satu dari keajaiban revolusi teknologi setelah kelahiran internet, generasi Z menjadi salah satu yang menikmati komik digital ini, bukan tanpa alasan menurut Wood (2013) menegaskan bahwa empat kecenderungan cenderung mencirikan Generasi Z sebagai konsumen: 1) Ketertarikan pada teknologi baru, 2) Desakan tentang kemudahan  \npenggunaan, 3) Keinginan untuk merasa aman, dan 4) Keinginan untuk melarikan dirisementara realitas yang mereka hadapi (Qurniawati dan Yulfan, 2018) . Komik digital jugamemiliki unsur-unsur yang didalamnya terdiri dari, tipografi, layout dan warna.  \nDalam komik digital juga banyak karya-karya menarik yang mengangkat cerita tentang pahlawan tradisional Indonesia. Para komikus mengangkat cerita pahlawan tradisional Indonesia menjadi sebuah cerita yang menarik untuk dibaca pad","cbCaijSYOz6WLD02","https://ap.wps.com/l/cbCaijSYOz6WLD02","pdf",1135374,24,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Komik digital dan Generasi Z\n## Pahlawan tradisional dalam komik digital\n## Garudayana Saga dan latar kreator\n## Penelitian terdahulu\n# Metode penelitian\n## Teori pesan\n## Paradigma konstruktivis dan semiotika Pierce\n# Hasil dan pembahasan\n## Kesesuaian penggambaran Gatotkaca","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang Gatotkaca dalam komik digital Garudayana?\",\"answer\":\"Penelitian bertujuan mengetahui bagaimana penggambaran ulang pahlawan dalam pewayangan dibandingkan dengan penggambaran di komik digital Garudayana.\"},{\"question\":\"Teori dan metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian memakai teori pesan serta paradigma konstruktivis dengan metode semiotika Charles Sanders Pierce untuk membaca relasi tanda pada komik digital.\"},{\"question\":\"Apa kesimpulan utama terkait penggambaran Gatotkaca?\",\"answer\":\"Penggambaran karakter Gatotkaca dalam komik digital dinilai sudah cukup sama dengan representasinya dalam dunia pewayangan, terutama pada pakaian, aspek kekuatan, dan ekspresi.\"}]","Penggambaran Ulang Pahlawan Pewayangan Gatotkaca dalam Komik Digital Garudayana | PDF",37]