[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-297603-113":53,"doc-detail-297603-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":120,"head_meta":122,"extra_data":124,"updated_unix":126},113,"id","reengineering-non-selective-solid-media-for-aquatic-bacteria","Rekayasa media padat nonselektif untuk bakteri akuatik","","Penelitian ini bertujuan menghasilkan media padat nonselektif alternatif untuk bakteri akuatik dengan memanfaatkan kaldu daging ikan sebagai sumber pepton dan agar-agar konsumsi komersial sebagai pemadat. Terdapat enam perlakuan: empat perlakuan menggunakan kaldu ikan pada dosis 200, 400, 600, dan 800 g/L, serta dua kontrol yaitu agar komersial sebagai kontrol negatif dan tryptic soy agar (TSA) sebagai kontrol positif. Hasil menunjukkan bahwa dosis kaldu 200 g/L menghasilkan pertumbuhan bakteri yang setara dengan TSA.",{"@graph":63,"@context":119},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/reengineering-non-selective-solid-media-for-aquatic-bacteria/297603/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/reengineering-non-selective-solid-media-for-aquatic-bacteria/297603.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"McQueen","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-25","2026-09-18",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":74},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan penelitian ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Menciptakan media padat nonselektif alternatif untuk bakteri akuatik dengan memanfaatkan kaldu daging ikan sebagai sumber pepton dan agar konsumsi komersial sebagai pemadat.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana rancangan perlakuannya?",{"text":114,"@type":110},"Penelitian menggunakan enam perlakuan: empat variasi dosis kaldu ikan (200, 400, 600, 800 g/L) dan dua kontrol berupa agar komersial (kontrol negatif) serta tryptic soy agar/TSA (kontrol positif).",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Perlakuan dosis berapa yang hasilnya setara dengan TSA?",{"text":118,"@type":110},"Dosis kaldu ikan 200 g/L menunjukkan performa yang sama baiknya dengan TSA dalam mendukung pertumbuhan bakteri.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":121,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":123,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":125,"site_id":56},297603,1790363887,{"code":4,"msg":5,"data":128},{"doc_id":125,"user_id":129,"nickname":89,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":74,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":80,"language":136,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":137,"faqs":138,"seo_title":139,"seo_description":61,"update_tm":140,"read_time":141},5909890329169,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_9964176cb1d06d4a9deccf72a44ae3dc","Artikel Orisinal  \nJurnal Akuakultur Indonesia 13 (2), 163–166 (2014)  \nRekayasa media padat nonselektif untuk bakteri akuatik  \nModification of non-selective-solid media for aquatic bacteria  \nSefti Heza Dwinanti*, Tanbiyaskur  \nProgram Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya Jalan Raya Palembang-Unsri KM 32 Inderalaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan 30662  \n*[Surel: heza_dwinanti@yahoo.com](Surel: heza_dwinanti@yahoo.com)  \nABSTRACT  \nThe objective of this research was to produce an alternative media for aquatic bacteria using fish broth as pepton source and commercial consumption agar as material. This experiment consisted of six treatments; four treatments used fish broth with doses 200 g/L; 400 g/L; 600 g/L and 800 g/L; two treatments as controls which were commercial agar as negative control and tryptic soy agar (TSA) as positive control. The result showed that treatment 200 g/L had performed as good as TSA for bacterial growth.  \nKeywords: solid media, fish broth, aquatic bacteria  \nABSTRAK  \nTujuan dari penelitian ini adalah menciptakan alternatif media padat nonselektif untuk bakteri akuatik denganmemanfaatkan kaldu daging ikan sebagai sumber pepton dan agar-agar konsumsi komersial (AKK) sebagaipemadat. Penelitian ini terdiri atas enam perlakuan yaitu; empat perlakuan menggunakan kaldu ikan yang dibuat dengan dosis 200 g/L; 400 g/L; 600 g/L and 800 g/L; dua perlakuan sebagai kontrol yaitu ART sebagai kontrolnegatif dan tryptic soy agar (TSA) sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan kaldudaging ikan pada dosis 200 g/L memiliki performa yang sama baiknya dengan TSA sebagai media tumbuh bakteri.  \nKata kunci: media padat, kaldu ikan, bakteri akuatik  \nPENDAHULUAN  \nPenyakit bakterial pada industri akuakulturmerupakan salah satu penyebab terjadinyakerugian usaha di sektor perikanan (Labrie et al., 2005) . Oleh karena itu, keberadaan bakterisebagai agen penyakit harus dapat dideteksisehingga dapat mencegah terjadinya penyebaran dan terulangnya penyakit yang sama.  \nDibutuhkan media buatan yang mampu mengembangbiakkan patogen di luar tubuh inanguntuk mempermudah proses deteksi penyakit bakterial. Ketersediaan media tumbuh bakteri untuk pemeriksaan penyakit bakterial pada ikanmerupakan suatu kendala yang sering dihadapi petani ataupun laboratorium lapangan untukmenentukan agen penyakit. Padahal pemeriksaanagen penyebab penyakit merupakan hal yang penting untuk menentukan perlakuan pengobatanyang tepat sehingga dapat menghindari kegagalan panen.  \nMedia tumbuh bakteri yang umum digunakanuntuk menumbuhkan bakteri akuatiktawar adalah  \ntryptic soy agar (TSA) . Kandungan dari TSA terdiri atas agar, tryptone, soytone dan sodium chloride. Kisaran harga TSA per 500 g yang biasadigunakan antara Rp. 850.000–1.200.000 dengandosis pemakaian 40 g/L.  \nBerdasarkan komposisi penyusun TSA, ada alternatif pengganti penyusun media nonselektif bakteri yang dapat juga digunakan untuk bakteri akuatik. Secara umum kultur media bakteri harus mengandung sumber karbon, nitrogen, sulfur, fosfat, vitamin atau bahan-bahan yang dapatmendorong pertumbuhan bakteri seperti ekstrak daging atau ragi. Ekstrak daging mengandung pepton atau protein terhidrolisi yang banyak mengandung senyawa nitrogen sederhana. Selain pepton, keberadaan elemen mikro seperti Ca, Mn, Na, Mg, Zn, Co, Fe, Cu juga dibutuhkan (Collin & Lyne, 2004) .  \nPemanfaatan agar konsumsi komersial (AKK) yang diperkaya dengan kalduikan sangat potensialuntuk dijadikan media tumbuh bakteri. Selain pertimbangan ekonomis, kemudahan memperoleh bahan baku penyusun media merupakannilailebih  \n164 Sefti Heza Dwinanti et al. / Jurnal Akuakultur Indonesia 13 (2), 163–166 (2014)  \nyang dimiliki media dengan bahan baku AKKsehingga pemanfaatan kaldu daging ikan dan agar rumah tangga diharapkan dapat menjadi media tumbuh alternatif yang bersifat nonselektif untuk bakteri khususnya bakteri akuatik. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan media padat no","cbCailAMvMqAAHk3","https://ap.wps.com/l/cbCailAMvMqAAHk3","pdf",3085908,"Indonesian","# ABSTRAK\n# PENDAHULUAN\n# BAHAN DAN METODE\n## Pembuatan kaldu ikan\n## Pembuatan media tumbuh bakteri\n## Pengukuran kadar protein terlarut pada media hasil rekayasa","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Menciptakan media padat nonselektif alternatif untuk bakteri akuatik dengan memanfaatkan kaldu daging ikan sebagai sumber pepton dan agar konsumsi komersial sebagai pemadat.\"},{\"question\":\"Bagaimana rancangan perlakuannya?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan enam perlakuan: empat variasi dosis kaldu ikan (200, 400, 600, 800 g/L) dan dua kontrol berupa agar komersial (kontrol negatif) serta tryptic soy agar/TSA (kontrol positif).\"},{\"question\":\"Perlakuan dosis berapa yang hasilnya setara dengan TSA?\",\"answer\":\"Dosis kaldu ikan 200 g/L menunjukkan performa yang sama baiknya dengan TSA dalam mendukung pertumbuhan bakteri.\"}]","Rekayasa media padat nonselektif untuk bakteri akuatik | PDF",1789746119,6]