[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-274738-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-274738-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","red-and-white-local-ntt-popcorn-morphological-character-study","Jagung Berondong Merah dan Putih Lokal NTT - Penelitian Karakter Morfologi","","Jagung berondong merah dan putih lokal NTT diposisikan sebagai sumber daya hayati yang berpotensi menjadi tetua pada tahap awal pemuliaan, meski penelitian terperinci masih terbatas. Dokumen membahas latar belakang peningkatan produksi jagung, peran pemuliaan tanaman, serta pentingnya koleksi plasma nutfah dan analisis keragaman berbasis karakter morfologis. Penelitian bertujuan mendeskripsikan karakter morfologi serta membedakan karakter morfologi kedua varietas sebagai dasar informasi ilmiah dan upaya pelestarian keragaman genetik.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/red-and-white-local-ntt-popcorn-morphological-character-study/274738/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/red-and-white-local-ntt-popcorn-morphological-character-study/274738.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Putri","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-15",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Mengapa jagung berondong merah dan putih lokal NTT penting untuk pemuliaan tanaman?","Question",{"text":63,"@type":64},"Jagung berondong merah dan putih lokal NTT dapat dijadikan tetua pada kegiatan awal pemuliaan tanaman, meskipun penelitian yang membahasnya masih terbatas.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa yang menjadi fokus rumusan masalah dalam dokumen ini?",{"text":68,"@type":64},"Peneliti ingin mengetahui deskripsi karakter morfologi serta perbedaan karakter morfologi jagung berondong merah dan putih lokal NTT.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa tujuan dan manfaat penelitian yang dirumuskan?",{"text":72,"@type":64},"Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan karakter morfologi kedua varietas. Manfaatnya secara teoritis memberi tambahan informasi ilmiah dan mendukung penelitian lanjutan sekaligus menjaga serta melestarikan keragaman genetik jagung berondong lokal NTT.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},274738,1789482457,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":33,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":141},962085571259,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","I. PENDAHULUAN  \nA. Latar Belakang  \nJagung merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi penting sebagai sumber karbohidrat kedua setelah beras. Jagung tidak hanya digunakan sebagai bahan pangan tapi jagung juga digunakan sebagai bahan pakandan bahan baku industri. Kebutuhanjagung sebagai bahan pangan, pakan dan industriterus meningkat dari tahun ke tahun.  \nMenurut data Badan Pusat Statistik (2016), produksi jagung nasional sebesar 23,58 juta ton atau naik 20,23% dibandingkan tahun 2015 yang tercatat 19,61 juta ton. Selain itu, pada 2017 angka ramalan sementara 26 juta ton naik 10,31 % . Propinsi penyumbang jagung nasional adalah Jawa Timur dan Jawa Tengah sebanyak 45%, setara delapan provinsi berturut turut yaitu Lampung, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, NTT, Sulawesi Utara, Gorontalo, NTB dan Jawa Barat.  \nUntuk lima tahun terakhir, yaitu daritahun 2013-2017 produksi jagung nasionalterus mengalami peningkatan. Pada tahun 2013 Indonesia mampu memproduksi jagung sebesar 18,51 juta ton dan pada tahun 2017 produksinya sudah mencapai 27,95 juta ton. Daerah yang paling banyak menyumbangkan produksi jagung adalah Jawa Timur, yaitu sebesar 6,18 juta ton pada tahun 2017. Peringkat selanjutnya adalah daerah Jawa Tengah yang mneyumbangkan produksi sebesar 3,51 juta ton. Secara keseluruhan produksi jagung tahun 2017 meningkat 18,55% dari tahunsebelumnya (Yonida, 2018) .  \nProduksi jagung yang terus meningkat tidak terlepas dari kegiatan pemuliaan tanaman. Dimana kegiatan ini merupakan kegiatan untuk menghasilkan suatu varietasunggul yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman jagung sesuaidengan langkah langkah budidaya yang tepat. Syukur dkk (2015) mengatakan bahwatahapan pemuliaan tanaman dimulai dari koleksi plasma nutfah, karakterisasi, seleksi, perluasan genetik, seleksi perluasan genetik, evaluasi dan pengujian, pelepasanvarietas dan perbanyakan.  \nLangkah awal setiap program pemuliaan tanaman adalah koleksi berbagai genotipe, yang kemudian dapat digunakan sebagai sumber untuk mendapatkangenotipe (varietas) yang diinginkan atas dasar tujuan pemuliaan tanaman. Koleksi berbagai genotipe atau plasma nutfah dapat berasal dari plasma nutfah lokal maupun yang diintroduksikan dari luar negeri, termasuk genotipe liar dan eksotik. Koleksi plasma nutfah merupakan sumber kekayaan keragaman genetik bagi kegiatanpemuliaan tanaman. Koleksi plasma nutfah merupakan hasil eksplorasi dari tempat dimana terdapat keragaman genetik yang tinggi, yaitu dari tempat asalberkembangnya spesies tanaman itu (center of origin) atau dari tempat dimana tanaman itu secara intensif dibudidayakan sejak lama (center of diversity) . Koleksi plasma nutfah bertujuan untuk mempelajari tingkat keragaman yang ada dan untuk tujuan konservasi/penyelamatan keragaman genetik (Syukur M. dkk, 2015)  \nPlasma nutfah tanaman jagung yang tumbuh di dunia mempunyai banyak jenis. Para ahli botani dan pertanian mengklasifikasikan tanaman jagung berdasarkan sifat endosperma (kernel) yaitu: flint corn (jagung mutiara), dent corn (jagung gigi kuda),  \nsweet corn (jagung manis), pop corn (jagung berondong), floury corn (agung tepung), waxy corn (jagung ketan) dan pod corn (jagung pod) (Muhadjir, 1988)  \nAnalisis keragaman suatu populasi tanaman dapat dilakukan melalui karaktermorfologis yaitu dengan pengamatan langsung terhadap fenotipe tanaman atau jugamelalui penggunaan penanda tertentu (Sudre dkk., 2007 dalam Indhirawati dkk, 2015) . Karakteristik yang umum digunakan adalah sifat morfologi, seperti bentuk batang dan daun. Keragaman genetik dapat dimanfaatkan untuk perbaikan tanamanapabila telah tersedia informasi tentang keragaman genetik dan pola hubungan kekerabatan antar tanaman baik secara morfologi maupun molekuler.  \nJagung berondong atau popcorn (Zea mays Kelompok Everta) merupakan salah satu jenis jagung yang memiliki biji kecil yang keras dan meletup ketika dipanaskan. Jagung berondong memiliki banyak warna seperti kuning dan merah dan putih.","cbCaiiIzLb4MVnl8","https://ap.wps.com/l/cbCaiiIzLb4MVnl8","pdf",20079,"Indonesian","# PENDAHULUAN\n## Latar Belakang\n## Rumusan Masalah\n## Tujuan Penelitian\n## Manfaat Penelitian","[{\"question\":\"Mengapa jagung berondong merah dan putih lokal NTT penting untuk pemuliaan tanaman?\",\"answer\":\"Jagung berondong merah dan putih lokal NTT dapat dijadikan tetua pada kegiatan awal pemuliaan tanaman, meskipun penelitian yang membahasnya masih terbatas.\"},{\"question\":\"Apa yang menjadi fokus rumusan masalah dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Peneliti ingin mengetahui deskripsi karakter morfologi serta perbedaan karakter morfologi jagung berondong merah dan putih lokal NTT.\"},{\"question\":\"Apa tujuan dan manfaat penelitian yang dirumuskan?\",\"answer\":\"Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan karakter morfologi kedua varietas. Manfaatnya secara teoritis memberi tambahan informasi ilmiah dan mendukung penelitian lanjutan sekaligus menjaga serta melestarikan keragaman genetik jagung berondong lokal NTT.\"}]","Jagung Berondong Merah dan Putih Lokal NTT - Penelitian Karakter Morfologi | PDF",6]