[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-43270-id":3,"doc-seo-43270-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},43270,1374391975076,"Riley","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/14000253ca4ec9f6853?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1783305029341752051",54,"Penelitian & Laporan","Rekonstruksi Birokrasi Pemerintahan Daerah","Rekonstruksi Birokrasi Pemerintahan Daerah membahas makna birokrasi pemerintahan, ciri serta fungsinya, sekaligus penelusuran teori dasar seperti birokrasi Weberian, Hegelian-Marxis, Albrow, dan post-birokrasi. Dokumen ini menyoroti konsep organisasi birokrasi pemerintahan daerah, peran birokrasi pemerintah, kultur, struktur, dan kepemimpinan. Meliputi pula patologi birokrasi termasuk perilaku birokrasi dan korupsi, lalu mengaitkan birokrasi Indonesia dengan proses demokratisasi, pemilu, pilkada, serta integrasi nasional. Diakhiri dengan agenda rekonstruksi dan fokus pada rekonstruksi birokrasi untuk pelayanan publik melalui kinerja, budaya-etika, dan standarisasi kualitas.","DAFTAR ISI  \nPENGANTAR  \nBAB I MAKNA BIROKRASI PEMERINTAHAN 1  \nA. Hakekat Birokrasi 2  \nB. Ciri dan Fungsi Birokrasi 9  \nC. Memaknai Birokrasi 20  \nBAB II TEORI DASAR BIROKRASI 26  \nA. Birokrasi Weberian 28  \nB. Birokrasi Hegelian dan Marxis 41  \nC. Birokrasi Albrow 46  \nD. Post-birokrasi 50  \nBAB III KONSEP ORGANISASI BIROKRASI PEMERINTAHAN 58  \nA. Peran Birokrasi Pemerintah 60  \nB. Kultur Birokrasi Indonesia 70  \nC. Struktur Organisasi Birokrasi 82  \nD. Kepemimpinan Birokrasi 88  \nBAB IV PATOLOGI BIROKRASI 112  \nA. Hakekat Patologi Birokrasi 112  \nB. Prilaku Birokrasi 117  \nC. Korupsi 120  \nBAB V BIROKRASI INDONESIA DAN PROSES DEMOKRATISASI. 135  \nA. Birokrasi dan Partai Politik. 135  \nB. Pemilu. 146  \nC. Pilkada. 155  \nD. Birokrasi dan Integrasi Nasional. 161  \nBAB VI BIROKRASI PEMERINTAHAN DAERAH 174  \nA. Sejarah Pemerintahan Daerah 175  \nB. Hubungan Pemerintahan 200  \nC. Struktur Organisasi pemerintahan Daerah 216  \nBAB VII REKONSTRUKSI BIROKRASI INDONESIA 226  \nA. Arah dan Muatan Reformasi Birokrasi. 230  \nB. Proses Perjalanan Reformasi Birokrasi 242  \nC. Penataan Birokrasi Pemerintahan Pusat dan Daerah 250  \nD. Penataan Aparatur Pemerintahan Daerah 255  \nBAB VIII REKONSTRUKSI BIROKRASI PADA PELAYANAN PUBLIK 267  \nA. Kinerja Pelayanan Publik 271  \nB. Budaya dan Etika Pelayanan 277  \nC. Standarisasi Kualitas Pelayanan Publik 288  \nDAFTAR PUSTAKA 300  \nKATA PENGANTAR  \nPuji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan buku yang berjudul ―Rekonstruksi Birokrasi Pemerintahan Daerah”.  \nPenyusunan buku ini dimaksudkan untuk menambah kaedah tentang Birokrasi dan Pemerintahan Daerah, serta Pelayanan Publik, sehingga diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran terhadap kelimuan dan pembelajaran teori-teori birokrasi serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai birokrasi. Buku ini pula tersusun berdasarkan pengetahuan dan pengalaman penulis sebagai tenaga pengajar di lingkungan Institut Pemerintahan Dalam Negeri.  \nDalam buku ini mendeskripsikan mengenai birokrasi. Pokok-pokok pembahasan buku ini terdiri dari 8 bab yang akan membahas secara mendasar yaitu: Bab 1 tentang Makna Birokrasi Pemerintahan; Bab 2, tentang Teori Dasar Birokrasi, Bab 3 tentang Konsep Organisasi Birokrasi Pemerintahan, Bab 4 tentang Patologi Birokrasi, Bab 5 tentang Birokrasi Indonesia Dan Proses Demokratisasi, Bab 6 Birokrasi Pemerintahan Daerah, dan Bab 7 tentang Rekonstruksi Birokrasi Indonesia, serta Bab 8 tentang Birokrasi Dan Pelayanan Publik.  \nPenulis menyadari bahwa buku ini ini masih terdapat kekurangan dalam mengulassecara mendetail rekontruksi dan prilaku birokrasi, dikarenakan keterbatasan penulis. Oleh karena itu dengan senang hati penulis akan menerima seluruh kritik dan saran yang bersifat membangun guna pengembangan konsep pengembangan birokrasi ke depan.  \nDalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepadasemua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyelesaian buku ini. Semoga buku ini dapat menambah kaedah dalam pengembangan pengetahuan tentang birokrasi Indonesia di masa datang.  \nJatinangor, Oktober 2014  \nPenulis  \nIrfan Setiawan, S. IP, M. Si  \nBAB I  \nMAKNA BIROKRASI PEMERINTAHAN  \nBirokrasi selalu menjadi perhatian masyarakat. Setiap mendengar kata ―birokrasi‖, masyarakat umum langsung terpikir mengenai berbagai urusan yang mandek dan memiliki berbagai prosedur serta formalitas kaku. Masyarakat sering memandang birokrasi sebagai sebuah sistem dan alat manajemen pemerintahanyang amat buruk. Hal ini terjadi karena masyarakat sering mengalami ataumelihat praktek-praktek aparat birokrat yang melenceng dari proses penyelenggaraan tugas-tugasnya. Masyarakat pun memandang birokrasi dengansesuatu yang menjengkelkan karena selalu berurusan dengan pengisian formulirformulir, proses perolehan izin yang melalui banyak kontrol secara berantai, aturan-aturan yang ketat yang mengharuskan masyarakat melewati banyak se","cbCaikAormGTJ7L2","https://ap.wps.com/l/cbCaikAormGTJ7L2","pdf",1513103,9,1,305,"Indonesian","id",113,"# Pengantar\n# BAB I Makna Birokrasi Pemerintahan\n## A. Hakekat Birokrasi\n## B. Ciri dan Fungsi Birokrasi\n## C. Memaknai Birokrasi\n# BAB II Teori Dasar Birokrasi\n## A. Birokrasi Weberian\n## B. Birokrasi Hegelian dan Marxis\n## C. Birokrasi Albrow\n## D. Post-birokrasi\n# BAB III Konsep Organisasi Birokrasi Pemerintahan\n## A. Peran Birokrasi Pemerintah\n## B. Kultur Birokrasi Indonesia\n## C. Struktur Organisasi Birokrasi\n## D. Kepemimpinan Birokrasi\n# BAB IV Patologi Birokrasi\n## A. Hakekat Patologi Birokrasi\n## B. Prilaku Birokrasi\n## C. Korupsi\n# BAB V Birokrasi Indonesia dan Proses Demokratisasi\n## A. Birokrasi dan Partai Politik\n## B. Pemilu\n## C. Pilkada\n## D. Birokrasi dan Integrasi Nasional\n# BAB VI Birokrasi Pemerintahan Daerah\n## A. Sejarah Pemerintahan Daerah\n## B. Hubungan Pemerintahan\n## C. Struktur Organisasi Pemerintahan Daerah\n# BAB VII Rekonstruksi Birokrasi Indonesia\n## A. Arah dan Muatan Reformasi Birokrasi\n## B. Proses Perjalanan Reformasi Birokrasi\n## C. Penataan Birokrasi Pemerintahan Pusat dan Daerah\n## D. Penataan Aparatur Pemerintahan Daerah\n# BAB VIII Rekonstruksi Birokrasi pada Pelayanan Publik\n## A. Kinerja Pelayanan Publik\n## B. Budaya dan Etika Pelayanan\n## C. Standarisasi Kualitas Pelayanan Publik\n# Daftar Pustaka","[{\"question\":\"Mengapa masyarakat sering memandang birokrasi sebagai sesuatu yang mandek dan formalitas kaku?\",\"answer\":\"Masyarakat menilai birokrasi buruk karena sering mengalami atau melihat praktik aparat birokrat yang melenceng dari tugasnya. Mereka juga menganggap proses perizinan, kontrol berantai, aturan ketat, dan keharusan melewati banyak sekat formalitas terasa menjengkelkan.\"},{\"question\":\"Bagaimana asal-usul istilah birokrasi dan peran Martin Albrow dalam memaknainya?\",\"answer\":\"Istilah birokrasi awalnya dikemukakan Martin Albrow sebagai atribut terhadap istilah yang digunakan Vincent de Gournay terkait sistem pemerintahan Prusia pada 1745. Albrow menawarkan tujuh konsep birokrasi, termasuk birokrasi sebagai organisasi sosial, inefisiensi organisasi, kekuasaan pejabat, administrasi negara, administrasi pejabat, organisasi, serta masyarakat modern.\"},{\"question\":\"Apa saja tema utama patologi birokrasi yang dibahas dalam buku ini?\",\"answer\":\"Patologi birokrasi mencakup hakekat patologi birokrasi, perilaku birokrasi, serta pembahasan korupsi.\"}]","Rekonstruksi Birokrasi Pemerintahan Daerah | PDF",1783379440,470,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"reconstruction-of-regional-government-bureaucracy","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/reconstruction-of-regional-government-bureaucracy/43270/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-17","2026-07-06",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Mengapa masyarakat sering memandang birokrasi sebagai sesuatu yang mandek dan formalitas kaku?","Question",{"text":77,"@type":78},"Masyarakat menilai birokrasi buruk karena sering mengalami atau melihat praktik aparat birokrat yang melenceng dari tugasnya. Mereka juga menganggap proses perizinan, kontrol berantai, aturan ketat, dan keharusan melewati banyak sekat formalitas terasa menjengkelkan.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Bagaimana asal-usul istilah birokrasi dan peran Martin Albrow dalam memaknainya?",{"text":82,"@type":78},"Istilah birokrasi awalnya dikemukakan Martin Albrow sebagai atribut terhadap istilah yang digunakan Vincent de Gournay terkait sistem pemerintahan Prusia pada 1745. Albrow menawarkan tujuh konsep birokrasi, termasuk birokrasi sebagai organisasi sosial, inefisiensi organisasi, kekuasaan pejabat, administrasi negara, administrasi pejabat, organisasi, serta masyarakat modern.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa saja tema utama patologi birokrasi yang dibahas dalam buku ini?",{"text":86,"@type":78},"Patologi birokrasi mencakup hakekat patologi birokrasi, perilaku birokrasi, serta pembahasan korupsi.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]