[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-202344-113":53,"doc-detail-202344-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","recognition-of-learning-aspects-of-indonesian-for-foreign-speakers-bipa","REKOGNISI ASPEK-ASPEK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA)","","Penelitian ini menerapkan ancangan analitik-didaktif dengan standar deskriptif kualitatif untuk menafsirkan keterpahaman teks dan konteks. Data terdeteksi melalui teknik tekstual dari dokumen kajian terdahulu, lalu dihubungkan dengan kebutuhan kurikulum. Dibutuhkan kurikulum yang tepat untuk menginternalisasikan Bahasa Indonesia bagi penutur asing melalui rekayasa multi-metode dalam multi-variasi berbasis tujuan, karakteristik keterampilan berbahasa, dan landasan budaya lokal. Pembelajar BIPA memerlukan model interaksi yang menarik guna mempercepat pengayaan kosakata dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/recognition-of-learning-aspects-of-indonesian-for-foreign-speakers-bipa/202344/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/recognition-of-learning-aspects-of-indonesian-for-foreign-speakers-bipa/202344.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Taylor Morgan","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-05","2026-09-04",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",12,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Bagaimana pendekatan penelitian dalam pengkajian aspek pembelajaran BIPA?","Question",{"text":110,"@type":111},"Penelitian menggunakan ancangan analitik-didaktif dengan standar deskriptif kualitatif, menekankan pemahaman teks dan konteks melalui observasi serta teknik tekstual dari dokumen kajian lalu.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Mengapa diperlukan kurikulum yang tepat untuk pembelajar BIPA?",{"text":115,"@type":111},"Kurikulum diperlukan untuk menerjemahkan internalisasi Bahasa Indonesia bagi penutur asing, dengan rekayasa multi-metode dalam multi-variasi yang selaras dengan tujuan dan karakteristik keterampilan berbahasa.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Apa kebutuhan psikologis pembelajar BIPA dalam kurikulum?",{"text":119,"@type":111},"Pembelajar BIPA secara psikologis memerlukan model interaksi yang mampu membangkitkan ketertarikan agar mempercepat pengayaan khasanah berbahasa.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},202344,1788544988,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},1099523885336,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","ISSN : 2615-1995  \nE-ISSN : 2615-0654 DOI :  \n[doi.org/10.28926/sinda.v2](doi.org/10.28926/sinda.v2)[ ](doi.org/10.28926/sinda.v2)[.i3](.i3) .658  \nREKOGNISI ASPEK-ASPEK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI  \nPENUTUR ASING (BIPA)  \nSiti Fatimah 1, Zurriat Nyndia Rahmawati2  \nUniversitas Islam Raden Rahmat (UNIRA)12  \n[Email:](Email:1vatea.muach@gmail.com)[1](Email:1vatea.muach@gmail.com)[vatea.muach@gmail.com](Email:1vatea.muach@gmail.com), [2](2zurriat.nyndia@uniramalang.ac.id)[zurriat.nyndia@uniramalang.ac.id](2zurriat.nyndia@uniramalang.ac.id)  \n\n| Informasi artikel | ABSTRACT |\n| --- | --- |\n| Sejarah artikel: Diterima\u003Cbr>09 November 2022 Revisi\u003Cbr>15 November 2022 Dipublikasikan\u003Cbr>2 Desember 2022\u003Cbr>DOI | The interpretation of this study applies an analytic-did active approach in the study based on qualitative descriptive standards. The understanding of text and context studies in content uses observation, then data is detected based on textual techniques from data from past study documents. An appropriate curriculum is needed to translate the internalization of Indonesian for foreign speakers. Multi-method engineering in multi-variation based on the objectives and characteristics of language skills with local culture fundamentals has become the standard for efforts to develop Indonesian by increasing the richness of the vocabulary, the standardization of the language system, language tunings, and increasing the functioning of Indonesian as an international language. BIPA learners psychologically need an interaction model in the curriculum that can provide interest to accelerate their language repertoire. |\n| Kata kunci:\u003Cbr>Learning Aspects, Indonesian, Foreign Speakers |  |\n| ABSTRAK |  |\n| Keyword:\u003Cbr>Aspek Pembelajaran, Bahasa Indonesia, Penutur Asing | Penafsiran kajian ini mengaplikasikan ancangan analitik-didaktif dalam kajian mendasarkan standart deskriftif kualitatif. Keterpahaman kajian teks dan konteks dalam konten mempergunakan observasi, selanjutnya data terdeteksi berdasar teknik tekstual data-data dokumen kajian lalu. Diperlukan sebuah Kurikulum yang tepat sebagai upaya menterjemahkan internalisasi Bahasa Indonesia bagi penutur asing. Rekayasa multi-metodedalam multi-variasi dengan berdasar tujuan serta karakteristik keterampilan berbahasa berfundamental local culture menjadi standart upayamengembangkan Bahasa Indonesia pada memperbanyak kekayaan dalam kosa kata, keterbakuan system Bahasa, laras-laras Bahasa, serta peningkatan keterfungsian Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional. Pembelajar BIPA secara psikologis memerlukan sebuah model interaksi dalam kurikulum yang mampu memberikan ketertarikan sehingga mampu mempercepat khasanah berbahasanya. |\n| Pendahuluan | Kemajuan zaman semakinmengubah paradigma cara berfikir yang\u003Cbr>menjadikan pola pemikiran ini menjadi |\n\n55 |JURNAL SINDA VOL.2 ,NO.3 ,Desember 2022  \nfenomena zaman dana lam dalamberkehidupan. Kemudian perikehidupandari berbagai media dengan multi-sarana yang semakin mudah dalam jangkauanmenjadikan masyarakat dunia ingin menjangkau tujuan dan misi dalamberkehidupannya. Cara pandang masyarakat dunia yang bersifat konvensional hanya terbatas padalingkungan kehidupannya dalamberinteraksi, maka perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi membuka percepatan anggota masyarakatdalam meretas peingintahuan merekamenuju integrasi informasi multi-negara. Mengacu pada dasar pemikiran tersebut, Bahasa sebagai media interaksi menjadi factor dominan anggota masyarakat dalamupaya mencapai target ketercapaiankeingintahuan dirinya dalam upaya mempercepat pengetahuannya. Bahasa sebagai alat komunikasi dan berinteraksimnejadi standart utama yang harusdikuasai sebagai upaya keterbahasaanakses informasi dan komunikasi secara global. Pada titik fundamental ini pembelajaran Bahasa menjadi tolok ukurterpenting.  \nBahasa Indonesia sebagai fundamental Bahasa negara, Bahasa dalampraktik penyelenggaraan kepemerintahan, penghantar dalam civitas dan aktivitaskepe","cbCaitMnsUo9qq6g","https://ap.wps.com/l/cbCaitMnsUo9qq6g","pdf",204012,16,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang kebutuhan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing\n## Peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional dan alat komunikasi global\n# Pembelajaran BIPA dan kebutuhan standar kurikulum","[{\"question\":\"Bagaimana pendekatan penelitian dalam pengkajian aspek pembelajaran BIPA?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan ancangan analitik-didaktif dengan standar deskriptif kualitatif, menekankan pemahaman teks dan konteks melalui observasi serta teknik tekstual dari dokumen kajian lalu.\"},{\"question\":\"Mengapa diperlukan kurikulum yang tepat untuk pembelajar BIPA?\",\"answer\":\"Kurikulum diperlukan untuk menerjemahkan internalisasi Bahasa Indonesia bagi penutur asing, dengan rekayasa multi-metode dalam multi-variasi yang selaras dengan tujuan dan karakteristik keterampilan berbahasa.\"},{\"question\":\"Apa kebutuhan psikologis pembelajar BIPA dalam kurikulum?\",\"answer\":\"Pembelajar BIPA secara psikologis memerlukan model interaksi yang mampu membangkitkan ketertarikan agar mempercepat pengayaan khasanah berbahasa.\"}]","REKOGNISI ASPEK-ASPEK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) | PDF",25]