[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-227727-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-227727-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","reading-pseudo-radicalism-in-the-corruption-eradication-commission-kpk-discourse-analysis-of-the-taliban-issue-within-kpk","Membaca Radikalisme Semu di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) - Analisis Wacana Isu Taliban pada Tubuh KPK","","Kasus tidak lolosnya 75 pegawai KPK pada uji Tes Wawasan Kebangsaan dikaitkan dengan radikalisme yang diduga muncul di tubuh KPK. Penelitian ini memakai analisis wacana terhadap teks berita Koran Tempo dan Republika untuk memetakan struktur teks, kognisi sosial, serta konteks sosial. Temuan menunjukkan kedua media dengan ideologi yang berbeda memiliki struktur wacana yang beririsan: isu radikalisme terkait kegagalan tersebut dinilai belum memiliki fakta, sekaligus menuntut kejelasan dari lembaga penyusun uji TWK.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/reading-pseudo-radicalism-in-the-corruption-eradication-commission-kpk-discourse-analysis-of-the-taliban-issue-within-kpk/227727/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/reading-pseudo-radicalism-in-the-corruption-eradication-commission-kpk-discourse-analysis-of-the-taliban-issue-within-kpk/227727.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Paura","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-03","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",7,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa fokus penelitian pada dokumen ini?","Question",{"text":63,"@type":64},"Dokumen ini meneliti makna isu radikalisme yang dikaitkan dengan tidak lolosnya 75 pegawai KPK pada saat Tes TWK, melalui analisis wacana teks berita Koran Tempo dan Republika.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Bagaimana cara menganalisis berita dalam penelitian ini?",{"text":68,"@type":64},"Penelitian menggunakan analisis wacana untuk mengkaji struktur teks berita, kognisi sosial, dan konteks sosial pada kedua media.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Apa hasil utama yang ditemukan terkait pemberitaan Koran Tempo dan Republika?",{"text":72,"@type":64},"Keduanya, meski memiliki ideologi media berbeda, memiliki struktur wacana yang beririsan: isu radikalisme terkait kasus tersebut dinilai belum memiliki fakta dan perlu kejelasan dari lembaga penyusun uji TWK.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},227727,1789013393,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":55,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":141},13056712833777,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Membaca Radikalisme Semu di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK): Analisis Wacana Isu Taliban pada Tubuh KPK  \nHanna Nurhaqiqi  \nUPN Veteran Jawa Timur  \nJl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya  \n[hanna.nurhaqiqi.ilkom@upnjatim.ac.id](hanna.nurhaqiqi.ilkom@upnjatim.ac.id)  \nAbstract  \nThe case of the failure of 75 KPK employees is claimed to have something to do with radicalism within the KPK. Through this discourse analysis of news texts, a study of the meaning of the news texts ofKoran Tempo and Republika is carried out to determine the structure ofthe news text, social cognition, and social context. The results found are Koran Tempo and Republika, with different media ideologies, have an intersecting discourse structure where they both assume that radicalism related to the failure of75 KPK employees has no facts. There needs to be clarity from the TWK test preparation of the government agency.  \nKeywords: Discourse Analysis, Radicalism, KPK, Taliban  \nAbstrak  \nKasus tidak lolosnya 75 pegawai KPK diklaim ada kaitannya denganisu radikalisme pada tubuh KPK. Melalui analisis wacana teks berita ini melakukan kajian makna pada teks berita Koran Tempo dan Republika untuk mengetahui struktur teks berita, kognisi sosial dan konteks sosial. Hasil yang ditemukan ialah Koran Tempo dan Republika dengan ideologi media yang berbedamemiliki struktur wacana yang beririsan dimana sama-sama menganggap bahwa isu radikalisme kaitannya dengan tidak lolosnya 75 pegawai KPK masih belum ada fakta dan perlu ada kejelasan dari lembaga pemerintahan penyusunan uji TWK.  \nKata Kunci: analisis wacana, radikalisme, KPK, Taliban  \nPendahuluan  \nPerkembangan media berita terus bergerak dan memiliki banyak pengaruh. Sudah tidak lagi menjadi perbincangan rahasia bahwa munculnya oligopoli media, dimana media-media yang ada terlihat banyak tetapi dimiliki oleh beberapa pihak saja. Hal ini menengarai akan adanya homogenisasi berita serta potensi munculnya kepentingan media dalam setiap pemberitaannya.  \nMengenai munculnya kasus tidak lolosnya 75 pegawai KPK pada uji TesWawasan Kebangsaan (TWK) sempat menjadi perbincangan hangat pada berbagai elemen masyarakat di Indonesia. Sudah sejak lama sejak kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan hinggakini munculnya kasus alih status pegawai KPK menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) . Mengamati perkembangan media dalam memberitakan perkembangan kasus KPK dapat sebagaititik awal dalam mengamati pada kepentingan siapa yang sedang berkuasa dan wacana apa yang kemudian muncul di publik. Apakah kemudian perbedaan ideologi media dapat memberikan sudut pandang pemberitaan yang berbeda mengenai kasus tidak lolosnya 75 pegawai KPK padauji TWK. Melalui analisis wacana ini sebagai upaya untuk mengkaji lebih jauh pada maknamakna yang muncul pada teks berita.  \nTerdapat klaim dari pihak KPK, diutarakan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, mengatakan ada tiga aspek yang diukur dalam tes wawasan kebangsaan, yaitu integritas, netralitas, dan radikalisme. Aspek terakhir, yakni radikalisme yang kemudian menjadi perbincangan luas. Berdasarkan tesaurus KBBI Kemdikbud, radikalisme merupakan paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasanatau drastis. Dalam hal ini, isu radikalisme dikaitkan dengan istilah ‘Kaum Taliban’ dan ‘Kadrun’sebagai stigma pada para pegawai KPK yang beragama Islam.  \nSebelum melakukan analisis wacana pada teks berita, akan dibahas beberapa penelitianyang melakukan analisis wacana pada teks berita sebagai langkah awal pada penelitian ini.  \nTerdapat penelitian sebelumnya yang sudah dilakukan dengan memiliki persamaan dan perbedaan terhadap hasil penulisan riset ini. Penelitian dengan judul “Analisis Wacana Kritis Berita tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali dalam Harian Bali Post”melakukan analisis secara mendalam pada berita utama di Harian Post (Utama 2015) . Dalamanalisis tersebut ditemukan Pemerintah selaku inisiatifRTRWP digamb","cbCaik6NZzdzlLwz","https://ap.wps.com/l/cbCaik6NZzdzlLwz","pdf",309076,"Indonesian","# Pendahuluan\n# Metode","[{\"question\":\"Apa fokus penelitian pada dokumen ini?\",\"answer\":\"Dokumen ini meneliti makna isu radikalisme yang dikaitkan dengan tidak lolosnya 75 pegawai KPK pada saat Tes TWK, melalui analisis wacana teks berita Koran Tempo dan Republika.\"},{\"question\":\"Bagaimana cara menganalisis berita dalam penelitian ini?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan analisis wacana untuk mengkaji struktur teks berita, kognisi sosial, dan konteks sosial pada kedua media.\"},{\"question\":\"Apa hasil utama yang ditemukan terkait pemberitaan Koran Tempo dan Republika?\",\"answer\":\"Keduanya, meski memiliki ideologi media berbeda, memiliki struktur wacana yang beririsan: isu radikalisme terkait kasus tersebut dinilai belum memiliki fakta dan perlu kejelasan dari lembaga penyusun uji TWK.\"}]","Membaca Radikalisme Semu di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) - Analisis Wacana Isu Taliban pada Tubuh KPK | PDF",11]