[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-159220-113":53,"doc-detail-159220-id":131},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":124,"head_meta":126,"extra_data":128,"updated_unix":130},113,"id","rabies-prevention-action-prediction-model-to-establish-early-warning-system-ews-for-high-schools-in-kendari-in-2025-quantitative-study","Model Prediksi Tindakan Pencegahan Rabies untuk Menegakkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) pada SMA di Kota Kendari Tahun 2025 - Penelitian Kuantitatif","","Rabies merupakan penyakit virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitan mamalia terinfeksi, terutama anjing, dan masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Data hingga April 2023 mencatat lebih dari 31.000 kasus gigitan, dengan fluktuasi kasus di Kota Kendari sejak 2018. Penelitian kuantitatif cross-sectional ini bertujuan menyusun model prediksi tindakan pencegahan rabies untuk menegakkan sistem kewaspadaan dini (SKD) pada siswa SMA. Pengetahuan, sikap, dan kepercayaan terbukti berpengaruh signifikan, dengan pengetahuan sebagai faktor dominan, serta peluang tindakan meningkat tajam dari 14,4% menjadi 95,6% ketika ketiga variabel berada pada tingkat baik.",{"@graph":63,"@context":123},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/rabies-prevention-action-prediction-model-to-establish-early-warning-system-ews-for-high-schools-in-kendari-in-2025-quantitative-study/159220/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/rabies-prevention-action-prediction-model-to-establish-early-warning-system-ews-for-high-schools-in-kendari-in-2025-quantitative-study/159220.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Ophelia","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-19","2026-08-29",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":74},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115,119],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan penelitian dalam dokumen ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Menyusun model prediksi tindakan pencegahan rabies untuk menegakkan sistem kewaspadaan dini (SKD) pada siswa SMA di Kota Kendari tahun 2025.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Bagaimana metode pengumpulan dan jumlah sampel yang digunakan?",{"text":114,"@type":110},"Penelitian bersifat kuantitatif cross-sectional dengan 350 siswa dari tiga kecamatan (Baruga, Poasia, dan Kadia). Data dikumpulkan pada Februari 2025 melalui kuesioner hybrid/online.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Faktor apa yang paling dominan memengaruhi tindakan pencegahan rabies?",{"text":118,"@type":110},"Pengetahuan merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh sikap dan kepercayaan. Pengetahuan memiliki pengaruh terbesar (p=0,000; Exp(B)=8,747).",{"name":120,"@type":107,"acceptedAnswer":121},"Bagaimana perubahan probabilitas tindakan pencegahan berdasarkan tingkat variabel?",{"text":122,"@type":110},"Jika pengetahuan, sikap, dan kepercayaan berada pada tingkat rendah, probabilitas tindakan pencegahan sebesar 14,4%. Probabilitas meningkat signifikan menjadi 95,6% ketika seluruh variabel berada pada tingkat baik.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":125,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":127,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":129,"site_id":56},159220,1788014712,{"code":4,"msg":5,"data":132},{"doc_id":129,"user_id":133,"nickname":89,"user_avatar":134,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":135,"file_id":136,"file_url":137,"file_type":138,"file_size":139,"view_count":74,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":140,"language":141,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":61,"update_tm":130,"read_time":145},7971461741311,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/74000253aff267980c6?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1779345379180704826","Model Prediksi Tindakan Pencegahan Rabies untuk Menegakkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) pada SMA di Kota Kendari Tahun 2025  \nAnnisya Syarifuddin 1*, La Ode Muhamad Sety2, Mubarak3  \n1-3 Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo  \n*Korespondensi Penulis: [annisyasyarifuddin@gmail.com](annisyasyarifuddin@gmail.com1)[1](annisyasyarifuddin@gmail.com1)  \nAbstract. Rabies is a deadly disease transmitted through animal bites, especially dogs, and is still a serious threat in Indonesia. As of April 2023, more than 31,000 bite cases have been recorded, with Southeast Sulawesi being the region with the highest cases. InKendari City, data shows that bite cases have fluctuated since 2018. Research objectives: To develop a prediction model for rabies prevention measures to enforce an early warning system (EWS) in high school students in Kendari City. Research methods: Cross-sectional quantitative research, involving 350 students from three sub-districts (Baruga, Poasia, and Kadia) with independent variables in the form of knowledge, attitudes, and beliefs, and the dependent variable in the form of rabies prevention measures. Data were collected in February 2025 through a hybrid/online questionnaire. Research results: Knowledge, attitudes, and beliefs have a significant effect on rabies prevention measures in high school students in Kendari City. Knowledge is the most dominant factor (p = 0.000; Exp(B) = 8. 747), followed by attitude (Exp(B) = 5. 725) and belief (Exp(B) = 2.545). Students with good knowledge are 8.7 times more likely to take rabies prevention. If the three variables are at a low level, the probability of rabies prevention actions among students is 14.4%, but it increases significantly to 95. 6% when all three variables are at a good level. Research Conclusion: There is a significant influence of knowledge, attitude, and belief on rabies prevention behavior to support the early warning system (EWS) among high school students in Kendari City in 2025. The probability of engaging in preventive behavior is 14.4% when all three variables are at a low level, but it increases significantly to 95. 6% when all variables are at a high level. Knowledge contributes the most, while attitude and belief synergistically strengthen the overall effect.  \nKeywords: Attitude; Students, Prevention, Prediction, Rabies.  \nAbstrak. Rabies adalah penyakit mematikan yang ditularkan melalui gigitan hewan, terutama anjing, dan masih menjadi ancaman serius di Indonesia. Hingga April 2023, tercatat lebih dari 31.000 kasus gigitan, dengan Sulawesi Tenggara termasuk wilayah dengan kasus tertinggi. Di Kota Kendari, data menunjukkan kasus gigitanfluktuatif sejak 2018. Tujuan penelitian : Menyusun model prediksi tindakan pencegahan rabies untukmenegakkan sistem kewaspadaan dini (SKD) pada pelajar SMA di Kota Kendari tahun 2025. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif Cross-sectional, melibatkan 350 siswa dari tiga kecamatan (Baruga, Poasia, dan Kadia) dengan variabel independen berupa pengetahuan, sikap, dan kepercayaan, serta variabel dependen yaitu tindakan pencegahan rabies. Data dikumpulkan pada Februari 2025 melalui kuesioner hybrid/online. Hasil penelitian: Pengetahuan, sikap, dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap tindakan pencegahan rabies pada pelajar SMA di Kota Kendari. Pengetahuan merupakan faktor paling dominan (p = 0.000; Exp(B) = 8.747), diikuti oleh sikap (Exp(B) = 5.725) dan kepercayaan (Exp(B) = 2.545) . Pelajar dengan pengetahuan baik memiliki peluang 8.7 kali lebih besar untuk melakukan pencegahan rabies. Jika ketiga variabel tersebut kurang, probabilitastindakan pencegahan rabies pada pelajar sebesar 14.4%, namun meningkat signifikan menjadi 95.6% apabilaketiga variabel berada pada tingkat yang baik. Kesimpulan penelitian: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan, sikap dankepercayaanterhadap tindakan pencegahan rabies untuk menegakkan sistem kewaspadaandini (SKD) pada pela","cbCainEZBuViZRo2","https://ap.wps.com/l/cbCainEZBuViZRo2","pdf",1144828,14,"Indonesian","# LATAR BELAKANG","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian dalam dokumen ini?\",\"answer\":\"Menyusun model prediksi tindakan pencegahan rabies untuk menegakkan sistem kewaspadaan dini (SKD) pada siswa SMA di Kota Kendari tahun 2025.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode pengumpulan dan jumlah sampel yang digunakan?\",\"answer\":\"Penelitian bersifat kuantitatif cross-sectional dengan 350 siswa dari tiga kecamatan (Baruga, Poasia, dan Kadia). Data dikumpulkan pada Februari 2025 melalui kuesioner hybrid/online.\"},{\"question\":\"Faktor apa yang paling dominan memengaruhi tindakan pencegahan rabies?\",\"answer\":\"Pengetahuan merupakan faktor paling dominan, diikuti oleh sikap dan kepercayaan. Pengetahuan memiliki pengaruh terbesar (p=0,000; Exp(B)=8,747).\"},{\"question\":\"Bagaimana perubahan probabilitas tindakan pencegahan berdasarkan tingkat variabel?\",\"answer\":\"Jika pengetahuan, sikap, dan kepercayaan berada pada tingkat rendah, probabilitas tindakan pencegahan sebesar 14,4%. Probabilitas meningkat signifikan menjadi 95,6% ketika seluruh variabel berada pada tingkat baik.\"}]","Model Prediksi Tindakan Pencegahan Rabies untuk Menegakkan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) pada SMA di Kota Kendari Tahun 2025 - Penelitian Kuantitatif | PDF",22]