[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-229271-113":53,"doc-detail-229271-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":121,"head_meta":123,"extra_data":125,"updated_unix":127},113,"id","quo-vadis-18-years-of-banten-province-collection-of-essays","Quo Vadis 18 Tahun Provinsi Banten - Buku Kumpulan Tulisan","","Usia Provinsi Banten yang menginjak 18 tahun dianalogikan sebagai fase menuju kedewasaan, ketika diperlukan arah kebijakan yang jelas, nilai agama dan budaya tetap terjaga, serta amanah pembangunan dijalankan secara visioner. Buku kumpulan tulisan yang menghimpun gagasan para dosen membahas strategi membangun Banten: peningkatan mutu pendidikan, perbaikan tata kelola birokrasi, penguatan ekonomi melalui pariwisata dan UKM, ekonomi Islam, serta pembentukan karakter islami generasi milenial. Selain pemikiran, buku menekankan perlunya kerja nyata seluruh stakeholder dan pemerintah daerah untuk mewujudkan Banten maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan berakhlak karimah.",{"@graph":63,"@context":120},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/quo-vadis-18-years-of-banten-province-collection-of-essays/229271/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/quo-vadis-18-years-of-banten-province-collection-of-essays/229271.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Logic","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-07","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",8,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Apa tema utama buku “Quo Vadis 18 Tahun Provinsi Banten”?","Question",{"text":110,"@type":111},"Tema utamanya adalah kumpulan gagasan untuk menentukan arah pembangunan Provinsi Banten pada usia 18 tahun, agar Banten dapat maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan berakhlak karimah dengan tetap berakar pada nilai agama dan budaya.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Bagaimana buku ini menghubungkan penguatan ekonomi dengan sektor pariwisata dan UKM?",{"text":115,"@type":111},"Buku menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata dapat mendorong pertumbuhan UKM sehingga pada gilirannya mampu menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Mengapa buku menekankan pentingnya kerja nyata seluruh stakeholder?",{"text":119,"@type":111},"Buku menegaskan bahwa gagasan akan bermanfaat bagi kemajuan Banten hanya bila diikuti tindakan nyata dari pemerintah daerah, sektor pendidikan, sektor swasta, dan seluruh rakyat Banten yang menginginkan Banten lebih maju.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":122,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":124,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":126,"site_id":56},229271,1789037196,{"code":4,"msg":5,"data":129},{"doc_id":126,"user_id":130,"nickname":89,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":137,"language":138,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":61,"update_tm":127,"read_time":142},1099513958762,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/1000023916a998db790?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1784791008015729253","“Alhamdulillah Banten kini sudah berusia 18 Tahun. Jika dianalogikan sebagai manusia ia sudah tumbuh menjadi remaja, usia yang sudah mulai ‘beger’, mulai suka bersolek tetapi ingin tampil beda dari yang lain, mulai suka coba-coba sesuatu yang dianggapnya “modern” walau keluar dari akar budaya. Sementara dari sudut pandang agama Islam, usia ini sudah aqil balig. Sudah terkena hukum wajib taat aturan. Dalam konteks menjaga agar pembangunan Banten sesuai dengan tujuannya, kehadiran buku ini sungguh sangat penting. Setidaknya menjadi rambu-rambu bagisiapapun yang menjadipemimpin dan Pimpinan pemerintahan di Provinsi Banten agar dalam melaksanakan amanahnya memimpin Banten dengan baik dan benar, selalu amanah, visioner tetapi tidak tercerabut dari nilai-nilai agama, akar budaya, dan komitmen meningkatkan mutu hidup, kesejahteraan dan akhlak masyarakat Banten.”  \nHER. Taufik, Ph.D – Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Banten  \n“Buku yang berjudul “Quo Vadis 18 Tahun Provinsi Banten” yang berisis 24 tulisan dosen yang tergabung dalam Ikatan Dosen Republik Indonesis (IDRI) Banten, isinya sangat bergizi. Mengapa saya berani mengatakan demikian? Karena paling tidak ada dua hal, Pertama: Penulis buku ini adalah kaum cendikiawan, para dosen, orang orang pintar yang kaya akan ilmu dan kapasitas kelimuanyang mumpuni dan tidak diragukam lagi. Kedua, ini yang jauh lebih penting, buku ini mengandung banyak ide dan gagasan bagaimana membangun banten, agar di usianya yang sudah menginjak 18 tahun, Banten bisa menggapai dan mewujudkan mimpi mimpinya diantaranya menjadikan banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul karimah. Isi dari buku ini tidak hanya mengupas dari sisi bagaimana meningkatkan mutu pendidikan, namun juga membahas bagaimana meningkatkan  \ntata kelola birokrasi dan bagaimana meningkatkan sektor ekonomimelalui pariwisata berbasis kearifan local, pembangunan ekonomiyang berbasis ekonomi Islam hingga bagaimana mewujudkan karakter islami pada generasi milenial. Terakhir, saya inginkatakan bahwa buku ini tidak akan bermanfaat sama sekali untuk kemajuan banten yang kita cintai, bila tidak dibarengi oleh kerjanyata seluruh stakeholder terutama pemerintah daerah, sektor pendidikan, sektor swasta dan seluruh rakyat banten yang menginginkan agar banten ini lebih maju. Semoga Mimpi mimpi menjadikan banten maju,mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul karimah bisa segera terwujud.”  \nSemua Manusia akan merugi kecuali orang yang berilmu. Semua yang berilmu akan merugi kecuali yang beramaal Sholeh. Semua yang beramal sholeh akan merugi, kecuali yang ikhlas (Imam Ghazali)  \nSamsul Hadi, S.TP, CIRBD - Presiden Director Bank Syariah Muamalah PTBPRS Muamalah Cilegon  \n“Angka pengangguran Provinsi Banten menempati urutan keduanasional. Strategi menekan angka pengangguran, adalah dengan cara mengembangkan sector usaha kecil menengah (UKM) . Sektor Pariwisata dan sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti saudara kembar yang sulit dipisahkan. Jadi pengembangan sektor pariwisata dapat mendorong pertumbuhan UKM yang pada gilirannya dapat menyerap tenaga kerja. Untuk itu dunia pendidikanharus senantiasa menghembuskan spirit entrepreneurship padamuatan kurikulumnya. Buku ini menarik untuk dibaca, baik oleh para pemegang kebijakan maupun oleh praktisi. Pemikiran visioner yang ditawarkan oleh para penulis dapat meraba masalah yang  \ndihadapi masyarakat Banten dan Indonesia pada umumnya, karenadapat membuka pemikiran kreatifdan menantang”.  \nDr. H. Fauzi Sanusi, MM – Dekan FEB Untirta Banten  \nMeskipun provinsi banten telah berusia 18 tahun, namun belum jelas sekali pilihan arah kebijakan yang hendak dituju gunamenunaikan janjinya kepada masyarakat banten secara luas. 18 Tahun lalu, sangat nyaring terdengar isyu strategis yang diangkat sebagai bahan dagangan agar Banten dapat ditetapkan sebagai provinsi yang mandiri. Isyu tersebut adalah tentang ketertinggalan, ketimpangan, dan kemajuan pendidikan di daerah se","cbCaifMbYuMgDbm1","https://ap.wps.com/l/cbCaifMbYuMgDbm1","pdf",1687052,352,"Indonesian","# Pengantar 18 Tahun Provinsi Banten\n## Visi pembangunan dan keterkaitan agama serta budaya\n# Gagasan Pembangunan\n## Arah kebijakan dan urgensi menjawab isu strategis\n## Peningkatan mutu pendidikan\n## Tata kelola birokrasi\n## Penguatan ekonomi melalui pariwisata dan UKM\n## Ekonomi Islam dan ekonomi kreatif\n## Karakter islami generasi milenial\n# Peran Stakeholder dalam Implementasi","[{\"question\":\"Apa tema utama buku “Quo Vadis 18 Tahun Provinsi Banten”?\",\"answer\":\"Tema utamanya adalah kumpulan gagasan untuk menentukan arah pembangunan Provinsi Banten pada usia 18 tahun, agar Banten dapat maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan berakhlak karimah dengan tetap berakar pada nilai agama dan budaya.\"},{\"question\":\"Bagaimana buku ini menghubungkan penguatan ekonomi dengan sektor pariwisata dan UKM?\",\"answer\":\"Buku menjelaskan bahwa pengembangan pariwisata dapat mendorong pertumbuhan UKM sehingga pada gilirannya mampu menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran.\"},{\"question\":\"Mengapa buku menekankan pentingnya kerja nyata seluruh stakeholder?\",\"answer\":\"Buku menegaskan bahwa gagasan akan bermanfaat bagi kemajuan Banten hanya bila diikuti tindakan nyata dari pemerintah daerah, sektor pendidikan, sektor swasta, dan seluruh rakyat Banten yang menginginkan Banten lebih maju.\"}]","Quo Vadis 18 Tahun Provinsi Banten - Buku Kumpulan Tulisan | PDF",542]