[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-232353-113":53,"doc-detail-232353-id":131},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":124,"head_meta":126,"extra_data":128,"updated_unix":130},113,"id","project-scheduling-analysis-of-tower-c-building-ptn-surabaya-cpm-pert","Analisis Penjadwalan Proyek Gedung Tower C PTN Surabaya - CPM-PERT","","Penyusunan dan pengendalian jadwal menjadi faktor penentu dalam menjaga keberhasilan sekaligus efisiensi pelaksanaan proyek konstruksi, khususnya untuk meredam risiko keterlambatan akibat ketidakpastian durasi pekerjaan di lapangan. Penelitian ini mengkaji penjadwalan pekerjaan struktur pada pembangunan Gedung Tower C di salah satu PTN di Surabaya dengan membandingkan dua metode manajemen waktu, yaitu CPM dan PERT. Data sekunder berupa shop drawing dan RAB diolah untuk membentuk jaringan kerja, menetapkan lintasan kritis, serta menghitung durasi dan probabilitas penyelesaian. Hasilnya, CPM menghasilkan 335 hari dengan peluang 75,00%, sedangkan PERT menghasilkan 360 hari dengan peluang keberhasilan 99,96%. PERT juga lebih realistis untuk pengendalian jadwal karena mengidentifikasi komponen pada lintasan kritis seperti pekerjaan sloof, kolom struktur dan kolom praktis, balok, serta pelat lantai.",{"@graph":63,"@context":123},[64,81,102],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/project-scheduling-analysis-of-tower-c-building-ptn-surabaya-cpm-pert/232353/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/project-scheduling-analysis-of-tower-c-building-ptn-surabaya-cpm-pert/232353.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Oliver","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-21","2026-09-10",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":80},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",{"@type":103,"mainEntity":104},"FAQPage",[105,111,115,119],{"name":106,"@type":107,"acceptedAnswer":108},"Apa tujuan penelitian ini?","Question",{"text":109,"@type":110},"Menelaah penjadwalan pekerjaan struktur pembangunan Gedung Tower C di PTN Surabaya dengan membandingkan metode CPM dan PERT.","Answer",{"name":112,"@type":107,"acceptedAnswer":113},"Data apa yang digunakan untuk analisis penjadwalan?",{"text":114,"@type":110},"Data sekunder berupa shop drawing dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) digunakan untuk membentuk jaringan kerja dan menentukan lintasan kritis.",{"name":116,"@type":107,"acceptedAnswer":117},"Bagaimana perbandingan hasil durasi dan probabilitas antara CPM dan PERT?",{"text":118,"@type":110},"Metode CPM memberi durasi total 335 hari dengan probabilitas penyelesaian 75,00%, sedangkan PERT memberi durasi 360 hari dengan probabilitas keberhasilan 99,96%.",{"name":120,"@type":107,"acceptedAnswer":121},"Komponen pekerjaan apa saja yang berada pada lintasan kritis?",{"text":122,"@type":110},"Pekerjaan sloof, kolom struktur dan kolom praktis, balok, serta pelat lantai teridentifikasi berada pada lintasan kritis.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":125,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":127,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":129,"site_id":56},232353,1789071374,{"code":4,"msg":5,"data":132},{"doc_id":129,"user_id":133,"nickname":89,"user_avatar":134,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":135,"file_id":136,"file_url":137,"file_type":138,"file_size":139,"view_count":80,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":140,"language":141,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":61,"update_tm":130,"read_time":145},8796095461610,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_276721f389ce27ea32af1340a28f341c","ANALISIS PENJADWALAN PROYEK GEDUNG TOWER C PTN SURABAYA MENGGUNAKAN METODE CPM-PERT  \nSKRIPSI  \nDWI TRI IHZA FA’IZ  \nNIM 20201333028  \nDOSEN PEMBIMBING  \nMUHAMMAD DIFAA’UL HAQ, S.Tr.T., M.T.  \nUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYAFAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL 2025  \nANALISIS PENJADWALAN PROYEK GEDUNG TOWER C PTN SURABAYA MENGGUNAKAN METODE CPM-PERT  \nSKRIPSI  \nDiajukan kepada Universitas Muhammadiyah Surabaya Untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Sarjana Teknik  \nDWI TRI IHZA FA’IZ  \nNIM 20201333028  \nDOSEN PEMBIMBING  \nMUHAMMAD DIFAA’UL HAQ, S.Tr.T., M.T.  \nUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYAFAKULTAS TEKNIK PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL 2026  \nKarya ilmiah ini kutujukan kepada  \nAyahanda dan Ibunda tercinta, saudara-saudaraku yang selalu mendukungku  \nANALISIS PENJADWALAN PROYEK GEDUNG TOWER CPTN SURABAYA MENGGUNAKAN METODE CPM-PERT  \nNama : Dwi Tri Ihza Fa’iz  \nNIM : 20201333028  \nDosen Pembimbing : Muhammad Difaa’Ul Haq, S.Tr.T., M.T  \nABSTRAK  \nPenyusunan dan pengendalian jadwal menjadi faktor penentu dalam menjaga keberhasilan sekaligus efisiensi pelaksanaan proyek konstruksi, khususnya untuk meredam risiko keterlambatan yang kerap muncul akibat ketidakpastian lamanya pekerjaan di lapangan. Molornya penyelesaian proyek bukan saja menambah beban biaya, tetapi juga menggeruskepercayaan pengguna jasa, sehingga ketepatan dalam memilih metode penjadwalan menjadisangat menentukan. Penelitian ini bermaksud mengkaji penjadwalan pekerjaan struktur padapembangunan Gedung Tower C di salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabayadengan mengadu dua metode manajemen waktu, yakni Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) . Data yang dipakai merupakan data sekunder berupa gambar kerja (shop drawing) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek, yang kemudian diolah untuk membentuk jaringan kerja, menetapkan lintasan kritis, sertamenghitung durasi dan probabilitas penyelesaian proyek. Dari hasil analisis, metode CPM memberikan durasi total pelaksanaan selama 335 hari dengan probabilitas penyelesaian 75,00%, sementara metode PERT yang memperhitungkan taksiran waktu optimis, paling mungkin, dan pesimis menghasilkan durasi 360 hari dengan probabilitas keberhasilan yang jauh lebih tinggi, yaitu 99,96% . Penelitian ini turut mengenali komponen pekerjaan yang berada di lintasan kritis, meliputi pekerjaan sloof, kolom struktur dan kolom praktis, balok, serta pelatlantai. Temuan ini menegaskan bahwa metode PERT menyajikan taksiran waktu yang lebih realistis dan dapat diandalkan dibanding CPM sebagai landasan pengendalian jadwal proyekkonstruksi.  \nKata kunci: Manajemen Proyek, Penjadwalan, Critical Path Method (CPM), Program Evaluation and Review Technique (PERT), Proyek Konstruksi.  \nThe Project Scheduling Analysis of Tower Cof PTNin Surabaya Building Using CPM-PERT Method  \nName : Dwi Tri Ihza Fa’iz  \nNIM : 20201333028  \nConsulting Lecturer : Muhammad Difaa’Ul Haq, S.Tr.T., M.T  \nABSTRACT  \nPlanning and scheduling control are crucial aspects in ensuring the success and efficiency of construction project execution, particularly to minimize the risk of delays that frequently occur due to uncertainties in field work durations. This study aimed to analyze the scheduling of structural works for the construction project of Tower C ofPTN (State University) in Surabayaby comparing two-time management methods: the Critical Path Method (CPM) and the Program Evaluation and Review Technique (PERT). The research data utilized included secondary dataconsisting of shop drawings and the project&\\#39;s Bill of Quantities (RAB). Based on the analysis conducted, the application of the CPM method resulted in a total project execution duration of 335 days with a 75.00% probability of completion, while the use of the PERT method—which incorporates optimistic, most likely, and pessimistic time estimates—resulted in a project duration of 360 days with a significantly higher completion probability of 99.96%. This study als","cbCaiqYcKhZDZr7e","https://ap.wps.com/l/cbCaiqYcKhZDZr7e","pdf",1276969,14,"Indonesian","# Abstrak\n# Kata kunci\n# Daftar Isi\n## Judul\n## Pernyataan Tidak Melakukan Plagiat\n## Lembar Pengesahan\n## Abstrak\n## Kata Pengantar\n## Daftar Isi\n## Daftar Gambar\n## Daftar Tabel","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Menelaah penjadwalan pekerjaan struktur pembangunan Gedung Tower C di PTN Surabaya dengan membandingkan metode CPM dan PERT.\"},{\"question\":\"Data apa yang digunakan untuk analisis penjadwalan?\",\"answer\":\"Data sekunder berupa shop drawing dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) digunakan untuk membentuk jaringan kerja dan menentukan lintasan kritis.\"},{\"question\":\"Bagaimana perbandingan hasil durasi dan probabilitas antara CPM dan PERT?\",\"answer\":\"Metode CPM memberi durasi total 335 hari dengan probabilitas penyelesaian 75,00%, sedangkan PERT memberi durasi 360 hari dengan probabilitas keberhasilan 99,96%.\"},{\"question\":\"Komponen pekerjaan apa saja yang berada pada lintasan kritis?\",\"answer\":\"Pekerjaan sloof, kolom struktur dan kolom praktis, balok, serta pelat lantai teridentifikasi berada pada lintasan kritis.\"}]","Analisis Penjadwalan Proyek Gedung Tower C PTN Surabaya - CPM-PERT | PDF",22]