[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-42082-id":3,"doc-seo-42082-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},42082,962075114765,"Quinn","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_a8503ba1806abce46bf441b54a3ca4cd",55,"Agama & Spiritualitas","Larangan Menjadikan Kuburan sebagai Masjid","Larangan menjadikan kuburan sebagai masjid dibahas melalui rangkaian pendahuluan, landasan dalil, serta pembahasan istilah dan cakupan hadis. Karya ini menguraikan pandangan para ulama mengenai pengertian praktik tersebut, melakukan tarjih pada pemahaman hadis, lalu menegaskan konsekuensi hukum seperti status dosa besar serta perbedaan sikap mazhab (Syafi'i, Hanafi, Maliki, dan Hambali). Dihadirkan pula pembahasan syubhat, bantahan, hikmah larangan, serta hukum shalat di masjid yang dibangun di atas kubur.","Indonesia  \nIndonesian  \nإندونيسي  \nLARANGAN MENJADIKAN KUBURAN SEBAGAI MASJID  \nOleh:  \nSyaikh Muhammad Nashirudin al-Albani  \nTerjemah:  \nAbu UmamahArif Hidayatullah  \nEditor:  \nEko Haryanto Abu Ziyad  \nMuhammad Syaifandi  \nتحذير الساجد  \nمن اتخاذ القبور مساجد  \nتأليف  \nالشيخ العلامة محمد ناصر الدين الألباني  \nمترجم:  \nعارف هداية الله  \nINDONESIA  \nINDONESIAN  \nإندونيسي  \nThis book has been conceived, prepared and designed by the Osoul Centre. All photos used in the book belong to the Osoul Centre. The Centre hereby permits all Sunni Muslims to reprint and publish the book in any method and format on condition that 1) acknowledgement of the Osoul Centre is clearly stated on all editions; and 2) no alteration or amendment of the text is introduced without reference to the Osoul Centre. In the case of reprinting this book, the Centre strongly recommends maintaining high quality.  \n +966 11 445 4900  \n +966 11 497 0126  \n P.O. Box 29465, Riyadh 11457  [osoul@rabwah.sa](osoul@rabwah.sa)  \n [www.osoulcenter.com](www.osoulcenter.com)  \nDengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang  \nPEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA  \n\n| No | Arab | Indonesia |  | Keterangan |\n| --- | --- | --- | --- | --- |\n|  |  | Besar | Kecil |  |\n| 1 | ا |  |  | Tidak dilambangkan |\n| 2 | ب | B | b | Be |\n| 3 | ت | T | t | Te |\n| 4 | ث | Ṡ | ṡ | Es (dengan titik di atas) |\n| 5 | ج | J | j | Je |\n| 6 | ح | Ḥ | ḥ | Ha (dengan titik di bawah) |\n| 7 | خ | Kh | kh | Ka dan ha |\n| 8 | د | D | d | De |\n| 9 | ذ | Ż | ż | Zet (dengan titik di atas) |\n| 10 | ر | R | r | Er |\n| 11 | ز | Z | z | Zet |\n| 12 | س | S | s | Es |\n| 13 | ش | Sy | sy | Es dan ye |\n| 14 | ص | Ṣ | ṣ | Es (dengan titik di bawah) |\n| 15 | ض | Ḍ | ḍ | De (dengan titik di bawah) |\n| 16 | ط | Ṭ | ṭ | Te (dengan titik di bawah) |\n| 17 | ظ | Ẓ | ẓ | Zet (dengan titik di bawah) |\n| 18 | ع | ‘ | ‘ | Koma di atas |\n| 19 | غ | G | g | Ge |\n| 20 | ف | F | f | Ef |\n| 21 | ق | Q | q | Qi |\n| 22 | ك | K | k | Ka |\n| 23 | ل | L | l | El |\n| 24 | م | M | m | Em |\n| 25 | ن | N | n | En |\n| 26 | و | W | w | We |\n| 27 | هـ | H | h | Ha |\n| 28 | ء | ` | ` | Apostrof |\n| 29 | ي | Y | y | Ye |\n\nSIMBOLISASI HURUF MADD  \n\n| Arab | Indonesia |  | Contoh |  |\n| --- | --- | --- | --- | --- |\n|  | Besar | Kecil | Indonesia | Arab |\n| ـــَا | Ā | ā | Qāla | قال |\n| ـــي | Ī | ī | Qīla | قيل |\n| ِ\u003Cbr>ُـــــو | Ū | ū | Yaqūlu | يقول |\n\nDAFTAR ISI  \nPedoman Transliterasi Arab-Indonesia  \nSimbolisasi Huruf Madd Mukadimah Bab Pertama  \nHadis-Hadis yang Melarang Menjadikan Kuburan sebagai Masjid Bab Kedua  \nArti Menjadikan Kubur sebagai Masjid  \nA. Pendapat Para Ulama tentang Pengertian Menjadikan Kubur sebagai Masjid  \nB. Tarjih Cakupan HadisTersebutpada Semua Pengertian di Atas serta Pendapat Imam Syafi'i Mengenai Hal Itu  \nBab Ketiga  \nMembangun Masjid diAtas Kuburan Termasuk Dosa Besar Pendapat Para Ulama mengenai Hal Tersebut  \n1. Mazhab Syafi'i menyatakan bahwa perbuatan tersebut termasuk dosa besar  \n2. Menurut Mazhab Hanafi, Makruh Berarti Haram  \n3. Mazhab Maliki juga mengharamkan  \n4. Begitu pula Mazhab Hambali yang juga mengharamkannya Bab Keempat  \nBeberapa Syubhat dan Bantahannya Jawaban untuk Syubhat Pertama  \nJawaban untuk Syubhat Kedua  \nJawaban untuk Syubhat Ketiga  \nJawaban Syubhat Keempat  \nJawaban Syubhat Kelima  \nJawaban Syubhat Keenam Bab Kelima  \nHikmah Diharamkannya Pembangunan Masjid diAtas Kuburan Bab Keenam  \nMakruh Shalat di Masjid yang Dibangun diAtas Kubur  \nA. Sengaja mengerjakan shalat di dalam masjid-masjid yang dibangun di atas kuburan tersebut membatalkan shalat itu.  \nB. Dimakruhkan shalat di dalam masjid seperti ini, meskipun tidak meniatkankarena sdanya kuburan  \nC. Makruh hukumnya shalat di dalam masjid yang dibangun di atas kubur, meskipun tidak  \nPendapat para ulama dalam masalah ini Bab Ketujuh  \nHukum-Hukum yang Telah Lewat Mencakup Seluruh Masjid kecuali Masjid Nabawi  \n4  \n4  \n7  \n15  \n15  \n23  \n23  \n23  \n30  \n33  \n33  \n33  \n33  \n40  \n41  \n41  \n47  \n47  \n48  \n57  \n","cbCaio0t7fqgiajs","https://ap.wps.com/l/cbCaio0t7fqgiajs","pdf",4405267,5,1,124,"Indonesian","id",113,"# Pedoman Transliterasi Arab-Indonesia\n# Mukadimah\n# Hadis-Hadis yang Melarang Menjadikan Kuburan sebagai Masjid\n# Arti Menjadikan Kubur sebagai Masjid\n## A. Pendapat Para Ulama tentang Pengertian Menjadikan Kubur sebagai Masjid\n## B. Tarjih Cakupan Hadis dan Pendapat Imam Syafi'i\n# Membangun Masjid di Atas Kuburan Termasuk Dosa Besar\n## Pendapat Para Ulama\n## 1. Mazhab Syafi'i\n## 2. Mazhab Hanafi\n## 3. Mazhab Maliki\n## 4. Mazhab Hambali\n# Beberapa Syubhat dan Bantahannya\n## Jawaban untuk Syubhat Pertama\n## Jawaban untuk Syubhat Kedua\n## Jawaban untuk Syubhat Ketiga\n## Jawaban Syubhat Keempat\n## Jawaban Syubhat Kelima\n## Jawaban Syubhat Keenam\n# Hikmah Diharamkannya Pembangunan Masjid di Atas Kuburan\n# Makruh Shalat di Masjid yang Dibangun di Atas Kubur\n## A. Sengaja mengerjakan shalat membatalkan shalat\n## B. Dimakruhkan shalat tanpa meniatkan sebab adanya kuburan\n## C. Makruh shalat meski tidak disebutkan detail niat\n# Pendapat Para Ulama dalam Masalah Ini\n# Hukum-Hukum yang Telah Lewat Mencakup Seluruh Masjid kecuali Masjid Nabawi","[{\"question\":\"Apa tema utama pembahasan dalam kitab ini?\",\"answer\":\"Kitab ini berfokus pada larangan menjadikan kuburan sebagai masjid, termasuk dasar dalil, penjelasan makna, dan konsekuensi hukumnya.\"},{\"question\":\"Bagaimana pandangan mazhab-mazhab fikih terkait membangun masjid di atas kuburan?\",\"answer\":\"Pembahasan memuat perbedaan pendapat mazhab: mazhab Syafi'i menyatakan perbuatan itu termasuk dosa besar, sedangkan mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali menegaskan keharaman.\"},{\"question\":\"Apakah shalat di masjid yang dibangun di atas kubur diperbolehkan?\",\"answer\":\"Terdapat rincian hukum makruh shalat di masjid seperti itu, termasuk penjelasan bahwa sengaja mengerjakan shalat di dalamnya dapat berakibat batal, serta rincian kemakruhan berdasarkan niat atau sebab adanya kuburan.\"}]",1783347411,191,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"prohibition-of-turning-graves-into-mosques","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/prohibition-of-turning-graves-into-mosques/42082/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-16","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa tema utama pembahasan dalam kitab ini?","Question",{"text":76,"@type":77},"Kitab ini berfokus pada larangan menjadikan kuburan sebagai masjid, termasuk dasar dalil, penjelasan makna, dan konsekuensi hukumnya.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana pandangan mazhab-mazhab fikih terkait membangun masjid di atas kuburan?",{"text":81,"@type":77},"Pembahasan memuat perbedaan pendapat mazhab: mazhab Syafi'i menyatakan perbuatan itu termasuk dosa besar, sedangkan mazhab Hanafi, Maliki, dan Hambali menegaskan keharaman.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Apakah shalat di masjid yang dibangun di atas kubur diperbolehkan?",{"text":85,"@type":77},"Terdapat rincian hukum makruh shalat di masjid seperti itu, termasuk penjelasan bahwa sengaja mengerjakan shalat di dalamnya dapat berakibat batal, serta rincian kemakruhan berdasarkan niat atau sebab adanya kuburan.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]