[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-493993-id":3,"doc-seo-493993-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":102},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},493993,5909892330395,"Fans","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_6f874abed73319feea01a86fa6f0fab8",54,"Penelitian & Laporan","Profil Kemahiran Berbahasa Inggris Mahasiswa Sebagai Prasyarat Kelulusan di Universitas Negeri Makassar","Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil kemahiran berbahasa Inggris mahasiswa jurusan bahasa Inggris dan non-bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar sebagai prasyarat kelulusan melalui kebijakan nilai TOEFL. Metode deskriptif digunakan dengan melibatkan 201 mahasiswa program strata satu semester V, menggunakan tes kemahiran bahasa Inggris diagnostik TOEFL dan angket mahasiswa. Hasil menunjukkan rata-rata nilai TOEFL masih rendah: 468 (syarat 500) untuk jurusan bahasa Inggris dan 370 (syarat 450) untuk jurusan non-bahasa Inggris. Faktor penghambat meliputi kurangnya belajar mandiri, belum optimalnya penggunaan bahasa Inggris oleh dosen, rendahnya partisipasi kursus/pelatihan, serta terbatasnya pengenalan tes TOEFL.","Profil Kemahiran Berbahasa Inggris Mahasiswa Sebagai Prasyarat Kelulusan di Universitas  \nNurdin Noni1, Syarifuddin Dollah2, Riny Jefri3, Andi Anto Patak4  \nFakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar  \n[Email: nurdinnoni@unm.ac.id](Email: nurdinnoni@unm.ac.id)  \nAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemahiran berbahasa Inggris mahasiswa jurusan bahasa Inggris dan non-bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar terkait dengan kebijakan nilai TOEFL sebagaiprasyarat ujian tugas akhir dan faktor-faktor yang menghambat pengembangan kemahiran berbahasa Inggris mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 201 mahasiswa program strata satu semester V. Instrumen yang digunakan adalah tes kemahiran bahasa Inggris dalam bentuk tes diagnostik TOEFL danangket untuk mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata TOEFL mahasiswa masih sangat rendah dibandingkan dengan nilai yang dipersyaratkan lembaga masing-masing. Untuk mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris nilai rata-rata yang diperoleh adalah 468 dengan prasyarat 500 dan ntuk mahasiswa jurusan non-Bahasa Inggris, nilai rata-rata yang diperoleh adalah 370 dengan prasyarat 450. Temuan lain adalah bahwa kendala-kendala yang dapat menjadi penghambt perrkembangan kemahiran bahasa Inggris mahasiswa adalah kurangnya upaya mandiri yang dilakukan mahasiswa untuk belajar dan mempraktekkan bahasa Inggris, belum maksmalnya penggunaan bahasa Inggris oleh dosen dalam mengajar, kurangnya keikutsertaan mahasiswa dalam kursus/pelatihan bahasa Inggris, dan kurangnya pengenalan tentang tes kemahiran bahasa Inggris (TOEFL) kepada mahasiswa. Faktor-faktor ini patut dipertimbangkan oleh penentu kebijakan apabila mereka menghendaki mahasiswa memiliki kemahiran bahasa Inggris yang memadai dan sekaligus daya saing global yang tinggi.  \nKata Kunci : kemahiran bahasa Inggris, TOEFL, prasyarat kelulusan  \nAbstract. The objectives of the research are to get information about the profile of the students’ English proficiency level as a graduation requirement at the English study program and non-English study programs and the factors hampering the development of the students’ English proficiency. This research employed descriptive method involving 201 fifth semester students of S1 program. The instruments used were the English proficiency test (EPT) of diagnostic TOEFL and a questionnaire for students. The research result showed that the TOEFL mean scores were still very low compared to the required scores. For the students of English study program, the mean score gained was 468 of 500 and for students of non-English study program, the mean score was 370 of 450. The other finding was about the factors hampering the development of the students ’ English proficiency. The factors include the students’insufficient effort in learning and practicing English independently, the instructional English language which was not yet optimally used by the English lecturers, the students who very rarely attended English course/training, and the rare effort to familiarize the EPT (TOEFL) to the students. These factors should be considered by the policy makers if they expect that the students have good English proficiency as well as high global competitiveness..  \nKeywords: English proficiency, TOEFL, graduation requirement  \nPENDAHULUAN  \nPengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia menghadapai berbagai tantangan. Yulia (2013) menemukan bahwa guruguru bahasa Inggris menganggap sulit menggunakan bahasa Inggris dalam kelas; guruguru bahasa Inggris lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengajaran; dan guru-guru mengklaim bahwa motivasi siswarendah. Sementara keinginan siswa mendengarkan guru mereka sebagai model dalam pengungkapan bahasa Inggris cukup baik. Peneliti jugamenyimpulkan bahwa guru perlu memotivasisiswa untuk mempelajari bahasa Inggris dengan memperbaiki teknik mengajar dan kemampuan berbicaranya dalam kelas.  \nDi sebagia","cbCaitzpRbh8t41u","https://ap.wps.com/l/cbCaitzpRbh8t41u","pdf",659739,2,1,9,"Indonesian","id",113,"# Pendahuluan\n## Konteks pembelajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi Indonesia\n## Kesenjangan nilai TOEFL dengan prasyarat\n## Faktor-faktor yang memengaruhi kemahiran berbahasa Inggris","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang kemahiran berbahasa Inggris mahasiswa?\",\"answer\":\"Mengetahui profil kemahiran berbahasa Inggris mahasiswa jurusan bahasa Inggris dan non-bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar serta faktor-faktor yang menghambat pengembangan kemahiran tersebut.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian dan respondennya?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 201 mahasiswa program strata satu semester V. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik TOEFL dan angket mahasiswa.\"},{\"question\":\"Berapa rata-rata nilai TOEFL mahasiswa dan bagaimana perbandingannya dengan prasyarat?\",\"answer\":\"Rata-rata TOEFL mahasiswa jurusan bahasa Inggris adalah 468 dengan prasyarat 500, sedangkan jurusan non-bahasa Inggris rata-rata 370 dengan prasyarat 450. Nilai rata-rata dinyatakan masih sangat rendah dibandingkan prasyarat.\"},{\"question\":\"Faktor apa saja yang diidentifikasi sebagai penghambat pengembangan kemahiran bahasa Inggris?\",\"answer\":\"Kendala meliputi kurangnya upaya mandiri untuk belajar dan mempraktikkan bahasa Inggris, belum maksimalnya penggunaan bahasa Inggris oleh dosen saat mengajar, rendahnya keikutsertaan mahasiswa dalam kursus/pelatihan, serta kurangnya pengenalan tentang tes kemahiran bahasa Inggris (TOEFL) kepada mahasiswa.\"}]","Profil Kemahiran Berbahasa Inggris Mahasiswa Sebagai Prasyarat Kelulusan di Universitas Negeri Makassar | PDF",1790888589,14,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":96,"head_meta":98,"extra_data":100,"updated_unix":101},"profile-of-students-english-proficiency-as-a-graduation-requirement-at-universitas-negeri-makassar","",{"@graph":37,"@context":95},[38,54,74],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,48,51],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":20},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":49,"name":12,"@type":44,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":44,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/profile-of-students-english-proficiency-as-a-graduation-requirement-at-universitas-negeri-makassar/493993/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"image":56,"author":61,"headline":13,"publisher":63,"fileFormat":66,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":67,"datePublished":68,"encodingFormat":66,"isAccessibleForFree":69,"interactionStatistic":70},"DigitalDocument",{"url":57,"@type":58,"width":59,"height":60},"https://docshare.wps.com/thumbnails/profile-of-students-english-proficiency-as-a-graduation-requirement-at-universitas-negeri-makassar/493993.png","ImageObject",300,407,{"name":9,"@type":62},"Person",{"url":42,"name":64,"@type":65},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-02","2026-10-01",true,{"@type":71,"interactionType":72,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":73},"ViewAction",{"@type":75,"mainEntity":76},"FAQPage",[77,83,87,91],{"name":78,"@type":79,"acceptedAnswer":80},"Apa tujuan penelitian tentang kemahiran berbahasa Inggris mahasiswa?","Question",{"text":81,"@type":82},"Mengetahui profil kemahiran berbahasa Inggris mahasiswa jurusan bahasa Inggris dan non-bahasa Inggris di Universitas Negeri Makassar serta faktor-faktor yang menghambat pengembangan kemahiran tersebut.","Answer",{"name":84,"@type":79,"acceptedAnswer":85},"Bagaimana metode penelitian dan respondennya?",{"text":86,"@type":82},"Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan melibatkan 201 mahasiswa program strata satu semester V. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik TOEFL dan angket mahasiswa.",{"name":88,"@type":79,"acceptedAnswer":89},"Berapa rata-rata nilai TOEFL mahasiswa dan bagaimana perbandingannya dengan prasyarat?",{"text":90,"@type":82},"Rata-rata TOEFL mahasiswa jurusan bahasa Inggris adalah 468 dengan prasyarat 500, sedangkan jurusan non-bahasa Inggris rata-rata 370 dengan prasyarat 450. Nilai rata-rata dinyatakan masih sangat rendah dibandingkan prasyarat.",{"name":92,"@type":79,"acceptedAnswer":93},"Faktor apa saja yang diidentifikasi sebagai penghambat pengembangan kemahiran bahasa Inggris?",{"text":94,"@type":82},"Kendala meliputi kurangnya upaya mandiri untuk belajar dan mempraktikkan bahasa Inggris, belum maksimalnya penggunaan bahasa Inggris oleh dosen saat mengajar, rendahnya keikutsertaan mahasiswa dalam kursus/pelatihan, serta kurangnya pengenalan tentang tes kemahiran bahasa Inggris (TOEFL) kepada mahasiswa.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":97,"og:title":13,"og:site_name":64,"og:description":14},"article",{"robots":99,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},1790918798,{"code":4,"msg":5,"data":103},[104,109,113,117,121,125,127,131,135,139,143],{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":107,"slug":108},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":111,"show_sort_weight":107,"slug":112},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":115,"show_sort_weight":107,"slug":116},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":119,"show_sort_weight":107,"slug":120},51,"Komik","comic",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":123,"show_sort_weight":107,"slug":124},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":107,"slug":126},"research-report",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":129,"show_sort_weight":107,"slug":130},49,"Sastra","literature",{"id":132,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":133,"show_sort_weight":107,"slug":134},52,"Teknologi","technology",{"id":136,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":137,"show_sort_weight":107,"slug":138},50,"Ujian","exam",{"id":140,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":141,"show_sort_weight":107,"slug":142},57,"Umum","general",{"id":144,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":145,"show_sort_weight":4,"slug":146},181,"Formulir","formulir"]