[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-41997-id":3,"doc-seo-41997-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":84},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},41997,1374391974468,"Eden","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",55,"Agama & Spiritualitas","Tata Cara Shalat Tarawih dan Witir","Panduan tata cara shalat Tarawih dan shalat Witir berdasarkan penjelasan ulama dan ringkasan rujukan kitab. Dokumen memaparkan beberapa cara pelaksanaan rakaat (misalnya 13 rakaat, 11 rakaat, 9 rakaat) beserta variasi posisi duduk, salam, dan urutan transisi hingga penutup Witir. Selain itu dijelaskan bacaan sunnah pada rakaat Witir, doa Qunut yang diajarkan Nabi, serta aturan penempatan Qunut sebelum ruku’. Memuat pula pertimbangan agar tidak menyerupai shalat Maghrib.","Tata Cara Shalat Tarawih dan Witir  \n﴿ ﻛﻴﻔﻴﺔ ﺻﻼة اﻟﻠﻴﻞ ﴾  \n[ Indonesia – Indonesian –إﻧﺪوﻧﻴﴘ ]  \nPenyusun : Syaikh Muhammad Nashiruddin al Albani, Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid  \nTerjemah : Komar As Su’aidi Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad  \n2009 ‐ 1430  \n﴿ ﻛﻴﻔﻴﺔ ﺻﻼة اﻟﻠﻴﻞ ﴾  \n» ﺑﺎﻟﻠﻐﺔ اﻹﻧﺪوﻧﻴﺴﻴﺔ «  \nا ﻟﺸﻴﺦ ﻧﺎﴏ اﻟﺪﻳﻦ اﻷﻟﺒﺎﲏ  \nا ﻟﺸﻴﺦ ﻋﲆ ﺣﺴﻦ ﻋﲇ ﻋﺒﺪ اﳊﻤﻴﺪ واﻟﺸﻴﺦ ﺳﻠﻴﻢ ﺑﻦ ﻋﻴﺪ اﳍﻼﱄ  \nﻣﻘﺘﺒﺴﺔ ﻣﻦ ﻛﺘﺎب: \" ﻗﻴﺎم رﻣﻀﺎن \" و\" ﺻﻔﺔ ﺻﻮم اﻟﻨﺒﻲ ^ ﰲ رﻣﻀﺎن\"  \nﺗﺮﲨﺔ: ﻗﻤﺮ اﻟﺴﻌﻴﺪي  \nﻣﺮاﺟﻌﺔ: أﺑﻮ زﻳﺎد إﻳﻜﻮ ﻫﺎرﻳﺎﻧﺘﻮ  \n2009 ‐ 1430  \nSeputar Sholat Tarawih dan Qunut Witir  \nSholat Tarawih  \nSyaikh Nashiruddin Al-Albani telah menjelaskan perincian tentang tata cara shalat tarawih dalam kitab “Shalat Tarawih”(hal.101- 105), kemudian disini diringkasnya untuk mempermudah pembaca dan sebagai peringatan.  \nCara Pertama  \nShalat 13 rakaat yang dibuka dengan 2 rakaat yang ringan atau yang pendek, 2 rakaat itu menurut pendapat yang kuat adalah shalat sunnah ba’diyah Isya’. Atau 2 rakaat yang dikhususkan untuk membuka shalat malam, kemudian 2 rakaat panjang sekali, kemudian 2 rakaat kurang dari itu, kemudian 2 rakaat kurang darisebelumnya, kemudian 2 rakaat kurang dari sebelumnya, kemudian 2 rakaat kurang dari sebelumnya, kemudian witir 1 kali.  \nCara Kedua  \nShalat 13 rakaat diaantaranya 8 rakaat salam pada setiap 2 rakaat kemudian melakukan witir 5 rakaat tidak duduk dan salam kecualipada rakaat kelima.  \nCara Ketiga  \nShalat 11 rakaat, salam pada setiap 2 rakaat dan witir 1 rakaat.  \nCara Keempat  \nShalat 11 rakaat, shalat 4 rakaat dengan 1 salam, kemudian 4 rakaat lagi seperti itu kemudian 3 rakaat. Lalu apakah duduk (tasyahud –pent) pada setiap 2 rakaat pada yang 4 dan 3 rakaat? Kami belum mendapatkan jawaban yang memuaskan dalammasalah ini. Tapi dudukpada rakaat kedua dari yang tiga rakaat tidak disyariatkan !.  \nCara Kelima  \nShalat 11 rakaat diantaranya 8 rakaat, tidak duduk kecuali pada yang kedelapan,(pada yang ke-8 ini –pent) bertsyahud dan bershalawat kepada Nabi Shallaalhu ‘alaihi wa sallam, kemudian berdiri lagi dan tidak salam, kemudian witir 1 rakaat, lalu salam, ini berjumlah 9 rakaat, kemudian shalat 2 rakaat lagi sambil duduk.  \nCara Keenam  \nShalat 9 rakaat, 6 rakaat pertama tidak diselingi duduk (tasyahud – pent) kecuali pada rakaat keenam dan bershalawat kepada Nabi Shallaalhu ‘alaihi wa sallam dan seterusnya sebagaimana tersebut dalam cara yang telah lau.  \nInilah tata cara yang terdapat dari Nabi Shallaalhu ‘alaihi wa sallam secara jelas, dan dimungkinkan ditambah cara-cara yang lain yaitu dengan dikurangi pada setaip cara berapa rakaat yang dikehendakiwalaupun tinggal 1 rakaat dalam rangka mengamalkan hadist Rasulullah Shallaalhu ‘alaihi wa sallam yang telah lalu (“…Barangsiapa yang ingin, witirlah dengan 5 rakaat, barangsiapa yang ingin, witirlah dengan 3 rakaat, barang siapa yang  \ningin,witirlah dengan 1 rakaat) [Faedah penting : Berkata Ibnu Khuzaimah dalam “Shahih Ibni Khuzaimah” 2/194, setelah menyebutkan hadist Aisyah dan yang lainnya pada sebagian caracara tersebut, maka dibolehkan shalat dengan jumlah yang ana dari yang diasukai dari yang telah diriwayatkan daari Nabi Shallallahu‘alaihi wa sallam melakukannya tida larangan bagi siapapun padanya, Saya katakan: Ini difahami sangat sesuai dengan apa yang kita pilih yang konsisten dengan jumlah yang shahih. Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak menambahinya. Segalapuji bagi Allah atas taufiq-Nya dan aku meminta Nya untuk menambahi keutamaan-Nya.][1] .  \nShalat 5 dan 3 rakaat ini, jika seseorang menghendaki untuk melakukannya dengan 1 kali duduk (tasyahud –pent) dan satu kali salam sebagaimana pada cara kedua, boleh. Dan jika ingin, bisadengan salam pada setiap 2 rakaat seperti pada cara ketiga dan yang lain dan itu lebih baik[2] . Adapun shalat yang 5 dan 3 rakaat denagn duduk (tasyahud –pent) pada setiap 2 rakaat tanpa salam, kita tidak mendapatinya terdapat dari Nabi Shallaalhu ‘alaihi wasallam, pada asalnya boleh, akan tetapi nabi Shallaalhu","cbCaiv5FbPzNZHPg","https://ap.wps.com/l/cbCaiv5FbPzNZHPg","pdf",203902,5,1,12,"Indonesian","id",113,"# Seputar Sholat Tarawih dan Qunut Witir\n## Sholat Tarawih\n## Bacaan pada Witir yang Tiga Rakaat\n## Doa Qunut Witir dan Tempatnya","[{\"question\":\"Surat apa yang dibaca pada Witir tiga rakaat serta kapan qunut dilakukan?\",\"answer\":\"Untuk Witir tiga rakaat, dicantumkan sunnah membaca Al-A’la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas pada rakaat ketiga; kadang ditambah Al-Alaq dan An-Naas. Qunut dilakukan sesudah bacaan surat sebelum ruku’, dengan doa yang diajarkan Nabi kepada Hasan bin Ali.\"}]",1783343269,18,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":79,"head_meta":81,"extra_data":83,"updated_unix":28},"procedure-for-tarawih-and-witr-prayer","",{"@graph":36,"@context":78},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/procedure-for-tarawih-and-witr-prayer/41997/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-13","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Surat apa yang dibaca pada Witir tiga rakaat serta kapan qunut dilakukan?","Question",{"text":76,"@type":77},"Untuk Witir tiga rakaat, dicantumkan sunnah membaca Al-A’la, Al-Kafirun, dan Al-Ikhlas pada rakaat ketiga; kadang ditambah Al-Alaq dan An-Naas. Qunut dilakukan sesudah bacaan surat sebelum ruku’, dengan doa yang diajarkan Nabi kepada Hasan bin Ali.","Answer","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":80,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":82,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":85},[86,89,93,97,101,105,109,113,117,121],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":87,"slug":88},60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":87,"slug":108},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":87,"slug":112},49,"Sastra","literature",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":87,"slug":116},52,"Teknologi","technology",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":87,"slug":120},50,"Ujian","exam",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":87,"slug":124},57,"Umum","general"]