[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-227398-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-227398-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","problems-of-shot-put-learning-in-elementary-school-and-potential-use-of-augmented-reality-based-on-local-culture","Permasalahan Pembelajaran Tolak Peluru di Sekolah Dasar dan Potensi Pemanfaatan Augmented Reality Berbasis Budaya Lokal","","Pembelajaran tolak peluru di sekolah dasar merupakan bagian strategis PJOK dalam membentuk keterampilan gerak dasar, kekuatan fisik, dan karakter siswa. Praktiknya masih menghadapi rendahnya motivasi, keterbatasan media, dominasi metode konvensional, serta minimnya integrasi budaya lokal sehingga materi kurang bermakna dan sulit dipahami. Penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif dan data kualitatif dari angket, observasi, tes keterampilan, serta wawancara guru dan siswa menunjukkan dominasi media konvensional membatasi visualisasi gerak. Augmented Reality berbasis budaya lokal berpotensi meningkatkan kualitas melalui visualisasi 3D interaktif, kontekstual, dan mudah dipahami, sekaligus meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan pemahaman teknik dasar.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/problems-of-shot-put-learning-in-elementary-school-and-potential-use-of-augmented-reality-based-on-local-culture/227398/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/problems-of-shot-put-learning-in-elementary-school-and-potential-use-of-augmented-reality-based-on-local-culture/227398.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Anda","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-28","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",5,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa saja permasalahan utama dalam pembelajaran tolak peluru di sekolah dasar?","Question",{"text":63,"@type":64},"Pembelajaran masih menghadapi rendahnya motivasi belajar, keterbatasan media, penggunaan metode konvensional, serta minimnya integrasi konteks budaya lokal. Dampaknya, pembelajaran kurang bermakna dan sulit dipahami siswa.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Mengapa teknik gerak tolak peluru sulit dipahami siswa sekolah dasar?",{"text":68,"@type":64},"Gerakan menuntut pemahaman urutan gerak yang tepat dari sikap awal hingga sikap akhir. Pada tahap perkembangan motorik dasar, siswa cenderung meniru tidak tepat, melakukan kesalahan berulang, dan berpotensi mengalami cedera ringan.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Bagaimana Augmented Reality berbasis budaya lokal berperan sebagai solusi inovatif?",{"text":72,"@type":64},"Media ini menawarkan visualisasi gerak tiga dimensi yang interaktif, kontekstual, dan lebih mudah dipahami. Penggunaannya juga diharapkan meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, serta pemahaman teknik dasar tolak peluru secara lebih komprehensif.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},227398,1789008114,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},962075006959,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/e0002397efbe92a78e?_k=1776741047341049297","PERMASALAHAN PEMBELAJARAN TOLAK PELURU DI SEKOLAH DASARDAN POTENSI PEMANFAATAN AUGMENTED REALITY BERBASIS BUDAYA  \nLOKAL  \nRavinda Aris Munandar1 , Rosynanda Nur Fauziah2 , Mega Sukma3  \n1,3Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, 2 Universitas Indraprasta PGRI  \n[mega.sukma@unmuhbabel.ac.id](mega.sukma@unmuhbabel.ac.id)  \nABSTRACT  \nShot put learning in elementary schools is an integral part of Physical Education that plays an important role in developing basic motor skills, physical strength, and students’ character. However, in practice, shot put learning still faces various challenges, including low student motivation, limited learning media, the dominance of conventional teaching methods, and the lack of integration of local cultural contexts. These conditions make learning less meaningful and difficult for students to understand. This study aimed to identify the problems of shot put learning in elementary schools and to analyze the potential use of Augmented Reality based on local culture as an innovative solution in Physical Education learning. This research employed a descriptive approach using quantitative methods supported by qualitative data obtained from questionnaires, observations, skill tests, and interviews with physical education teachers and students. The findings indicated that shot put learning was still dominated by conventional media, which limited clear and engaging visualization of movement techniques. In addition, local cultural elements had not been optimally integrated into the learning process. The use of Augmented Reality based on local culture has strong potential to enhance learning quality through interactive, contextual, and easily understood three-dimensional movement visualization. This media is also expected to increase students’ learning motivation, active participation, and comprehensive understanding of basic shot put techniques. Therefore, the development of local culture-based Augmented Reality is recommended as a relevant and innovative learning media to support meaningful and contextual Physical Education learning in elementary schools.  \nKeywords: shot put; elementary school; augmented reality; local culture; physical education  \nABSTRAK  \nPembelajaran tolak peluru di sekolah dasar merupakan bagian dari mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan yang berperan penting dalam mengembangkan keterampilan gerak dasar, kekuatan fisik, serta karakter Siswa. Pembelajaran tolak peluru dalam praktiknya masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain rendahnya minat dan motivasi belajar siswa, keterbatasan media pembelajaran, penggunaan metode yang cenderung konvensional, serta minimnya integrasi konteks budaya lokal. Kondisi tersebut menyebabkan pembelajaran kurang bermakna dan sulit dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pembelajaran tolak peluru di sekolah dasar serta menganalisis potensi pemanfaatan media Augmented Reality berbasis budaya lokal sebagai solusi inovatif dalam pembelajaran PJOK. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif yang  \ndidukung oleh data kualitatif melalui angket, observasi, tes keterampilan, dan wawancara dengan guru PJOK dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwapembelajaran tolak peluru masih didominasi penggunaan media konvensional, sehingga belum mampu memberikan visualisasi gerak yang jelas dan menarik. Selain itu, unsur budaya lokal belum dimanfaatkan secara optimal sebagai kontekspembelajaran. Pemanfaatan Augmented Reality berbasis budaya lokal dinilaimemiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melaluipenyajian visualisasi gerak yang interaktif, kontekstual, dan mudah dipahami. Media ini juga berpotensi meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan aktif siswa, sertapemahaman teknik dasar tolak peluru secara lebih komprehensif. Pengembangan media Augmented Reality berbasis budaya lokal direkomendasikan sebagai inovasipembelajaran yang relevan unt","cbCairzSNiNThhyt","https://ap.wps.com/l/cbCairzSNiNThhyt","pdf",138321,11,"Indonesian","# A. Pendahuluan\n## Peran PJOK dan materi tolak peluru\n## Kompleksitas teknik gerak tolak peluru\n## Keterbatasan media pembelajaran","[{\"question\":\"Apa saja permasalahan utama dalam pembelajaran tolak peluru di sekolah dasar?\",\"answer\":\"Pembelajaran masih menghadapi rendahnya motivasi belajar, keterbatasan media, penggunaan metode konvensional, serta minimnya integrasi konteks budaya lokal. Dampaknya, pembelajaran kurang bermakna dan sulit dipahami siswa.\"},{\"question\":\"Mengapa teknik gerak tolak peluru sulit dipahami siswa sekolah dasar?\",\"answer\":\"Gerakan menuntut pemahaman urutan gerak yang tepat dari sikap awal hingga sikap akhir. Pada tahap perkembangan motorik dasar, siswa cenderung meniru tidak tepat, melakukan kesalahan berulang, dan berpotensi mengalami cedera ringan.\"},{\"question\":\"Bagaimana Augmented Reality berbasis budaya lokal berperan sebagai solusi inovatif?\",\"answer\":\"Media ini menawarkan visualisasi gerak tiga dimensi yang interaktif, kontekstual, dan lebih mudah dipahami. Penggunaannya juga diharapkan meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, serta pemahaman teknik dasar tolak peluru secara lebih komprehensif.\"}]","Permasalahan Pembelajaran Tolak Peluru di Sekolah Dasar dan Potensi Pemanfaatan Augmented Reality Berbasis Budaya Lokal | PDF",17]