[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"detail-sidebar-cat-0-id-113":3,"doc-seo-127462-113":53,"doc-detail-127462-id":132},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",[7,13,17,21,25,29,33,37,41,45,49],{"id":8,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":10,"show_sort_weight":11,"slug":12},55,"Document","Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":14,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":15,"show_sort_weight":11,"slug":16},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":18,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":19,"show_sort_weight":11,"slug":20},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":23,"show_sort_weight":11,"slug":24},51,"Komik","comic",{"id":26,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":27,"show_sort_weight":11,"slug":28},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":30,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":31,"show_sort_weight":11,"slug":32},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":34,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":35,"show_sort_weight":11,"slug":36},49,"Sastra","literature",{"id":38,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":39,"show_sort_weight":11,"slug":40},52,"Teknologi","technology",{"id":42,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":43,"show_sort_weight":11,"slug":44},50,"Ujian","exam",{"id":46,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":47,"show_sort_weight":11,"slug":48},57,"Umum","general",{"id":50,"doc_module":4,"doc_module_name":9,"category_name":51,"show_sort_weight":4,"slug":52},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":54,"data":55},"ok",{"site_id":56,"language":57,"slug":58,"title":59,"keywords":60,"description":61,"schema_data":62,"social_meta":125,"head_meta":127,"extra_data":129,"updated_unix":131},113,"id","prediction-of-violence-levels-against-women-and-children-in-gorontalo-regency-using-machine-learning","Prediksi Tingkat Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Kabupaten Gorontalo Menggunakan Machine Learning","","Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan isu sosial yang masih membutuhkan perhatian khusus, terutama di Kabupaten Gorontalo yang mencatat angka kasus tertinggi di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan memprediksi tingkat kekerasan menggunakan metode machine learning dengan algoritma Naïve Bayes dan Regresi Linier Berganda. Data berasal dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo dengan variabel kekerasan fisik, seksual, penelantaran, dan psikis. Hasil pengujian menunjukkan Naïve Bayes menghasilkan RMSE 0.174 (perempuan) dan 0.254 (anak), sedangkan Regresi Linier Berganda memberi RMSE 0.000 sehingga dilakukan validasi ulang dengan Google Colab. Pengujian ulang memperlihatkan hasil konsisten tanpa overfitting, sehingga Regresi Linier Berganda dinilai lebih efektif untuk membantu langkah pencegahan yang lebih cepat dan tepat sasaran.",{"@graph":63,"@context":124},[64,81,103],{"@type":65,"itemListElement":66},"BreadcrumbList",[67,72,75,78],{"item":68,"name":69,"@type":70,"position":71},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":73,"name":9,"@type":70,"position":74},"https://docshare.wps.com/id/document/",2,{"item":76,"name":31,"@type":70,"position":77},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":79,"name":59,"@type":70,"position":80},"https://docshare.wps.com/id/document/prediction-of-violence-levels-against-women-and-children-in-gorontalo-regency-using-machine-learning/127462/",4,{"url":79,"name":59,"@type":82,"image":83,"author":88,"headline":59,"publisher":91,"fileFormat":94,"inLanguage":57,"description":61,"dateModified":95,"datePublished":96,"encodingFormat":94,"isAccessibleForFree":97,"interactionStatistic":98},"DigitalDocument",{"url":84,"@type":85,"width":86,"height":87},"https://docshare.wps.com/thumbnails/prediction-of-violence-levels-against-women-and-children-in-gorontalo-regency-using-machine-learning/127462.png","ImageObject",300,407,{"name":89,"@type":90},"Ophelia","Person",{"url":68,"name":92,"@type":93},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-26","2026-08-05",true,{"@type":99,"interactionType":100,"userInteractionCount":102},"InteractionCounter",{"@type":101},"ViewAction",10,{"@type":104,"mainEntity":105},"FAQPage",[106,112,116,120],{"name":107,"@type":108,"acceptedAnswer":109},"Penelitian ini bertujuan untuk apa?","Question",{"text":110,"@type":111},"Penelitian ini bertujuan memprediksi tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gorontalo menggunakan metode machine learning.","Answer",{"name":113,"@type":108,"acceptedAnswer":114},"Metode atau algoritma apa yang digunakan untuk melakukan prediksi?",{"text":115,"@type":111},"Penelitian menggunakan algoritma Naïve Bayes dan Regresi Linier Berganda.",{"name":117,"@type":108,"acceptedAnswer":118},"Variabel apa saja yang digunakan pada data penelitian?",{"text":119,"@type":111},"Variabel meliputi kekerasan fisik, kekerasan seksual, penelantaran, dan kekerasan psikis yang tercatat dari dinas terkait.",{"name":121,"@type":108,"acceptedAnswer":122},"Algoritma mana yang dinilai lebih efektif dan mengapa?",{"text":123,"@type":111},"Regresi Linier Berganda dinilai lebih unggul karena hasil pengujian ulang menunjukkan konsistensi dan tidak mengalami overfitting, sementara Naïve Bayes menghasilkan RMSE yang lebih besar.","https://schema.org",{"og:url":79,"og:type":126,"og:title":59,"og:site_name":92,"og:description":61},"article",{"robots":128,"canonical":79},"index,follow",{"doc_id":130,"site_id":56},127462,1785939031,{"code":4,"msg":5,"data":133},{"doc_id":130,"user_id":134,"nickname":89,"user_avatar":135,"doc_module":4,"category_id":30,"category_name":31,"doc_title":59,"doc_description":61,"doc_content":136,"file_id":137,"file_url":138,"file_type":139,"file_size":140,"view_count":102,"is_deleted":4,"is_public":71,"is_downloadable":71,"audit_status":71,"page_count":141,"language":142,"language_code":57,"site_id":56,"html_lang":57,"table_of_contents":143,"faqs":144,"seo_title":145,"seo_description":61,"update_tm":131,"read_time":146},962084925290,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_085a072bc5b1113ac321206ff7593b45","JURNAL ILMU KOMPUTER (JUIK) -VOL. 5 NO. 3 OCTOBER 2025  \nPREDIKSITINGKAT KEKERASANPADAPEREMPUANDANANAK DIKABUPATEN GORONTALO MENGGUNAKAN MACHINE LEARNING  \nCitra Ayu1*, Alter Lasarudin2, Wahyudin Hasyim3  \n1,2,3Sistem Informasi, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Jl. Prof. Mansoer Pateda, Kab. Gorontalo, Indonesia  \nCoresponding: [alterlasarudin@umgo.ac.id](alterlasarudin@umgo.ac.id)*  \nSubmitted: 08-05-2025; Accepted: 22-07-2025; Published: 30-10-2025  \nABSTRACT  \nViolence against women and children remains a social issue that requires special attention, especially in Gorontalo Regency, which had the highest case numbers in Gorontalo Province. This study aims to predict the level of violence against women and children using machine learning methods with the Naïve Bayes and Multiple Linear Regression algorithms. The data used were obtained from the Department of Women Empowerment and Child Protection of Gorontalo Regency, with variables including physical violence, sexual violence, neglect, and psychological abuse. The results showed that the Naïve Bayes algorithm produced an RMSE of 0.174 for women cases and 0.254 for child cases. Meanwhile, the Multiple Linear Regression algorithm generated a very small RMSE of 0.000 for both cases. This value appeared nearly perfect, prompting a re-evaluation using Google Colab to ensure its accuracy. The repeated test showed consistent results, indicating that the regression model provided reliable outcomes and did not experience overfitting. Therefore, the Multiple Linear Regression algorithm is considered more effective in predicting the level of violence. The findings of this study are expected to assist the government and related institutions in taking quicker and more targeted preventive actions so that violence against women and children in Gorontalo Regency can be reduced.  \nKeywords: Prediction, Violence, Women and Children, Machine Learning, Naïve Bayes, Multiple Linear Regression.  \nABSTRAK  \nKekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan isu sosial yang masih perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama di Kabupaten Gorontalo yang memiliki angka kasus tertinggi di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak menggunakan metode Machine Learning dengan algoritma Naïve Bayes dan Regresi Linier Berganda. Data yang digunakan berasal dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo, dengan variabel meliputi kekerasan fisik, seksual, penelantaran, dan psikis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Naïve Bayes menghasilkan RMSE sebesar 0.174 untuk kasus perempuan dan 0.254 untuk kasus anak. Sementara itu, algoritma Regresi Linier Berganda menghasilkan nilai RMSE yang sangat kecilyaitu 0.000 untuk kedua kasus. Nilai tersebut terlihat sempurna, sehingga dilakukan pengujian ulang menggunakan Google Colab untuk memastikan keakuratannya. Hasil pengujian ulang menunjukkan konsistensi, yang menandakan bahwa model Regresi Linier memberikan hasil yang andal dan tidak mengalami overfitting. Dengan demikian, algoritma Regresi Linier Berganda dinilai lebih unggul dalam memprediksi tingkat kekerasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan lembaga terkait dalam mengambil langkah pencegahan serta tindakan yang lebih cepat, sehingga kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gorontalo dapat dicegah.  \nKata Kunci: Prediksi, Kekerasan, Perempuan dan Anak, Machine Learning, Naïve Bayes, Regresi Linier Berganda  \n1. PENDAHULUAN  \nDi Indonesia, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi permasalahan sosial yang serius dan masih memerlukan perhatian khusus. Dari tahun ke tahun jumlah kasus kekerasan terus mengalami peningkatan [1], yang menandakan bahwa penanganan terhadap masalah ini belum berjalan secara efektif. Adapun kekerasanyang sering terjadi umumnya terbagi dalam beberapa bentuk, seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi dan lain sebagainya [2] ","cbCaihtTgO8QZLwi","https://ap.wps.com/l/cbCaihtTgO8QZLwi","pdf",516612,9,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang kasus kekerasan di Kabupaten Gorontalo\n## Perlunya prediksi dan pemanfaatan machine learning\n# Metode Penelitian\n## Algoritma Naïve Bayes\n## Algoritma Regresi Linier Berganda\n# Hasil dan Pembahasan\n## Evaluasi RMSE untuk kasus perempuan\n## Evaluasi RMSE untuk kasus anak\n# Kesimpulan dan Saran","[{\"question\":\"Penelitian ini bertujuan untuk apa?\",\"answer\":\"Penelitian ini bertujuan memprediksi tingkat kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gorontalo menggunakan metode machine learning.\"},{\"question\":\"Metode atau algoritma apa yang digunakan untuk melakukan prediksi?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan algoritma Naïve Bayes dan Regresi Linier Berganda.\"},{\"question\":\"Variabel apa saja yang digunakan pada data penelitian?\",\"answer\":\"Variabel meliputi kekerasan fisik, kekerasan seksual, penelantaran, dan kekerasan psikis yang tercatat dari dinas terkait.\"},{\"question\":\"Algoritma mana yang dinilai lebih efektif dan mengapa?\",\"answer\":\"Regresi Linier Berganda dinilai lebih unggul karena hasil pengujian ulang menunjukkan konsistensi dan tidak mengalami overfitting, sementara Naïve Bayes menghasilkan RMSE yang lebih besar.\"}]","Prediksi Tingkat Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Kabupaten Gorontalo Menggunakan Machine Learning | PDF",14]