[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-145559-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":80,"doc-detail-145559-id":127},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":73,"head_meta":75,"extra_data":77,"updated_unix":79},113,"id","postharvest-ripeness-criteria-of-raja-bulu-and-kepok-bananas","Kriteria Kematangan Pascapanen Pisang Raja Bulu dan Pisang Kepok","","Penelitian mempelajari kriteria kematangan pisang Raja Bulu dan pisang Kepok dari beberapa umur petik untuk menentukan waktu panen terbaik guna penanganan pascapanen. Umur petik Raja Bulu diuji pada 95–115 HSA dan Kepok pada 110–130 HSA. Pengamatan visual dilakukan saat warna kulit mencapai skala 3–7, diikuti pengukuran kekerasan, susut bobot, padatan terlarut total, asam tertritrasi total, dan vitamin C. Buah umur tua matang lebih cepat; secara umum peningkatan umur petik menurunkan susut bobot, edible part, ATT, dan vitamin C.",{"@graph":14,"@context":72},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/postharvest-ripeness-criteria-of-raja-bulu-and-kepok-bananas/145559/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/postharvest-ripeness-criteria-of-raja-bulu-and-kepok-bananas/145559.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Ava Thompson","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-09-18","2026-08-26",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":30},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Apa tujuan penelitian tentang pisang Raja Bulu dan pisang Kepok?","Question",{"text":62,"@type":63},"Menentukan proses pematangan dan kriteria kematangan pascapanen berdasarkan umur petik, serta memilih saat panen terbaik untuk memperpanjang masa simpan.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Bagaimana rancangan umur petik untuk masing-masing varietas?",{"text":67,"@type":63},"Pisang Raja Bulu diuji pada 95, 100, 105, 110, dan 115 HSA, sedangkan pisang Kepok pada 110, 115, 120, 125, dan 130 HSA.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Parameter apa saja yang diamati untuk menilai kualitas kematangan?",{"text":71,"@type":63},"Penelitian menilai umur simpan berdasar warna kulit (skala 3–7) dan mengukur kekerasan, susut bobot, padatan terlarut total, asam tertritrasi total, serta vitamin C.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":74,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":76,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":78,"site_id":7},145559,1787725021,{"code":4,"msg":81,"data":82},"success",[83,88,92,96,100,104,107,111,115,119,123],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":86,"slug":95},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":86,"slug":99},51,"Komik","comic",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":86,"slug":103},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":86,"slug":106},54,"research-report",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":109,"show_sort_weight":86,"slug":110},49,"Sastra","literature",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":86,"slug":114},52,"Teknologi","technology",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":86,"slug":118},50,"Ujian","exam",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":86,"slug":122},57,"Umum","general",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":4,"slug":126},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":81,"data":128},{"doc_id":78,"user_id":129,"nickname":42,"user_avatar":130,"doc_module":4,"category_id":105,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":131,"file_id":132,"file_url":133,"file_type":134,"file_size":135,"view_count":30,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":136,"language":137,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":138,"faqs":139,"seo_title":140,"seo_description":12,"update_tm":79,"read_time":141},1649267921044,"https://us-avatar.wpscdn.com/avatar/1800007509477c92dfb?_k=1786009248482753345","Kriteria Kematangan Pascapanen Pisang Raja Bulu dan Pisang Kepok  \nD. Sutowijoyo, W.D. Widodo  \nDepartemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia, Telp.&Faks. 62-251- 8629353. Email: [agronipb@indo.net.id](agronipb@indo.net.id)  \nKata kunci: kematangan pasca panen, kepok, raja bulu, kriteria kematangan, proseskematangan  \nAbstrak  \nPisang merupakan salah satu produk buah unggulan nasional. Pisang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pisang konsumsi segar dengancontoh pisang Raja Bulu dan kelompok pisang konsumsi olahan dengan contoh pisang Kepok. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari kriteria kematangan pisang Raja Bulu dan pisang Kepok dari 5 umur petik dalam rangka mementukan saat panen terbaik untuk penanganan pascapanen. Umur petik yang digunakan adalah 95, 100, 105, 110 dan 115 hari setelah antesis (HSA) untuk pisang Raja Bulu dan 110, 115, 120, 125 dan 130 HAS untuk pisang Kepok. Kulit buah dari kelima macam umur petik masih berwarna hijau (skala warna 1). Pengamatan visual dilakukan terhadap umur simpan saat warna kulit buahmencapai skala 3, 4, 5, 6 dan 7 yang diikuti dengan pengukuran kualitaskematangan yang meliputi kekerasan, susut bobot, kandungan padatan terlarut total (PTT), asam tertritrasi total (ATT) dan vitamin C. Hasil penelitian menunjukan bahwa buah yang dipetik pada umur tua lebih cepat mencapaikematangan pascapanen dibandingkan buah yang dipetik pada umur yang lebih muda. Tidak ada perbedaan kekerasan buah dan kandungan PTT pada buah saat mencapai tingkat kematangan dengan warna kulit skala 5. Secara umum untuk kedua jenis pisang, peningkatan umur petik maka akan menurunkan persentasesusut bobot, edible part, kandungan ATT dan kandungan vitamin C. Umur petik yang optimum untuk keperluan penanganan pascapanen yang bertujuan memperpanjang masa simpan adalah 95 HAS untuk pisang Raja Bulu dan 110 HAS untuk pisang Kepok.  \nPENDAHULUAN  \nPisang merupakan salah satu produk buah unggulan nasional. Buah ini sangat memasyarakat karena dapat dikonsumsi kapan saja dan di segala tingkatan usia dari bayi hingga manula. Daerah penyebaran pisang pun sangat luas. Pisang ditanam dipekarangan maupun ladang dan sebagian sudah ada dalam bentuk perkebunan. Menurut data Badan Pusat Statistik (2010), produsen utama buah pisang meliputi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Banten, dan Sumatera Utara. Perkembanganproduksi nasional buah pisang 15 tahun terakhir cenderung meningkat dari 3.8 juta ton (1995) hingga mencapai 5.8 juta ton (2010) dengan nilai ekonomi sebesar Rp 6.5 triliun (Direktorat Jendral Hortikultura 2010) . Produksi tersebut sebagian besar dipanen dari pertanaman kebun rakyat seluas 269 000 ha. Disamping untuk konsumsi segar beberapa kultivar pisang di Indonesia juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri olahan pisang misalnya industri keripik, sale dan tepung pisang.  \nPeluang pengembangan agribisnis pisang juga masih terbuka luas (Cahyono 2009) . Perkembangan kebun rakyat dan industri olahan di daerah sentra produksi, dapat memberikan peluang baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap perluasan  \nkesempatan berwirausaha dan kesempatan kerja. Untuk keberhasilan usaha tani pisang, selain penerapan teknologi, penggunaan varietas unggul dan perbaikan varietas harusdilaksanakan. Varietas unggul yang dimaksud adalah varietas yang toleran atau tahanterhadap hama dan penyakit penting pisang, mampu berproduksi tinggi, sertamempunyai kualitas buah yang baik dan disukai masyarakat luas.  \nBuah pisang memang banyak dijumpai di pasar modern, supermarket maupun pasar tradisional. Namun sering dijumpai buah pisang secara visual tidak menarik seperti kulit yang kehitaman, terdapat bintik-bintik kecoklatan, tergores maupun rusak. Hal ini terkait dengan karakter pisang sebagai buah klimakterik yang mudah rusak (perishable) karena masih berlangsungnya proses respirasi walaupun sudah dipanen. Kondisi demikian mengaki","cbCaisEx7dKiRXYB","https://ap.wps.com/l/cbCaisEx7dKiRXYB","pdf",308412,6,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Latar belakang dan urgensi penanganan pascapanen\n## Rumusan masalah dan tujuan penelitian\n# Bahan dan Metode\n## Tempat dan waktu\n## Bahan dan alat","[{\"question\":\"Apa tujuan penelitian tentang pisang Raja Bulu dan pisang Kepok?\",\"answer\":\"Menentukan proses pematangan dan kriteria kematangan pascapanen berdasarkan umur petik, serta memilih saat panen terbaik untuk memperpanjang masa simpan.\"},{\"question\":\"Bagaimana rancangan umur petik untuk masing-masing varietas?\",\"answer\":\"Pisang Raja Bulu diuji pada 95, 100, 105, 110, dan 115 HSA, sedangkan pisang Kepok pada 110, 115, 120, 125, dan 130 HSA.\"},{\"question\":\"Parameter apa saja yang diamati untuk menilai kualitas kematangan?\",\"answer\":\"Penelitian menilai umur simpan berdasar warna kulit (skala 3–7) dan mengukur kekerasan, susut bobot, padatan terlarut total, asam tertritrasi total, serta vitamin C.\"}]","Kriteria Kematangan Pascapanen Pisang Raja Bulu dan Pisang Kepok | PDF",9]