[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-43235-id":3,"doc-seo-43235-113":29,"detail-sidebar-cat-0-id-113":91},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":20,"is_downloadable":20,"audit_status":20,"page_count":21,"language":22,"language_code":23,"site_id":24,"html_lang":23,"table_of_contents":25,"faqs":26,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":27,"read_time":28},43235,7971461740909,"Levi","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_155a257f0dc6eb9ab79c44ca47cae57d",54,"Penelitian & Laporan","Politik dan Pemerintahan Australia","Materi membahas geografi dan pembagian wilayah Australia, termasuk teritorial di dalam dan luar ibu kota, serta daftar negara bagian beserta ibu kota. Bagian sejarah menelusuri gagasan “The Spirit of Laws” (1748) dan pengaruhnya pada cara pandang Eropa tentang hukum dan pemerintahan. Uraian membandingkan konsep savage dan barbarous untuk menjelaskan stereotip terhadap pribumi Australia, disertai kutipan dari karya Watkin Tench tentang “state of nature”. Selanjutnya dipaparkan sejarah sebelum abad ke-20, migrasi manusia awal dan penjelajahan Eropa sejak abad ke-16 hingga klaim Inggris atas New South Wales.","BAB IGEOGRAFI AUSTRALIA  \nPeta Australia  \nPeta pembagian wilayah di Australia. 1  \n\n| Wilayah Teritorial |\n| --- |\n| Teritorial di dalam Ibukota\u003Cbr> Teritorial Ibu Kota\u003Cbr>Canberra\u003Cbr>Australia\u003Cbr> Teritorial Teluk Jervis\u003Cbr> Teritorial Utara  Darwin\u003Cbr>Teritorial di luar\u003Cbr>􀁸 Kepulauan Ashmore dan Cartier\u003Cbr>􀁸 Teritorial Antarktika Australia\u003Cbr>􀁸 Pulau Norfolk\u003Cbr>􀁸 Pulau Natal\u003Cbr>􀁸  Kepulauan Cocos (Keeling)\u003Cbr>􀁸 Teritorial Kepulauan Laut Koral\u003Cbr>􀁸 Kepulauan Heard dan McDonald |\n\nNegara bagian di Australia  \nNegara Ibukota  \nNegara Ibukota  \n Tasmania   Hobart  \nVictoria   Melbourne  \n Australia Barat   Perth  \nKedutaan besar Australia  \nAlamat: Jalan H.R. Rasuna Said Kav C 15-16, Jakarta Selatan 12940 -Tel: +62  \n21 2550 5555-Fax: +62 21 2550 5467  \n􀂙 SEJARAH AUSTRALIA  \nSejarah Australia tidak terlepas dari anggapan“The Spirit ofLaws” yang  \n1 [https://www.google.com/search?q=peta](https://www.google.com/search?q=peta)+australia&ie=utf-8&oe=utf- 8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a&channel=sb, diakses pada tanggal 20 Juli 2014 pukul 04.00 Wib  \ndiadopsi dari buku yang dikarang oleh Charles de Scondat dan Baron de Montesquieu pada pertengahan abad ke-18 tepatnya pada tahun 1748. Buku inikemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Thomas Nugent padatahun 1752. Secara garis besar, didalam bukunya tersebut, Scondat dan Montesquieu membahas tentang proses terbentuknya hukum dan betapapentingnya kehadiran hukum dan pemerintahan di tengah masyarakat. Buku ini menjadi tolak ukur pada masanya yang juga merupakan awal titik mulamunculnya ide demokrasi. Terkait dengan latar belakang kehidupan kedua penulis yang hidup pada masa abad pertengahan di mana hukum masih belum terbentuk dan hanya berupa buah pemikiran saja, Montesquieu dan Scondat mengklasifikasikan manusia menjadi dua yakni savage dan barbarous. Dalambukunya tersebut, savage didefinisikan sebagai:  \n“…who lead a very hard life, and in despotic governments, where there is only one person on whom fortune lavishes her favours, while the miserable subjects lie exposed to her insults, people are equally cruel. Lenity reigns in moderate governments.”2 Kemudian mereka juga menilai terdapat perbedaan antara savage dan barbarous sebagai berikut:  \n“There is this difference between savage and barbarous nations: the former are dispersed clans, which for some particular reason cannot be joined in a body; and the latter are commonly small nations, capable of being united. The savages are generally hunters; the barbarians are herdsmen and shepherds.”  \nBerdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik savage adalah sebagai berikut: Masyarakatnya tidak memiliki ilmu pengetahuan, Masyarakatnya memiliki pola pikir purba, Masyarakatnya tidak mementingkan arti pemerintahan dan cenderung tidak mengerti konsep hukum dan proses ekonomi, Masyarakatnya masih sangat terbelakang dalam berbagai bidang.  \nBerangkat dari buku “The Spirit of Laws”, secara umum masyarakat Eropa yang datang ke benua Australia melihat karakteristik yang digambarkanoleh Scondat dan Montesquieu tentang savage, ada pada masyarakat pribumi Australia. Di dalam buku Making Australian History: Perspective on The Past since 1788, dijelaskan secara mendetail alasan mengapa masyarakat koloni Eropamemandang masyarakat pribumi Australia sebagai masyarakat savagery. Watkin Tench, seorang pemimpin angkatan laut Inggris menggambarkan:“….the Indigenous people of Australia exemplified a condition Europeans referred to as a ‘state of nature’—n image of ‘primitive’ human life prior to the development of government, law or society.”3  \nPernyataan di atas adalah penggambaran akan kondisi masyarakat pribumi Australia yang hidup secara primitifdengan mengedepankan hukum alam sebagailandasan kehidupan. Masyarakat pribumi Australia digambarkan tidak mengerti dan tidak mengenal sama sekali akan konsep pemerintahan, hukum atau  \n2 Scondat, C. d., & Montequieu, B. d. , The Spirit of Laws, Kitchener,","cbCaijnhtY5dHOe2","https://ap.wps.com/l/cbCaijnhtY5dHOe2","pdf",2507454,1,183,"Indonesian","id",113,"# Geografi Australia\n## Peta Australia dan pembagian wilayah\n## Negara bagian dan negara ibu kota\n## Sejarah Australia\n### Latar gagasan “The Spirit of Laws”\n### Konsep savage dan persepsi Eropa terhadap pribumi\n### Sejarah sebelum abad ke-20\n## Penjelajahan Eropa dan awal klaim Inggris","[{\"question\":\"Apa saja yang termasuk dalam pembagian wilayah teritorial di Australia berdasarkan materi ini?\",\"answer\":\"Materi memuat teritorial di dalam ibu kota (Canberra dan kawasan Teluk Jervis serta Teritorial Utara Darwin) serta teritorial di luar yang mencakup Kepulauan Ashmore dan Cartier, Antarktika Australia, Pulau Norfolk, Pulau Natal, Kepulauan Cocos (Keeling), Kepulauan Laut Koral, dan Kepulauan Heard dan McDonald.\"},{\"question\":\"Bagaimana “The Spirit of Laws” menjelaskan keterkaitan hukum, pemerintahan, dan masyarakat?\",\"answer\":\"Buku tersebut membahas proses terbentuknya hukum serta pentingnya kehadiran hukum dan pemerintahan di tengah masyarakat. Materi juga mengaitkan buku ini dengan awal munculnya ide demokrasi pada masanya.\"},{\"question\":\"Apa alasan Eropa memandang masyarakat pribumi Australia sebagai “savagery” menurut rujukan yang disebutkan?\",\"answer\":\"Materi menyebut bahwa pandangan Eropa menganggap pribumi berada pada kondisi “state of nature”, yakni gambaran kehidupan manusia “primitif” sebelum adanya pemerintah, hukum, atau masyarakat terorganisasi. Selain itu disebutkan bahwa pribumi tidak dikenal mengenal konsep jual-beli, sehingga pendekatan Eropa dinilai gagal.\"}]",1783378895,282,{"code":4,"msg":30,"data":31},"ok",{"site_id":24,"language":23,"slug":32,"title":13,"keywords":33,"description":14,"schema_data":34,"social_meta":86,"head_meta":88,"extra_data":90,"updated_unix":27},"politics-and-government-of-australia","",{"@graph":35,"@context":85},[36,53,68],{"@type":37,"itemListElement":38},"BreadcrumbList",[39,43,47,50],{"item":40,"name":41,"@type":42,"position":20},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":44,"name":45,"@type":42,"position":46},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":48,"name":12,"@type":42,"position":49},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":51,"name":13,"@type":42,"position":52},"https://docshare.wps.com/id/document/politics-and-government-of-australia/43235/",4,{"url":51,"name":13,"@type":54,"author":55,"headline":13,"publisher":57,"fileFormat":60,"inLanguage":23,"description":14,"dateModified":61,"datePublished":62,"encodingFormat":60,"isAccessibleForFree":63,"interactionStatistic":64},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":56},"Person",{"url":40,"name":58,"@type":59},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-17","2026-07-06",true,{"@type":65,"interactionType":66,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":67},"ViewAction",{"@type":69,"mainEntity":70},"FAQPage",[71,77,81],{"name":72,"@type":73,"acceptedAnswer":74},"Apa saja yang termasuk dalam pembagian wilayah teritorial di Australia berdasarkan materi ini?","Question",{"text":75,"@type":76},"Materi memuat teritorial di dalam ibu kota (Canberra dan kawasan Teluk Jervis serta Teritorial Utara Darwin) serta teritorial di luar yang mencakup Kepulauan Ashmore dan Cartier, Antarktika Australia, Pulau Norfolk, Pulau Natal, Kepulauan Cocos (Keeling), Kepulauan Laut Koral, dan Kepulauan Heard dan McDonald.","Answer",{"name":78,"@type":73,"acceptedAnswer":79},"Bagaimana “The Spirit of Laws” menjelaskan keterkaitan hukum, pemerintahan, dan masyarakat?",{"text":80,"@type":76},"Buku tersebut membahas proses terbentuknya hukum serta pentingnya kehadiran hukum dan pemerintahan di tengah masyarakat. Materi juga mengaitkan buku ini dengan awal munculnya ide demokrasi pada masanya.",{"name":82,"@type":73,"acceptedAnswer":83},"Apa alasan Eropa memandang masyarakat pribumi Australia sebagai “savagery” menurut rujukan yang disebutkan?",{"text":84,"@type":76},"Materi menyebut bahwa pandangan Eropa menganggap pribumi berada pada kondisi “state of nature”, yakni gambaran kehidupan manusia “primitif” sebelum adanya pemerintah, hukum, atau masyarakat terorganisasi. Selain itu disebutkan bahwa pribumi tidak dikenal mengenal konsep jual-beli, sehingga pendekatan Eropa dinilai gagal.","https://schema.org",{"og:url":51,"og:type":87,"og:title":13,"og:site_name":58,"og:description":14},"article",{"robots":89,"canonical":51},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":24},{"code":4,"msg":5,"data":92},[93,98,102,106,110,114,116,120,124,128],{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":95,"show_sort_weight":96,"slug":97},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":100,"show_sort_weight":96,"slug":101},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":104,"show_sort_weight":96,"slug":105},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":108,"show_sort_weight":96,"slug":109},51,"Komik","comic",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":112,"show_sort_weight":96,"slug":113},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":12,"show_sort_weight":96,"slug":115},"research-report",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":118,"show_sort_weight":96,"slug":119},49,"Sastra","literature",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":122,"show_sort_weight":96,"slug":123},52,"Teknologi","technology",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":126,"show_sort_weight":96,"slug":127},50,"Ujian","exam",{"id":129,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":130,"show_sort_weight":96,"slug":131},57,"Umum","general"]