[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-39781-id":3,"doc-seo-39781-113":31,"detail-sidebar-cat-0-id-113":93},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":28,"seo_description":14,"update_tm":29,"read_time":30},39781,549758252649,"Ivy","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/8000253669c5317157?_k=1778319167496531819",54,"Penelitian & Laporan","Kelas Filsafat Filsafat-Filsafat Modern: Filsafat Kritisisme Kant","Makalah ini membahas kebesaran Immanuel Kant (1724–1804) dalam filsafat Barat modern melalui konsep kritisisme. Penjelasan dimulai dari perbandingan rasionalisme René Descartes dan empirisme David Hume, yang sama-sama terbatas karena kurang memasukkan dimensi yang berlawanan. Kant disajikan sebagai sintesis yang menggabungkan unsur empirisme dan rasionalisme serta melahirkan sistem filsafat baru. Fokusnya pada cara Kant meneliti syarat kemungkinan pengetahuan, etika, estetika, negara, dan metafisika, termasuk kritik terhadap klaim rasionalisme tentang pengetahuan Tuhan.","1  \nKelas Filsa Fat  \nFils aFa t K rit isis me Kant  \nKant:  \nDari subjek yang Ko song Hi nggatu han sebagai Postul at * 1  \nFitzera ld Kennedy si torus * *  \ni. Bagian Pertama  \nI. Pengantar  \nImmanuel Kant (1724-1804) diakui sebagaifilsufJermanyang terbesar dan palingberpengaruh dalam perjalanan filsafat Barat modern. Bahkan banyakyang menyebutnya sebagaifilsufBarat modernyang terbesar. René Descartes (1596 – 1650) memang diakui sebagai bapak filsafat modern karena ia menemukan rasio atau kesadaran diriyang kemudian menjadiprinsip filsafat Barat modern. Namun, rasionalisme Descartes segeramendapat kritik tajam dari para filsuf empiris Inggris, misalnya David Hume (1711 – 1776).  \nPer bedaan dan pertentangan pemikiran kedua filsuf ini sudah kita lihat dalam kuliah sebelumnya . Dilihat dari kaca mata empirisme, kita bisa mengatakan bahwa filsafat Descartes masih sangat ter batas karena ia belum memasukkan realitas empiris ke dalam sistemnya . Tapi, kelemahan serupa juga dapat diterapkan ke filsafat empirisme, yakni bahwa filsafat ini tidak berhasil memasukkan dimensirasional dalam sistemnya . Jadi, keduanya sama-sama ter batas . Nah, pada Kant, kedua paham yang bertentangan ini memperoleh sintesa, sehingga pada filsafat Kant kita menemukan baik unsur empirisme maupun rasionalisme. Dengan prestasi ini, tidak salah kalau banyak yang menganggap Kant sebagai filsuf ter besar dalam sejarah filsafat Barat modern .  \n* Makalah untuk Kelas Filsafat Filsafat Modern di Serambi Salihara, Sabtu, 26 November 2016. Makalah ini tidak disunting (Redaksi) .  \n** Fitzerald Kennedy sitorus adalah lulusan Johann Wolfgang Goethe-Universität, Frankfurt am Main, Jerman, dan menulis disertasi mengenai filsafat subyek transendental Immanuel Kant.  \nMaka lah Ke las Filsafat | November 2016  \n2  \nKebesaran Kant sebagai filsuf tentu saja tidak hanya terletak padakemampuannya mensintesakan kedua paham filsafat yang bertentangan itu, melainkan juga karena Kant menghasilkan sebuah sistem filsafat yang secara fundamental mempengaruhi perjalanan filsafat sesudahnya. Berbeda dari rasionalisme Descartes yang lebih terfokus pada beberapa problematika epistemologi, metafisika dan filsafat agama/Ketuhanan, filsafat Kant membicarakan hampir semua bidang kehidupan manusia secara filosofis. Kant berbicara mengenaifilsafat politik, metafisika, epistemologi (teori pengetahuan), etika, agama, ketuhanan/teologi, keadilan, sejarah, estetika, filsafat ilmu alam, antropologi, geografi, dan lain-lain. Dan semua tema ini kemudian mengubah perjalananan filsafat Barat modern selanjutnya karena Kant membicarakannya dengan pendekatanyang khas, yakni yang dikenal dengan kritisisme. Kritisisme adalah paham filsafat Kant yang memulai penyelidikannya bukan dengan langsung membahas objek yang mau dibicarakan, melainkan dengan mulai meneliti syarat-syarat kemungkinandari sesuatu yang mau dibicarakan itu.1 Jadi, Kant tidak seperti Descartes atau Hume yang langsung berbicara mengenai pengetahuan (knowledge) . Dengan sikapkritisnya, maka Kant lebih dulu berbicara mengenai syarat-syarat kemungkinan pengetahuan; bagaimana pengetahuan itu mungkin? Pertanyaan semacam ini  \nakan selalu kita temukan dalam karya-karya Kant. Bagaimana etika itu mungkin? Bagaimana estetika itu mungkin? Bagaimana negara itu mungkin? Bagaimanametafisika itu mungkin? Dan lain-lain. Dan pertanyaan itu selalu membawa Kant untuk menghasilkan sebuah filsafat yang sama sekali baru, karena ia kemudian membuktikan bahwa banyak klaim dalam filsafat sebelumnya yang kemudian diperlihatkan Kant tidak memadai, atau tidak mungkin. Misalnya, klaim filsafat rasionalisme mengenai pengetahuan mengenai Tuhan. Setelah Kant meneliti syaratsyarat kemungkinan pengetahuan (bagaimana pengetahuan itu mungkin?), maka ia kemudian memperlihatkan bahwa pengetahuan mengenai Tuhan itu tidak mungkin.  \nTanpa Kant, kita tidak dapat membayangkan perjalanan sejarah filsafat Barat modern. Pengaruh dan kebesaran Kant bahkan telah terlihat pada masa hidu","cbCaifUaNnoUxAtt","https://ap.wps.com/l/cbCaifUaNnoUxAtt","pdf",479141,8,1,20,"Indonesian","id",113,"# Pengantar\n## Sintesis Kant atas rasionalisme dan empirisme\n## Konsep kritisisme: syarat kemungkinan pengetahuan\n## Dampak pengaruh Kant dalam filsafat modern","[{\"question\":\"Apa yang membuat Immanuel Kant dianggap sebagai filsuf terbesar dalam filsafat Barat modern?\",\"answer\":\"Kant dianggap besar karena menyintesiskan rasionalisme Descartes dan empirisme Hume sekaligus membangun sistem filsafat yang secara fundamental memengaruhi pemikiran sesudahnya melalui kritisisme.\"},{\"question\":\"Bagaimana kritisisme Kant memulai penyelidikannya?\",\"answer\":\"Kritisisme dimulai bukan dengan membahas objek secara langsung, melainkan dengan meneliti syarat-syarat kemungkinan dari sesuatu yang hendak dibicarakan, misalnya bagaimana pengetahuan, etika, estetika, atau negara itu mungkin.\"},{\"question\":\"Apa contoh hasil penyelidikan kritisisme Kant yang menunjukkan klaim sebelumnya tidak memadai?\",\"answer\":\"Setelah meneliti syarat kemungkinan pengetahuan, Kant memperlihatkan bahwa pengetahuan mengenai Tuhan tidak mungkin, sehingga klaim rasionalisme tentang hal itu dipandang tidak memadai.\"}]","Kelas Filsafat Filsafat-Filsafat Modern: Filsafat Kritisisme Kant | PDF",1783086750,31,{"code":4,"msg":32,"data":33},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":34,"title":13,"keywords":35,"description":14,"schema_data":36,"social_meta":88,"head_meta":90,"extra_data":92,"updated_unix":29},"philosophy-class-modern-philosophies-and-kants-criticism-kritisisme","",{"@graph":37,"@context":87},[38,55,70],{"@type":39,"itemListElement":40},"BreadcrumbList",[41,45,49,52],{"item":42,"name":43,"@type":44,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":46,"name":47,"@type":44,"position":48},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":50,"name":12,"@type":44,"position":51},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/",3,{"item":53,"name":13,"@type":44,"position":54},"https://docshare.wps.com/id/document/philosophy-class-modern-philosophies-and-kants-criticism-kritisisme/39781/",4,{"url":53,"name":13,"@type":56,"author":57,"headline":13,"publisher":59,"fileFormat":62,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":63,"datePublished":64,"encodingFormat":62,"isAccessibleForFree":65,"interactionStatistic":66},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":58},"Person",{"url":42,"name":60,"@type":61},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-08-15","2026-07-03",true,{"@type":67,"interactionType":68,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":69},"ViewAction",{"@type":71,"mainEntity":72},"FAQPage",[73,79,83],{"name":74,"@type":75,"acceptedAnswer":76},"Apa yang membuat Immanuel Kant dianggap sebagai filsuf terbesar dalam filsafat Barat modern?","Question",{"text":77,"@type":78},"Kant dianggap besar karena menyintesiskan rasionalisme Descartes dan empirisme Hume sekaligus membangun sistem filsafat yang secara fundamental memengaruhi pemikiran sesudahnya melalui kritisisme.","Answer",{"name":80,"@type":75,"acceptedAnswer":81},"Bagaimana kritisisme Kant memulai penyelidikannya?",{"text":82,"@type":78},"Kritisisme dimulai bukan dengan membahas objek secara langsung, melainkan dengan meneliti syarat-syarat kemungkinan dari sesuatu yang hendak dibicarakan, misalnya bagaimana pengetahuan, etika, estetika, atau negara itu mungkin.",{"name":84,"@type":75,"acceptedAnswer":85},"Apa contoh hasil penyelidikan kritisisme Kant yang menunjukkan klaim sebelumnya tidak memadai?",{"text":86,"@type":78},"Setelah meneliti syarat kemungkinan pengetahuan, Kant memperlihatkan bahwa pengetahuan mengenai Tuhan tidak mungkin, sehingga klaim rasionalisme tentang hal itu dipandang tidak memadai.","https://schema.org",{"og:url":53,"og:type":89,"og:title":13,"og:site_name":60,"og:description":14},"article",{"robots":91,"canonical":53},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":94},[95,100,104,108,112,116,118,122,126,130,134],{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":97,"show_sort_weight":98,"slug":99},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":102,"show_sort_weight":98,"slug":103},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":106,"show_sort_weight":98,"slug":107},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":110,"show_sort_weight":98,"slug":111},51,"Komik","comic",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":114,"show_sort_weight":98,"slug":115},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":12,"show_sort_weight":98,"slug":117},"research-report",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":120,"show_sort_weight":98,"slug":121},49,"Sastra","literature",{"id":123,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":124,"show_sort_weight":98,"slug":125},52,"Teknologi","technology",{"id":127,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":128,"show_sort_weight":98,"slug":129},50,"Ujian","exam",{"id":131,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":132,"show_sort_weight":98,"slug":133},57,"Umum","general",{"id":135,"doc_module":4,"doc_module_name":47,"category_name":136,"show_sort_weight":4,"slug":137},181,"Formulir","formulir"]