[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40002-id":3,"doc-seo-40002-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40002,13056703019404,"Miles","https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0",55,"Agama & Spiritualitas","Kerancuan Filsafat (Tahafut Al-Falasifah)","Kerancuan Filsafat (Tahafut Al-Falasifah) karya Imam Al-Gazali membahas dan menguraikan kerancuan yang dikemukakan para filsuf serta dinilai tidak selaras dengan “keinginan” agama. Dengan landasan tradisi teologis (kalam), al-Gazali membedah “kekeliruan” para filsuf dan menegaskan maksud dekonstruksi lewat buku ini. Uraian memotret doktrin para filsuf terdahulu, mengajak umat menilai keyakinan dasar tentang Allah dan Hari Akhir serta memahami perdebatan sebagai perbedaan rincian di luar dua pokok itu.","Imam Al-Gazali  \n'\"\"\"\"\" .   \nerancuan -1 sa a   \nla...........a ut A-Fa asia.  \n FORUM  \nKerancuan Filsafat ( TahafutAl-Falasifah)  \nImam Al-Gazali  \nPenerjemah: Achmad Maimun  \nPenyunting : Abd. Kholiq  \nGambar Sampul : The Drunkards (Pablo Saborio) Desain Sampul & Tata Letak : Relasi Creativa  \nCetakan, 2015  \nlxxxii+372; 14 x 20cm  \nE-ISBN: 978-602-0753-06-5  \nFORUM  \n(Grup Relasi Inti Media, anggota IKAPI)  \nJl. Permadi Nyutran RT /RW 61/19 MJ II No. 1606 Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta  \nPenQantar Penerbit  \nahafut Al-Falasifah (Kerancuan Para Filsuf) merupakankarya terpopuleryang melambungkan sosok Abu Hamid al-Gazali sebagai salah satu pemikir utama dalam lintasankesejarahan Islam. Dalam karya ini, sesuai dengan posisinya sebagai penjaga dan pembela umat, al-Gazali menjelaskan secara rinci kerancuankerancuanyang ada dan terus didengungkan oleh para filsuf serta coba dilesakkan kepada umat, yang dipandang al Gazali sebagai tidak sesuai dengan ''keinginan'' agama.  \nDalam karya ini, dengan berpijak pada basis keilmuanyang mengakar kuat dari tradisi teologis (kalam), al-Gazali membedah dan menelanjangi ''kekeliruan'' para filsuf. Hal ini sebagaimanapengakuannya, ''Dan kami tidak menetapkan dalam buku ini, kecuali mendustakan mazhab para filsuf. Sedangkan untukmengafirmasi mazhab yang benar, kami (akan) menyusun sebuah buku yang kami beri judul Qawa'id ai-'Aqa,id. Dengan buku tersebut, kami bermaksud melakukan afirmasi, sebagaimana kami bermaksud melakukan dekonstruksi dengan buku ini ( Tahafut) . \"  \nKerancuan Filsafat ( TahafutA/-Falasjfah)  \nDengan demikian, dari kandunganyang dapat ditarik padanuansa positif-konstruktif, buku Tahafut dapat digolongkan padakarya al-Gazali dalam bidang kalam yang meneropong kajian ftlsafat. Ia juga dapat dimasukkan pada apayang ditetapkan dalam kajian-kajian kalam agar bisa membantu semua orang untuk menjawab: ''Bagaimana seorang skeptis bisa menyusun sebuahkarya dan menyampaikan ajaran-ajaran yang positifkonstruktif?''Selain itu, di dalamnya ditampilkan pendapat dari kalangan yang berkeyakinan bahwa materi secara esensial adalah sesuatu yang mungkin (mumkin/ contingent), dalam arti memerlukan sesuatu yang bisa memberikan wujud serta bisa merusaknya.  \nAl-Gazali sendiri membagi seluruh karyanya menjadi duabagian. Pertama, kelompok karya yang diistilahkan dengan ''yang terlarang bagi selain yang berkompeten'' (al-madnun biha alagayrahliha) . Seluruh kandungan karya-karya yang tergolong dalam kelompok ini, hanya diperuntukkan untuk al-Gazali sendiri dan orang lain yang telah memenuhi persyaratan yang teramat sulit. Kedua, karya-karya yang disajikan untuk konsumsi masyarakatumum (jumhur) . Ia adalah kelompok karya yang diperuntukkankepada mereka sesuai dengan tingkat intelektualitasnya.  \n***  \nBuku ini juga memotret doktrin mazhab para filsuf terdahulu sebagaimana adanya. Dengan ini, diharapkan agar orang-orang yang menjadi ateis atas dasar taklid dapat melihat dengan jelas bahwa semua cabang pengetahuan-baik klasikmaupun kontemporer-sepakat meyakini Allah dan Hari Akhir. Mereka juga diharapkan bisa menyadari bahwa perdebatan yang muncul hanya terkait dengan rincian persoalan di luar dua kutub  \n\\71  \nImam AI-Gazali  \nkeyakinan dasar tersebut. Di sinilah letak urgensi kehadiran paranabi yang telah dibekali mukjizat.  \nSelain itu, buku ini juga berkepentingan mengeluarkan mereka dari sikap yang berlebihan, yaitu anggapan bahwa berpegang pada kekafiran secara taklid adalah menunjukkan tingginya kualitas pemikiran dan kecerdasan mereka. Sebab terbukti bahwa para filsuf yang mereka anggap sebagai kelompok mereka, ternyata steril dari tuduhan mereka sebagai para pengingkar syari'at. Karena, para fclsuf memercayai adanya Allah dan para rasul, walaupun dalam berbagai persoalan rincitentang prinsip-prinsip terse","cbCais1n4PpMYo8I","https://ap.wps.com/l/cbCais1n4PpMYo8I","pdf",16661919,5,1,454,"Indonesian","id",113,"# PenQantar Penerbit\n# Kerancuan Filsafat (Tahafut Al-Falasifah)\n## Kritik terhadap filsuf\n## Pengelompokan karya Al-Gazali\n## Urgensi doktrin dan ajaran para nabi\n## Penolakan taklid buta dan sikap berlebihan","[{\"question\":\"Apa fokus utama buku Kerancuan Filsafat (Tahafut Al-Falasifah)?\",\"answer\":\"Buku ini menjelaskan kerancuan yang disuarakan para filsuf dan membedah “kekeliruan” tersebut agar tidak bertentangan dengan ajaran agama.\"},{\"question\":\"Bagaimana al-Gazali menyusun tujuan melalui Tahafut?\",\"answer\":\"Al-Gazali menyatakan buku ini dimaksudkan sebagai dekonstruksi terhadap mazhab filsuf, sekaligus diarahkan pada penegasan mazhab yang benar melalui karya lanjutan (Qawa'id al-'Aqa'id).\"},{\"question\":\"Bagaimana al-Gazali membagi karya-karyanya?\",\"answer\":\"Karya dibagi menjadi dua: yang terlarang bagi selain yang berkompeten, serta karya untuk konsumsi masyarakat umum (jumhur) sesuai tingkat intelektualitas.\"}]",1783088993,699,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"philosophical-contradictions-tahafut-al-falasifah","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/agama-spiritualitas/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/philosophical-contradictions-tahafut-al-falasifah/40002/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-12","2026-07-03",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa fokus utama buku Kerancuan Filsafat (Tahafut Al-Falasifah)?","Question",{"text":76,"@type":77},"Buku ini menjelaskan kerancuan yang disuarakan para filsuf dan membedah “kekeliruan” tersebut agar tidak bertentangan dengan ajaran agama.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Bagaimana al-Gazali menyusun tujuan melalui Tahafut?",{"text":81,"@type":77},"Al-Gazali menyatakan buku ini dimaksudkan sebagai dekonstruksi terhadap mazhab filsuf, sekaligus diarahkan pada penegasan mazhab yang benar melalui karya lanjutan (Qawa'id al-'Aqa'id).",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Bagaimana al-Gazali membagi karya-karyanya?",{"text":85,"@type":77},"Karya dibagi menjadi dua: yang terlarang bagi selain yang berkompeten, serta karya untuk konsumsi masyarakat umum (jumhur) sesuai tingkat intelektualitas.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,97,101,105,109,113,117,121,125,129],{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":95,"slug":96},60,"religion-spirituality",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":99,"show_sort_weight":95,"slug":100},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":103,"show_sort_weight":95,"slug":104},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":107,"show_sort_weight":95,"slug":108},51,"Komik","comic",{"id":110,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":111,"show_sort_weight":95,"slug":112},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":95,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":95,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":95,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":95,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":130,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":131,"show_sort_weight":95,"slug":132},57,"Umum","general"]