[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-45786-id":3,"doc-seo-45786-113":29,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":20,"is_downloadable":20,"audit_status":20,"page_count":21,"language":22,"language_code":23,"site_id":24,"html_lang":23,"table_of_contents":25,"faqs":26,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":27,"read_time":28},45786,2336464648322,"Aria","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/2200025388227c56fec?_k=1778556882303663488",56,"Gaya Hidup","Fenomena Pinjaman Online dan Gaya Hidup Mahasiswa","Fenomena pinjaman online pada kalangan mahasiswa muda terkait dengan kecenderungan impulsif dan kebutuhan kepuasan instan, sehingga banyak yang mengejar pinjaman cepat tanpa mempertimbangkan risiko. Mayoritas keterjebakan dijelaskan dipicu gaya hidup semata, seperti membeli pakaian, gawai, traveling, dan konser, serta tingkat literasi keuangan yang rendah dan kesenjangan inklusi. Kondisi ekonomi pasca pandemi ikut mendorong pilihan pembiayaan mudah. Konsumerisme dipengaruhi media dan populer, termasuk penggunaan layanan seperti paylater yang turut memperkuat perilaku konsumtif, sementara gaya hidup hedonis berpotensi mengarah pada utang, pemborosan, dan dampak jangka panjang.","Nama :\nNIM :\nTopik : Pinjaman Online dan Gaya hidup\nFenomena :\nDikutip dari \u0013 HYPERLINK \"https://ekonomi.republika.co.id/berita/s0tobi349/fakta-miris-ini-jadi-penyebab-utama-banyak-anak-muda-terjerat-pinjol\" \u0014https://ekonomi.republika.co.id/berita/s0tobi349/fakta-miris-ini-jadi-penyebab-utama-banyak-anak-muda-terjerat-pinjol\u0015 Saat ini, populasi dewasa muda Indonesia sering kali terjebak oleh kecenderungan impulsif atau keinginan akan kepuasan instan, mendorong mereka untuk mengejar pinjaman yang cepat dan mudah tanpa mempertimbangkan risiko yang terkait. Ada banyak faktor yang menyebabkan muda-mudi Indonesia terjebak dalam utang. Nailul Huda, Peneliti Center of Digital Economy and SME, INDEF mengatakan mayoritas usia muda terjerat pinjol karena untuk memenuhi gaya hidup semata, seperti membeli pakaian, gawai, traveling dan konser. Perilaku konsumtif di usia muda saat ini bukan untuk kebutuhan.\nDikutip dari \u0013 HYPERLINK \"https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/kepala-ojk-diy-gaya-hidup-konsumtif-sebabkan-maraknya-pinjol-ilegal\" \u0014https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/kepala-ojk-diy-gaya-hidup-konsumtif-sebabkan-maraknya-pinjol-ilegal\u0015 Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Parjiman dalam acara Studium Generale untuk mahasiswa baru (maba) tahun ajaran 2023/2024 di Pendopo Agung Kampus Terpadu UWM, Banyuranden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (11/9/2023) mengatakan “Penyebab maraknya pinjol illegal diantaranya adalah tingkat literasi keuangan masyarakat rendah. Gap literasi dan inklusi keuangan cukup besar, artinya masyarakat selama ini hanya tahu membeli atau menggunakan produk keuangan tanpa memahami karakteristik produk tersebut”. Gaya hidup konsumtif juga menyebabkan maraknya pinjol ilegal. Masyarakat sering memanfaatkan pinjol untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli tiket konser, gadget, staycation dan lain-lain, tanpa mempertimbangkan kemampuan bayar kembali. “Kebutuhan ekonomi juga merupakan salah satu penyebab maraknya pinjol ilegal. Kondisi perekonomian pasca pandemi belum sepenuhnya pulih, sehingga membuat Masyarakat memilih alternatif pembiayaan yang mudah dan cepat selain lembaga keuangan resmi,” kata Parjiman. penyebab maraknya pinjol ilegal. Kondisi perekonomian pasca pandemi belum sepenuhnya pulih, sehingga membuat Masyarakat memilih alternatif pembiayaan yang mudah dan cepat selain lembaga keuangan resmi,” kata Parjiman.\nPenyedia pinjaman online dikenal dengan sebutan fintech yang merupakan solusi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana tunai tanpa harus mengajukannya secara tatap muka. Fintech bermunculan disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang terjadi di masyarakat, masifnya penggunaan internet dan teknologi informasi untuk semua kebutuhan, tidak terkecuali peminjaman uang (https://www.online- pajak.com/tentang-pajak/pinjaman-online diakses tanggal 3 November 2019 pukul 17.00 WIB). Sikap konsumtif menjadi populer saat ini, maka budaya populer bisa jadi sangat dangkal. Orang menerapkannya tidak lagi berdasarkan kesadaran penuh hasil dari proses berpikir yang panjang, tapi untuk memenuhi hasrat yang timbul akibat pengaruh media baru yang diterimanya. Konsumerisme demikian menunjukan identitas diri yang dicirikan atau disimbolkan oleh atribut-atribut tertentu. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Vita Hasna Izdi Amelia (2021) yang berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan Fitur Spaylater Pada Aplikasi Shopee Dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Konsumtif” menyebutkan bahwa adanya pengaruh yang tinggi terhadap penggunaan SPayLater pada pengaruh sosial, gaya hidup, dan familiaritas terhadap perilaku konsumtif.\nDalam Jurnal yang berjudul “Gaya Hidup Hedonisme Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Samratulangi di Kota Manado” yang disusun oleh Tambingon dkk mengungkapkan bahwa Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSRAT bersenang-senang tapi mengorbankan banyak hal yang menjadikan dampak negative dari gaya hi","cbCaieDCcWOz0OKV","https://ap.wps.com/l/cbCaieDCcWOz0OKV","docx",18050,1,2,"Indonesian","id",113,"# Fenomena Pinjaman Online pada Mahasiswa\n## Faktor Gaya Hidup dan Konsumerisme\n## Literasi Keuangan dan Inklusi Finansial\n## Dampak Ekonomi Pasca Pandemi\n## Perilaku Konsumtif dan Penggunaan Layanan Fintech","[{\"question\":\"Bagaimana kondisi ekonomi pasca pandemi memengaruhi pilihan pinjaman online?\",\"answer\":\"Ekonomi pasca pandemi belum pulih sepenuhnya sehingga sebagian masyarakat memilih alternatif pembiayaan yang mudah dan cepat selain lembaga keuangan resmi. Situasi ini memperkuat daya tarik pinjol bagi yang membutuhkan dana.\"}]",1783465868,3,{"code":4,"msg":30,"data":31},"ok",{"site_id":24,"language":23,"slug":32,"title":13,"keywords":33,"description":14,"schema_data":34,"social_meta":76,"head_meta":78,"extra_data":80,"updated_unix":27},"phenomenon-of-online-lending-and-student-lifestyles","",{"@graph":35,"@context":75},[36,51,66],{"@type":37,"itemListElement":38},"BreadcrumbList",[39,43,46,48],{"item":40,"name":41,"@type":42,"position":20},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":44,"name":45,"@type":42,"position":21},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",{"item":47,"name":12,"@type":42,"position":28},"https://docshare.wps.com/id/document/gaya-hidup/",{"item":49,"name":13,"@type":42,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/phenomenon-of-online-lending-and-student-lifestyles/45786/",4,{"url":49,"name":13,"@type":52,"author":53,"headline":13,"publisher":55,"fileFormat":58,"inLanguage":23,"description":14,"dateModified":59,"datePublished":60,"encodingFormat":58,"isAccessibleForFree":61,"interactionStatistic":62},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":54},"Person",{"url":40,"name":56,"@type":57},"DocShare","Organization","application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document","2026-07-14","2026-07-07",true,{"@type":63,"interactionType":64,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":65},"ViewAction",{"@type":67,"mainEntity":68},"FAQPage",[69],{"name":70,"@type":71,"acceptedAnswer":72},"Bagaimana kondisi ekonomi pasca pandemi memengaruhi pilihan pinjaman online?","Question",{"text":73,"@type":74},"Ekonomi pasca pandemi belum pulih sepenuhnya sehingga sebagian masyarakat memilih alternatif pembiayaan yang mudah dan cepat selain lembaga keuangan resmi. Situasi ini memperkuat daya tarik pinjol bagi yang membutuhkan dana.","Answer","https://schema.org",{"og:url":49,"og:type":77,"og:title":13,"og:site_name":56,"og:description":14},"article",{"robots":79,"canonical":49},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":24},{"code":4,"msg":5,"data":82},[83,88,92,94,98,102,106,110,114,118],{"id":84,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":85,"show_sort_weight":86,"slug":87},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":89,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":90,"show_sort_weight":86,"slug":91},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":12,"show_sort_weight":86,"slug":93},"lifestyle",{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":96,"show_sort_weight":86,"slug":97},51,"Komik","comic",{"id":99,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":100,"show_sort_weight":86,"slug":101},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":103,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":104,"show_sort_weight":86,"slug":105},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":107,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":108,"show_sort_weight":86,"slug":109},49,"Sastra","literature",{"id":111,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":112,"show_sort_weight":86,"slug":113},52,"Teknologi","technology",{"id":115,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":116,"show_sort_weight":86,"slug":117},50,"Ujian","exam",{"id":119,"doc_module":4,"doc_module_name":45,"category_name":120,"show_sort_weight":86,"slug":121},57,"Umum","general"]