[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-230612-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":81,"doc-detail-230612-id":128},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":74,"head_meta":76,"extra_data":78,"updated_unix":80},113,"id","performance-report-directorate-general-of-biodiversity-conservation-2025","Laporan Kinerja - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Tahun 2025","","Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Tahun 2025 menyajikan penjabaran tahun pertama dari rencana strategis KSDAE 2025-2029. Dokumen ini menekankan peran direktorat dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengelolaan konservasi sumber daya alam serta ekosistem, dengan dukungan jaringan unit balai di berbagai wilayah Indonesia. Fokus utama mencakup konservasi keanekaragaman hayati, tujuan ekologis, rujukan program nasional, serta capaian yang ditautkan pada Perjanjian Kinerja.",{"@graph":14,"@context":73},[15,34,56],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/performance-report-directorate-general-of-biodiversity-conservation-2025/230612/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/performance-report-directorate-general-of-biodiversity-conservation-2025/230612.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Stanley","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-03","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":55},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",6,{"@type":57,"mainEntity":58},"FAQPage",[59,65,69],{"name":60,"@type":61,"acceptedAnswer":62},"Apa dasar rencana KSDAE dalam Laporan Kinerja Tahun 2025?","Question",{"text":63,"@type":64},"Tahun 2025 merupakan penjabaran tahun pertama dari pelaksanaan rencana strategis Direktorat Jenderal KSDAE 2025-2029.","Answer",{"name":66,"@type":61,"acceptedAnswer":67},"Apa tujuan utama konservasi keanekaragaman hayati menurut dokumen ini?",{"text":68,"@type":64},"Konservasi bertujuan memelihara proses ekologis penting, mempertahankan keanekaragaman genetik, serta memanfaatkan spesies dan ekosistem secara lestari.",{"name":70,"@type":61,"acceptedAnswer":71},"Bagaimana sasaran program Direktorat Jenderal KSDAE 2025 diukur?",{"text":72,"@type":64},"Tiga sasaran program diukur menggunakan lima indikator kinerja program, dan target ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Direktur Jenderal KSDAE dengan Menteri Kehutanan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":75,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":77,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":79,"site_id":7},230612,1789052390,{"code":4,"msg":82,"data":83},"success",[84,89,93,97,101,105,108,112,116,120,124],{"id":85,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":86,"show_sort_weight":87,"slug":88},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":90,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":91,"show_sort_weight":87,"slug":92},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":94,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":95,"show_sort_weight":87,"slug":96},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":98,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":99,"show_sort_weight":87,"slug":100},51,"Komik","comic",{"id":102,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":103,"show_sort_weight":87,"slug":104},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":106,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":87,"slug":107},54,"research-report",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":110,"show_sort_weight":87,"slug":111},49,"Sastra","literature",{"id":113,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":114,"show_sort_weight":87,"slug":115},52,"Teknologi","technology",{"id":117,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":118,"show_sort_weight":87,"slug":119},50,"Ujian","exam",{"id":121,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":122,"show_sort_weight":87,"slug":123},57,"Umum","general",{"id":125,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":126,"show_sort_weight":4,"slug":127},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":82,"data":129},{"doc_id":79,"user_id":130,"nickname":42,"user_avatar":131,"doc_module":4,"category_id":106,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":132,"file_id":133,"file_url":134,"file_type":135,"file_size":136,"view_count":55,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":137,"language":138,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":139,"faqs":140,"seo_title":141,"seo_description":12,"update_tm":80,"read_time":142},2336477405376,"https://ap-avatar.wpscdn.com/davatar_29158cc5080c5b710cf443261637dec0","Laporan Kinerja  \nDirektorat Jenderal KSDAE 2025  \n1  \nLaporan Kinerja  \nDIREKTORAT JENDERAL  \nKONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSISTEM  \nTAHUN 2025  \nKEMENTERIAN KEHUTANAN  \nDIREKTORAT JENDERAL KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSISTEM JAKARTA  \nTAHUN 2025  \n2  \nLaporan Kinerja  \nDirektorat Jenderal KSDAE 2025  \nLAPORAN KINERJA  \nDIREKTORAT JENDERAL KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM DAN EKOSISTEM TAHUN 2025  \nTim Penyusun :  \nPenanggung jawab : Direktur Jenderal  \nPengarah : Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE  \nKetua : Kepala Bagian Program, Evaluasi, Hukum, dan Kerjasama Teknik  \nSekretariat Direktorat Jenderal KSDAE  \nPenyunting : Tim Kerja Evaluasi, Pelaporan dan Kerjasama Teknik  \nDesain Grafis : Tim Kerja Program Anggaran dan Data Informasi dan Tim Kerja Evaluasi,  \nPelaporan dan Kerjasama Teknik  \nIlustrasi Cover : Tim Kerja Program Anggaran dan Data Informasi  \nDiterbitkan oleh : Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan  \nAlamat : Gedung Manggala Wanabakti Blok 1 lantai 8  \nJalan Jenderal Gatot Subroto-Jakarta 10270  \nTelp. 021 5730301 email [setditjenksdae@menlhk.go.id](setditjenksdae@menlhk.go.id)  \nLaporan Kinerja  \nDirektorat Jenderal KSDAE 2025  \n3  \nDokumentasi Pelantikan 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya (Eselon I) untuk mengisi struktur organisasi baru Kementerian Kehutanan pada 6 Januari 2025. Pelantikan ini merupakan langkah penataan birokrasi setelah pemisahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di era Kabinet Merah Putih  \n4  \nLaporan Kinerja  \nDirektorat Jenderal KSDAE 2025  \nKata Pengantar  \nTahun 2025 merupakan penjabaran tahun pertama dari pelaksanaan rencana strategis Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) 2025-2029. Direktorat Jenderal KSDAE merupakan unsur pelaksana di lingkungan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia yang bertugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaankonservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, untuk mendukung pelaksanaan tugasnya Direktorat Jenderal KSDAE memiliki 26 unit Balai Besar dan Balai Koservasi Sumber Daya Alam dan 48 unit Balai Besar dan Balai Taman Nasional yang tersebar di Indonesia. Direktorat Jenderal KSDAE hadir untuk memastikan setiap jengkal kawasankonservasi dan setiap makhluk yang hidup didalamnya tetap terpelihara demi masa depan yang berkelanjutan. Hutan Indonesia adalah kekayaanyang seharusnya dilestarikan dan dijaga. Karenabegitu banyaknya keanekaragaman hayati, flora dan fauna yang hidup pada hutan-hutan Indonesia. Keanekaragaman hayati adalah ragam kehidupandi bumi pada semua tingkatan, yang mencakupragam genetik dalam spesies, ragam spesies itu sendiri, dan ragam ekosistem yang mereka bentuk bersama kondisi lingkungannya.  \nLaporan Kinerja  \nDirektorat Jenderal KSDAE 2025  \n5  \nKekayaan hayati yang kompleks ini penting sebagai penyokong biosfer yang sehat dimana seluruh mahluk hidup berada, yang menyediakan layanan krusial seperti udara bersih, air, makanan, danobat-obatan, serta mendukung stabilitas dan fungsi bumi, termasuk kesejahteraan manusia. Keanekaragaman hayati tersebut, sebagaikekayaan bangsa Indonesia, harus dikelola dengan pendekatan dan kerangka kerja yang bisamenjamin keberlanjutannya, yaitu konservasi keanekaragaman hayati yang bertujuan untuk: (1) memelihara proses ekologis penting dan sistem penyangga kehidupan ; (2) mempertahankan keanekaragaman genetik; serta (3) memanfaatkansecara lestari spesies dan ekosistem. Tujuan konservasi tersebut telah diadaptasikan ke dalamberbagai rencana pembangunan, baik di tingkat global maupun pada tataran nasional. Pada level nasional, upaya konservasi telah diatur dalam RPJPN 2025-2045, RPJMN 2025-2029, Indonesian Biodiversity Strategic and Action Plan 2025-2045 (IBSAP), serta Rencana Strategis Kementerian Kehutanan 2025-2029.  \nDalam rencana strategis 2025- 2029 sasaran program Direktorat Jenderal KSDAE terdiri dari 1) meningkatnya pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistem di Kawasan Suaka Alam (KSA), Ka","cbCainwmyHCPAO9v","https://ap.wps.com/l/cbCainwmyHCPAO9v","pdf",13128543,158,"Indonesian","# Kata Pengantar\n## Arah dan dasar program KSDAE 2025-2029\n## Tujuan konservasi dan rujukan kebijakan nasional","[{\"question\":\"Apa dasar rencana KSDAE dalam Laporan Kinerja Tahun 2025?\",\"answer\":\"Tahun 2025 merupakan penjabaran tahun pertama dari pelaksanaan rencana strategis Direktorat Jenderal KSDAE 2025-2029.\"},{\"question\":\"Apa tujuan utama konservasi keanekaragaman hayati menurut dokumen ini?\",\"answer\":\"Konservasi bertujuan memelihara proses ekologis penting, mempertahankan keanekaragaman genetik, serta memanfaatkan spesies dan ekosistem secara lestari.\"},{\"question\":\"Bagaimana sasaran program Direktorat Jenderal KSDAE 2025 diukur?\",\"answer\":\"Tiga sasaran program diukur menggunakan lima indikator kinerja program, dan target ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Direktur Jenderal KSDAE dengan Menteri Kehutanan.\"}]","Laporan Kinerja - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Tahun 2025 | PDF",243]