[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-seo-229128-113":3,"detail-sidebar-cat-0-id-113":84,"doc-detail-229128-id":131},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"ok",{"site_id":7,"language":8,"slug":9,"title":10,"keywords":11,"description":12,"schema_data":13,"social_meta":77,"head_meta":79,"extra_data":81,"updated_unix":83},113,"id","perceptions-of-special-region-ambassadors-of-yogyakarta-on-the-urgency-of-cultural-literacy-role-models-in-cultural-information-dissemination","Persepsi Duta Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Urgensi Role Model Literasi Budaya dalam Proses Penyebaran Informasi Kebudayaan","","Fenomena kemudahan penyebaran informasi kebudayaan berpotensi memicu konflik apabila sensitivitas informasi tidak disampaikan secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi duta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta mengenai urgensi role model literasi budaya dalam proses diseminasi informasi kebudayaan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dianalisis melalui thematic analysis, dan menghasilkan empat tema utama. Hasil menunjukkan peran role model sebagai panutan, figur publik tepercaya, penjaga etika, kolaborator, penghubung masyarakat dengan instansi pemerintah, serta otoritas berbagi informasi, disertai kesadaran untuk mempelajari dan menyebarkannya.",{"@graph":14,"@context":76},[15,34,55],{"@type":16,"itemListElement":17},"BreadcrumbList",[18,23,27,31],{"item":19,"name":20,"@type":21,"position":22},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",1,{"item":24,"name":25,"@type":21,"position":26},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":28,"name":29,"@type":21,"position":30},"https://docshare.wps.com/id/document/penelitian-laporan/","Penelitian & Laporan",3,{"item":32,"name":10,"@type":21,"position":33},"https://docshare.wps.com/id/document/perceptions-of-special-region-ambassadors-of-yogyakarta-on-the-urgency-of-cultural-literacy-role-models-in-cultural-information-dissemination/229128/",4,{"url":32,"name":10,"@type":35,"image":36,"author":41,"headline":10,"publisher":44,"fileFormat":47,"inLanguage":8,"description":12,"dateModified":48,"datePublished":49,"encodingFormat":47,"isAccessibleForFree":50,"interactionStatistic":51},"DigitalDocument",{"url":37,"@type":38,"width":39,"height":40},"https://docshare.wps.com/thumbnails/perceptions-of-special-region-ambassadors-of-yogyakarta-on-the-urgency-of-cultural-literacy-role-models-in-cultural-information-dissemination/229128.png","ImageObject",300,407,{"name":42,"@type":43},"Bill Black","Person",{"url":19,"name":45,"@type":46},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-10-07","2026-09-10",true,{"@type":52,"interactionType":53,"userInteractionCount":30},"InteractionCounter",{"@type":54},"ViewAction",{"@type":56,"mainEntity":57},"FAQPage",[58,64,68,72],{"name":59,"@type":60,"acceptedAnswer":61},"Mengapa penyebaran informasi kebudayaan dapat memicu konflik?","Question",{"text":62,"@type":63},"Karena kemudahan penyebaran informasi berpotensi menimbulkan konflik ketika sensitivitas informasi kebudayaan tidak disampaikan dengan benar.","Answer",{"name":65,"@type":60,"acceptedAnswer":66},"Apa tujuan penelitian ini?",{"text":67,"@type":63},"Mengetahui persepsi duta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tentang urgensi role model literasi budaya dalam proses penyebaran informasi kebudayaan.",{"name":69,"@type":60,"acceptedAnswer":70},"Bagaimana metode penelitian yang digunakan?",{"text":71,"@type":63},"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan data dianalisis menggunakan thematic analysis.",{"name":73,"@type":60,"acceptedAnswer":74},"Apa saja peran yang dianggap penting dari role model literasi budaya?",{"text":75,"@type":63},"Role model dipandang sebagai panutan, figur publik tepercaya, penjaga etika, kolaborator, penghubung masyarakat dengan instansi pemerintah, serta memiliki otoritas untuk berbagi informasi kebudayaan.","https://schema.org",{"og:url":32,"og:type":78,"og:title":10,"og:site_name":45,"og:description":12},"article",{"robots":80,"canonical":32},"index,follow",{"doc_id":82,"site_id":7},229128,1789035972,{"code":4,"msg":85,"data":86},"success",[87,92,96,100,104,108,111,115,119,123,127],{"id":88,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":89,"show_sort_weight":90,"slug":91},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":93,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":94,"show_sort_weight":90,"slug":95},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":97,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":98,"show_sort_weight":90,"slug":99},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":101,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":102,"show_sort_weight":90,"slug":103},51,"Komik","comic",{"id":105,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":106,"show_sort_weight":90,"slug":107},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":109,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":29,"show_sort_weight":90,"slug":110},54,"research-report",{"id":112,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":113,"show_sort_weight":90,"slug":114},49,"Sastra","literature",{"id":116,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":117,"show_sort_weight":90,"slug":118},52,"Teknologi","technology",{"id":120,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":121,"show_sort_weight":90,"slug":122},50,"Ujian","exam",{"id":124,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":125,"show_sort_weight":90,"slug":126},57,"Umum","general",{"id":128,"doc_module":4,"doc_module_name":25,"category_name":129,"show_sort_weight":4,"slug":130},181,"Formulir","formulir",{"code":4,"msg":85,"data":132},{"doc_id":82,"user_id":133,"nickname":42,"user_avatar":134,"doc_module":4,"category_id":109,"category_name":29,"doc_title":10,"doc_description":12,"doc_content":135,"file_id":136,"file_url":137,"file_type":138,"file_size":139,"view_count":30,"is_deleted":4,"is_public":22,"is_downloadable":22,"audit_status":22,"page_count":140,"language":141,"language_code":8,"site_id":7,"html_lang":8,"table_of_contents":142,"faqs":143,"seo_title":144,"seo_description":12,"update_tm":83,"read_time":145},24189269381491,"https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/160000cf11732dd8392?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1788146458752108895","Pustaka Karya: Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi  \n[http://dx.doi.org/10.18592/pk.v13i2.17518](http://dx.doi.org/10.18592/pk.v13i2.17518)  \n[Hal. 327-340](Hal. 327-340)  \nPersepsi duta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tentang urgensi role model literasi budaya dalam proses penyebaran informasi kebudayaan  \n1Nitzana, Heriyanto  \n1Program Studi S-1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro  \nEmail: [nitzanaana@gmail.com](nitzanaana@gmail.com)  \nNaskah diterima: 02 Juli 2025, direvisi: 14 Oktober 2025, diterima: 06 Desember 2025  \nABSTRACT  \nThe phenomenon of the ease of the process of disseminating cultural information can trigger conflict if the sensitivity of the information contained in the cultural information is not conveyed correctly. The purpose of this study was to determine the perception of the ambassadors of the Special Region of Yogyakarta regarding the urgency of cultural literacy role models in the process of disseminating cultural information. The research method was qualitative with a phenomenological approach. Data were analyzed using thematic analysis and produced four major research themes. The results showed that the ambassadors of the Special Region of Yogyakarta perceived that the urgency of cultural literacy role models lies in their role in society as role models, public figures, someone who can be trusted by the community, maintaining ethics when disseminating cultural information, being able to collaborate to ensure the success of the dissemination of cultural information, being a liaison between the community and government agencies, and having the authority to share cultural information with the public. The ambassadors of the Special Region of Yogyakarta interpreted that the role of cultural literacy role models needs to be accompanied by an awareness to learn and disseminate cultural information.  \nKeywords: cultural literacy; dissemination of cultural information; perception; role model; special region ambassador of yogyakarta  \nABSTRAK  \nFenomena mudahnya proses penyebaran informasi kebudayaan yang dapat memicu terjadinya konflik apabila sensitivitas informasi yang terkandung di dalam informasi kebudayaan tidak disampaikan dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi duta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tentang urgensi role model literasi budaya dalamproses penyebaran informasi kebudayaan. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dianalisis menggunakan thematic analysis dan menghasilkan empat tema besar penelitian. Hasil penelitian menunjukkan duta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki persepsi bahwa urgensi role model literasi budaya terletakpadaperannya dalam masyarakat sebagai panutan, figur publik, seseorang yang dapat dipercaya olehmasyarakat, menjaga etika saat menyebarkan informasi kebudayaan, dapat berkolaborasi untuk menyukseskan penyebaran informasi kebudayaan, menjadi penghubung masyarakat dengan dinas-dinaspemerintah, serta memiliki otoritas untuk berbagi informasi kebudayaan kepada khalayak. Dutakeistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta memaknai bahwa peran dari role model literasi budaya perludisertai dengan kesadaran untuk mempelajari dan menyebarkan informasi kebudayaan.  \nKata Kunci: duta keistimewaan daerah istimewa yogyakarta; literasi budaya; penyebaran informasikebudayaan; persepsi; role model  \n1. PENDAHULUAN  \nInformasi merupakan simbol yang dimaknai sebagai pesan dan menjadi salah satu kebutuhandasar manusia. Setiap orang berhak mendapatkan informasi untuk memenuhi kebutuhannya. Proses pemenuhan kebutuhan informasi ini dapat diperoleh melalui penyebaran informasi.  \nPenyebaran informasi atau diseminasi informasi adalah bentuk penyampaian informasi untuk memberikan pengertian mengenai pesan yang ingin disampaikan dengan memberikan fakta yang ada dengan tujuan memberikan pesan yang benar dan jelas (Robbaniyah, 2022) . Saat ini perkembangan internet memberi kem","cbCaiugkUcrdlQFq","https://ap.wps.com/l/cbCaiugkUcrdlQFq","pdf",488479,14,"Indonesian","# Pendahuluan\n## Konsep informasi dan diseminasi\n## Literasi budaya dan pengendalian informasi sensitif\n## Kebutuhan role model literasi budaya\n# Metode Penelitian\n## Pendekatan kualitatif dan fenomenologi\n## Analisis thematic analysis\n# Hasil dan Pembahasan\n## Peran role model literasi budaya menurut duta keistimewaan\n## Kesadaran untuk mempelajari dan menyebarkan informasi","[{\"question\":\"Mengapa penyebaran informasi kebudayaan dapat memicu konflik?\",\"answer\":\"Karena kemudahan penyebaran informasi berpotensi menimbulkan konflik ketika sensitivitas informasi kebudayaan tidak disampaikan dengan benar.\"},{\"question\":\"Apa tujuan penelitian ini?\",\"answer\":\"Mengetahui persepsi duta keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tentang urgensi role model literasi budaya dalam proses penyebaran informasi kebudayaan.\"},{\"question\":\"Bagaimana metode penelitian yang digunakan?\",\"answer\":\"Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan data dianalisis menggunakan thematic analysis.\"},{\"question\":\"Apa saja peran yang dianggap penting dari role model literasi budaya?\",\"answer\":\"Role model dipandang sebagai panutan, figur publik tepercaya, penjaga etika, kolaborator, penghubung masyarakat dengan instansi pemerintah, serta memiliki otoritas untuk berbagi informasi kebudayaan.\"}]","Persepsi Duta Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Urgensi Role Model Literasi Budaya dalam Proses Penyebaran Informasi Kebudayaan | PDF",22]