[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-43082-id":3,"doc-seo-43082-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":92},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},43082,5909877438554,"Maeve","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/5600025385ad2bf12a7?_k=1778553567797529272",53,"Layanan Kesehatan","Konseling Berfokus Resolusi Konflik antar Sebaya","Konseling Berfokus Resolusi Konflik antar Sebaya (Konseling RKS) disusun sebagai jawaban atas konflik antar teman sebaya di kalangan remaja pelajar dan mahasiswa yang terus berulang, makin kompleks, dan sering menimbulkan korban tanpa adanya rasa jera. Buku ini memaparkan model hasil penelitian pada berbagai kasus konflik, dengan pendekatan tanpa kekerasan yang menekankan penyadaran diri; konselor berperan sebagai mediator sekaligus terapis. Tersedia panduan teori, ruang lingkup, prosedur, protokol pelaksanaan, serta cara menilai efektivitasnya.","Dr. Latipun, M. Kes  \nUniversitas Muhammadiyah Malang  \nKata Pengantar  \nKonflik antar teman sebaya di kalangan remaja merupakan masalah yang tidak pernah berhenti. Dari waktu ke waktu konflik tersebut terus terjadi, makin banyak terjadi dan makin kompleks masalahnya.  \nBerbagai-bagai cara dan strategi telah diusahakan oleh banyak pihak. Sekolah, orang tua, kepolisian dan pemerintah berusaha mengatasi masalah tersebut, tetapi sepertinya tidak ada hasil. Sampai sekarang belum dijumpai cara yang efektif untuk mencegah dan mengatasinya.  \nBanyak korban yang diakibatkan oleh konflik antar remaja pelajar, ataumahasiswa. Tidak ada rasa “kapok” atas kekalahan dan penderitaan yang dialami salah satu pihak. Bahkan menjadi pembangkit untuk melakukan perkelahian dengan skala yang lebih besar. Sepertinya konflik antar remaja itu tidak akan ada ujungnya.  \nBuku ini merupakan satu jawaban atas masalah tersebut. Saya beri nama Konseling Berfokus Resolusi Konflik antar Sebaya (Konseling RKS) . Buku ini adalah hasil penelitian saya terhadap berbagai kasus konflik anntar siswa dan remaja, yang selanjutnya dirumuskan sebagai suatu model dalam penanganan konflik antar siswa atau antar remaja.  \nKonseling RKS dapat digunakan oleh konselor, psikolog, atau pihak lain yang bertugas untuk menyelesaikan konflik antar remaja. Pendekatan ini dilakukan tanpa kekerasan, tetapi mementingkan penyadaran oleh siswasendiri, dengan konselor sebagai mediator dan terapisnya. Dengan demikian, konselor dan psikolog lebih sebagai penolong bagi siswa yang mencari penyelesaian secara konstruktif atas konflik yang dialami. Diharapkan, dengan Konseling RKS, tugas konselor dan psikolog sekolah menjadi ringan tugasnya dan lebih efektif penangannya. Buku ini dapat menjadi panduan dalam menyelesaikan konflik antar teman sebaya.  \nPenyusunan buku ini dapat diwujudkan berkat dukungan dan bantuandari berbagai-bagai pihak. Pada kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih kepada Prof. Dr. Rohany Nasir dan Prof. (Madya) Dr. Fatimah Yufooff. Beliau adalah Dosen Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) yang menjadipembimbing saya ketika menyelesaikan pendidikan Doktor di UKM.  \nSaya juga mengucapkan terima kasih kepada Prof. M. Rosjidan, M.A. Universtas Negeri Malang), Prof. Dr. Sutoyo Imam Utoyo, M. Pd. (Universitas  \nNegeri Malang), Prof. Dr. Noor Rachman Hadjam, S.U. (Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), Dr. Triyono M. Pd. (Universitas Negeri Malang), Dr. Achmad Habib, M. Si. Universitas Muhammadiyah Malang) Dr. Dwi Priyo Utomo, M. Pd. (Universitas Muhammadiyah Malang), Paul Gunadi, PhD. (Malang) dan Dr Jenny Lukito (Universitas Surabaya) . Beliau-beliau ini memberikan banyak masukan atas penyusunan model Konseling RKS sesuai dengan bidang keilmuan dan pengalamannya.  \nSebagai suatu model, tulisan ini masih terbuka untuk dikembangkan dan terus dapat diteliti untuk meningkatkan validitas eksternal sehinggapenerapannya dapat lebih luas dalam konteks sosial budaya dan sasaranyang ditangani. Besar harapan saya, Konseling RKS dapat diterapkan di sekolah atau di kalangan remaja yang hingga saat ini konselik antar remaja itu tidak mudah diselesaikan.  \nSaya mengundang berbagai-bagai pihak untuk memberi komentar dan kritik atas model Konseling RKS demi perbaikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kritik dan saran dalam dikirim melalui email: lativ_un1@ya[hoo.com](hoo.com).  \nTerima kasih  \nPenulis,  \nLATIPUN  \nDaftar Isi  \nKata Pengantar iii  \n1 Pendahuluan 1  \n2 Teori dan Pendekatan Konseling RKS 5 Teori Pendukung 5  \nPendekatan Konseling RKS 10  \n3 Ruang Lingkup Konseling RKS 16 Pengertian Konseling RKS 16 Tujuan Konseling RKS 16  \nPerbandingan Terapi RKS dengan Intervensi Lain 17 Jangka Masa dan Kekerapan Pertemuan Sesi Konseling 18 Ciri-Ciri Konflik 18  \nKonselor dan Klien 20  \nFasilitas Pendukung dalam Penerapan Konseling RKS 23  \n4 Prosedur Konseling RKS 24  \nStrategi dari Konseling RKS 24  \nPenerapan Prosedur dari Konseling RKS 27  \n5 Protokol Pelaksanaan Konseling RKS 37 Prosedur Sel","cbCaijImVzkmcb5T","https://ap.wps.com/l/cbCaijImVzkmcb5T","pdf",2280405,5,1,57,"Indonesian","id",113,"# Kata Pengantar\n# Pendahuluan\n# Teori dan Pendekatan Konseling RKS\n## Teori Pendukung\n## Pendekatan Konseling RKS\n# Ruang Lingkup Konseling RKS\n## Pengertian Konseling RKS\n## Tujuan Konseling RKS\n## Perbandingan Terapi RKS dengan Intervensi Lain\n## Jangka Masa dan Kekerapan Pertemuan Sesi Konseling\n## Ciri-Ciri Konflik\n## Konselor dan Klien\n## Fasilitas Pendukung dalam Penerapan Konseling RKS\n# Prosedur Konseling RKS\n## Strategi dari Konseling RKS\n## Penerapan Prosedur dari Konseling RKS\n# Protokol Pelaksanaan Konseling RKS\n## Prosedur Seleksi Klien\n## Seting Kegiatan\n## Mekanisme Konseling\n## Proporsi Kegiatan Konseling\n## Pola Setiap Pertemuan\n# Efektivitas Konseling RKS dan Cara Penilaian\n## Pengalaman Terapeutik\n## Klien yang Berhasil\n## Cara Menilai Efektivitas\n## Aspek yang Dinilai\n# Penutup\n# Daftar Pustaka","[{\"question\":\"Apa yang dimaksud dengan Konseling Berfokus Resolusi Konflik antar Sebaya (Konseling RKS)?\",\"answer\":\"Konseling RKS adalah model penanganan konflik antar siswa atau antar remaja yang menekankan resolusi konflik tanpa kekerasan. Pendekatan ini dirumuskan dari hasil penelitian terhadap kasus-kasus konflik antar siswa dan remaja.\"},{\"question\":\"Siapa yang dapat menggunakan Konseling RKS dan bagaimana peran konselornya?\",\"answer\":\"Konseling RKS dapat digunakan oleh konselor, psikolog, atau pihak yang bertugas menyelesaikan konflik antar remaja. Konselor berperan sebagai mediator dan terapis, sementara proses diarahkan untuk penyadaran oleh siswa yang mengalami konflik.\"},{\"question\":\"Mengapa pendekatan Konseling RKS dianggap lebih konstruktif dibanding strategi pencegahan yang umum dilakukan?\",\"answer\":\"Buku menjelaskan bahwa pendekatan keamanan, disiplin, ancaman, hukuman, atau penyelesaian paksa belum efektif menghindari konflik serta belum menghasilkan penyelesaian yang konstruktif. Konseling RKS diarahkan pada penyelesaian secara konstruktif melalui tanpa kekerasan dan penyadaran diri.\"}]",1783377478,88,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":87,"head_meta":89,"extra_data":91,"updated_unix":28},"peer-conflict-resolution-focused-counseling","",{"@graph":36,"@context":86},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/layanan-kesehatan/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/peer-conflict-resolution-focused-counseling/43082/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-19","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72,78,82],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa yang dimaksud dengan Konseling Berfokus Resolusi Konflik antar Sebaya (Konseling RKS)?","Question",{"text":76,"@type":77},"Konseling RKS adalah model penanganan konflik antar siswa atau antar remaja yang menekankan resolusi konflik tanpa kekerasan. Pendekatan ini dirumuskan dari hasil penelitian terhadap kasus-kasus konflik antar siswa dan remaja.","Answer",{"name":79,"@type":74,"acceptedAnswer":80},"Siapa yang dapat menggunakan Konseling RKS dan bagaimana peran konselornya?",{"text":81,"@type":77},"Konseling RKS dapat digunakan oleh konselor, psikolog, atau pihak yang bertugas menyelesaikan konflik antar remaja. Konselor berperan sebagai mediator dan terapis, sementara proses diarahkan untuk penyadaran oleh siswa yang mengalami konflik.",{"name":83,"@type":74,"acceptedAnswer":84},"Mengapa pendekatan Konseling RKS dianggap lebih konstruktif dibanding strategi pencegahan yang umum dilakukan?",{"text":85,"@type":77},"Buku menjelaskan bahwa pendekatan keamanan, disiplin, ancaman, hukuman, atau penyelesaian paksa belum efektif menghindari konflik serta belum menghasilkan penyelesaian yang konstruktif. Konseling RKS diarahkan pada penyelesaian secara konstruktif melalui tanpa kekerasan dan penyadaran diri.","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":88,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":90,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":93},[94,99,103,107,111,113,117,121,125,129],{"id":95,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":96,"show_sort_weight":97,"slug":98},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":97,"slug":102},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":97,"slug":106},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":97,"slug":110},51,"Komik","comic",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":97,"slug":112},"healthcare",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":97,"slug":116},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":97,"slug":120},49,"Sastra","literature",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":97,"slug":124},52,"Teknologi","technology",{"id":126,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":127,"show_sort_weight":97,"slug":128},50,"Ujian","exam",{"id":22,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":130,"show_sort_weight":97,"slug":131},"Umum","general"]