[{"data":1,"prerenderedAt":-1},["ShallowReactive",2],{"doc-detail-40714-id":3,"doc-seo-40714-113":30,"detail-sidebar-cat-0-id-113":84},{"code":4,"msg":5,"data":6},0,"success",{"doc_id":7,"user_id":8,"nickname":9,"user_avatar":10,"doc_module":4,"category_id":11,"category_name":12,"doc_title":13,"doc_description":14,"doc_content":15,"file_id":16,"file_url":17,"file_type":18,"file_size":19,"view_count":20,"is_deleted":4,"is_public":21,"is_downloadable":21,"audit_status":21,"page_count":22,"language":23,"language_code":24,"site_id":25,"html_lang":24,"table_of_contents":26,"faqs":27,"seo_title":13,"seo_description":14,"update_tm":28,"read_time":29},40714,1099514067438,"River Wang","https://ap-avatar.wpscdn.com/avatar/100002539ee87300030?x-image-process=image/resize,m_fixed,w_180,h_180&k=1780474512215547542",49,"Sastra","Pendidikan Kaum Tertindas","Pendidikan Kaum Tertindas membahas pendidikan sebagai arena perjuangan untuk melawan penindasan dan mendorong pembebasan. Uraian mengangkat kritik terhadap pendidikan “gaya bank” yang menempatkan guru sebagai pemberi dan murid sebagai penerima pasif, serta menawarkan pendidikan hadap-masalah sebagai pendekatan pembebasan. Melalui dialogika, penelitian “tema-tema generatif”, dan perbandingan teori tindakan antidialogis versus dialogis, buku menekankan kerja sama, persatuan, organisasi, serta sintesis kebudayaan untuk membangkitkan kesadaran kritis.","Freire,Paulo  \nPendidikan kaum tertindas/oleh Paulo Freire.—Jakarta:Pustaka LP3ES Indonesia,2008Xxxvii+221 hlm.;11x 17,5 cm.  \nBibliografi:hlm.215  \nPENDIDIKANKAUMTERTINDAS  \nISBN 978-979-3330-70-9·  \n1.  Pendidikan —Filsafat.I.Judul.  \n370.1  \nJudul asli:Pedagogy of the Oppressed by Paulo Freure.Pertama kaliditerbitkan di Inggris Raya oleh Sheed &Ward,1972.Diterbitkanoleh Penguin Books,1972.Hak cipta ◎ Paulo Freire,1972.  \nCetakan ketujuh,Oktober 2011Cetakan keenam(edisi revisi),April 2008Cetakan kelima,2000Cetakan keempat,1995Cetakan ketiga,1991Cetakan kedua,1987Cetakan pertama,1984  \nPengantar  \nF Danuwinata  \nPenerbit Pustaka LP3ES Indonesia,anggota IkapiJI.Letjen S.Parman Kav.81,Jakarta 11420.Telp.(021)5663525,5663527.Fax:(021)56964691E-mail:puslp3es@indo.net.id  \nHak terjemahan bahasa Indonesia pada penerbitDiterjemahkan oleh Tim Redaksi  \nAsosiasi Pemandu Latihan:Utomo Danandjaya,Mansour Faqih,Roem Topatimasang dan Jimly AsshiddiqieDisunting oleh Imam AhmadDesain sampul oleh Yahya S  \nLP3ES  \nDaftar Isi  \nPrawacana………………………………………………………………………………………ix  \nF Danuwinata  \nKata Pengantar……………………………………………………………………………xxix  \nRichard Shaull  \nPendahuluan………………………………………………………………………………1  \nBab1………………………………………………………………………………………10  \nPembenaran bagi suatu pendidikan kaum tertindas:  \nkontradiksi antarkaum penindas: kontradiksi antara kaum  \npenindas dan kaum tertindas, dan bagaimana mengatasinya;  \npenindasan dan kaum penindas, penindasan dan kaum  \ntertindas; pembebasan: sebagai suatu proses saling  \nmenunjang.  \nBab 2………………………………………………………………………………………  \nKonsep pendidikan“gaya bank”sebagai alat penindasan;  \nkonsep pendidikan hadap-masalah sebagai alat pembebasan;  \nkontradiksi guru-murid darikonsep“gaya bank” diselesaikan  \noleh konsep hadap-masalah;pendidikan sebagai proses saling  \nmenunjang dengan dunia sebagai perantara; manusia  \nsebagai makhluk yang sadar-tidak sempurna, serta usahanya  \nuntuk menjadi lebih manusiawi.  \nBab3…………………………………………………………………………………75  \nDialogika: hakikat pendidikan sebagai praktik kebebasan;  \ndialogika dan dialog; dialog dan pencarian isi program;  \nhubungan manusia-dunia,\"tema-tema generatif\", dan isi  \nprogram pendidikan sebagai praktik kebebasan; penelitian  \n“tema-tema generatif” dan metodologinya; kebangkitan  \nkesadaran kritis melalui penelitian“tema-tema generatif.”  \nBab 4………………………………………………………………………………………130  \nAntidialogika dan dialogika sebagai matriks dari teori  \ntindakan kebudayaan yang berlawanan: yang pertama  \nsebagai alat penindasan dan yang kedua sebagai alat  \npembebasan;teori tindakan antidialogis danwatak-wataknya:  \npenaklukan, pecah lalu perintah, manipulasi, dan serangan  \nbudaya;teori tindakan dialogis dan watak-wataknya: kerja  \nsama, persatuan, organisasi, dan sintesa kebudayaan.  \nBibliografi…………………………………………………………………………………………215  \nIndeks……………………………………………………………………………………………………218  \n# Prawacana\n\nDewasa ini bangsa Indonesia sedang pada titik kul-  \nminasi menentukan akan berhasil atau tidak pergu-  \nmulannya menggapai cita-cita untuk memajukan kese-  \njahteraan bersama, mencerdaskan kehidupan bangsa,  \ndan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasar-  \nkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial.  \nBuku Pendidikan Kaum Tertindas ini menggelitik  \npemikiran mereka yang ingin secara nyata melibatkan  \ndiri dalam merealisasikan cita-cita tersebut. Pengaruh  \npemikiran Paulo Freire di bidang pendidikan, tetapi  \njuga di bidang-bidang lainnya sangat besar. Siapa saja  \nkhususnya yang mempunyai perhatian terhadap pen-  \ndidikan, dapat saja melawan Freire atau bersama Freire,  \ntetapiyangjelas tidak dapat tanpa Freire,seperti pernah  \ndikatakan oleh koleganya.  \nAda tiga langkah yang ditempuh dalam Prawacana  \nini. Pertama, mengantar pembaca meniti perjalanan  \nhidup Freire. Itu perlu, karena pemikiran Freire sarat  \ndengan refleksi atas pengalaman hidupnya. Mungkin  \npembaca dapat belajarjuga dari pengalaman hidup itu.  \nKedua,memberikan ringkasan isi bukunya untuk mem-permudah ","cbCaihJJfxAMgD3l","https://ap.wps.com/l/cbCaihJJfxAMgD3l","pdf",80506864,5,1,130,"Indonesian","id",113,"# Prawacana\n# Kata Pengantar\n# Pendahuluan\n# Bab 1\n# Bab 2\n# Bab 3\n# Bab 4\n# Bibliografi\n# Indeks","[{\"question\":\"Apa peran dialogika dan “tema-tema generatif” dalam pendidikan?\",\"answer\":\"Dialogika menegaskan pendidikan sebagai praktik kebebasan melalui dialog. Penelitian “tema-tema generatif” digunakan untuk mencari isi program dan membangkitkan kesadaran kritis.\"}]",1783314517,200,{"code":4,"msg":31,"data":32},"ok",{"site_id":25,"language":24,"slug":33,"title":13,"keywords":34,"description":14,"schema_data":35,"social_meta":79,"head_meta":81,"extra_data":83,"updated_unix":28},"pedagogy-of-the-oppressed","",{"@graph":36,"@context":78},[37,54,69],{"@type":38,"itemListElement":39},"BreadcrumbList",[40,44,48,51],{"item":41,"name":42,"@type":43,"position":21},"https://docshare.wps.com","Home","ListItem",{"item":45,"name":46,"@type":43,"position":47},"https://docshare.wps.com/id/document/","Document",2,{"item":49,"name":12,"@type":43,"position":50},"https://docshare.wps.com/id/document/sastra/",3,{"item":52,"name":13,"@type":43,"position":53},"https://docshare.wps.com/id/document/pedagogy-of-the-oppressed/40714/",4,{"url":52,"name":13,"@type":55,"author":56,"headline":13,"publisher":58,"fileFormat":61,"inLanguage":24,"description":14,"dateModified":62,"datePublished":63,"encodingFormat":61,"isAccessibleForFree":64,"interactionStatistic":65},"DigitalDocument",{"name":9,"@type":57},"Person",{"url":41,"name":59,"@type":60},"DocShare","Organization","application/pdf","2026-07-15","2026-07-06",true,{"@type":66,"interactionType":67,"userInteractionCount":20},"InteractionCounter",{"@type":68},"ViewAction",{"@type":70,"mainEntity":71},"FAQPage",[72],{"name":73,"@type":74,"acceptedAnswer":75},"Apa peran dialogika dan “tema-tema generatif” dalam pendidikan?","Question",{"text":76,"@type":77},"Dialogika menegaskan pendidikan sebagai praktik kebebasan melalui dialog. Penelitian “tema-tema generatif” digunakan untuk mencari isi program dan membangkitkan kesadaran kritis.","Answer","https://schema.org",{"og:url":52,"og:type":80,"og:title":13,"og:site_name":59,"og:description":14},"article",{"robots":82,"canonical":52},"index,follow",{"doc_id":7,"site_id":25},{"code":4,"msg":5,"data":85},[86,91,95,99,103,107,111,113,117,121],{"id":87,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":88,"show_sort_weight":89,"slug":90},55,"Agama & Spiritualitas",60,"religion-spirituality",{"id":92,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":93,"show_sort_weight":89,"slug":94},48,"Cerita & Novel","story-novel",{"id":96,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":97,"show_sort_weight":89,"slug":98},56,"Gaya Hidup","lifestyle",{"id":100,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":101,"show_sort_weight":89,"slug":102},51,"Komik","comic",{"id":104,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":105,"show_sort_weight":89,"slug":106},53,"Layanan Kesehatan","healthcare",{"id":108,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":109,"show_sort_weight":89,"slug":110},54,"Penelitian & Laporan","research-report",{"id":11,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":12,"show_sort_weight":89,"slug":112},"literature",{"id":114,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":115,"show_sort_weight":89,"slug":116},52,"Teknologi","technology",{"id":118,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":119,"show_sort_weight":89,"slug":120},50,"Ujian","exam",{"id":122,"doc_module":4,"doc_module_name":46,"category_name":123,"show_sort_weight":89,"slug":124},57,"Umum","general"]